DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Mencoba Merebut Hati Kean


__ADS_3

Damar dan Bianca kembali ke rumah sakit setelah melepaskan hasratnya dengan menyewa kamar hotel.


Mereka tak lupa membawakan makanan untuk Linda yang saat ini sedang menunggu Lidya.


Saat melewati kamar rawat Kean mereka berdua berpapasan dengan Randy yang keluar kamar dengan menggendong Kean.


"Kean?," Damar membulatkan mata nya, ia sangat kaget saat melihat Randy sedang menggendong Kean.


"Kenapa kamu menggendong anak ku?!," tanya Damar pada Randy dengan tatapan menyalang.


"Oh kamu, Mar. Ia sepertinya Kean lagi bosan di dalam, jadi aku ajak keluar untuk mencari udara segar. Lagian biar Sarah bisa makan." ucap Randy dengan tersenyum pada Damar.


"Sini, Berikan Kean padaku. Ingat ya jangan pernah kamu sentuh anak ku!!," ucap Damar dan mencoba untuk mengambil Kean dari gendongan Randy.


Namun saat tangan Damar memegang tubuh Kean, anak kecil itu menangis histeris.


"Cukup, Mar!!! Kean nggak mau kamu gendong. Biarkan dia bersama ku!" ucap Randy mencoba menenangkan Kean yang saat ini sedang menangis dengan menatap Damar.


"Kamu jangan pernah menghasut darah daging ku untuk membenci ku ya!!!! Cukup kamu mengambil Sarah dari tangan ku!!." Damar menunjuk wajah Randy.


Randy sangat berpikir keras tentang apa yang dikatakan oleh Damar.


"Kenapa Damar menuduhku, mengambil Sarah dari nya?, bukannya Sarah pergi karena ia menyelingkuhi nya?," gumam Randy dalam hati.


Damar masih kukuh dengan pendirian nya untuk mengambil Kean dari gendongan Randy. Namun Kean semakin menangis karena ia sangat ketakutan.


Sarah yang mendengar Kean menangis, ia langsung menaruh nasi bungkus yang ia makan diatas nakas samping tempat tidurnya. Lalu ia berlari kedepan untuk melihat Kean yang menangis Histeris.


"Kenapa dengan Kean, pak?." tanya Sarah yang sangat khawatir dengan keadaan Kean. Setelah ia bertanya pada Randy lalu Sarah mengalihkan pandangan nya kepada Damar dan Bianca.


Saat Sarah menatap Damar, Bianca langsung menggandeng lengan Damar.


Sarah hanya tersenyum saat melihat tingkah laku Bianca. Sepertinya Bianca sangat takut kehilangan Damar.


"Lihat tuh!! Pacar kamu tidak becus menggendong Kean anak ku!!!," ucap Damar sambil menunjuk Randy yang masih membujuk Kean agar terdiam dari nangisnya.


Damar memutar balikkan fakta, ia menuduh Randy yang membuat Kean menangis histeris.


Namun kenyataannya, karena dirinya lah Kean menangis. Kean sangat takut pada Damar.


Karena kesan Damar di diri Kean adalah orang yang sangat menakutkan dan sering berbicara dengan keras.


Randy yang mendengar tuduhan Damar seketika ingin menjelaskan hal yang terjadi sesungguhnya.


Namun Sarah memberi kode pada Randy agar tak berbicara, karena Sarah sendiri sudah tau yang sebenarnya.


Karena hal seperti ini bukan satu kali dua kali, tapi setiap kali Kean bertemu dengan Damar. Dia pasti akan menangis histeris.


Randy pun mengikuti permintaan Sarah, dan ia urungkan untuk melakukan pembelaan pada dirinya.


"Lihat!! Pacarmu aja tak bicara, itu tandanya memang dia yang membuat Kean menangis!!!," ucap Damar sambil menunjuk wajah Randy lalu Damar mengalihkan pandangan nya pada Sarah.


