DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Membuat Sarah Malu


__ADS_3

Lidya saat ini sedang setres, memikirkan pak Anton yang sudah berjanji akan datang untuk bertanggung jawab dengan kehamilan Lidya. Yang semakin hari perut nya semakin kelihatan.


"Ma, gimana nih? perut Lidya lama-lama semakin membuncit,?." Lidya merengek kepada Linda.


"Mana pak Anton nggak ada datang kesini, cuma janji-janji aja!," sambung Lidya dengan kesal kepada pak Anton.


"Kalau gitu nanti kita datangi lagi rumah pak Anton," ucap Linda.


"Tapi mas Damar kan nggak ada, ma,"


"Kita berangkat sendiri aja tanpa Damar," usul Linda.


"Kalau nunggu Damar nanti malah kelamaan." Linda sudah tidak tahan lagi ingin segera melabrak pak Anton.


"Lidya,. punya ide bagus, ma." Ucap Lidya dengan memikirkan sesuatu.


"Gimana kalau kita pergi sekarang saja?," Linda juga tak sabar ingin sekali bertemu dengan pak Anton untuk mencaci makinya.


Mereka berdua akhirnya berangkat naik mobil milik Linda. Lidya mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya didepan rumah pak Anton, Lidya dan Linda segera turun dari mobilnya.


Lidya segera menghidupkan kamera handphone nya dan memakai mode video.


Lalu Linda menggedor pintu gerbang rumah pak Anton. Kali ini pak Anton membuka pintu nya sendiri. Karena saat ini asisten rumah tangga nya sedang keluar bersama anak nya.


Saat di buka pintu itu, terlihat Linda berkacak pinggang.


"Hai, kamu mau ngerjain saya?! katanya kamu mau kerumah untuk bertanggung jawab atas kehamilan Lidya anak saya!!! Tapi nyatanya itu cuma omong kosong!!!!," ucap Linda sambil jari telunjuk nya menunjuk-nunjuk kearah wajah pak Anton.


Sedangkan Lidya sibuk mengambil video wajah pak Anton.


"Saya sudah tak mau ada urusan bersama kalian. Saya juga tak mau bertanggung jawab atas kehamilan anak anda. Karena saya sudah membayar nya!!! Jadi jangan pernah mengganggu aku, karena aku juga punya keluarga!!!," ucap pak Anton tak kalah bringas.


"Enak saja kamu!!! Abis manis sepah di buang!!! Pokoknya aku harus bikin perhitungan sama kamu!!! Aku akan bilang pada dunia kalau pak Anton suami Bu Rina pemilik perusahaan terbesar nomer tiga dikota ini telah menghamili anak ku!!!!," Ancam Linda.


"Dan satu lagi, aku tak segan-segan melaporkan mu pada pihak yang berwajib dengan tuduhan pemerkosaan!!!," lanjut Linda memberi ancaman pada pak Anton.


"Kalian mau melaporkan ku pada polisi dengan tuduhan pemerkosaan??? hahahaha mana buktinya? memang polisi mau menangani kasus kalau tak ada bukti???," ucap Anton dengan tertawa lebar, menertawakan kekonyolan Linda mama nya Lidya itu.


Linda dan Lidya pun langsung terlihat kebingungan.


"Sekarang lebih baik kalian pergi dari rumahku, dan jangan kembali lagi. Karena aku tak akan pernah bertanggung jawab. Karena aku juga tak yakin kalau yang diperut mu itu adalah anak ku!! Bukankah kamu juga bergonta-ganti pasangan?!," ucap pak Anton tak mau kalah.


Namu Lidya masih saja menghidupkan kamera handphone nya. Ia masih merekam yang terjadi didepan nya, tanpa di sadari oleh pak Anton.


Pak Anton terus mengusir Linda dan Lidya, karena ia takut anak nya mengetahui hal ini. Pak Anton pun dengan tega mendorong tubuh Linda. Lalu Linda terjatuh dan agenda itu Lidya tak mau ketinggalan. Lidya mengarahkan mara kameranya kepada Linda mamanya.


