DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Positif


__ADS_3

Setelah pulang kantor, Damar berencana mampir ke SKcake. Untuk memastikan apa benar Sarah memang ada disitu.


Namun saat Damar sudah berjalan menuju parkiran mobil, Bianca menelepon nya. Ia minta dijemput di salon langganan nya.


Damar pun tak bisa menolak permintaan Bianca, sang pujaan hatinya.


Damar segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di tempat Bianca berada saat ini.


Dan kini mereka berdua berencana pergi SKcake bersama. Damar menggandeng tangan Bianca, terlihat mereka begitu romantis sekali.


Setelah sampai didalam toko, Damar celingukan mencari keberadaan Sarah. Dan Bianca yang tak tahu maksud Damar yang ternyata kesini hanya ingin tau keberadaan Sarah.


"Kamu mau yang mana, Mar?," tanya Bianca sambil melihat-lihat beberapa kue yang ada di dalam etalase.


Sedangkan Damar yang ditanya oleh Bianca mata nya masih mengedarkan pandangan ke semua sudut ruangan yang ada disini. Sampai ia tak mendengar pertanyaan Bianca.


"Mar, kamu mau kue yang mana?," Bianca mengulang pertanyaan nya lagi.


Namun hal yang sama yang dilakukan Damar. Ia tak menjawab pertanyaan Bianca lagi. Ia masih penasaran dengan ruangan di belakang toko ini. Karena Damar yakin kalau Sarah dan Kean pasti ada didalam.


Bianca yang penasaran dengan sikap Damar, lalu ia menoleh kearah Damar. Ternyata Damar masih saja celingukan.


Lalu Bianca mendengus kesal, ia langsung menarik lengan Damar.


"Kamu sedang cari siapa sih, Mar?," tanya Bianca dengan wajah ku kesalnya.


Damar pun jadi kebingungan, ternyata Bianca melihat ia sedang mencari seseorang.


"Hmmmm... nggak kok. Tadi aku cuma milih kue nya." Jawab Damar kebingungan.


"Milih kue itu disini, bukan disana!!," ucap Bianca kesal sambil menunjuk etalase kue dan beralih menunjuk ruang belakang toko ini.


"Iya, sayang. Maksudku siapa tau pelayan toko ini membawa kue yang baru lagi dari belakang," ucap Damar beralasan.


Bianca tak membalas ucapan Damar, lalu ia memilih beberapa potong kue untuk di bawa pulang. Lalu mereka pulang setelah membayar nya di kasir.


Sarah yang sedang dicari keberadaan nya oleh Damar, ternyata dia sedang ada meeting di cafe Randy dengan salah satu perusahaan.


Perusahaan ini mau mengadakan kerja sama dengan Sarah, karena akan ada event besar.


Jadi saat ini Sarah sedang mempresentasikan kue dan masakan yang ia buat.


Saat ini Sarah tak membawa Kean, karena ia sudah mampu membayar pengasuh untuk Kean.


Setelah beberapa jam Sarah mempresentasikan kue-kue nya. Akhirnya kerjasama itu deal, ini adalah event besar. Jadi Sarah harus menambah lagi beberapa karyawan untuk kerjasama ini.


Setelah semua relasi bisnis nya sudah berpamitan pulang terlebih dulu, Sarah menyempatkan diri untuk bersantai sejenak sambil meminum secangkir kopi capuccino kesukaan nya.


Saat ia bersantai dengan mendengarkan musik yang diputar oleh pihak cafe, lalu Randy mendatangi nya. Ia membawa sepiring kentang goreng untuk Sarah.


"Boleh aku duduk disini, Bu Sarah?," tanya Randy.


"oh... silahkan, pak Randy," Sarah mempersilahkan Randy untuk duduk dimeja kosong yang berhadapan dengan nya.


Menurut Sarah apa salahnya duduk bersama dengan tetap menjaga jarak dan yang penting mereka tak berduaan. Karena banyak pengunjung yang datang.


Karena Sarah takut akan menimbulkan fitnah.


Bukan karena Sarah sok suci namun karena Sarah menjaga fitrah nya menjadi seorang yang masih berstatus istri Damar.


