
Pagi ini, Mayang dan Celvin berangkat ke Singapura. Sarah, bapak dan ibu nya ikut mengantarkan nya ke bandara.
Pak Handoko juga ikut mengantarkan kepergian Celvin. Namun tak ada Bianca yang ikut dalam mobil itu.
Akhirnya mereka berdua pun berangkat dengan jadwal penerbangan jam delapan pagi.
Setelah pamit untuk pulang lebih dulu kepada pak Handoko, Sarah dan orang tuanya pun segera menaiki mobilnya dan pulang.
Kali ini Sarah mengantar kan kedua orang tuanya pulang ke desa.
Orang tua Sarah ingin cepat-cepat pulang karena ia mempunyai garapan di ladang orang.
Tidak enak meninggalkan tanggungan lama-lama, itu menurut bapaknya Sarah.
Sarah pun bisa memahami ketakutan bapaknya itu karena mengemban amanah.
Setelah tiga jam perjalanan Sarah dan kedua orangtuanya telah sampai di depan rumah nya yang di desa.
Sarah tak lama-lama disana, setelah menurunkan beberapa kardus belanjaan yang sengaja di beli Sarah untuk stok kebutuhan sehari-hari. Dan sebentar ia duduk untuk meminum segelas teh hangat yang sudah di buatkan oleh ibunya.
Akhirnya Sarah berpamitan pulang, Sarah berjanji akan sering datang kesini untuk menjenguk orang tua nya sambil membawa Kean. Agar Kean mengenal kampung halaman nya.
Setelah tiga jam perjalanan pulang, ia pun sampai rumah sudah waktu magrib.
Namun karyawan nya belum ada yang pulang walau toko sudah tutup.
Mereka menunggu kedatangan Sarah, karena merasa kasihan pada pengasuh Kean kalau mereka pulang. Ia akan sendirian disini bersama Kean.
Untung saja Sarah sudah mampir untuk membeli makanan. Karena Sarah juga tau kalau karyawan nya tak pulang hari ini.
Mereka pun akhirnya makan bersama, sambil membahas liburannya ke Jogja. Yang di jadwalkan hari Minggu lusa.
Sarah pun tak enak pada pak Randy, karena kesuksesan nya tak luput dari kerja sama dengan dia.
Akhirnya Sarah menghubungi pak Randy, untuk mengajak pak Randy dan beberapa karyawannya yang ditugaskan diacara tunangan Mayang kemarin untuk berlibur ke Jogja hari minggu lusa.
Namun pak Randy sudah ada janji untuk bertemu dengan klien pada hari itu. Jadi pak Randy tak bisa ikut dengan Sarah. Namun ia berjanji keesokan harinya ia dan beberapa karyawan nya akan menyusul ke Jogja.
Sarah sempat kecewa, karena jujur ia tak tahu seluk beluk kota Jogja. Sarah takut akan tersesat disana, karena baru seumur hidupnya baru kali ini Sarah berpergian ke luar kota.
Pak Randy mengusulkan agar berangkat dengan Rama keponakannya. Dan Sarah baru ingat tentang Rama ponakan pak Randy. Ternyata lelaki yang di kenalkan pada dirinya waktu acara tunangan Mayang.
Kebetulan memang Rama saat ini akan pergi ke Jogja karena ada tugas dari kampusnya dan sekalian ia akan pergi ke makam neneknya yang berada di Jogja.
Sarah pun menerima tawaran Randy untuk pergi bersama Rama.
Dan akhirnya rencana pun sudah disepakati bersama. Terlihat wajah karyawan Sarah sangat bahagia.
Mereka pun akhirnya pulang malam ini, untung saja rumah mereka berada di jalur yang ramai. Jadi walaupun pulang malam mereka tak begitu takut.
Sedangkan saat ini Lidya terus menutup diri, Damar pun bingung melihat hal ini. Damar semakin malu saat keluar rumah. Malu dengan kelakuan mama dan adiknya yang semakin menjadi-jadi di acara pertunangan anak pak Handoko.
Saat ini Lidya dan Linda menjadi berita viral lagi karena masalah kemarin.
Linda mempunyai ide yang brilian menurutnya, kali ini Linda tak ingin Damar tau tentang ide nya ini. Karena dipastikan dia akan menolak nya.
__ADS_1
Linda mengetuk pintu kamar Lidya, dan Lidya pun membuka pintu kamar nya itu.
Linda membicarakan tentang ide nya itu kepada Lidya, dan Lidya pun menyetujuinya. Karena menurut Lidya, ide yang diberikan Linda itu sangat menguntungkan bagi nya.
Tapi Lidya dilarang memberi tahu tentang ide itu pada Damar, Lidya pun menyetujui nya.
Besok pagi mereka berencana untuk pergi melaksanakan ide itu. Dan sekarang mereka tidur di kamar masing-masing.
Damar yang malam ini pikiran nya sangat kalut, karena merasa masalah datang silih berganti. Sekarang ia tak mempunyai pekerjaan, sedangkan Bianca belum siap untuk dinikahi nya.
Lalu Damar mencoba menghubungi Bianca, karena ada rindu dihati Damar.
Saat di hubungi Bianca menolak bertemu dengan Damar dengan alasan ia sedang tak enak badan.