Sarah pun tak merespon ucapan Damar. Dan Bianca semakin mempererat pelukan ditangan Damar.


Lalu Sarah mengambil Kean dari gendongan Randy, setelah ku Kean berada di gendongan Sarah. Bayi itu langsung tenang, dia sudah tak menangis lagi.


Saat Sarah membalikkan tubuhnya untuk membawa Kean kembali kedalam kamar rawat nya.


"Tunggu!!!," ucap Bianca pada Sarah.


Sarah yang mendengar suara Bianca pun langsung menghentikan langkahnya. Dan Sarah segera membalikkan tubuhnya. Dan mata nya langsung diarahkan pada Bianca.


"Ada apa?, Apa masih ada yang perlu disampaikan pada saya?," tanya Sarah.

__ADS_1


"Sini, biar Kean aku gendong, karena sebentar lagi aku akan menjadi ibu sambung untuk Kean." ucap Bianca sambil melepaskan tangan nya yang melingkar di lengan Damar. Lalu ia ulurkan kearah Sarah untuk mengambil Kean dari tubuh Sarah.


"Tapi ...."ucap Sarah dengan ragu dan tidak diteruskan.


"Sudahlah, Sar! Berikan Kean pada Bianca agar ia bisa dekat dengan anakku." ucap Damar.


Sarah pun tak boleh egois dengan melarang bapaknya sendiri untuk bertemu darah dagingnya.


Ia langsung memberikan Kean pada tangan Bianca yang saat ini masih mengulurkan tangannya dan berharap Kean mau ia gendong.


Dengan berbagai ribu cara, yang awalnya Kean tak mau, akhirnya bayi kecil itu luluh juga dengan berbagai rayuan dari Damar dan Bianca.


Sekarang ia sudah berada di gendongan Bianca, Sesekali Bianca mengusap rambut Kean. Sedangkan Damar memegang infus yang terhubung dengan tangan mungil Kean.


Kini mereka berdua membawa Kean jalan-jalan di taman depan kamar rawat Kean.


Mereka bertiga terlihat seperti keluarga kecil yang sangat bahagia. Sarah yang melihat itu hanya bisa tersenyum.


Karena suatu saat semua rahasia Bianca pasti akan terbongkar. Dan pemandangan seperti ini entah akan terlihat lagi atau tidak. Hanya waktu yang akan menjawab.


Sarah pun memutuskan untuk masuk lagi kedalam kamar, ia ingin melanjutkan makan yang sempat tertunda karena mendengar suara Kean yang menangis.


Randy yang melihat Sarah masuk pun bingung, di pikiran Randy kenapa Sarah membiarkan Kean bersama Damar.


Randy sangat khawatir kalau akan terjadi sesuatu pada Kean. Karena Randy tau, kalau Kean tak begitu suka pada Damar.


"Sar, Sarah!," panggil Randy sambil mengikuti dari belakang Sarah yang berjalan masuk kedalam kamar.


Sarah pun menoleh pada Randy, karena ia mendengar Randy memanggil nya.


"Iya, pak?," tanya Sarah.


"Itu kenapa Kean dibiarkan bersama Damar," ucap Randy sangat pelan karena takut Damar mendengar nya.


"Biarkan saja, pak. Karena mas Damar adalah ayahnya Kean. Aku yakin Kean juga merindukan kasih sayang dari ayahnya." ucap Sarah dengan senyum menjelaskan pada Randy.


Randy pun bingung harus ngapain, tidak mungkin ia masuk kedalam kamar rawat Kean. Karena didalam hanya ada Sarah.


Randy takut kalau ia masuk akan menimbulkan fitnah, lalu Randy memutuskan untuk duduk di bangku depan kamar rawat Kean.


