DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Mencari Keberadaan Anita


__ADS_3

"Kamu mau kemana, pak?, kenapa terlihat begitu rapi?," tanya Anita sambil menata kembali nafas nya yang ngos-ngosan.


"Aku mau pergi untuk makan siang." jawab Rama lalu ia membalikkan badannya dan berjalan lagi


"Tunggu, pak!!, ku ambil tas dulu didalam." ucap Anita menghentikan langkah Rama. Lalu Anita membalikkan badannya, berjalan kembali keruangan nya untuk mengambil tas disana.


"Memangnya kamu mau kemana?," tanya Rama.


Langkah Anita pun terhenti, lalu ia menoleh ke arah Rama yang berada di belakang nya.


"Makan siang, bukan kah kamu mau makan siang?." jawab Anita dengan senyum yang mengembang indah di wajahnya.


"Apa aku mengajak mu?," tanya Rama dengan pandangan dingin pada Anita.


"Bukankah biasa nya kita makan siang bersama? Dan bukan kah tadi ku juga sudah menawarkan dan mengajak makan siang kamu.," tanya Anita seperti tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Rama.


"Untuk kali ini tidak, jadi jangan mengikuti Ku. Kamu kembali saja keruangan mu. Atau silahkan kamu makan siang sendiri." ucap Rama lalu ia segera meninggalkan Anita.


Mendengar ucapan Rama yang sangat menyakitkan itu, Anita bagai di sambar petir disiang bolong.


Sungguh sakit hati Anita mendengar apa yang diucapkan oleh Rama barusan. Tak terasa air mata nya tak dapat dibendung lagi. Sehingga membasahi pipi mulusnya itu.


"Tega sekali kamu, Rama!!," gumam Anita dengan air mata yang masih mengalir di pipinya.


Kini Anita kembali ke ruangan kerja nya, ia ingin menenangkan hati nya disana.


Tak ada lagi rasa lapar diperutnya, setelah mendengar ucapan Rama tadi.


Padahal sebelum nya, dia sudah menahan rasa lapar itu. Untuk bisa makan siang bersama Rama.


Di dalam ruangan kerja nya, Anita menangis sejadi jadinya. Untung saja, ruangan nya sudah dilengkapi dengan peredam suara. Jadi meskipun ia menangis menjerit di dalam ruangan itu, tak akan ada satu Orang pun dari luar yang akan mendengar nya.


Sedangkan Rama yang saat ini dalam perjalanan menuju resto, dimana ia dan Sarah sudah membuat janjian untuk makan siang bersama, sangat kesal oleh sikap Anita yang menurut Rama terlalu percaya diri itu.

__ADS_1


Anita sudah seperti benalu, yang suka ikut campur dengan urusan pribadi nya.


Awalnya Rama tak mempunyai pikiran seperti itu pada Anita. Semenjak Anita bertemu dengan Sarah, sangat terlihat jelas kalau Anita tidak menyukai Sarah.


Dan Anita menunjukkan sikap genitnya pada Rama, sehingga Rama hilang respect pada Anita.


Namun rasa jengkel yang bersarang di hati Rama, segera hilang. Saat ia ingat kalau dia sekarang akan bertemu dengan Sarah.


Wajah dengan alis yang bertaut, kini berubah menjadi wajah yang berseri-seri penuh dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


Rama pun berdendang mengikuti alunan musik yang ia putar di mobilnya. Tatkala jarak tempat yang ia tuju sudah dekat, ada hati yang sudah tak sabar untuk menemui perempuan yang ia dambakan.


Kini sampai lah Rama di resto yang ia tuju, setelah memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah di sediakan. Rama pun mengedarkan pandangan nya untuk mencari mobil Sarah.


Rama sangat berharap kalau Sarah sudah menunggu nya di dalam. Namun ternyata harapan nya pupus, saat Rama tak melihat mobil Sarah terparkir di tempat parkir itu.


"Aku rasa Sarah belum datang," gumam Rama dengan sedikit wajah kecewa.


Lalu dengan langkah yang pelan, Rama berjalan masuk kedalam resto.


