
Sampai dirumah, Bianca langsung masuk kamar. Ia berjalan melewati Lidya yang sedang duduk di sofa sambil membaca novel online favorit nya. Lidya langsung membuang muka saat Bianca menatap wajahnya.
Dan Bianca sama sekali tak mempedulikan sikap Lidya itu. Lalu ia masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Bianca pun terlelap dalam tidurnya, namun ia terbangun saat handphone nya berbunyi.
Ia ambil handphone yang ada diatas nakas, lalu melihat siapa yang menghubungi nya.
"Kamu ada dimana?," pesan singkat dari Damar.
Bianca hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya. Lalu ia letakkan lagi ponsel itu ditempatnya semula.
"Bukankah kemarin aku di beri nomor handphone Tante Natasya?," Gumamnya sendiri.
Kemudian Bianca ambil lagi ponsel itu, karena tiba-tiba dari otak nya muncul ide jahat.
Kali ini ia mengirimkan video Sarah kepada Natasya Tante nya Randy.
"Mampus kamu Sarah!!!, tak akan ku buat bahagia hidup mu." ucap Bianca dengan lirih sambil di ikuti senyum jahat nya, setelah video itu berhasil terkirim kepada Tante nya Randy.
"Loh itu kan Handoko? apa benar Handoko itu ada hubungan khusus dengan Sarah?," tak menunggu lama balasan pesan singkat dari Natasya pun diterima oleh Bianca.
"Menurut Tante dengan melihat video itu gimana?," balas Bianca seolah-olah memberi teka teki pada Natasya.
"Dari video yang Tante lihat, masih belum ada adegan yang menjurus kalau Sarah ada main dengan Handoko. Tapi, kenapa mereka berdua-duaan diruangan? Bukan kah itu bisa mengundang fitnah? memang dasarnya Sarah itu seperti wanita murahan aja!," balas Natasya.
"Emang Tante mau? Kalau ponakan Tante satu-satunya jadi menikah dengan Sarah?," sekali lagi Bianca membalas pesan singkat yang dikirim oleh Natasya.
"Sejak aku tau cerita tentang Sarah dari mu, aku sudah putuskan untuk tidak menyetujui hubungan Randy dengan perempuan sok alim itu," Natasya kembali membalas pesan dari Bianca.
Bianca tersenyum bahagia saat membaca balasan pesan dari Natasya.
Tiba-tiba ia teringat, kalau dari ia pulang tadi tidak melihat Damar suami nya.
Bianca pun keluar dari kamar, ia berjalan ke ruang keluarga. Disitu ada Lidya yang sibuk membaca novel online.
"Lid, Damar kemana?," tanya Bianca pada Lidya yang sedang duduk dengan kaki yang diangkat ke atas sofa.
"Mana ku tau!!," jawab Lidya dengan ketus.
Bianca pun segera meninggalkan Lidya, sebelum emosi nya terpancing oleh sikap Lidya yang sangat menyebalkan.
Bianca kembali kekamar nya untuk mengambil handphone, lalu ia memencet nomor Damar.
__ADS_1
Panggilan pun tersambung, namun tidak diangkat oleh Damar. Beberapa kali Bianca menelpon namun tetap saja panggilan itu diabaikan.
Bianca segera mengambil kunci mobilnya, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Lalu ia mengambil handphone yang ia taruh di dashboard mobil.
"Hallo assalamualaikum," sapa seseorang yang ada di sebrang telepon.
"Hey, aku mau kita bertemu sekarang juga! Aku tunggu kamu di cafe Randy!!!," ucap Bianca pada seseorang yang ia telepon. Lalu ia menutup telepon secara sepihak.
Kini Bianca melaju kencang menuju cafe Randy.
...****************...
POV Sarah
" Ada apa Bianca mengajak ku bertemu di cafe Randy?," ucap ku dalam hati.
Aku harus menemuinya sekarang, agar masalah ini segera selesai.
