
Teguh ingin berlari untuk menyusul Lidya. Namun tangan nya di tarik oleh Veni, perempuan itu melarang Teguh untuk mengejar Lidya.
"Kamu mau kemana sih, mas??," tanya Veni dengan wajah jutek, karena ia tidak suka dengan sikap Teguh yang begitu perhatian pada perempuan yang ia bernama Lidya itu.
"Aku harus menjelaskan pada Lidya tentang semua ini." jawab Teguh.
"Memang kamu punya hubungan apa dengan dia?, sehingga kamu harus menjelaskan tentang hubungan kita?!," perempuan itu merajuk pada Teguh.
"Ah .... Sudahlah!!, kamu tak perlu tau tentang itu!," Lalu Teguh berjalan meninggalkan Veni.
"Mas.... Tunggu mas..., kamu mau kemana???," teriak Veni memanggil Teguh yang sama sekali tak merespon panggilan nya.
"Sialan kamu mas!!!, Ternyata kamu sama aja dengan Awan dan Bima." Gerutu Veni dengan wajah cemberut.
Kini Veni berjalan mencari keberadaan Laras dan Ambar. Ia ingin tau, bagaimana keadaan mereka berdua sat ini.
Karena dari siang tadi sampai sekarang berganti malam, Veni meninggalkan mereka berdua yang terkena hukuman, akibat ulah mereka yang bar-bar.
Namun sayang nya, Veni tak menemukan mertua dan ipar nya itu di lantai dasar mall.
Lalu, Veni memutuskan untuk mendatangi ruangan tempat mereka di sidang siang tadi.
Disana Veni tak menemukan mertua dan kakak ipar nya itu. Yang ada di ruangan itu, hanya ada lelaki yang menjadi kepala keamanan disini. Karena lelaki itu yang tadi memberi hukuman pada Laras, Ambar dan Lidya.
Veni bertanya pada lelaki itu, dan lelaki itu menjawab kalau mereka berdua saat ini sedang membersihkan toilet.
"Hah??!, mereka berdua membersikan toilet?!," tanya Veni dengan terkejut.
Lalu dengan sangat keras, Veni tertawa. Ia menertawakan mertua dan kakak ipar nya itu. Ada kepuasan tersendiri di diri Veni, saat ia di beritahu oleh kepala keamanan itu tentang hukuman yang sedang di jalani oleh kedua nenek sihir itu.
"Ibu kenapa tertawa bahagia seperti itu?!," Tanya pria itu.
__ADS_1
" Anda tau saja kalau aku sedang bahagia saat ini?!," ucap Veni dengan jutek.
"Sekarang, lebih baik beritahu aku dimana mereka berdua!!," lanjut Veni.
"Ya di toilet, lah!!. Kan aku sudah bilang, kalau mereka ku hukum untuk membersihkan toilet." jawab lelaki itu dengan wajah sengak.
"Ye,,, aku juga tau kalau mereka di toilet. Tapi toilet yang mana?, sedangkan di mall ini toilet sangat lah banyak." Veni berbicara sambil berkacak pinggang.
"Toilet di sebelah lobby mall." jawab security itu dengan wajah malas untuk menatap Veni.
"Bilang kek daritadi!!, jadi aku nggak harus berlama-lama di ruangan yang sempit dan pengap ini!!," hina Veni. Lalu ia berjalan pergi dari ruangan itu.
Veni menuju toilet yang di maksud lelaki yang ada di ruang pengamanan yang tak lain adalah kepal pengaman mall ini.
Dengan langkah kaki yang sangat pelan, Veni berjalan memasuki lorong menuju toilet agar tak ada yang mengetahui dan mendengar kedatangan nya.
Sebelum masuk, Veni melihat dengan sedikit kepalanya menonjol masuk ke ruang toilet itu.
"Kurang ajar si Veni!!!, main tinggalkan kita begitu saja Mbar!!," ucap Laras dengan wajah emosi.
"Iya, Bu!, setelah ini ibu harus bikin perhitungan dengan dia!!, agar dia tidak semakin kurang ajar pada kita!!, " timpal Ambar yang sedang menggosok kloset, sedangkan Ambar berada di luar sedang membersihkan cermin besar yang terletak di wastafel.
