DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Bianca Tak Ingin Kehilangan Damar


__ADS_3

Damar yang terhasut, kini mulai emosi. Damar tak terima dengan perlakuan Sarah pada Bianca.


Padahal menurut Damar, Bianca sudah sangat baik karena mencoba untuk menjadi calon ibu sambung yang baik untuk Kean.


Damar pun sangat kecewa dengan sikap Sarah, kenapa ia harus melakukan itu.


"Padahal aku ingin sekali menjadi ibu sambung yang baik buat Kean," ucap Bianca yang masih terisak di dada Damar.


Lalu Damar memutuskan untuk pergi ke kamar Kean yang saat ini sedang di rawat.


Bianca yang melihat itu langsung tersenyum penuh bahagia. Lalu Bianca mengikuti langkah Damar dari belakang.


Hati Bianca sangat bahagia, karena dipastikan Damar akan memberi pelajaran pada Sarah.


Setelah sampai didepan pintu kamar Kean, Damar mengetuk pintunya. Lalu Sarah pun membukanya.


"Mas Damar?!, ada apa?," tanya Sarah dengan tatapan aneh, karena terlihat wajah Damar sangat emosi.


"Kenapa kamu melakukan itu semua pada Bianca?!!!," ucap Damar dengan lantang.


Sarah pun kebingungan, karena suara Damar sangat keras. Sarah takut Kean akan terbangun, karena baru saja ia menidurkan anak lelakinya itu.


"Kecilkan suara mu, mas!!," ucap Sarah pelan.


"Sekarang jelaskan, kenapa kamu tega melakukan itu pada Bianca?!," ucap Damar sedikit menurunkan nada bicaranya dengan menunjuk Bianca yang berada di belakang nya.


Sarah langsung menatap kearah Bianca, karena tak mengerti apa yang dimaksud oleh Damar.


"Maksud kamu apa, mas?," Sarah bingung dengan ucapan Damar.


"Kamu jangan pura-pura lugu seperti itu, Sarah!! Perbuatan mu sangat menyakiti tubuh Bianca, termasuk hati Bianca juga!!!," ucap Damar semakin emosi karena menurut Damar Sarah sengaja pura-pura tak tahu.


"Lihat ini?!," Damar menunjuk bagian tubuh Bianca.


Sarah pun masih memandang bagian tubuh yang ditunjuk oleh Damar dengan wajah bingung.


"Kamu masih saja mengelak?, Sekarang kemana pria selingkuhan mu?! Pasti kamu telah melakukan kekerasan pada Bianca bersama lelaki Bangs*t itu!!." ucap Damar semakin menjadi-jadi.


Sedangkan Sarah semakin bingung dengan tingkah laku Damar. Dan Bianca yang melihat drama yang telah dibuatnya, hati nya sangat bahagia.


Akhirnya Bianca merasa menjadi wanita yang sangat dipedulikan oleh lelaki nya.


Lalu Sarah mengerti maksud Damar, setelah melihat ekspresi wajah Bianca.


"Memang kenapa dengan Bianca?!," Sarah berbicara dengan mendekatkan dirinya pada Bianca yang kali ini sudah berada di samping Damar.


"Apa kamu menuduhku melakukan kekerasan pada perempuan mu ini?,"


Tunjuk Sarah pada Bianca yang saat ini berakting sebagai perempuan yang paling tersakiti dengan menundukkan kepalanya, seperti orang yang sedang mengheningkan cipta.


"Iya!!!, Dan aku sangat kecewa dengan sikap mu sekarang. Setelah kamu kenal dan dekat dengan Randy sikap mu semakin bar-bar. Hilang Sarah ku yang dulu, Sarah yang lemah lembut dan penuh kasih sayang." ucap Damar dengan tatapan nanar pada Sarah. Karena dihatinya saat ini masih ada nama Sarah yang tersimpan.


"Itulah bodoh nya Sarah yang dulu!!! Asal kamu ingat, mas!! Jangan pernah salahkan orang lain atas perubahan sikap ku. Sikapku berubah juga karena ulah mu. Dimana sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang ku telah kau khianati dengan berselingkuh sama perempuan ****** ini!!," tunjuk Sarah pada Bianca, ia tak mau kalah untuk menjatuhkan Bianca dan Damar.


"Aku mengerti dengan perasaan mu, maka dari itu aku meminta maaf padamu dengan cara memperbaiki hubungan ku dengan Kean. Tapi apa? kamu malah membalas dengan kekerasan pada Bianca!! Padahal Bianca ingin sekali menjadi ibu sambung untuk Kean!!,"


"Apa? kamu bilang aku melakukan kekerasan pada perempuan ini?!,"


Sarah menunjuk Bianca, dan memandang lekat pada wajah Bianca. Sarah tak habis pikir dengan sikap Bianca yang selalu memfitnah nya.