Setelah puas mengambil video itu dan dirasa sudah cukup Lidya pun mematikan kamera nya.


"Kalau kamu tidak mau bertanggung jawab, video ini akan aku sebar!!,"ancam Lidya pada pak Anton sambil menunjukan handphone nya.


"Berani-beraninya kamu mengancam saya!!!!, sekarang hapus video itu!!! Atau akan terjadi sesuatu pada mu!!!." murka pak Anton dengan mendorong tubuh Lidya. Sehingga Lidya terjatuh ketanah. Lalu Linda membantu Lidya untuk berdiri.


"Awas kamu ya!!! Berani bermain kasar dengan perempuan!!!" Geram Linda.


Lalu mereka berdua memutuskan untuk pulang, karena mereka sudah mempunyai rekaman yang akan membuat pak Anton tak berkutik.


"Kamu tidak apa-apa, Lidya?," ucap Linda sambil menyetir mobil dengan mengalih pandangan nya kepada Lidya sebentar. Lalu ia fokus lagi kearah depan.


"Lidya tidak apa-apa, ma. Cuma perut Lidya sedikit terasa sakit," ucap Lidya sambil memegang perut perut nya.


"Apa kita langsung ke dokter aja?," tanya Linda karena khawatir saat melihat Lidya yang mengernyitkan dahinya, takut terjadi apa-apa pada anaknya


"Nggak usah, ma. Gimana kalau kita ke SKcake aja, Lidya lagi pingin bolu coklat." Lidya menolak ajakan mama nya.


Dijawab anggukan oleh Linda, itu tandanya Linda menyetujui permintaan Lidya.


Lalu didalam mobil Lidya mengeluarkan handphone nya, Lidya ingin melihat hasil dari rekaman nya tadi.

__ADS_1


Ia mulai menontonnya, suara Linda dan pak Anton saat berdebat terdengar jelas.


"Dengan video ini kita bisa memeras pak Anton," ucap Lidya dengan tersenyum licik.


"Kamu memang anak mama yang cerdas, Lid. Tak sia-sia mama menyekolahkan kamu sampai perguruan tinggi." ucap Linda dengan bangga.


Tak terasa kini mereka sudah sampai di depan outlet SKcake, Linda langsung memarkir mobilnya didepan toko.


Mereka berdua turun dengan tertawa karena merasa berhasil dengan misinya kali ini.


"Sarah!!!!!!!, kenapa harus ketemu kamu lagi sih disini?!!!, bisa sial jari ku karena bertemu dengan mu!!" ucap Linda saat melihat Sarah sedang duduk dimeja kasir.


"Bukankah aku sudah mengirim pengaduan pada owner toko ini agar kamu di pecat, mbak?! Tapi kenapa kamu masih tetap kerja disini?!," tatapan heran dari mata Lidya.


"Siapa yang akan berani memecat Bu Sarah?! Kerja Bu Sarah disini bagus kok!! Tak sedikit bahkan tak ada sama sekali customer yang komplain dengan kinerja Bu Sarah. Ya paling cuma kalian berdua yang suka nggak jelas sikapnya pada Bu Sarah!!," celetuk Reni karena sudah sangat kesal dengan perlakuan Lidya dan mama nya itu setiap kali datang ke toko ini.


"Eh dasar kamu ini ikut campur saja!!!," geram Linda pada Reni.


"Mbak Sarah, sini!! Aku mau kamu yang layani aku!!," perintah Lidya kepada Sarah.


Dan Sarah pun mencoba profesional dalam kerja, ia langsung berdiri dan menuju kearah Lidya.


"Biar saya saja, Bu." ucap Reni karena Reni tau pasti ada yang direncanakan oleh dua manusia yang tak punya malu itu.


Sarah menggelengkan kepala nya yang berarti ia tak mau diganti.


"Tapi Bu," ucap Reni lagi.


"Biar Sarah saja yang melayani ku!!," ucap Linda pada Reni.


Lalu Reni dengan sengaja membuang muka setelah menatap Linda dan Lidya.


