DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Masuk Dunia Literasi


__ADS_3

"Mbak, malam ini kita tidur bareng ya?", ajak Mayang penuh kegirangan.


"Udah nggak sabar nih, Mayang pingin bernostalgia saat-saat kita selalu tidur bersama", ucap Mayang.


"Iya may, kamu istirahat dulu. Abis ini mbk nyusul, mbak mau beresin ini dulu", ucapku sambil nunjuk meja yang ada gelas minum dan piring isi singkong rebus.


"Oke, mbak". jawab Mayang.


Mayang berlalu ke kamar, dan aku masih beres-beres meja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari sudah pagi, kami bertiga masak bersama. Bahagia rasanya bila berkumpul sama orang2 yang kita sayang dan menyayangi kita.


"Sarah, kamu sudah beberapa hari disini. Kok Damar nggak pernah kesini kunjungi kamu, nak?", tanya ibu membuat hati yang sudah lupa akan penderitaan dirumah mertua menjadi muncul teringat kembali.


"Kamu dan Damar baik-baik saja kan?", tanya ibu lagi.


"Emang mbak Sarah ada masalah dengan mas Damar, mbak?", tanya Mayang juga.


"Bu, mas Damar lagi sibuk. Jadi belum bisa kesini", jawab ku berbohong.


"Tapi kalian selalu berkabar kan, nak? Kok ibu nggak pernah kalian saling teleponan?. Ibu tanya gini itu bukan mau ikut campur urusan kalian. Tapi ibu cuma takut kamu punya masalah, dan kamu menutupi nya dari ibu", ucap ibu dengan hati-hati, mungkin ibu takut omongan nya menyinggung perasaan ku.


"ibu, ibu tenang aja. Sarah sama mas Damar baik-baik aja kok. Kita memang tak pernah teleponan, karena sinyal di sini jelek. Tapi kita setiap hari saling kirim pesan kok", jawab ku bohong lagi.


Memang benar yang dikatakan ibu, Semenjak aku kerumah ibu. Mas Damar tak pernah telepon ataupun kirim pesan hanya untuk menanyakan kabar ku dan kandungan ku.


Mungkin mas Damar senang kalau aku tak berada di sampingnya.


Drrrttttt drrrttttt


Tiba-tiba handphone ku ber bunyi. Ku lihat ada pesan dari mas Damar.


"Dari siapa Sarah?", tanya ibu.


"Ini, Bu. Dari mas Damar ", kujawab dengan hati senang karena akhirnya mas Damar menghubungi ku.

__ADS_1


"Akhirnya kamu menghubungi ku mas", gumamku dalam hati.


"Sarah, kapan kamu pulang? ! Rumah berantakan nih, kayak kapal pecah!! kamu cepetan pulang !!!'


Ternyata mas Damar menyuruh ku pulang hanya untuk beres-beres rumah nya. Bukan karena rindu padaku. "Tega kamu mas", ucapku dalam hati.


"iya mas, nanti Sarah pulang", ku balas pesan nya.


"Ada apa, mbak? kok tiba-tiba sedih?", tanya Mayang.


"nggak ada apa-apa May, mas Damar ingin aku cepat pulang. Katanya dia rindu pada mbak", jawab ku berbohong lagi.


semakin lama aku semakin bohong, karena harus menutupi kebohongan-kebohongan sebelumnya. Dan ini yang membuat hati ku sakit. Harus berbohong terus.


"Pulang lah mbak, kasian mas Damar. Ini suami loh yang minta nggak boleh ditolak", jawab Mayang.


"Tapi, mbak kan masih rindu sama kamu may", jawab ku.


"Mbak ingat Kodrat istri itu nurut sama suami, nanti kalau mas Damar selingkuh gimana, hayoo?", ledek Mayang.


"Iya Bu, maafkan Mayang. Mayang takut aja kalau itu nanti terjadi sama mbak Sarah", ucap Mayang.


Sebenarnya yang Mayang ucapkan itu seperti ada benarnya, kalau sekarang mas Damar selingkuh dibelakang ku. Tapi masih ada bukti kalau dia selingkuh, jadi aku tidak berani untuk menuduhnya.