Saat ini Sarah sudah sangat muak dengan kelakuan Damar dan Bianca. Kesabaran nya pun sudah menipis menghadapi dua makhluk yang tak tau malu dan tak tau diri ini.


Sarah mendekati Bianca, dan memandang Bianca dari ujung rambut sampai kaki. Bianca yang mendapat tatapan Sarah itu pun salah tingkah.


Bianca langsung memeluk lengan Damar dengan erat. Bianca menatap Damar dengan wajah pura-pura ketakutan.


Damar yang melihat sikap Sarah pun segera memeluk Bianca untuk melindungi nya. Damar takut Sarah ?akan melakukan kekerasan lagi pada perempuan nya itu.


Sarah semakin mendekat kan dirinya di tubuh Bianca. Sarah melihat lengan baju Bianca ada sobekan.


Sarah menduga, Bianca memfitnah nya dengan ini. Lalu Sarah memasukan tiga jari nya di lubang sobekan baju Bianca. Lalu ia menarik nya, dan sobekan itu semakin lebar.


"Seperti ini kah yang kamu minta, Bu Bianca?," Sarah berbisik tepat di telinga Bianca.


"Sarah?!," Mata Damar menyalang saat melihat apa yang dilakukan Sarah pada Bianca.

__ADS_1


"Bukankah itu yang di inginkan Bianca dari ku?,"


"Daripada dia menuduhku berbuat sesuatu yang tak pernah ku lakukan, jatuhnya nanti malah fitnah. Jadi sekalian aja aku lakukan apa yang sudah dituduhkan Bianca padaku!," ucap Sarah dengan santai.


"Apa perlu aku juga mengacak-ngacak rambut mu?," tanya Sarah pada Bianca dengan kedua tangan mendekati kepala Bianca.


Bianca yang melihat aksi Sarah, langsung menjauhkan kepalanya ke tubuh Damar.


"Kamu ini apa-apaan sih Sarah?! Kenapa kelakuan semakin bar-bar dan memalukan seperti ini?," Damar sangat kesal melihat tingkah laku Sarah.


"Kalau kamu memang cemburu padaku, seharusnya kamu menarik simpati ku dengan cara yang baik. Bukan seperti ini Sarah!" ucap Damar sangat percaya diri.


Sarah yang mendengar ucapan Damar seketika perutnya mual dan ingin sekali muntah di depan dua manusia yang tak punya malu itu.


"Kalau kamu ingin kembali padaku, dengan senang hati aku akan menerima mu. Asal kamu mau menerima kehadiran Bianca!,"


Damar semakin tak tahu diri, seakan-akan ia sangat dibutuhkan oleh Sarah. Kalau pun dia butuh sama Damar, mungkin itu dulu. Disaat ia memang benar-benar berada di titik nol.


Bukan untuk sekarang, karena sekarang Sarah hanya menganggap Damar masa lalu.


"Maaf, mas Damar. Di hati ku saat ini sudah tak ada secuil perasaan apapun kepadamu!! Semua rasa yang dulu pernah ada, sudah musnah karena perbuatan mu dan keluarga mu!," Kali ini Sarah berucap tegas, agar Damar sadar diri.


"Dasar kamu perempuan kampungan!! sok jual mahal!!!," Damar menunjuk wajah Sarah.


"Ingat ya, jangan pernah melarang aku dan Bianca untuk mendekati Kean. Karena dia juga anak ku!!," Damar makin emosi karena merasa dipermalukan oleh Sarah karena menolak nya mentah-mentah.


Padahal Sarah sudah membiarkan Kean bersama nya, karena Sarah sadar kalau ia adalah ayah kandung Kean. Dan berhak atas diri Kean, tapi rasa itu kini hilang karena sikap Damar yang sangat emosian dan suka menuduh orang sembarangan tanpa menyelediki terlebih dahulu.


Sarah pun meninggalkan mereka berdua didepan pintu kamar Kean yang sedang dirawat. Sarah tak ingin menambah beban pikirannya, karena Kean yang saat ini menjadi prioritas nya.


"Kenapa baju mu makin sobek seperti ini, Bianca?," tanya Linda yang melihat baju Bianca sobek begitu lebar.


"Ini semua gara-gara mantan istri Damar, ma! Semakin hari dia semakin bar-bar. Kelihatan banget kalau kampungan!!." Bianca sangat kesal dengan sikap Sarah, yang berani-beraninya menyobek baju Bianca.