Lidya sudah standby dengan mata kamera handphone nya yang sudah di hidupkan. Saat ini Lidya live di Facebook.


"Mau kue yang mana, ma?," tanya Sarah dengan sopan.


"Apa kamu bilang?, Kamu memanggilku mama??, memang kamu siapa??? ingat kamu sudah ditalak oleh anak ku Damar. Jadi jangan pernah memanggil ku mama, aku tak Sudi!!!!!," ucap Linda pada Sarah dengan nada sangat tinggi sampai menjadi pusat perhatian pengunjung lain nya.


"kamu ini apa-apaan Lid? Kenapa kamu live seperti ini?, sekarang matikan kamera itu!," ucap Sarah geram karena ini Rana privasi Sarah. Dan ia tak mau semua masalahnya di umbar di sosial media mana pun.


Namun dengan sengaja Lidya tetap menyalakan kamera ponsel nya dengan tertawa terbahak-bahak.


Dan di live itu muncul banyak komentar negatif pada Lidya.


"Tega ya kamu! Padahal perempuan itu kelihatan baik loh." komentar dari salah satu pengguna sosmed


"Waah ini kan mbak di SKcake, mbak ini sopan dan ramah banget loh sama pembeli. Kayaknya yang membuat video ini lagi sakit jiwa aja!!," lagi komentar buruk untuk Lidya.


"Kue disini enak-enak loh, aku sudah mencobanya dan sekarang langganan beli kue disini. Mbak ini orang nya baik kok."


"Ini dimana?," satu lagi komentar dari akun yang bernama Rama.


"Ini di SKcake," jawab pengguna akun lainnya.


Lidya yang geram saat membaca komentar yang ternyata banyak yang memojokkan dirinya akhirnya menyudahi live nya di Facebook.


Tujuan Lidya live ingin mempermalukan Sarah malah bukan nya malu yang didapat namun secara tidak langsung Lidya mempromosikan toko kue milik Sarah.


Sekarang Rama pun juga sudah tau siapa perempuan yang telah menggetarkan hati nya waktu itu.


"Kalau semua pekerjaan ku selesai, akan aku cari tau siapa perempuan itu," ucap Rama setelah menulis komentar di video live itu.


********


Dan keesokan harinya sosial media milik SKcake di serbu oleh customer yang ingin tau alamat toko nya.


Tak sedikit yang order memalui online setelah melihat video live yang ada di Facebook kemarin.


"Alhamdulillah ya Bu, berkat video live kemarin toko jadi tambah ramai, pembeli menjadi tambah banyak yang offline maupun online" ucap Reni pada Sarah yang sedang menata kue didalam etalase.

__ADS_1


"Tapi sejujurnya aku sangat malu, karena Lidya membuka masalah ku," jawab Sarah dengan mimik wajah yang kelihatan sedih.


Sarah khawatir masalahnya yang diumbar di sosmed akan mempengaruhi pembaca setia novelnya.


Karena tak sedikit teman Facebook nya adalah pembaca karya online nya.


"Tapi saat saya baca komentar di video itu, nggak ada buk yang menyalahkan Bu Sarah. Semua berkomentar baik tentang Bu Sarah dan toko ini. Malah semua netizen menghujat Bu Linda." Reni bercerita tentang apa yang ia baca di komentar video itu.


"Syukurlah ternyata Allah masih menutupi aib-aib ku," ucap Sarah.


Toko kue semakin ramai, dan pesanan online untuk acara hajatan dan arisan pun juga semakin ramai.


"Berkah barokah ya Bu," ucap Reni pada Sarah sambil tersenyum.


"Oya Bu, ini ada pesanan kue untuk bulan depan. Dan tanggal nya sama dengan acara tunangan di cafe pak Randy. Apa diterima atau ditolak Bu?," tanya Mita yang memang sekarang di tugaskan sebagai admin toko.


"Tenaga kita terbatas, kasian kalian kalau di forsir terus untuk bekerja. Seperti nya kita dihari itu juga akan sangat sibuk. Karena pak Randy meminta kita membantu disana. Jadi lebih baik ditolak saja, atau kalau bisa, dialihkan ditanggal yang lain," ucap Sarah sangat bijaksana.