Saat mereka sedang ngobrol tentang pekerjaan dan kerjasama nya di cafe ini. Tiba-tiba ada seorang perempuan paruh baya sedang mengawasi Sarah dari pojok.


Lalu perempuan itu mendatangi nya, dan ia langsung menarik Khimar panjang Sarah yang berwarna maroon itu.


"Auw,,,, sakit, ma," ucap Sarah sambil memegang tangan Linda yang sedang menarik Khimar nya. Selain rasa sakit karena rambut Sarah ikut ketarik, Sarah juga takut Khimar yang ia pakai untuk menutup aurat nya terlepas karena tarikan tangan Linda.


Sungguh dunia ini sempit, kenapa Sarah masih bertemu dengan Linda sang mertua yang kejam itu.


"OOO jadi seperti ini tingkah laku mu setelah pergi dari rumah?!!, Kamu jadi perempuan murahan seperti ini untuk bertahan hidup!!!!," cerocos Linda, sampai Randy yang ada di depan nya tak ada sela untuk menjelaskan nya.

__ADS_1


Sedangkan Sarah tak bisa apa-apa selain memegang Khimar nya dengan kuat, karena tarikan Linda juga sangat kuat. Sampai Sarah seperti ke cekik Khimar nya itu.


Randy yang melihat Sarah seperti tak bisa bernafas, akhirnya iya melepas paksa tangan Linda yang sangat lekat di kepala Sarah.


"Heh... kamu jangan ikut campur ya. Biarkan aku menghajar perempuan tak tahu malu ini!!!," ucap Linda dengan mata melotot pada Randy yang saat ini memegang tangan Linda.


Dan saat Randy melihat Sarah, ia merasa lega karena Sarah sudah bisa bernafas lagi.


Dan Sarah memperbaiki Khimar panjang nya, agar bisa menutup rambut nya dengan benar.


"Maaf ya Bu, jangan pernah buat keributan disini!," ucap Randy memberi peringatan pada Linda sambil melepas tangan Linda dengan kasar dari cengkraman nya.


Lalu Linda memegang pergelangan tangan nya yang terasa sakit karena cengkraman Randy.


"Kamu pasti selingkuhan Sarah kan?! Asal kamu tau, Sarah itu sudah bersuami dan mempunyai satu anak. pasti kamu sudah di bohongi sama perempuan yang sok alim ini. Tapi kamu tenang saja karena habis ini, Sarah akan di ceraikan oleh anak saya!!!!!, karena saya tak sudi punya menantu murahan seperti dia!!!!!," ucap Linda sambil menunjuk muka Sarah.


Lalu Linda pergi dari cafe Randy, yang semula ia bertujuan untuk makan dan ngopi disini. Akhirnya dia urungkan saat ia melihat Sarah bersama lelaki lain.


"Maafkan saya ya, pak Randy. Karena saya pak Randy jadi ikut di marahi oleh mertua saya," ucap Sarah menundukkan kepala nya dengan meneteskan air mata.


"Saya yang seharusnya meminta maaf pada Bu Sarah , karena saya ada disini jadi menimbulkan kesalahpahaman antara ibu dan mertua ibu Sarah." Ucap Randy sambil menyodorkan saputangan milik nya ke Sarah.


Sarah menolak pemberian saputangan itu, karena ia tak mau muncul kesalahpahaman lagi. Namun karena paksaan dari Randy dengan ragu Sarah mengambil saputangan yang berwarna putih itu.


Lalu mengusap kan nya di pipi mulusnya itu, agar air mata yang membasahi pipinya itu hilang.


"Biar saya bawa pulang untuk saya cuci dulu, pak," ucap Sarah memasukan saputangan itu kedalam tas selempang berwarna hitam.


Randy pun mengangguk sambil tersenyum pada Sarah.


"Kalau Bu Sarah punya masalah, dan butuh teman bercerita. Bu Sarah bisa kok bercerita pada saya, saya janji akan menjadi pendengar setia," ucap Randy di ikuti dengan senyum yang membuat hati para wanita yang melihat nya akan meleleh.


Sarah tak menjawab nya, karena Sarah sadar tak sepantasnya seorang perempuan yang berstatus istri berteman dekat dengan lawan jenis.


