
Veni terdiam tak menjawab ancaman Sarah. Veni kembali berpikir dan ingat akan Bima yang saat ini di tahan di kantor polisi itu karena Sarah.
Tiba-tiba Veni bergidik ngeri membayangkan hal-hal buruk yang dengan sendirinya melintas di pikiran nya.
Veni tak mau kalau ia harus mendekam di balik jeruji besi. Tapi ia juga tak mau meminta maaf dengan mengunggah rekaman ke sosial media, karena Veni sangat takut kalau harga dirinya akan jatuh.
Ada perasaan gengsi di hari Veni untuk meminta maaf pada Sarah. Apalagi itu melewati unggahan video di facebook. Namun kembali lagi, Veni juga tak mau dan tak ingin kalau dirinya akan di jebloskan ke dalam sel tahanan.
"Aku yakin ancaman Sarah itu hanyalah gertakan saja!!, aku tau Sarah tak akan mengerti tentang hal itu. Hal-hal seperti prosedur laporan nya ke kantor polisi. Karena apa?, ya karena ia hanya wanita kampung yang berpendidikan rendah. Tidak seperti aku yang sarjana dengan gelar S1." ucap Veni pada dirinya sendiri sambil memegang handphone nya yang masih menempel di telinga nya. Matanya pun menatap kearah depan dengan tatapan kosong, dengan pikiran yang kemana-mana. Seberapa Veni takut dengan ancaman yang sudah dikatakan oleh Sarah.
Karena ancaman Sarah, Veni sampai lupa kalau ia menelpon Sarah sebenarnya bertujuan untuk bernegosiasi.
Lalu ia segera membuka layar handphone nya dan segera mengetik pesan singkat yang isi nya:
[ Aku mau meminta maaf secara online dengan video yang di unggah ke sosial media. Namun dengan satu syarat. Yaitu kamu harus segera mengeluarkan Bima dan segera pergi menjauhi Bima. Dan jangan pernah kamu merayu dia untuk meminta rujuk dengan mu!! ]
Pesan singkat langsung dikirim oleh Veni kepada Sarah.
Dan pada saat Sarah membaca pesan masuk dari Veni, ia hanya tersenyum getir.
"Se'cinta itu kamu kepada mas Bima, mbk." gumam Sarah.
[ Deal!!, kamu lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan mbak. Dan aku akan melakukan yang seharusnya aku lakukan ]
Sarah pun setuju dengan apa yang diminta oleh Veni. Karena sebenarnya, tanpa ada perjanjian itu. Sarah sudah memutuskan untuk mengeluarkan Bima dari tahanan. Tapi setelah urusan perceraian nya selesai.
Dan beruntung nya, dokumen Sarah yang sudah masuk ke pengadilan agama pun sudah di proses. Sarah akan di minta beberapa kali untuk menghadiri sidang perceraian nya.
Veni yang membaca balasan pesan dari Sarah pun, tertawa licik.
Hati nya sangat senang, karena sebentar lagi pujaan hati nya akan bisa menghirup udara bebas tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.
__ADS_1
Veni sangat bahagia, karena uang lima puluh juta yang saat ini masih ia pegang akan menjadi miliknya.
"Ternyata mudah juga untuk punya uang sebesar lima puluh juta rupiah, tak perlu dan tak harus bekerja keras." gumam Veni sambil tersenyum-senyum membayangkan uang lima puluh juta itu berada di tangan nya.
"Dan satu lagi, betapa bodoh nya Sarah. Kenapa dia mau saja aku bego-bego'in dan aku ancam." ucap Veni lagi masih berbicara dengan dirinya sendiri, kali ini ia tersenyum licik saat mengingat keputusan dan permintaan Sarah tadi lewat ponsel nya.
"Memang dasar wanita kampungan, mana bisa pinter!!," ucap Veni sambil di ikuti tawa yang membuat mulut nya terbuka lebar.
Sarah pun segera screenshot status Veni, Sarah sengaja mengambil screenshot di unggahan Veni untuk berjaga-jaga sebagai barang bukti. Kalau sewaktu-waktu Veni tak menepati janji.