Jujur saja aku sangat malu dengan kejadian tadi siang. Bisa-bisanya Bianca mengunggah video ke sosial media.
Harapan ku saat ini, semoga sahabat pena ku tak mengetahui berita itu. Walau berita itu berita hoax, namun di hati ini merasa malu.
Drrrttttt
Drrrttttt
Mulai tadi handphone ini berbunyi, saat kulihat pesan di group sahabat pena ku.
Aku punya dua group di wa, yaitu group sesama author dan group sahabat pena.
Group sahabat pena ini anggota nya adalah para pembaca setia semua novelku. Sebenarnya group ini bukan aku yang buat. Namun beberapa orang pembaca setiaku yang mempunyai ide untuk membuat group ini.
Aku pun menyetujui nya, asal mereka membuat group ini dengan senang hati tanpa paksaan dari siapapun.
Kulihat lagi kali ini sudah ribuan pesan di group sahabat pena yang belum aku baca. Berkali-kali sepertinya aku di tag oleh mereka.
Mau membuka nya tapi waktu ini tak sempat, karena Bianca terus menelpon ku. Karena dia sudah sampai di cafe Randy.
Setelah memasang Khimar panjang berwarna maroon, aku bergegas mengambil kunci mobil diatas nakas samping tempat tidurku.
Segera aku menuju mobil yang ku parkir didepan ruko. Dan ku lajukan mobil ini dengan kecepatan sedang. Karena aku masih waras, tak mau merugikan diri sendiri hanya untuk menemui Bianca.
__ADS_1
Ku nikmati perjalanan menuju cafe Randy dengan iringan lagu band jadul kesukaan ku.
"Aku pulang...
Tanpa dendam...
ku terima kekalahan ku.."
Aku ikut menyanyi, karena lagu dari band jadul itu adalah favorit ku.
Tak ku hiraukan panggilan dari Bianca yang berulang kali.
Kali ini ada pesan masuk dari Randy, tapi aku tak membukanya. Karena menurut ku ini bahaya kalau aku berbalas pesan sambil menyetir mobil.
Aku berencana membalas nya nanti saat aku telah sampai dicafe nya.
Beberapa menit perjalanan, akhirnya aku sampai di parkiran mobil cafe Randy.
Aku melihat mobil Bianca sudah terparkir rapi disana, itu menunjuk kalau ia sudah datang dari tadi.
Mungkin ia sudah lama datang sehingga menelpon ku berkali-kali. Namun aku mengabaikan nya, karena malas aja mengangkat telepon dari nya.
Aku berjalan masuk, dan terlihat Bianca duduk di kursi meja paling pojok.
Untuk berjaga-jaga, aku mengirimkan pesan pada Randy memberi tahu kalau saat ini aku sedang bertemu Bianca di cafe nya.
Tapi ternyata Randy tadi mengirim video ku sama pak Handoko. Biar nanti saja aku menjelaskan padanya tentang video itu.
Dan Randy siap memantau ku dan Bianca dari jauh, dia sepertinya juga takut akan terjadi sesuatu pada ku.
Setelah mendapat balasan pesan dari Randy, ku mantapkan langkah menuju Bianca yang sedang duduk.
Rupanya dia tak melihat kedatangan ku, karena dia sedang asyik bermain handphone nya.
"Sudah lama kamu, Bi?," sapa ku.
"kemana saja kamu? Kok lama banget!," ucapnya jutek sambil melihat kearah ku dengan tatapan sinis.
Aku tak memperdulikan sikap Bianca saat ini kepada ku.
"Oh ya, apa maksud mu dengan video yang kamu unggah di semua sosial media mu?,$ tanya ku dengan geram.
"Kenapa? Kamu takut ketahuan Randy kalau kamu itu selingkuh dengan suami ku?," ucap nya sambil tertawa puas diwajahnya karena berhasil membuat ku malu.
__ADS_1