Lalu Sarah berpamitan untuk pulang setelah memasang kacamata hitam yang menutupi matanya yang lembab karena habis menangis.


Damar yang langsung pulang kerumahnya setelah ia membeli beberapa kue dengan Bianca terlihat wajah nya murung. Karena ia tak bertemu dengan Sarah saat itu.


"Nggak tau tuh, mulai dari toko kue tadi sampai rumah wajah murung terus," ucap Bianca sambil mencomot satu potong kue coklat.


Damar tak menjawab pertanyaan Lidya dan Bianca, ia berlalu kedalam kamar sambil melepas kancing kemejanya.


Damar ingin segera membersihkan tubuhnya yang berkeringat karena seharian bekerja.


Namun Bianca berjalan dibelakang nya. Dan langsung memeluk tubuh Damar dari belakang saat mereka sudah memasuki kamar.


Bianca menenggelamkan wajahnya di punggung Damar. Dan Damar yang saat ini sedang tak berhasrat, hanya senyum getir pada sikap Bianca.


Entah kenapa saat ini hanya ada Sarah dan Kean dalam pikirannya.


Namun Damar tak mau mengecewakan Bianca, karena Bianca juga ada di hati nya.


Lalu Damar membalikkan tubuhnya sehingga saling berhadapan dengan Bianca.


"Aku mandi dulu ya, Bi?," bisik Damar pas di telinga Bianca. Dan itu membuat darah Bianca semakin berdesir hebat.


Bianca tak menjawab ucapan Damar namun ia mempererat pelukannya. Dan akhirnya Damar mengikuti kemauan Bianca. Tak bisa di hindari pergulatan pun akhirnya terjadi. Setelah bergulat dengan penuh tenaga, kini mereka berdua terkulai lemas bersama.


Sedangkan Lidya yang sedang duduk di sofa ruang tamu, tiba-tiba perutnya terasa mual. Dan ia muntah-muntah. Kini tubuhnya lemas tak bertenaga, dan akhirnya tubuh Lidya ambruk ke lantai.


Damar yang saat itu sedang bercumbu dengan Bianca, mendengar sesuatu yang terjatuh ke lantai. Lalu ia buru-buru memakai pakaian nya, begitu juga dengan Bianca.


Saat Damar keluar dari kamar, betapa kagetnya ia saat melihat adik perempuan nya tergeletak di lantai depan kamarnya.


Damar berlari dan segera membawanya ke rumah sakit.Lalu ia menghubungi Linda yang sedang ada dijalan untuk pulang.


Linda pun akhirnya memutar balik mobilnya dan langsung pergi kerumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit Linda bergabung dengan Damar dan Bianca Yang saat ini sedang berdiri di depan pintu IGD. Terlihat Damar sangat begitu cemas dari pada Linda mamanya.

__ADS_1


Lalu dengan wajah bahagia dokter yang menangani Lidya pun keluar. Lalu tersenyum pada Damar.


"Selamat ya, pak. Istri bapak sedang hamil empat Minggu." ucap dokter Lelaki dengan wajah nya yang tampan itu sambil mengulurkan tangannya untuk mengucapkan selamat.


Saat dokter itu membawa berita yang menurut kabar bahagia, namun berbeda dengan Damar yang begitu sangat shock mendengar kenyataan yang ia hadapi saat ini. Dan dokter yang menangani Lidya tadi langsung berpamitan.


Bagaimana tidak kaget hati Damar, kalau saat ini adek perempuan satu-satunya hamil padahal ia belum menikah.


Damar sangat frustasi saat ucapan selamat dari dokter itu terngiang-ngiang ditelinga nya.


Lalu Linda dan Bianca mendekat ke arah Damar yang saat ini berdiri mematung.


"Lidya kenapa, Mar?," tanya Linda pada Damar.


"Lidya hamil empat minggu, ma." Jawab Damar dengan tatapan kosong di matanya.


"Kok bisa Lidya hamil??, Kan mama sudah mewanti-wanti nya agar ia tak sampai hamil. Kalau begini itu janin punya siapa donk?!," Linda pun kebingungan.


