
Ku masukkan uang tiga ratus ribu ke dompet ku.
"Aku harus bisa memutar uang ini, agar bisa jadi banyak dan cukup untuk satu bulan," gumam ku.
"Masak apa ya hari ini untuk aku jual?," tanyaku pada diri sendiri. "mungkin oseng paru akan laris manis kalau dijual," gaming ku sendiri.
"Mau kemana kamu, Sarah?!," tanya mama mengagetkanku.
"Mau ke pasar ma, belanja," jawabku sambil berjalan Menenteng tas belanjaan.
Tin...
tin..
Suara klakson ojek online yang aku pesan sudah datang.
"Sarah, kepasar dulu ya ma. Assalamualaikum," pamit ku.
Tak ku dengar balasan salam dari mama, tapi tak aku hiraukan karena sudah terbiasa seperti itu.
Sesampainya di pasar aku langsung menuju ke area orang jualan daging sapi.
Ku beli semua yang sudah aku rencanakan dari rumah. Dan tak lupa aku membeli kebutuhan setiap hari. Karena uangnya harus di hemat, aku hanya belanja untuk beberapa hari saja.
Aku pun pulang dengan menyisahkan uang sepuluh ribu untuk ongkos ojek online. Sampai dirumah aku mulai menyusun bahan makanan dan menatanya di dalam kulkas.
Untung saja mama tak pernah masuk dapur, karena untuk minum saja sudah ada diruang tengah. Jadi aku bisa leluasa untuk masak jualan ku.
Memasak pun dimulai, aku bergelut sendiri di dapur dengan Meracik bumbu-bumbu yang diajarkan ibu dulu. Dikala bapak punya uang sesekali pasti masak olahan daging sapi bagian paru. Karena bagian ini lah yang harganya sedikit terjangkau buat kami sekeluarga.
Tanpa menunggu lama, matang lah masakan pertama ku yang siap aku jual.
Aku taruh di piring dan aku hias secantik mungkin, dan tak lupa aku foto dan video. Untuk bahan aku promosi di media sosial ku. Setelah itu aku upload foto-foto masakan ku, di Facebook dan Wa. karena hanya itu aplikasi yang aku punya. Tak lupa aku mode privasi status Wa dan Facebook ku dari mas Damar, mama dan Lidya.
__ADS_1
"Sarah... Sarah....!!!!," panggil mama tiba-tiba.
"iya, ma." jawabku sambil berlari ke depan untuk menghampiri mama. Karena takut mama datang padaku di dapur.
"Ngapain aja sih?!, dipanggil nggak muncul-muncul!!," cerocos mama.
"Maaf ma, Sarah tadi lagi beres-beres di belakang. Ada apa ma?," tanyaku.
"Aku mau keluar, mungkin pulangnya agak malam. Jadi nanti kalau Lidya sama Damar datang bilang aja aku kerumah teman. Dan hati-hati, jaga rumah baik-baik. Jangan macam-macam kamu!!," ucap mama.
"iya ma," jawabku di ikuti anggukan kepala.
Mama pun pergi dengan naik gocar yang dia pesan dari aplikasi.
"Yess, jalan ku di permudah oleh Allah," ucapku pelan dengan penuh kegirangan.
Aku pun langsung ke dapur, kulihat handphone ku. Ku buka pesan messenger karena Uda ada sepuluh pesan dari messenger yang nangkring.
Ku baca satu persatu, sepuluh pesan tadi semuanya ingin membeli paru osengku yang sangat menggoda dan menggiurkan.
Kemudian ku buka aplikasi WA, kulihat ada lima belas pesan yang ada disana. Tapi sayang, stok oseng paru ku sudah habis. Dan lagian yang pesan lewat aplikasi WA dari luar kota semua. Terpaksa aku tolak, karena tidak mungkin makanan ku bertahan lama kalau berhari-hari ada dijalan karena harus dikirim lewat ekspedisi.
Untuk saat ini aku masih melayani pembelian dalam kota saja. Karena keterbatasan alat yang aku punya.