Sarah yang melihat Randy manyun sendiri di depan, ia pun tak enak hati. Dan akhirnya ia memutuskan untuk menyudahi makanan nya. Yang kebetulan makanan itu sudah habis tak bersisa, karena saat ini Sarah sangat lapar sekali.


Setelah ia mencuci tangan nya, Sarah pun keluar dari kamar rawat Kean.


Lalu ia duduk disamping Randy, yang ia kasih pembatas tas di samping nya. Agar ia selalu sadar kalau Randy bukan muhrimnya.


"Apa kamu tidak takut, Damar akan melakukan hal yang mengerikan pada Kean?," tanya Randy dengan tatapan matanya menuju pada Kean, Damar dan Bianca yang sedang bersenda gurau bertiga.


Sarah yang mendengar itupun langsung tersenyum pada Randy.


"Aku yakin mas Damar tak akan tega pada anaknya," jawab Sarah dengan menatap mereka bertiga.


Terlihat Bianca sangat sayang kepada Kean, dan begitu perhatian.


Sarah yang melihat itu sangat bahagia, didalam hati Sarah sangat bersyukur. Akhirnya Kean mendapatkan kasih sayang dari ayahnya juga.


Mungkin ini hikmah dari perceraian antara Sarah dengan Damar.


Damar yang melihat Sarah sedang duduk berdua dengan Randy, hatinya bergemuruh. Ada ras yang sulit untuk di ungkapkan.


Karena posisinya saat ini sungguh tidak tepat. Dan akhirnya ia menyimpan perasaan cemburu dihati nya dalam-dalam.


Damar takut perasaan yang muncul ini akan membuat Bianca sakit hati.

__ADS_1


Damar pun kembali fokus pada Kean yang saat ini berada dipangkuan Bianca. Namun sesekali ia melirik kearah Sarah dan Randy yang sedang duduk berdua.


"Bi, kamu disini dulu bersama Kean ya?, biar aku mengantarkan makanan mama," ucap Damar pada Bianca.


"Tapi, mar......," Bianca tak melanjutkan ucapannya.


"Kelihatan nya Kean sangat betah bersama mu, karena mulai tadi ia tak beranjak dari pangkuan mu." ucap Damar dengan senyum penuh cinta melihat buah hatinya bersama calon ibu sambung untuk Kean anak nya.


"Kasian mama, mungkin ia kesepian dan pasti sangat lapar." lanjut Damar. Lalu Damar berdiri dan berjalan menuju kamar rawat Lidya.


Bianca yang melihat Damar sudah menjauh dari dirinya dan Kean. Bianca pun menoleh kearah Sarah.


Bianca yang melihat Sarah saat ini sedang berduaan dengan Randy, langsung mendatangi nya.


"Ini anak mu!!!," ucap Bianca dengan menaruh Kean dipangkuan Sarah.


"Enak sekali kamu!!!, anak nya bersamaku sedang kan kamu pacaran disini!!!!," cerca Bianca, Sarah yang mendengar ucapan Bianca pun langsung bingung.


Sarah tak habis pikir dengan kelakuan Bianca, cepat sekali ia berubah. Padahal tadi saat ada Damar dia sangat baik pada Kean, tapi setelah Damar tak ada dia langsung menunjukkan sifat aslinya.


"Dasar ular bermuka dua!!," umpat Sarah dalam hati.


Sarah pun langsung meraih dan merangkul Kean, betapa malangnya nasib bayi kecil itu. Baru saja Sarah berfikir kalau Kean sudah mendapatkan kasih sayang dari ayahnya dan calon ibu sambung nya. Namun ternyata itu hanya khayalan semata.


Setelah Bianca menyerahkan Kean pada Sarah, ia berjalan menuju kamar Lidya untuk menemui Damar.


Sesampainya di depan kamar Lidya, Bianca langsung mengacak-ngacak rambut nya. Dan menyobek sedikit pakaiannya. Dan merusak sedikit makeup nya.