Bianca hanya diam saja menatap dua orang yang sedang ada di depan nya itu.


"Maaf keluarga ibu Lidya Yang mana?," tanya suster itu.


"Iya saya, sus." Jawab Damar bergegas menghampiri suster itu.


"Silahkan masuk pak, Bu Lidya sedang mencari bapak." ucap suster cantik itu.


Damar, Linda dan Bianca akhirnya masuk bersama ke ruang IGD.


"Siapa yang melakukan ini, Lid?!," Damar geram dengan kelakuan Lidya yang melampaui batas.


Lidya hanya diam dan sesenggukan di barengi dengan air matanya yang mengalir ke pipi.


"Katakan sama mas, siapa yang melakukan ini?!!," Damar tersulut emosi melihat Lidya yang tau menjawab pertanyaan nya.


"Sabar, Mar. Mending kita pulang. Kita bicarakan ini dirumah. Malu Kan kalau kamu marah-marah disini?," Bianca memberi ide yang cemerlang.


"Iya, lebih baik kita pulang saja." ucap Linda menyetujui ide Bianca.


Akhirnya mereka pulang bersama, namun Bianca tidak ikut kerumah Damar. Ia pulang kerumah pak Handoko dengan dijemput Sinta dirumah sakit.


Sampai dirumah terlihat tubuh Lidya sudah kembali segar. Mungkin karena bawaan bayinya, jadi kadang lemas kadang segar. Ya memang begitu ibu hamil.


"Sekarang katakan siapa bapak dari bayi itu, Lidya?!," Bentak Damar pada adik perempuan nya itu.


"Lidya nggak tau, mas." ucap Lidya ketakutan saat melihat Damar marah.


"Maksudmu nggak tau?!, atau mungkin yang dikatakan orang-orang dikantor itu benar?, kalau pak Anton itu bapak dari bayi yang kamu kandung ini?!," Lidya dicerca dengan banyak pertanyaan oleh Damar.


"Lidya juga nggak tau, mas. Karena Lidya melakukan nya bukan dengan pak Anton saja," pengakuan Lidya membuat Damar mendengus kesal.


"Lagian kamu sih, Lid. Mama kan sering sama bilang kamu, kamu itu harus hati-hati. Jangan sampai hamil seperti." ucapan Linda dengan santai nya membuat Damar semakin kesal dengan ucapan Linda. Karena sepertinya Linda sangat mendukung dengan apa yang dilakukan oleh Lidya.


"Kenapa mama ngomong seperti itu?! Jadi mama tau semua tentang kelakuan Lidya?," tanya Damar yang membuat Linda kebingungan.


Karena ucapan nya tadi menimbulkan spekulasi kalau ia tau kelakuan Lidya anak perempuan satu-satunya itu.


"Sekarang gini, siapa yang akan bertanggung jawab atas janin itu?!," tanya Damar dengan tegas.


Lidya hanya menunduk sambil menggelengkan kepala.


"Kamu harus tau siapa bapak bayi itu, Lidya!" ucap Damar teramat kesal melihat Lidya yang sangat tak kooperatif.


"Tapi, mas. Lidya hanya mau menikah dengan Celvin." jawab Lidya.


"Memang kamu pernah melakukan nya dengan Celvin?," tanya Damar dengan halus karena sepertinya Lidya sudah menunjukkan benang merah dari permasalahan nya ini.


Namun Lidya menggeleng kan kepala. Jangankan untuk tidur dengan Celvin, saat ketemu saja Celvin sudah ilfeel melihat Lidya.


Lagi Damar dibuat kesal oleh Lidya, karena bisa-bisanya ia ingin menikah dengan Celvin, tapi ia melakukannya dengan orang lain.

__ADS_1


"Sekarang kita harus gimana, ma?," tanya Damar pada Linda sebagai mama nya.


"Kalau menurut mama sih, mending cari yang kaya saja. Karena tidak munafik ya. Kita hidup butuh uang, kalau kita banyak uang pasti hidup kita akan bahagia. Apalagi Lidya dan anaknya juga butuh hidup yang layak," jawab Linda seenaknya. Di kira ini perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan?


__ADS_2