
Setelah sampai di cafe Randy, Rama langsung mencari om nya yang ganteng itu.
Lalu ia duduk di meja yang kosong dan menaruh kotak kue itu diatas meja. Lalu ia memanggil seorang waiters untuk memesan minuman.
Sebelum nya ia sudah menelepon Randy, memintanya untuk menemani nya meminum secangkir kopi.
"Maaf mas, tidak boleh membawa makanan dari luar," ucap waiters itu kepada Rama yang kedapatan membawa sekotak kue yang ditaruh diatas meja.
"Oh ini? Hmm maafnya, tapi ini..," Rama tak bisa menjawab nya karena memang itu sudah menjadi peraturan cafe milik om nya. Sedangkan waiters ini juga menjalankan tugas nya tanpa memandang itu siapa. Mungkin juga ia tak tahu kalau Rama adalah ponakan pemilik kafe ini.
Lalu sekotak kue itu diberikan kepada waiters itu untuk disimpan nya. Dan waiters mengambil sekotak kue itu untuk disimpan sementara dan nanti saat pengunjung sudah pulang baru kue itu akan diberikan lagi. Dan itu sudah menjadi peraturan yang ada di kafe ini.
Lalu dari kejauhan nampak Randy berjalan kearah Rama dan melihat Rama menyerahkan sekotak kue itu kepada waiters kafenya.
"Mau dibawa kemana ini?," tanya Randy.
"Maaf, pak. Kakak ini membawa makanan dari luar, dan ini saya mau menyimpan nya." Ucap waiters lelaki itu kepada Randy atasannya.
"Oh... ini?, biar ini aku yang bawa. Dia ini ponakan saya. Dan sekarang kamu bisa pergi," ucap Randy kepada pegawainya.
"Loh kok malah disuruh pergi sih, om? Aku belom pesan kopi dan makanan," ucap Rama yang disambut tawa oleh Randy.
Lalu Randy memanggil kembali waiters itu, dan waiters itu datang dengan membawa daftar menu yang ada di kafe ini. Setelah Rama memesan beberapa makanan dan dua cangkir kopi hitam. Waiters itu pun pergi untuk menyiapkan semua pesanan nya Rama.
"Ini silahkan di makan!!," Randy menaruh sekotak kue di meja depan Rama yang sedang duduk sambil memainkan handphone nya.
"Bukankah ini harus disimpan dulu om?," tanya Rama.
"Sepesial buat ponakan om yang paling ganteng, ini boleh dimakan disini," ucap Randy dengan tersenyum.
"Ah... makasih ya om. Kue ini sangat berkesan buat ku. Bukan kue nya sih tapi pembuatnya," ucap Rama sambil memakan sepotong kue soes.
"Cie... ponakan om kayaknya sedang jatuh cinta nih," goda Randy pada Rama. Kebetulan Randy tak membaca nama toko kue yang tertera di box itu.
"Apaan sih om?, ini masih sebatas mengagumi." ucap Rama sambil tersenyum tersipu malu karena candaan Randy.
"Rencana kamu disini berapa lama, Ram?," tanya Randy.
"Mungkin satu bulan aku disini, kemudian mau ke Jogja karena ada tugas disana jadi sekalian ke makam nenek. Setelah tugas selesai aku kembali lagi ke Inggris." Ucap Rama menjelaskan pada Randy.
"Sebenarnya Rama masih betah ada disini, dan pingin nya sih mau bantu-bantu di cafe om ini. Biar Rama ada kerjaan disini om. Ya itung-itung cari pengalaman untuk berbisnis," ucap Rama sambil mengunyah sepotong kue.
Sambil menunggu datang nya pesanan, Rama sudah menghabiskan tiga potong kue buatan Sarah.
"Om Randy nggak mau makan kue ini?," tanya Rama.
"Aku sedikit mengurangi manis, Ram." Jawab Randy.
"Yakin om nggak mau nyicip kue-kue ini?, rasa nya enak banget loh, manis seperti yang membuat." ucap Rama tersenyum sambil membayangkan wajah Sarah.