Ia membuka pintu kamar Lidya, Bianca menangis langsung memeluk Damar. Damar yang melihat tingkah Bianca pun kebingungan.


"Kamu kenapa, Bi?," tanya Damar dengan mencoba melepas pelukan tangan Bianca. Damar ingin melihat wajah Bianca, karena sekilas ia melihat makeup Bianca acak-acakan.


"Sarah, Mar. Sarah .....," ucap Bianca sambil menangis tak diteruskan.


"Kenapa dengan Sarah?," tanya Damar, kali ini Damar memegang kedua pundak Bianca. Dan Damar langsung melihat wajah Bianca yang sudah tak beraturan. Makeup yang hancur dan rambut yang acak-acakan.


"Katakan kenapa dengan Sarah? Dan apa yang terjadi pada kamu, Bi?," tanya Damar lagi, karena Bianca tak lekas menjawabnya.


"Sarah telah menyerang ku dan mengambil paksa Kean dari pangkuan ku." ucap Bianca dengan air mata yang membasahi pipi nya.


"Benarkah Sarah melakukan itu?," tanya Damar lagi seperti tak percaya, karena Damar yakin Sarah tak akan sebar-bar itu.


"Kamu tak percaya dengan ucapan ku?!," tanya Bianca dengan mata berkaca-kaca.


"Aku percaya sama kamu. Sekarang kamu cerita bagaimana kronologi nya sampai Sarah menyerang mu seperti ini." Damar kembali memeluk Bianca.


"Kamu harus memberi pelajaran pada perempuan kampungan itu, Mar!" Linda ikut memprovokasi Damar.


"Ya gak secepat itu ma. Aku harus tau kronologi nya bagaimana." ucap Damar sambil membelai rambut panjang Bianca yang sedikit acak-acakan.


"Sekarang coba kamu ceritakan lagi dengan tenang. Agar aku bisa memahami masalahnya dan menegur Sarah setelah ini." ucap Damar.


"Sewaktu kamu pergi meninggalkan kita berdua di taman, sepertinya Sarah melihat kepergian mu. Kamu mereka berdua, Sarah dan Randy mendatangi ku. Dan mengambil Kean dari gendongan ku. Kean pun awal nya tak mau di gendong Sarah. Namun Kean bisa apa, karena ia masih sangat kecil. Dan aku mempertahankan Kean di gendongan ku. Tapi Sarah menjambak rambutku hiks hiks," Bianca sangat pintar sekali berakting dengan mengeluarkan air matanya.


Damar yang melihat Bianca menangis sampai terisak, ia pun langsung memeluk nya lagi dan mengelus punggung Bianca bertujuan untuk menenangkan hati nya yang saat ini sedang emosi.


"Bukan hanya menjambak rambutku, Sarah juga menampar pipiku. Aku nggak nyangka kalau Sarah juga bisa sebar-bar itu. Padahal yang aku tau selama kita berhubungan, Sarah adalah perempuan yang sangat lemah lembut. Dan yang aku sesal kan pacar Sarah hanya melihat saja tanpa menegur Sarah dengan kelakuan Sarah yang seperti kesetanan itu," ucap Bianca, kalo ini dia sudah tak menangis lagi.


Damar yang mendengar itu, sudah mulai tersulut emosi. Apalagi mendengar nama Randy yang disebut pacar Sarah oleh Bianca, membuat hati Damar semakin memanas.


"Ia juga menarik baju ku saat aku melindungi Kean, untung saja Kean berhasil aku lindungi kalau tidak mungkin Kean sudah dapat bogem mentah dari Sarah." ucap Bianca semakin mengada-ada. Ia terus menghasut hati Damar, agar Damar bisa membantu nya untuk balas dendam kepada Sarah mantan istri Damar.


"Sudahlah, Mar. Sekarang kamu hampiri Sarah dan beri pelajaran pada anak kampung itu". Ucap Linda.

__ADS_1


__ADS_2