
"Kean sudah tidak ingin bertemu dengan ayah, amma. Jadi amma tidak boleh bersedih lagi, ya?!," ucap Kean sambil mengusap air mata Sarah.
Tangisan Sarah semakin pecah, saat mendengar ucapan Kean, ditambah dengan perlakuan manis Kean kepada nya, membuat Sarah tidak bisa menghentikan tangisannya.
Sarah menangis semakin menjadi-jadi. Ia peluk erat tubuh anaknya.
"Kean janji tidak akan membuat amma bersedih lagi dengan meminta bertemu dengan ayah. Kean tidak akan pernah meninggalkan amma sendirian." ucap Kean dengan suara yang terbata-bata.
Sarah semakin tak bisa berkata-kata. Ia semakin menangis menjadi-jadi dengan ucapan Kean. Sarah tak habis pikir, kenapa anak sekecil Kean sudah mempunyai pikiran seperti itu.
Sarah mengatur nafas, dan juga menenangkan hati nya yang berhasil diporak porandakan oleh anak lelakinya itu.
"Amma berhenti nangisnya ya? Dan jangan menangis lagi. Kean janji akan nurut sama amma. Kean janji tidak nakal lagi di sekolah, dan Kean janji tidak akan meminta bertemu dengan ayah lagi." ucap Kean sambil terus mengusap air mata Sarah yang sudah mengalir di pipinya.
Hati yang mulia tenang dengan nafas yang sudah teratur. Kini mulai terasa sesak lagi didalam dadanya.
Padahal bukan karena Kean ingin bertemu dengan ayahnya, yang membuat Sarah menangis. Tapi ini karena keegoisan nya pada Kean yang membuatnya terisak.
Namun, walau ingin menangis lagi, sebisa mungkin Sarah menahan nya. Ia tak mau anaknya berfikir yang tidak-tidak kepadanya.
"Kean, asal Kean tau ya nak. Amma menangis bukan karena amma sedih dan tidak suka kalau Kean ingin bertemu dengan ayah Damar. Tapi amma menangis karena kesalahan dan keegoisan amma kepada Kean." ucap Sarah sambil mengusap mata nya yang mulai mengembun. Sarah tak ingin Kean melihatnya menangis lagi.
"Jadi, besok sepulang sekolah kita tetap kerumah Tante Lidya ya?," ucap Sarah menyakinkan Kean.
Kean pun menganggukkan kepalanya dan kembali tersenyum. Dan langsung menghamburkan tubuhnya ke pelukan Sarah.
"Sekarang, Kean ganti baju dan segera tidur siang ya!," ucap Sarah memberi perintah pada anak nya.
"Tadi disekolah sudah sholat dhuhur kan?," tanya Sarah.
"Tadi Kean sudah sholat dhuhur berjamaah di sekolah, amma." jawab Kean.
"Bagus kalau begitu." ucap Sarah sambil mengelus kepala Kean, lalu memberikan baju ganti itu kepada Kean. Kean pun menerima nya dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaian nya.
"Amma, kita tidur siang bersama ya?," pinta Kean setelah keluar dari kamar mandi.
"Siap, tuan." jawab Sarah sambil posisi tangan Sarah hormat kepada Kean.
Kean pun tertawa geli, melihat tingkah laku Sarah yang menurut Kean sangat lucu.
__ADS_1
Kini mereka berdua tertidur pulas di kamar Kean. Kebetulan hari ini ibunya Sarah sedang pergi belanja bulanan di pasar.
Beberapa jam tertidur, Kean terbangun karena mendengar ketukan pintu neneknya yang pulang dari belanja.
"Uti dari belanja ya?," tanya Kean yang berjalan mengikuti uti nya yang sedang berjalan menuju dapur, setelah menutup pintu.
"Iya, Kean. Kean sudah lama pulang sekolah nya?," tanya uti nya.
"Sudah dari tadi uti." jawab Kean yang masih berjalan di belakang neneknya itu.
"Berarti, Kean sedari tadi sendirian dirumah?," tanya neneknya sambil menghentikan langkah nya. Karena kaget dengan ucapan yang dikatakan oleh Kean, kalau dirinya sudah dari tadi pulang dari sekolah.