"Kenapa juga Sarah melakukannya? Jadi sobek beneran kan baju ku," gumam Bianca dalam hati sambil memegang baju yang lumayan mahal harganya.


"Untung saja kamu telah menceraikan Sarah, Mar. Kalau tidak, bisa malu mama didepan teman-teman mama. Udah kampungan sikapnya pun bar-bar." Linda sangat membenarkan tindakan Damar yang telah menceraikan Sarah.


"Terus kalian kapan menikah?," tanya Linda pada Damar dan Bianca.


Mereka berdua saling berpandangan saat mendengar pertanyaan Linda mama nya Damar.


Linda dan Damar yang mendengar itu langsung dari mulut Bianca pun akhirnya lega.


Karena Damar tak berani mengambil keputusan sendiri tanpa persetujuan dari Bianca.


"Kalau gitu mama minta, pernikahan kalian lebih baik dipercepat saja!!, karena mama takut Sarah akan berulah." Linda sangat berantusias untuk menjadikan Bianca sebagai menantu dirumah nya.


Linda ingin segera mempunyai menantu yang kaya raya, agar dia bisa bergaya didepan teman-teman sosialita nya. Yang saat ini Linda di jauhi oleh teman-teman sosialita nya. Karena kasus pernikahan Lidya yang gagal dulu.


Sekarang mereka mengucilkan Linda. Dan setiap ada acara, Linda pun sekarang tak pernah diundang.


Begitu juga dengan berondong simpanan Linda yaitu Renald. Dia juga tak pernah menghubungi Linda, karena ia tahu kalau saat ini Linda sudah tak punya apa-apa.


Linda ingin sekali membalas perbuatan mereka, Linda tak terima kalau ia harus dikeluarkan dari gank sosialita nya karena sekarang ia jatuh miskin.


Dengan mempunyai menantu Bianca lah jalan satu-satunya untuk membalas perbuatan mereka pada nya.


Linda berencana akan mengajak Bianca ikut masuk kedalam gank sosialita nya itu.


"Aku akan menunjukkan pada kalian, kalau yang kalian pikir tentang aku yang jatuh miskin itu salah besar. Karena aku akan mempunyai tambang emas. hahaha," gumam Linda dalam hati, sepertinya Linda sangat sakit hati dengan perlakuan teman-teman sosialita nya.


"Gimana keadaan Lidya, ma?," pertanyaan Damar berhasil mengagetkan Linda yang sedang melamun.


"Lidya masih belum Sadarkan diri, Mar. Mama takut akan terjadi sesuatu pada Lidya." ucap Linda dengan membelai lembut kepala Lidya.


"Sabar ma, pasti ada keajaiban pada Lidya." ucap Damar mencoba menghibur Linda yang mulai dari tadi terlihat jelas kalau ia sangat menghawatirkan keadaan Lidya.


"Apa ada dokter yang datang kesini untuk memeriksa Lidya, ma?," tanya Damar sambil memegang erat tangan Lidya.


"Iya, mar. Tadi ada dokter yang datang. Kata dokter, kita lihat tiga jam lagi. Kalau Lidya sudah sadar sebelum tiga jam itu berarti semua berjalan dengan lancar. Namun kalau Lidya tidak sadarkan diri, Lidya harus di operasi lagi." ucap Linda dengan air mata yang beruraian.


Damar pun langsung memeluk erat tubuh Linda, dan Linda langsung menangis sejadi-jadinya di pelukan Damar anaknya.


Damar tak habis pikir dengan tindakan yang dilakukan oleh Linda dan Lidya. Kenapa mereka berdua begitu ceroboh dengan melakukan aborsi ilegal tanpa ada pengawasan dari petugas medis.

__ADS_1


Saat Damar bertanya tentang praktek aborsi itu, Linda menceritakan semua kejadian yang telah menimpa pada dirinya dan Lidya.


Damar hanya menggelengkan kepala, karena mau marah menyalahkan Linda dan Lidya juga percuma karena sudah terjadi. Dan tak mungkin bisa terulang lagi.


"Mungkin waktu itu mereka berdua sangat gelap, ditambah dengan kejadian yang sangat memalukan bagi Lidya, yaitu gagal nikah dan viral di sosial media." ucap Damar dalam hati dengan terus mengusap rambut Linda, yang menenggelamkan wajahnya di pelukan Damar.


Damar sangat menyadari dengan apa yang dilakukan Linda dan Lidya saat ini.


"Lebih baik mama sekarang beristirahat, biarkan aku yang menunggu Lidya," Damar melihat wajah Linda mamanya itu sangat lelah dan memang yang dibutuhkan oleh Linda adalah beristirahat.