"Baik Bu," ucap Mita.


"Dan jangan terima orderan besoknya setelah acara di cafe pak Randy. Karena hari itu toko kita tutup dan kita liburan," ucap Sarah.


Dan kata liburan disambut sorak Sorai oleh semua karyawan nya.


"Memang kita liburan kemana, Bu?," tanya Reni.


"Kalian punya ide nggak pingin liburan kemana?," tanya Sarah kepada karyawan nya.


"Bali," ucap Reni.


"Tapi kalau aku pingin ke Jogja, aku rindu sama kota kelahiran ku," ucap Mita dengan polosnya.


"Ya sudah pilihan kalian aku simpan, nanti kita buat voting ke teman-teman yang lain," ucap Sarah.


"Oh ya, aku berencana menambah dua karyawan lagi. Apa kalian punya rekomendasi dari saudara atau teman kalian yang membutuhkan kerja? untuk lulusan aku tak mempermasalahkan asal dia punya attitude yang baik, berpakaian rapi dan sopan, ramah dan jujur serta ulet dalam bekerja." Ucap Sarah.


Kali ini Sarah membuka lowongan untuk orang terdekat para karyawan nya saja, karena ia yakin banyak disekitar mereka yang sangat membutuhkan pekerjaan dengan lulusan sekolah yang tidak tinggi.


Sebenarnya Sarah ingin sekali mempunyai bisnis yang bisa merekrut banyak karyawan, agar ia membantu sedikit menuntaskan para pengangguran dikota ini.


Tiba-tiba ada pria tampan yang masih muda masuk kedalam toko. Dan memilih beberapa kue, karena posisi pria itu didepan Sarah. Maka Sarah yang melayaninya.


"Biar saya yang melayani, Bu," ucap Mita yang tak enak melihat owner nya yang turun tangan melayani customer sedangkan ia sudah selesai melayani customer nya.


Sarah pun memberikan kotak yang berisi kue-kue yang sudah dipilih oleh Rama.


"Kalau aku minta kakak yang melayani ku, apa kakak keberatan?," tanya Rama pada Sarah.


Rama yang terus menatap Sarah membuat Sarah langsung menundukkan pandangan nya.


"Maaf, saya mau membuatkan susu untuk anak saya." Ucap Sarah dengan menunduk.


"Oh... iya kalau begitu. Kakak boleh meninggalkan saya." Ucap Rama dengan sangat pengertian. Namun hati Rama semakin penasaran kepada Sarah.


"Mau yang mana lagi, kak?," tanya Mita yang sengaja untuk membuyarkan pandangan mata Rama kearah Sarah.


"oo oh aku mau yang ini juga, ini sama ini." Tunjuk Rama sekenanya.


"Lalu yang manalagi, kak?,"


"Sudah, seperti nya itu sudah cukup." ucap Rama pada Mita sambil sesekali Rama mencuri pandang kearah belakang untuk mencari keberadaan Sarah.


"Yang itu tadi karyawan sini juga, ya?," tanya Rama pada Mita.


"Oh..itu Bu Sarah kak, owner dari SKcake," jelas Mita.


Rama pun menjawab dengan anggukan kepala, dan akhirnya terjawab sudah salah satu penasaran nya. Kini masih ada penasaran+penasaran yang lain.


Dan Rama membayar kue itu dimeja kasir dan ia pulang dengan membawa satu kotak kue-kue buatan Sarah. Rama membawa nya ke kafe om nya yaitu Randy. Rama ingin memakan nya bersama Randy sambil meminum secangkir kopi.

__ADS_1


"Lelaki tadi tampan ya, Mit?," celetuk Reni kepada Mita.


"Tapi sepertinya dia suka sama Bu Sarah, soalnya tadi tanya-tanya tentang Bu Sarah dan sesekali mencuri-curi pandang kebelakang sepertinya mencari keberadaan Bu Sarah." Jawab Mita.


__ADS_2