Kini Rama mengedarkan pandangannya untuk mencari meja yang kosong. Namun tak sengaja, pandangan Rama berhenti pada seorang perempuan yang tengah duduk sendiri sambil memainkan handphone nya, yang berada di sebelah kanan Rama yang saat ini berdiri.


"Sarah?!," betapa terkejut dan sangat bahagia hati Rama, melihat orang yang ada di hatinya, sudah berada disini untuk menunggu nya.


Rana berharap, Sarah tak membahas tentang pekerjaan. Karena Rama sangat ingin sekali menikmati waktu berdua dengan Sarah tanpa ada urusan pekerjaan.


Tak perlu menunggu lama, kini Rama berjalan menuju tempat duduk Sarah.


Sarah yang sedang asyik memainkan gawai nya untuk sekedar membaca dan mereview kembali tulisan novelnya itu tak menyadari kedatangan Rama, yang kini sudah berdiri di sampingnya.


"Sudah lama kah kamu menunggu ku?," tanya Rama dengan tiba-tiba.


Sarah pun terkejut, tiba-tiba mendengar suara Rama yang sudah berada disampingnya.

__ADS_1


"Pak Rama?!," ucap Sarah dengan wajah sangat terkejut.


"Boleh kah aku duduk disini?," tanya Rama sambil menunjuk kursi kosong yang ada di depan Sarah.


"Silahkan, pak." jawab Sarah sambil pandangan nya mencari keberadaan Anita.


Rama pun duduk setelah Sarah mengijinkan Rama untuk duduk di kursi yang tepat berada di depan Sarah.


"Bapak mau pesan makanan apa, silahkan bapak pilih saja. Biar nanti saya yang akan memesankan." Sarah menyodorkan list menu yang saat ini berada di tempat nya.


Sengaja Sarah tak memesan makanan terlebih dulu, agar nanti makannya bisa bersama-sama dengan Rama dan Anita.


Saat Rama sedang serius memilih menu untuk makan siangnya, Sarah pun terlihat bingung. Tatapan mata nya terus beredar di belakang Rama, untuk mencari keberadaan Anita yang dari tadi tak kunjung muncul.


"Ini Sarah, dan silahkan sekarang kamu tulis menu yang akan kamu pesan." ucap Rama sambil menyodorkan kertas menu dan kertas putih untuk menulis menu makanan yang akan Sarah makan.


Namun Rama terlihat bingung saat ia melihat Sarah seperti sedang mencari seseorang.


"Kamu mencari siapa, Sarah?," tanya Rama.


"Anita kemana?, kok belum datang? Apakah dia masih ke toilet?," tanya Sarah pada Rama.


"Kenapa kamu mencari Anita?," tanya Rama dengan wajah kebingungan, karena Sarah menanyakan keberadaan Anita. Padahal ini adalah kesempatan baik untuk nya dan Sarah agar bisa lebih dekat lagi dari sekedar rekan bisnis saja.


"Karena daritadi aku tak melihatnya, biasanya dia selalu dengan mu?," tanya Sarah.


"Iya, tapi kali ini dia tidak ikut untuk makan Sian bersama kita." jawab Rama dengan senyum.


"Kenapa? Bukan kah dia sekertaris pribadi mu, pak?" tanya Sarah yang penasaran dan ada rasa tidak enak. Karena ternyata dugaan nya salah.


"Ya, tapi untuk apa dia ikut?, Ini itu kan bukan urusan pekerjaan." jawab Rama dengan entengnya. Karena Rama sudah memimpikan waktu seperti ini.


Dulu waktu mereka pergi ke Jogja bersama, Rama tak bisa punya waktu untuk bisa makan berdua seperti ini.

__ADS_1


Karena Sarah terlalu sibuk bersama para karyawan nya. Jadi kesempatan ini sangat begitu Rama tunggu dan Rama inginkan.


"Tapi saya rasa urusan kita memang untuk perkejaan, pak." jawab Sarah yang sedikit tidak nyaman, karena ternyata kali ini dia pergi berdua untuk makan siang bersama seorang lelaki. Sarah takut ada hal yang buruk akan terjadi.


__ADS_2