DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Ke Bandara


__ADS_3

"Kurang ajar kamu, Rama." gumam Anita dengan kesal. Sudah bersusah payah berdandan dan bersiap untuk ikut menjemput Natasya. Namun Rama melarang nya untuk ikut.


Padahal ini kesempatan emas bagi Anita untuk mengambil hati mama nya Rama itu. Namun ternyata tuhan berkehendak lain, Rama meninggalkan Anita di kantor untuk menyelesaikan tugas Rama yang belum rampung.


Anita terus menggerutu tentang sikap Rama yang seperti cuek pada dirinya.


Padahal dari jaman kuliah, Anita sudah mencoba menarik hati Rama. Namun apa yang ia lakukan itu adalah kesia-siaan.


Karena sampai hari ini, Rama masih seperti yang dulu. Dia sama sekali tak punya perasaan apapun pada Anita. Rama hanya menganggap Anita itu rekan kerja nya saja.


Bukan Rama menutup hati untuk perempuan lain, namun belum ada kenyamanan saat ia bersama Anita.


Rama yang pergi membawa mobil sport nya pun, sudah sampai bandara yang di maksud.


Jam sudah jam tiga lebih empat puluh lima menit. Dan lima belas menit lagi, pesawat yang di tumpangi Natasya akan landing sebentar lagi.


Dengan penuh sabar, Rama pun menunggu kedatangan mama nya. Rama sengaja berangkat lebih awal, karena Rama takut mama nya datang terlebih dulu.


Bisa-bisa Rama kena omel seharian kalau ia terlambat menjemput nya.


"Rama!!," panggil perempuan yang suaranya sudah tak asing lagi di telinga Rama.


"Mama..!," ucap Rama saat menoleh pada sumber suara yang memanggil nya.


Akhirnya Natasya kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun ia berada di inggris.


Rama pun berjalan menghampiri mama nya, dan segera memeluk nya. Karena selama satu tahun Rama tak berjumpa dengan Natasya.


Mereka berdua saling berpelukan erat, menghilangkan rasa rindu yang telah lama terbendung.


"Rama kangen sama mama." ucap Rama sambil terus memeluk Natasya.


"Sama, Rama. Bagaimana kabarmu disini?," tanya Natasya sambil mengurai pelukan nya.


"Rama baik disini, ma." jawab Rama dengan wajah yang sangat bahagia.


Kini mereka naik kedalam mobil sport milik Rama, dan tujuan kali ini adalah rumah lama Randy.

__ADS_1


Jadi selama setahun ini Rama sudah berada di Indonesia, dan membuka kantor penerbitan.


Dan selama setahun itu juga, Rama tinggal di rumah Randy.


Dan itu tak ada yang tahu termasuk Sarah. Karena setelah Randy berpamitan untuk pergi ke Inggris, sangat sulit bagi Sarah untuk mencari informasi tentang Randy dan keluarga nya.


Sampai semua karyawan cafe Randy pun tutup mulut, saat Sarah mencoba bertanya tentang keberadaan Randy.


Dan setelah itu, kerjasama Sarah dengan cafe Randy pun diputus secara sepihak oleh pihak Randy. Sampai saat ini pun Sarah tidak pernah tau alasan apa sehingga pihak Randy memutus kerja sama itu.


"Kenapa kamu terlihat sangat bahagia, Ram?," tanya Natasya pada Rama yang wajahnya terlihat berbinar-binar dengan suara dendang dari mulut nya.


"Kenapa mama tau, kalau saat ini aku sangat bahagia?," tanya Rama sambil sesekali ia menoleh ke arah Natasya mama nya, yang saat ini duduk di jok samping diri nya.


"Mama itu merawat kamu dari perut mana sampai kamu sudah sebesar ini. Jadi mana sangat tau dengan wajah bahagia dan sedih mu." jawab Natasya.


