
Kini Sarah telah sampai di outlet cabang miliknya yang berada di mall terbaik kota ini.
Jam-jam siang ini outlet terlihat sangat ramai pengunjung. Ada yang sengaja dimakan di tempat dan banyak pula yang di bungkus di buat oleh-oleh untuk orang-orang yang berada dirumah.
Sarah yang datang langsung masuk keruang produksi. Itu yang setiap kali dilakukan Sarah saat berkunjung ke outlet cabang.
Ia akan menanyakan banyak hal kepada indah karyawan nya yang sudah di percaya di bagian produksi.
Sarah sangat percaya kepada Indah, karena ia sangat penurut tentang aturan untuk membuat adonan sesuai dengan resep yang di berikan Sarah. Sehingga cita rasa mulai awal toko ini buka sampai dengan saat ini masih sama. Tak ada pengurangan rasa sana sekali.
Rencana Sarah selanjutnya adalah ingin membuka cabang lagi tapi menggunakan sistem Franchise. Agar Sarah tak terlalu sibuk untuk membagi waktu berkunjung ke outlet-outlet cabang yang lain.
Dengan sistem Franchise, Sarah tak perlu turun tangan secara langsung untuk mencari tempat yang strategis
Namun karena kesibukan dengan masalah pribadi, rencana itu masih belum terealisasi kan.
Dan dia Sarah saat ini semoga masalah yang terjadi di kehidupan rumah tangga nya itu segera berakhir dan di beri ketenangan dalam hidupnya.
Agar dengan cepat Sarah bisa merealisasikan impian nya untuk mempunyai cabang yang banyak di seluruh Indonesia.
Setelah bertanya-tanya tentang bahan-bahan yang telah habis. Sarah pun keluar dari ruang produksi. Kali ini Sarah menyuruh waiters untuk mengambilkan beberapa potong kue yang menjadi favorit nya.
Sarah selalu menjaga kualitas bahan yang ia gunakan. Karena selain di jual, Sarah, Kean dan Semua keluarganya sangat suka dengan kue yang ia jual. Jadi kualitas benar-benar harus dijaga.
Kini ia duduk di meja yang masih kosong, dan itu hanya ada satu. Karena semua meja sudah terisi oleh para customer.
Sarah sangat bangga dengan pencapaian nya, saat ia melihat banyak orang yang menyukai hasil karya tangannya.
Selain tangan nya menghasilkan kue yang banyak disukai, tangan Sarah juga menghasilkan banyak karya tulis yang juga sangat diminati oleh pembaca.
Ta menunggu lama, kue yang ia pesan pun datang beserta minuman nya.
"Alhamdulillah, aku rasa ini cukup untuk mengganjal perut ku yang saat ini sudah lapar. Karena tadi pagi aku tak sempat masak untuk sarapan." gumam Sarah, sambil menggigit bolu coklat setelah ia mengucapkan kalimat basmalah.
__ADS_1
Sarah sangat menikmati makanan yang saat ini ada dihadapannya. Tak lupa es lemon tea menemani Sarah menikmati beberapa potong kue di siang hari yang lumayan terik.
***
"Ram, kamu nanti pulang jam berapa?," tanya Natasya lewat panggilan telepon nya.
"Mungkin sekitar jam empat sore, ma. Kenapa?," tanya Rama.
"Sebenarnya, mana ingin jalan hari ini. Tapi mama tidak ada teman, mana kira kamu bisa pulang lebih cepat." jawab Natasya dengan suara terdengar agak lesu.
"Mama jalan sendiri aja, mama masih hafalkan dengan jalan nya menuju mall?," goda Rama pada Natasya. Karena memang sudah lama Natasya tidak pulang ke Indonesia.
"Jelas, mama masih ingat, Ram. Atau bagaimana kalau mama ajak Anita saja untuk pergi jalan-jalan menemani mama?," usul Natasya.
"Tapi, Anita kan sedang bekerja, ma?," Rama menolak usulan Natasya dengan halus.
"Dengan menemani mama jalan-jalan, itu juga bisa di hitung kalau dia bekerja." Natasya terus membujuk Rama, agar mau mengijinkan Anita pergi bersama mama nya.