***
Tok
Tok
Tok
"Masuk!," jawab Rama dari dalam ruangan, yang saat ini sibuk mengerjakan pekerjaan nya yang sangat menumpuk itu.
"Selamat siang, pak." sapa Anita pada Rama yang terlihat sangat serius dengan alis bertaut dan mata terus fokus pada kertas-kertas yang ada di depan nya itu.
"Hmm,, ada apa?," tanya Rama tanpa melihat kearah Anita, ia masih terus fokus pada berkas-berkas penting yang ada di meja kerjanya itu.
"Apa bapak sudah tau tentang berita hari ini yang sangat viral di sosmed?," Anita sengaja ingin memberi tahu Rama tentang berita yang sudah tersebar tentang Sarah itu.
Dan sudah pasti tujuan Anita adalah untuk menjatuhkan Sarah di depan Rama atasannya itu yang tak lain lelaki yang sangat Anita cintai.
Anita melakukan ini agar mata Rama terbuka tentang sisi buruk nya Sarah.
"Saya sedang sibuk, jadi tidak ada waktu untuk melihat berita yang tak penting itu." jawab Rama ketus tanpa melihat ke arah Anita. Tatapan nya masih terus fokus pada pekerjaan nya.
__ADS_1
"Tapi ini sangat penting sekali buat bapak, dan keberlangsungan perusahaan yang sudah bapak rintis ini." ucap Anita masih terus mencoba menghasut Rama. Dia sangat semangat walau Rama tak menanggapi ucapan nya sama sekali.
"Kalau kedatangan mu kesini hanya berbicara yang tak penting seperti itu, lebih baik kamu keluar saja dari ruangan ini. Karena itu sangat menggangu ku." ucap Rama dengan dinginnya. Mata nya masih betah melihat pekerjaan nya dari pada melihat Anita yang saat ini berdiri di depan nya.
"Tapi ini berita tentang Sarah." ucap Anita. Anita sengaja menyebut nama Sarah, agar Rama tak mengusir nya lagi dari ruangan nya.
"Sarah?!," tanya Rama sambil mengernyitkan dahi nya.
Dan benar saja dugaan Anita, dengan menyebut nama Sarah. Rama langsung menatap nya dan merespons omonganya dengan baik.
"Sungguh menyebalkan kan!!," gumam Anita melihat ekspresi Rama saat Anita menyebut nama Sarah.
"Giliran menyebut nama wanita si*lan yang saat ini sedang viral karena jadi pelakor, ia langsung merespon ku!!," gerutu Anita di dalam hatinya.
"Kenapa dengan Sarah?!, cepat katakan!!. Kenapa kamu melamun seperti itu?!," ucap Rama dengan kesal, karena Anita tak kunjung bercerita tentang Sarah.
"Anita!!!, Kenapa kamu mematung seperti itu?!!. Cepat katakan!!," Bima sangat kesal pada Anita yang masih berdiri dan hanya diam saja di depan nya.
Anita pun kaget mendengar suara Rama yang terkesan membentak nya.
"Maaf, pak." ucap Anita.
"Cepat katakan, ada apa dengan Sarah?!," Rama takut terjadi sesuatu pada Sarah.
"Ini, pak." Anita menyerahkan handphone nya kepada Rama, lalu Rama mengambil handphone itu dan membaca unggahan yang ada di handphone Anita.
Anita pun tersenyum licik, sambil memberikan handphone nya pada Rama.
Rama membaca postingan itu dengan alis bertaut. Lalu Rama juga melihat foto Sarah yang terpampang di beranda Facebook milik Anita.
"Aku rasa, bapak segera menggagalkan kerja sama dengan Sarah. Sebelum perusahaan ini kena imbasnya." ucap Anita dengan penuh hati-hati.
__ADS_1
Menurut Anita, ini lah saat nya ia untuk mengambil hati Rama. Anita memanfaatkan berita yang belum tentu benar nya itu untuk membuat Rama benci pada Sarah.