"Kalau Damar menyuruh mu pulang. pulang lah, nak",


"Iya, Bu. Mungkin lusa Sarah pulang", jawabku.


Setelah masak bersama lalu, kita beralih ke meja makan untuk sarapan bersama. Kita saling melepas kangen dan bercengkrama.


"Sarah, Mayang kalian istirahat aja ya, ibu mau ke warung dulu. Beberapa bahan makanan sudah habis", ucap ibu.


"Iya, Bu", jawab kami bersamaan.


Ibu pun berjalan keluar rumah. Aku dan Mayang membereskan meja sisa makanan kami tadi.


"Mbak, mbak yakin baik-baik saja dengan mas Damar?, Mayang nggak bisa di bohongi loh mbk. Apalagi Mayang paham betul dengan mbak Sarah. Mbak cerita aja sama Mayang, Mayang ini adiknya mbak bukan orang lain. Jangan memikul beban sendiri mbak", Mayang membujukku.

__ADS_1


Dengan berat hati aku bercerita semua, tentang perlakuan keluarga nya mas Damar. Mulai dari masak, nyapu, cuci baju bahkan sampai dengan belanja seratus ribu satu bulan tak luput aku ceritakan pada Mayang. Karena jujur, memikul beban sendiri aku tak mampu.


"Trus rencana mbak Sarah selanjutnya apa?", tanya Mayang.


"Aku cuma ingin punya penghasilan sendiri May, tapi gimana bisa kerjaan dengan keadaan ku hamil besar seperti ini?", jawabku sedih.


"Mbak Sarah kan dulu waktu sekolah jago di dunia literasi, kenapa nggak coba nulis aja? Dulu Mayang pernah lihat loh hasil tulisan mbak Mayang dikamar. Bagus kok, dan masih Mayang simpan Sampai sekarang.", ucap Mayang.


"Dunia literasi?? cara nya gimana? bukan nya itu tambah ribet may? kita harus ke penerbit untuk menerbitkan tulisan kita untuk jadi novel? dan itu pasti butuh biaya besar", jawabku sesuai dengan pengetahuan ku.


"Mbak, jaman sekarang sudah canggih. Kalau mau bikin novel Uda nggak seribet itu. Sekarang Uda ada novel online mbak Sarah. Kita cukup download aplikasi novel itu di handphone kita", jelas Mayang.


"Oh ya May? caranya gimana? karena menulis itu hobi mbak Sarah ", tanyaku.


Memang dari SMP aku itu suka banget nulis cerita. Kalau ada waktu luang aku sering menulis di kamar. Banyak banget hasil tulisanku. Tapi lupa sekarang ada dimana, karena sudah lumayan lama aku tinggal dirumah mas Damar.


"Ini mbk, coba mbak Sarah download aplikasi NOVELTOON , karena aplikasi ini sangat keren mbak. Kalau ada waktu luang pasti baca novelnya disini, jadi nggak perlu beli novel. Nanti setelah selesai download. Mayang ajari cara jadi penulis di aplikasi NOVELTOON ini", ucap Mayang


"Oke May, mbak Sarah download dulu. Emang hasil tulisan mbak Sarah dulu masih kamu simpan may?",


"Iya mbak, masih Mayang simpan dengan rapi. sebentar ya Mayang ambil dulu".


Mayang pergi ke kamar, aku mencoba memahami tentang aplikasi novel online NOVELTOON ini.


"Ini, mbak. Itu tulisan-tulisan mbak Sarah dulu. Dan cerita nya bagus loh mbak", ucap Mayang menyodorkan tumpukan kertas folio bergaris yang sudah sedikit kusam.


"Ini aku bawa pulang ya May?", pinta ku.


"iya mbak, bawa aja. itu kan punya mbak Sarah", ucap Mayang.


Dan Mayang pun dengan telaten menjelaskan cara menulis di novel online NOVELTOON ini. Aku menyimaknya dengan sungguh-sungguh. Karena memang dunia ku, ada di dunia literasi ini. Cuma karena nikah sama mas Damar bakat ku tak bisa di eksplor.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


jangan lupa mampir di karya teman ku ya


__ADS_1


__ADS_2