Tapi secepatnya aku akan melengkapi semua alat-alat yang dibutuhkan. Agar bisa mengirim makanan ke luar kota tanpa harus takut basi.
Ojek online pun bergantian datang, untung saja mama saat ini sedang keluar. Sedikit tenang hati ini, karena sebisa mungkin bisnis ku ini aku sembunyikan dari orang-orang rumah.
Seketika jualan ku pun habis tak bersisa, sekarang saat nya masak untuk dimakan nanti malam. Setelah semuanya beres aku bergegas mandi agar bisa segera menulis bab novel online ku.
Beberapa bab novel telah aku up, alhamdulilah dari beberapa novelku aku sudah mendapatkan pundi-pundi rupiah. Tapi sengaja uang itu aku tabung, karena masih ada rencana yang besar. Dan itu memerlukan uang yang agak besar.
Laba jualan hari ini juga alhamdulilah, bisa diputar buat modal jualan besok. Mungkin untuk besok aku bikin rendang, walau bikinnya lumayan susah. Tapi rendang itu sudah jadi makanan favorit banyak orang.
__ADS_1
Kulihat jam sudah menunjukkan jam 4 sore, tapi mama masih belum pulang. Dan mas Damar tadi juga kirim pesan kalau hari ini lembur. Jadi dipastikan pulang nya malam.
Mungkin ini waktunya untuk aku istirahat dengan tenang. Aku rebahkan tubuhku diatas ranjang, sambil merancang rencana-rencana bisnis kecil-kecilan ku.
Drrrttttt
Drrrttttt
Bunyi handphone membuyarkan lamunanku, ku lihat ada pesan masuk. Ternyata pesan dari mama, ku buka dan ku baca.
"Sarah!! Mama malam ini nggak pulang."
"Iya, ma." Balas ku dengan singkat.
Disaat rumah sepi seperti ini, aku merasa merdeka. Karena tak ada orang-orang toxic yang mengganggu pikiran ku.
Tiba-tiba terlintas ide, untuk belanja bahan hari ini untuk jualan besok. Untung saja ini kota besar, jadi pasar selalu buka 24jam.
Tak perlu menunggu lama, ojek online yang aku pesan pun datang. Aku bergegas keluar, untuk mempercepat waktu. Untung saja kalau soal bumbu dapur sudah hafal di luar kepala. Jadi nggak perlu mikir-mikir untuk belanja.
Sampai dirumah, kulihat rumah masih kosong tak ada orang sama sekali. Sepertinya Dewi Fortuna saat ini berpihak pada ku. Tak ku sia-siakan kesempatan yang datang kali ini, ku masak rendang daging sapi dengan resep dari nenek ku. Yang kebetulan nenek dari ibu orang asli Padang.
Berpacu dengan waktu, ku bergulat dengan bumbu-bumbu. Sesekali kulihat jam di handphone sudah jam delapan malam. Tapi mas Damar masih belum pulang juga.
Tiba-tiba perut terasa kaku, dan sakit. Rasa sakitnya seperti menusuk menembus pinggang. Seketika aku langsung duduk, karena rasa sakit ini teramat sangat.
"Mungkin aku kecapean, maafkan mama ya nak udah mengajak mu berjuang walau masih didalam perut mama." ucapku lirih sambil mengelus perut ku yang sudah berusia 8bulan lebih ini.
Sedikit terasa agak enakan, aku mencoba berdiri. Alhamdulillah sudah tidak begitu sakit, walaupun masih ada rasa kaku diperut ini.
Kulihat rendang yang ku masak, sudah matang. Dan sudah jam sebelas malam. Tapi mas Damar dan Lidya masih juga belum datang. Cepat-cepat ku bersih kan dapur, biar besok subuh aku tinggal packing aja. Yang kebetulan sudah ada beberapa orderan yang masuk. Karena tadi sore sebelum berangkat ke pasar, iseng-iseng promo di Facebook dan di WhatsApp.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
__ADS_1
Jangan lupa mampir dikarya temanku ya.,