Linda pun melakukan apa yang Damar suruh, ia berjalan menuju sofa yang berada di satu ruangan ini.


Lalu Linda merebahkan tubuhnya yang memang sangat capek. Tak perlu menunggu lama, Linda pun tertidur sangat pulas.


Dan Damar juga menyuruh Bianca pulang untuk beristirahat. Namun Bianca menolak nya, Bianca sangat takut Damar akan pergi mendekati Sarah ke kamarnya. Dengan alasan ingin melihat Kean anaknya.


"Biar aku disini menemani mu, Mar. Mana mungkin aku akan meninggalkan mu dan keluarga mu dalam keadaan seperti ini?," Bianca memberi alasan pada Damar.


Dan Damar menerima alasan Bianca, karena menurut Damar itu termasuk perhatian seorang wanita pada lelakinya.


Lalu Damar tersenyum saat melihat sikap perhatian Bianca kepadanya dan keluarga nya Damar.


Damar pun menyuruh Bianca untuk tidur di pangkuan nya.


Tiba-tiba ada suara sesuatu, seperti suara kursi yang yang terseret dan bergoyang.


Damar langsung mengalihkan pandangan nya pada Linda yang sedang tertidur diatas sofa.


Linda tidur dengan gelisah, sesekali Linda berteriak meminta tolong. Terlihat seperti orang yang sangat ketakutan.


Damar yang melihat itu, segera menaruh kepala Bianca ke atas kasur disamping tubuh Lidya yang sedang terbaring.


Lalu Damar mendatangi Linda yang saat ini sedang mengigau ketakutan.


Terlihat keringat dingin Linda keluar bercucuran. Dan Nafar Linda tersengal-sengal seperti selesai lomba lari maraton.


Damar langsung membangun kan Linda, Damar memanggil-manggil nama Linda. Namun Linda semakin menjerit ketakutan semakin keras dengan mata tetap terpejam.


Bianca pun terbangun saat mendengar jeritan ketakutan Linda. Bianca langsung berlari kearah Linda yang sedang tidur.


"Mama kenapa, mar?," tanya Bianca pada Damar yang masih berusaha membangunkan Linda.


"Sepertinya mama sedang mimpi buruk, Bi." Jawab Damar sambil mengusap keringat dingin Linda yang keluar di dahinya.


Damar yang masih berusaha membangunkan Linda, tapi Linda tak kunjung bangun juga.


Lalu Damar menggoyang-goyangkan kan tubuh Linda, yang bertujuan agar Linda segera membuka matanya.


Kali ini usaha Damar tak sia-sia. Linda akhirnya membuka matanya. Mata Linda kalo ini melotot seperti melihat sesuatu.


"Ma, mama kenapa?," tanya Damar sambil memegang pipi Linda.


"Ma, jawab Damar." lalu Damar mencoba menghalangi pandangan Linda dengan telapak tangannya.


Namun mata Linda masih tetap membulat. Lalu Damar mencoba menggoyangkan tubuhnya lagi .


Akhirnya mata Linda berkedip, dan itu membuat hati Damar sangat tenang.


"Mama takut, Mar." ucap Linda langsung memeluk tubuh Damar.


"Mungkin mama sedang mimpi buruk, ini mama minum dulu." ucap Bianca sambil menyodorkan segelas air mineral.


Linda menerima nya dan langsung meminum habis tak bersisa. Lalu gelas itu langsung dikembalikan lagi pada Bianca.


"Nenek itu, Mar. Nenek itu sangat menakutkan dan mengerikan." ucap Linda.


"Mungkin rumah sakit ini yang banyak hantunya, ma. Jadi mama selalu mimpi buruk saat berada disini." ucap Damar.


"Sekarang mama istirahat lagi, biar Damar ada disamping mama." ucap Damar menghibur Linda.


Damar tak mau Linda terbebani dengan banyak masalah. Masalah Lidya belum selesai, sekarang masalah nenek-nenek yang selalu meneror Linda saat ia tidur.


"Mama nggak mau tidur lagi, Mar. Mama takut nenek itu datang lagi di mimpi mama," Linda semakin menenggelamkan wajahnya didada Damar.


Damar terus memeluk erat mamanya dan mengusap-usap punggung nya.

__ADS_1


Tak terasa ternyata Linda tertidur dipelukan Damar. Damar tak berani merubah posisinya, karena takut Linda mama nya itu akan terbangun.


Damar terus membiarkan Linda tertidur dengan posisinya saat ini. Yaitu duduk dan wajahnya berada didada Damar.


__ADS_2