"Ayo lah Ram, turuti kemauan mama. Mama tak minta banyak kok sama kamu." rayu Natasya pada anak semata wayangnya itu.
Padahal sebelum Natasya menelpon Rama. Mereka berdua, Natasya dan Anita sudah mengatur rencana ini. Dan ide itu uncul dari otak Anita.
Karena Natasya terus memohon pada Rama, akhirnya Rama pun mengalah. Dan menuruti semua yang di minta oleh Natasya.
Tak lama setelah telepon ditutup, Natasya pun sudah sampai di depan kantor Rama. Yang tujuannya untuk menjemput Anita, sekertaris pribadi Rama.
Natasya berjalan masuk kedalam kantor, sebelum menjemput Anita. Natasya menyempatkan diri untuk melihat anak lelaki nya itu di ruang kerja nya.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
"Masuk!!," jawab Rama tanpa melihat siapa yang datang dari balik pintu ruangan nya itu.
Karena Rama masih sibuk dan serius mempelajari beberapa berkas kerjasama yang harus ia tanda tangani hari ini.
"Kamu lagi sibuk, Ram?," suara Natasya berhasil membuat hati Rama terkejut. Karena dengan tiba-tiba mamanya itu sudah berada di hadapannya.
"Mama!!," ucap Rama terkejut.
"kenapa kamu seperti melihat hantu seperti itu, Ram?," tanya Natasya yang langsung nyelonong masuk dan duduk di sofa yang ada diruang kerja milik Rama itu.
"Tidak, ma. Aku hanya kaget saat tiba-tiba melihat mama di depan ku seperti ini. Karena baru saja mama menutup panggilan telepon. Eh.. tak lama kemudian mama sudah ada di sini." jelas Rama.
"Maafin mama ya, sayang. Memang tujuan mama datang kesini untuk memberi kejutan pada kamu." jawab Natasya dengan tersenyum, saat melihat ekspresi wajah Rama. Saat Rama sedang sebal.
"Tujuan mama kesini sebenarnya, mau menjemput Anita, Ram. Dimana ya ruangannya Anita?," tanya Natasya dengan melirik wajah Rama, ingin tau bagaimana reaksi wajahnya saat Natasya menyebut nama perempuan cantik dan manis itu yang tak lain adalah sekertaris pribadi nya.
Namun tak ada ekspresi apapun dari wajah Rama, ekspresi Rama terlihat sangat datar-datar saja.
"Disitu." jawab Rama dengan sangat singkat sambil menunjuk arah ruangan Anita.
Tanpa banyak tanya lagi, Natasya pun keluar berjalan menuju ruangan Anita yang dimaksud Rama tadi. Karena melihat ekspresi wajah Rama yang sangat dingin, saat mendengar nama Anita yang di sebut.
Setelah bertemu dengan Sarah, sikap Rama berubah drastis pada Anita. Yang dulu nya biasa saja seperti atasan dan bawahan, kadang juga seperti teman saat kuliah di Inggris dulu.
Namun kini sebaliknya, Rama sangat dingin pada Anita. Dan seperti sudah ilfeel padanya. Rasa itu terjadi setelah Rama bertemu dengan Sarah, dan Anita mencoba menghalangi dan tidak memberi waktu Rama untuk mengobrol berdua dengan wanita pujaan nya mulai saat ia kuliah dulu.
Ditambah lagi dengan kedatangan Anita malam itu kerumahnya, dengan membawa berkas pekerjaan yang tak begitu penting itu. Rama tahu, itu hanya akal-akalan Anita saja. Agar Anita bisa dekat dengan Natasya, mama nya.
Kini Natasya dan Anita pun berjalan keluar beriringan. Ada perasaan bangga pada diri Anita, karena bisa jalan keluar bareng dengan mana pemilik perusahaan ini.
Tak dielakkan, semua pandangan karyawan tertuju pada Anita. Dan itu membuat hati Anita sangat bangga dan bahagia.
Sesekali ia tersenyum miring saat di sapa oleh karyawan lain. Anita merasa kalau mereka itu bukan levelnya. Jadi menurut nya, tak perlu ia terlalu ramah pada mereka. Toh mereka hanya bawahan nya.
__ADS_1