"Amma, sekarang kemana setelah mengantarkan Kean pulang?," tanya neneknya dengan wajah khawatir. Neneknya Kean takut kalau sedari tadi cucunya itu sendirian di rumah yang lumayan luas itu.
"Sssstttt....jangan berisik uti. Amma sedang tidur." bisik Kean, karena kalau suara nya keras, Kean takut mengganggu ammanya yang sedang tidur.
"Oalah, jadi Kean dirumah sana amma?." ucap neneknya Kean sambil mengelus dada nya yang terasa lega.
"Iya uti." bisik Kean nyaris tak terdengar suaranya, yang ada hanya gerakan mulutnya.
"Kalau begitu, yuk ikut uti kedapur!!, uti belikan makanan untuk Kean." ajak neneknya.
Di Dapur, neneknya Kean mengeluarkan isi tas belanjaan nya.
"Uti beli apa untuk Kean?," tanya Kean karena sudah tidak sabar.
"Ini...," nenek nya Kean mengeluarkan sebungkus bakso untuk Kean.
"Wah, bakso?," tanya Kean dengan sangat antusias.
"Iya, bakso. Kean belum makan kan?," tanya neneknya.
"Kean udah makan sebelum Kean tidur siang tadi, uti. Tapi saat ini kebetulan sekali perut Kean sudah sangat lapar." jawabnya sambil mengelus perutnya sendiri.
Bisa sekali Kean membuat orang yang didepan nya itu tertawa lebar hanya dengan tingkah laku dan omonganya.
"Oh ya? jadi Kean tadi tidur siang bareng amma dong?," tanya neneknya.
"Iya, uti. Kean tadi tidur siang bersama Amma." jawab nya dengan senyum yang bahagia.
__ADS_1
Wajah bahagia Kean, membuat neneknya itu curiga. Karena tak seperti biasanya, kebahagiaan itu terpancar sangat nyata di wajah anak sekecil Kean.
"Baiklah, kalau gitu biar uti yang suapin Kean, ya?," tanya neneknya Kean.
"Tapi, makan disuapin itu kan dilarang oleh Amma. Biarkan Kean makan sendiri aja, uti." ucap Kean pada neneknya.
"Sssstttt....., mumpung amma masih tidur, biar uti suapin makan kamu." bisik neneknya Kean mencoba merayu cucunya.
"Iya deh, Kean mau." jawabnya dengan pasrah.
Lalu dengan hati-hati dan dengan perasaan, ibu nya Sarah menyuapi Kean bakso yang sudah di belikan nya itu.
"Uti boleh menebak nggak?," tanya neneknya Kean pada Kean.
"Menebak?, Kean lagi nggak main tebak-tebakan uti...," jawab Kean sambil tertawa lebar menertawakan neneknya.
"Iya, uti tau kita sedang tidak bermain tebak-tebakan, tapi saat ini ijinkan uti untuk menebak hati Kean yang sekarang lagi bahagia ya?," tanya neneknya sambil tersenyum.
"Uti tau, kalau saat ini hati Kean sedang bahagia?," tanya Kean dengan polosnya.
"Ya tau lah, makanya uti mau tebak karena apa hati Kean saat ini bahagia." jelas perempuan paruh baya itu sambil terus menyuap bakso ke mulut cucu lelakinya itu.
Kean pun tersenyum sambil menutup mulut nya, tingkah nya sangat lucu dan menggemaskan.
"Kalau begitu, karena apa hati Kean bahagia?," tanya Kean pada neneknya.
Mereka berdua tidak tau, kalau selama mereka mengobrol ada seseorang yang melihat dan mendengar obrolan mereka.
"Pasti, karena Kean di belikan mainan baru sama amma." tebak neneknya Kean.
Kean pun tertawa terbahak-bahak, dengan tebak kan neneknya itu.
"Ya....uti salah." ucap Kean.
"Salah?," tanya nenek dengan menautkan kedua alisnya.
"Lalu?," tanya nenek pada Kean.
Sarah yang saat ini sedang menguping iku tersenyum-senyum sendiri. Melihat kedua dan mendengar dunia nya itu lagi asyik mengobrol.
__ADS_1
"Karena besok Kean mau bertemu dengan Tante Lidya." jawab Kean dengan senyum penuh kebahagiaan.