"Aku habiskan saja kue-kue itu, biar kamu makin manis," canda Randy sambil menyodorkan kotak kue itu ke dekat Rama.
Waiters pun datang dengan membawa semua pesanan Rama. Dan mereka berdua memakan semua makanan itu.
"Oya..bulan depan om ada proyek. Kamu bantuin om untuk mengawasi ya. Katanya kamu bantu-bantu om di cafe ini," ucap Randy.
"Beres om, pasti Rama bantu. Semoga saja tak terbentur dengan jadwal ku ke Jogja," Rama bicara sambil mengunyah makanan nya.
***
Akhirnya ruko yang ditempati Sarah sudah resmi menjadi hak milik Sarah. Karena pemiliknya sangat butuh uang yang lumayan besar untuk pengobatan orang tua nya.
"Alhamdulillah, aset ku saat ini bertambah lagi." ucap Sarah dalam hati mensyukuri nikmat tiada Tara yang sudah titipkan kepada nya.
__ADS_1
Kini Sarah juga menambah dua karyawan lagi untuk membantu proses produksi kue-kue nya.
Saat ini Sarah sedang duduk di meja kasir, ia selalu ikut membantu para karyawan nya yang sedang kewalahan melayani customer.
Setiap hari toko tak pernah sepi, orderan online pun semakin ramai setelah video live Lidya.
Banyak juga yang langsung meminta pertemanan ke Facebook Sarah, karena waktu Lidya live ia menandai Facebook milik Sarah.
Sedangkan Lidya saat ini sedang mencoba mengancam pak Anton dengan video yang ia rekam kemarin.
Lidya mengirimkan video itu ke nomer pak Anton. Pak Anton pun sangat geram dengan kelakuan Lidya.
"Hapus video itu, atau keluarga mu dalam bahaya!!!," ancam pak Anton lewat pesan singkat nya.
"Enak saja, kamu mengancam ku?!, sebelum kamu mencelakai keluarga ku, akan ku pastikan keluarga mu akan hancur!! Akan aku kirim video itu ke Bu Rina!!," Lidya tak takut sama sekali dengan ancaman pak Anton.
"Kamu jangan macam-macam, Lidya!!! Sekarang katakan kamu minta apa?, kalau kamu minta uang jujur aku tak punya uang saat ini. Karena semua perusahaan sudah dipegang istri ku!!!," balas pak Anton di pesan singkat nya.
"Sekarang aku minta kamu kesini ngomong sama mas Damar kalau kamu akan menikahi ku!,"
Malam ini pak Anton berjanji akan kerumah Lidya untuk bernegosiasi. Dan Lidya sudah mengabari Damar kalau pak Anton akan datang kerumahnya malam ini.
Setelah pulang kantor Damar langsung bergegas mandi dan berpakaian rapi, lalu ia duduk di sofa bersama Linda dan Lidya.
Tamu yang ditunggu pun akhirnya datang juga. Pak Anton datang sendirian. Lalu ia dipersilahkan masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
"Kapan bapak mau menikahi adik saya?, karena semakin hari perut nya semakin membesar. Aku nggak mau para tetangga menggunjing keluarga kami karena Lidya hamil tanpa suami," ucap Damar tanpa basa-basi, karena ia sudah muak dengan tingkah laku pak Anton yang selalu mencoba untuk menghindar.
"Aku akan menikahi Lidya, tapi hanya nikah dibawah tangan. Karena aku pastikan istri ku tak akan setuju kalau aku menikah sah dengan Lidya. Pasti ia akan menceraikan ku, dan itu aku tak mau." ucap pak Anton.
"Ya ceraikan saja istri mu itu!, biarkan Lidya menjadi istri sah mu satu-satunya," celetuk Linda.
"Kalau aku menceraikan istriku, aku akan kembali hidup miskin. Kalian mau menerima aku kalau aku miskin?," tanya pak Anton.
"Aku nggak mau nikah kalau kamu miskin pak,!!" Lidya pun tak mau kalah, dengan lantang nya ia berucap.