"Aku sudah menemukan dambaan hati ku, yang dulu beberapa taun yang lalu , aku meninggalkan nya di kota ini. Sekarang aku bertemu dengan dia lagi, ma. Setelah aku meninggalkan nya dulu disini. Karena aku harus pergi kembali ke Inggris demi kemauan mama." ucap Rama.


"Lalu kenapa perempuan itu tidak kamu ajak menjemput ku?,' tanya Natasya.


"Mama juga ingin bertemu dengan perempuan yang sangat di kagumi anak mama. Apa perempuan itu pemilik toko kue itu?" lanjut Natasya.


Rama hanya tersenyum malu, saat Natasya menggoda nya.


"Apa mama sudah makan?," tanya Rama.


"Sudah, Ram. Lebih baik kita pulang saja. Namun sebelum pulang, apakah kamu mau mengantarkan aku ke toko roti milik perempuan itu?," tanya Natasya.


Karena Natasya juga pecinta kue-kue yang dibuat oleh Sarah. Dulu ia datang ke Indonesia, hanya ingin tau pemilik toko kue itu. Karena pemilik toko kue itu berhasil mencuri hati anaknya.


Namun sayang nya, sudah beberapa kali ia datang kesana. Natasya tak pernah bertemu dengan pemilik toko kue itu.


"Baik, ma." Jawab Rama dengan semangat. Terpancar kebahagiaan pada wajah Rama, saat Natasya mengajak Rama untuk datang ke toko kue milik Sarah.


Kini mobil yang Rama Kendarai, berjalan menuju toko kue milik Sarah.


Hati Rama sangat tidak sabar untuk bertemu dengan perempuan yang ia kagumi dari dulu.

__ADS_1


Namun rasa kecewa yang dirasakan Rama dan Natasya. Karena saat sampai di toko kue milik Sarah, ternyata toko itu sudah tutup.


"Yah... Kita zonk." celetuk Natasya.


"Sabar, sayang. Masih ada hari esok." Natasya mencoba menghibur anak satu-satunya itu. Karena terlihat sangat jelas di wajahnya rasa kecewa itu.


"Kalau begitu kita pulang saja." ajak Rama dengan wajah lesu.


Lalu mobil sport nya melaju dengan kecepatan tinggi, karena jalanan sore ini lumayan sepi.


Kini mereka berdua sudah sampai di rumah Randy, yang selama setahun sudah di tempati Rama.


Natasya turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah. Rama mengikuti mama nya dari belakang sambil membawa satu koper milik Natasya.


"Mama istirahat aja dulu, biar Rama buatkan teh hangat untuk mama." ucap Rama yang menaruh koper Natasya ke dalam kamar dan berlalu meninggalkan nya ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Natasya.


"Terimakasih ya, Ram." ucap Natasya. Natasya sangat bahagia melihat perubahan yang terjadi pada anak lelaki nya itu.


Satu tahun tinggal sendiri di Indonesia membuat dia menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Buktinya ia bisa memimpin kantor nya sendiri tanpa ada campur tangan dari kedua orang tua nya.


Kini mereka berdua berbincang-bincang hangat diruang keluarga sambil menikmati secangkir teh hangat buatan Rama.


"Assalamualaikum," suara salam dari pintu depan terdengar sampai ruang keluarga.


"Siapa yang datang, Ram?," tanya Natasya. Mungkin saja Rama punya janji dengan teman nya.


"Rama juga tak tau, ma. Rama tak ada janji dengan siapapun malam ini." jawab Rama yang juga penasaran dengan siapa yang datang.


"Biar mama yang bukakan pintunya." Natasya beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu depan.


"waalaikumsalam," jawab Natasya sambil membuka pintu rumahnya.


"Selamat malam, Tante." sapa perempuan cantik yang ada di luar pintu itu.


"Siapa yang datang, ma?," tanya Rama yang berjalan menuju Natasya yang sedang berdiri di tengah pintu.


"Anita?!!," mata Rama melotot saat melihat ada Anita di depan mama nya yang sedang berdiri itu.

__ADS_1


"Selamat malam, pak." sapa Anita dengan senyum manisnya.


__ADS_2