Mereka berdua dengan bebas mengobrol, karena kebetulan toilet itu sangat sepi. Tak ada orang sama sekali, hanya ada Laras dan Ambar. Dan juga ada Veni, yang sedang sibuk mengambil video mereka berdua.
"Sebenarnya, aku sangat malas dengan perempuan itu. Kalau bukan karena Veni kaya oleh warisan kedua orang tua nya. Mungkin aku sudah menyuruh Awan untuk menceraikan nya." ucap Laras dengan keras, sehingga di dengar dengan sangat jelas oleh Veni.
"Kurang ajar si tua bangk@ itu, ternyata dia menginginkan harta ku. Lihat saja, akan kupastikan kalau Awan anak mu tak akan mendapatkan apapun dari ku. Walau hanya sepeser." gumam Veni dalam hati dengan sangat geram.
Veni meneruskan merekam mereka berdua, setah dirasa sudah cukup. Veni pun pergi meninggalkan mereka berdua.
"Akan ku kerjain kalian." gumam Veni dari dalam hati sambil berjalan di lorong toilet untuk keluar.
__ADS_1
Kini perempuan itu pulang sendiri dengan mobilnya tanpa Laras dan Ambar.
"Rasain, kalian aku tinggal disini." umpat Veni didalam mobil, sambil mengendalikan setir mobil nya.
Kini Laras dan Ambar berdiri di depan pelataran mall, mereka menunggu kedatangan taksi online yang sudah Ambar pesan.
"Mbar, perut ibu lapar." keluh Laras.
"Kita makan dirumah aja, Bu. Ambar tak ada uang. Kalau ibu ada uang, kita makan aja disini sambil menunggu taksi online nya datang." jawab Ambar.
"Aku tak mau pakai uang ku, Mbar. Harus nya kamu yang mengeluarkan uang untuk semua keperluan ibu. Karena kamu harus mengganti semua yang telah ibu beri ke kamu selama kamu kecil." ucap Laras dengan suara agak keras.
"Iya, Bu. Kalau Ambar punya, pasti Ambar akan membelikan ibu makan disini. Bukankah ibu tau, kalau mas Teguh belum mengirimkan uang untuk ku." jawab Ambar, dengan suara pelan. Ambar mencoba untuk tidak emosi dengan apa yang dikatakan Laras padanya.Walau sebenarnya nya hatinya juga sakit karena semua yang telah Laras beri dari dia bayi selalu di ungkit.
"Kamu sih, Mbar!! Kenapa dulu kamu harus nikah dengan Teguh." gerutu Laras.
"Bukankah ibu yang menyuruh Ambar untuk menikah dengan mas Teguh?," Ambar sengaja memutar balikkan kebenaran nya.
Karena sebetulnya, Laras lah yang menjodohkan Ambar dan Teguh. Karena waktu itu, saat Teguh datang melamar Ambar membawa mobil mewah. Namun kenyataannya, mobil itu hanya Teguh pinjam dari temannya yang bekerja di bengkel.
"Kenapa hal itu harus di ungkit sih, Mbar." ucap Laras ketus.
Ambar pun membuang nafas besarnya, ia hanya bisa mengelus dadanya dengan sikap ibu nya yang tak mau disalahkan dan yang selalu menyalahkan itu.
Kini taksi online yang sudah Ambar pesan pun datang. Dan mereka berdua pulang kerumahnya.
Sesampainya di rumah mereka berdua memutuskan untuk segera beristirahat. Mengistirahatkan tubuhnya yang seharian mendapatkan gempuran yang luar biasa.
Sungguh hark yang sial buat Ambar, Laras dan Lidya.
Dan berbeda dengan Veni, ia merasa kalau hari ini adalah hari keberuntungan nya. Bagaimana tidak? Ia tak ikut terkena hukuman dari security mall, Veni juga tak mengeluarkan uang sepeser pun untuk membelanjakan Laras dan Ambar. Malah ia yang mendapatkan tas branded gratis dari Teguh yang tak lain adalah suami Ambar.
__ADS_1