"Tapi Lid, yang kamu butuhkan saat ini adalah suami untuk anak mu, kamu mau melahirkan anak tanpa suami?," tanya Damar yang kesal dengan sikap Lidya dan Linda. Memang benar semua orang pasti membutuhkan uang, tapi untuk saat ini yang mereka butuhkan adalah seorang bapak untuk anak yang ada didalam perut Lidya.
"Oke aku mau nikah secara agama, tapi dengan satu syarat," ucap Lidya.
"Apa itu?," tanya pak Anton.
"Pak Anton harus memberi uang bulanan dua puluh juta setiap bulan, Kalau tidak aku nggak mau nikah sama pak Anton dan aku akan mengirim video itu ke Bu Rina!!," ancam Lidya.
Karena bagai makan buah simalakama, pak Anton pun akhirnya menyanggupi permintaan Lidya.
Pak Anton berencana menikahi Lidya secara diam-diam. Karena ia tak mau keluarganya tau, bisa-bisa ia diusir dari rumah.
Akhirnya mereka memutuskan lusa untuk menikah. Linda meminta pernikahan Lidya dipercepat karena ia takut pak Anton akan berubah pikiran. Dan perut Lidya semakin besar.
Pak Anton pun menyetujui nya, tapi pak Anton meminta pernikahan ini di hadiri beberapa orang terdekat saja. Dan kesepakatan itu disetujui oleh Damar.
Kali ini pak Anton pulang dengan hati lega, karena ia terbebas dari ancaman Lidya yang akan mengirim video itu ke istrinya.
Untuk masalah Lidya meminta uang dua puluh juta perbulan, ia tak ambil pusing. Karena kalau sudah menikah Lidya pasti akan menerima berapapun uang yang diberikan nya.
Hati Linda pun bahagia karena sebentar lagi anaknya bakal menikah dengan orang kaya, tak perlu repot-repot untuk bekerja sudah mendapatkan uang dua puluh juta per bulan.
Masalah sertifikat rumah pun akan segera ia lunasi kalau Lidya sudah sah menjadi istri pak Anton.
Drrrttttt
Drrrttttt
__ADS_1
Handphone Lidya berbunyi ada pesan masuk. Lalu Lidya membukanya. Ternyata ada pesan dari Diana teman Lidya yang saat ini sedang kuliah di Singapura.
Diana mengabarkan kalau sudah seminggu lebih ia pulang ke Indonesia. Dan mereka berdua merencanakan bertemu besok malam di cafe Bintang Ceria, cafe milik Randy.
Malam ini Linda, Damar dan Lidya pun bisa tidur dengan nyenyak. Tak ada beban pikiran yang bergelayut di otak nya.
Berbeda dengan kemarin sebelum pak Anton memberi kepastian, Damar dibuat setres memikirkan nasib adiknya jika tak jadi dinikahi oleh pak Anton.
Sedangkan malam ini Sarah sedang mengetik novel online nya. Kali ini sarah mencoba mengikuti lomba menulis novel yang diadakan oleh pihak NOVELTOON.
Hadiah untuk para pemenang nya pun cukup besar. Menurut Sarah lumayan lah kalau ia menang, bisa buat tambahan beli keperluan Kean.
Sarah sangat antusias mengikuti lomba menulis novel itu. Tak jarang ia selalu begadang karena hanya di malam hari ia bisa menulis dengan tenang mencurahkan segala isi di otak nya ke tulisan novelnya.
Malam makin larut dilihat jam dinding di dalam kamar nya sudah menunjukkan jam dua dinihari. Dan beberapa bab novel nya juga sudah di up.
Sekarang waktunya ia beristirahat, karena jam empat subuh dia harus sudah bangun. Untuk menjalankan kewajiban nya dan menyiapkan segala keperluan membuat kue.
Keesokan harinya Sarah melakukan rutinitas nya setiap pagi. Mulai dari sholat, menyiapkan semua keperluan dan bahan untuk kue-kue nya sampai dengan memandikan Kean itu dilakukan oleh Sarah sendiri. Kecuali untuk makan, itu sudah menjadi kewajiban suster pengasuh Kean.
Pagi ini Sarah buru-buru untuk pergi ke mall, karena stok kue di outlet nya sudah menipis. Ia tak mau mengecewakan hati para customer nya. Sarah pun meninggal kan Kean yang sedang makan disuapi oleh pengasuhnya.
Damar saat ini bersiap-siap untuk menemui Bianca. Ia memakai pakaian yang sangat rapi. Hari ini Bianca mengajak Damar untuk menemani nya belanja.
Tin
Tin
Suara klakson mobil Bianca terdengar dari dalam rumah. Linda pun segera keluar melihat siapa yang datang.
"Eh.. nak Bianca. Mau kemana?," tanya Linda.
"Mau ngajak Damar buat nemenin Bianca belanja ma," jawab Bianca sambil turun dari mobil dan menutup pintu mobilnya.
"Wah mau jalan-jalan kok mama nggak diajak?," Rajuk Linda dengan memonyongkan bibirnya.
"Mama mau ikut?, kalau mama mau ikut boleh kok," ucap Bianca.
Linda pun kegirangan saat diajak oleh Bianca, ia langsung pergi kekamar untuk ganti pakaian. Damar hanya bisa menggeleng kan kepalanya saat melihat tingkah laku mama nya seperti anak kecil.
Mereka bertiga pun akhirnya berangkat, Lidya tidak ikut karena dia masih tidur.
Sampai di mall Linda mulai memilih baju untuk acara akad Lidya besok. Linda tak mau kalah dengan Lidya, ia harus tampil maksimal. Karena ia akan mengundang semua teman sosialita nya. Bianca yang melihat tingkah laku Linda sangat keheranan.
Setelah mereka selesai belanja mereka pun kelaparan. Dan Linda nyelonong masuk ke resto ala Korea yang ada di mall ini. Linda makan dengan lahapnya, sampai Bianca ilfeel melihat nya.
"Untuk catering dan kue di acara Lidya besok, mama akan pesan di SKcake saja. Nanti mama minta ke owner nya agar Sarah yang ditugaskan untuk mengantar dan mengatur semua makanan nya dirumah, Sarah harus tau siapa menantu yang pantas untuk anak-anak mama. Biar Sarah tau diri kalau akan minta rujuk kembali sama Damar." ucap Linda dengan senyum liciknya. Di otak Linda sudah ada rencana untuk mempermalukan Sarah.
Damar dan Bianca menyetujui permintaan Linda. Setelah dari sini, mereka berencana untuk langsung datang ke toko SKcake, Linda ingin memesan langsung kepada owner-nya.
Mereka pun sampai didepan toko kue milik Sarah itu, dan Linda sangat bersemangat empat lima. Dia berjalan mendahului Damar dan Bianca yang masih menutup pintu mobilnya.
Namun sebelum Linda turun dari mobil dan masuk ke toko ini. Linda meminta uang terlebih dulu pada Damar, namun Damar tak ada uang cash. Lalu Linda meminjam uang kepada Bianca ia berjanji akan menggantinya besok setelah acara selesai.
Linda menunggu amplop dari para tamu, Linda sangat yakin dari acara besok ia akan mendapatkan uang yang banyak. Karena semua teman sosialita nya akan datang.
Lalu Bianca memberikan uang sesuai permintaan Linda yaitu sepuluh juta rupiah. Kini Linda memegang uang cash sebesar sepuluh juta rupiah.
"He, mana owner nya?," tanya Linda pada Reni setelah sampai didepan etalase kue.
"Memang nya ada perlu apa? dan kenapa mencari owner?," tanya Reni karena memang malas melayani orang seperti Linda. Reni dan Mita sangat hafal dengan tabiat Linda dan anaknya.
Mereka selalu berulah dan membuat keributan disini. Akhirnya Reni pun melayaninya tidak sepenuh hati.
__ADS_1
"Itu bukan urusanmu!!!, aku kesini mau memesan kue langsung kepada owner nya!!!," ucap Linda sambil berkacak pinggang.