Damar pun menawarkan diri untuk datang kerumahnya, menjenguk nya di rumah nya sekalian bersilaturahmi dengan kedua orang tua Bianca. Namun Bianca menolak nya dengan alasan papa nya sedang di luar negeri.
Damar pun tak memaksakan kehendak Bianca. Mungkin Bianca mempunyai alasan kenapa saat ini ia tak mau di temui. Akhirnya Damar pun tertidur di malam yang dingin ini.
Keesokan paginya terlihat Linda dan Lidya sudah berpakaian rapi. Damar pun bingung melihat nya, karena mereka tak pernah bangun sepagi ini.
"Mama mau kemana?," tanya Damar kepada Linda.
"Mama mau pergi kerumah teman mama, Mar. Mengajak Lidya liburan agar ia tak setres dirumah terus," jawab Linda memberi alasan pada Damar.
"Mama udah masakin Damar?," tanya Damar, karena memang asisten rumah tangga nya sudah di berhentikan sejak Damar sudah tidak kerja.
"Mama nggak sempat, Mar. Kamu beli aja nanti. Oh ya, mama minta uang nya donk. Mama nggak pegang uang sama sekali nih, buat ongkos naik taksi." ucap Linda.
"Tapi Damar juga tak punya uang ma," jawab Damar.
Akhirnya Damar memberi selembar uang seratus ribu dan tinggal selembar di dompet Damar saat ini untuk pegangan nya mencari pekerjaan.
Linda pun langsung mengambil nya, lalu mereka berdua pergi setelah taksi yang dipesan sudah datang.
Damar pergi ke dapur dan mencari mie instan di lemari. Dan ia pun memasak mie instan yang tinggal satu itu. Lalu dia makan mie itu untuk pengganjal perut pagi ini.
Damar mencoba menghubungi Bianca lagi, namun kali ini handphone nya tidak aktif.
Dan ia memutus kan untuk keluar rumah, untuk mengirim kan surat lamaran pekerjaan dikantor-kantor yang saat ini sedang ada lowongan pekerjaan.
Setelah ia menyerahkan surat lamaran ke kantor-kantor itu, ia pun pulang. Sebelum pulang ia memutus kan untuk berhenti ke toko kue SKcake.
Selain ingin membeli beberapa potong kue untuk pengganjal perut siang ini, Damar juga ingin bertemu dengan Kean anak lelakinya.
Setelah sampai di depan SKcake, Damar turun dari taksi dan berjalan menuju toko.
Dan Sarah saat ini sedang duduk di meja kasir, Sarah tak melihat kedatangan Damar. Sarah sedang asyik menerima pembayaran para customernya.
"Sarah..," panggil Damar dan panggilan itu membuat Sarah kaget.
"Mas Damar!!," gumam Sarah lirih.
Damar menyodorkan beberapa potong kue kepada Sarah agar di hitung nya.
Namun Sarah segera membungkus nya, dan ia berikan pada Damar.
__ADS_1
"Berapa semua totalnya, Sarah?," Damar mengambil dompet untuk mengambil uang dan membayar nya.
Namun Sarah memberikan gratis pada Damar. Sarah sudah mendengar tentang Damar yang tersangkut kasus penggelapan uang perusahaan.
Sarah juga tau kalau saat ini Damar sudah tidak punya apa-apa. Mobil dan ATM pun ikut di sita oleh perusahaan tempat ia kerja.
"Tapi Sar....," Damar berucap tapi tak diteruskan.
"Nggak apa-apa, itu untuk kamu mas." ucap Sarah.
"Tapi nanti kamu di marahi sama bos mu," ucap Damar takut kalau yang dilakukan Sarah akan berdampak pada pekerjaan nya.
Damar masih belum tau tentang siapa Sarah sekarang. Dan Sarah memang tak mau menjelaskan tentang itu. Biarkan Damar tau sendiri tentang Sarah Yang sekarang.
"Tenang, biar Sarah nanti yang bayar," ucap Sarah lagi.
"Baik lah aku akan menerima ini. Kean mana Sarah?," tanya Damar.
"Kean sedang tidur mas." Sarah berharap Damar segera pergi dari sini.
"O ya... surat perceraian kita sudah aku terima. Terimakasih untuk semuanya mas. Dan maaf aku tinggal kebelakang karena masih banyak pekerjaan." Sarah segera masuk kedalam untuk menghindari Damar.
Damar menganggukkan kepala dan ia pun langsung pergi naik taksi yang ia pesan tadi.
Didalam taksi ia memakan beberapa kue yang di beri oleh Sarah. Damar sangat lapar sekali sehingga tak terasa lima kue habis tak bersisa, lalu ia meneguk air mineral kemasan botol berwarna merah yang ada manis-manisnya.
Sampai juga Damar didepan rumah nya. Lalu ia turun dan masuk kedalam rumah. Dia pun langsung mandi sambil menunggu panggilan lamaran pekerjaan nya hari ini.
Sedangkan Lidya dan Linda sudah sampai di sebuah desa terpencil, desa yang jauh dari hiruk pikuk kota.
Setelah Linda bertanya kepada orang di desa itu rumah yang dituju. Mereka pun turun dari taksi yang mengantar kan nya.
Ia memasuki desa itu dengan naik ojek, karena taksi tak bisa masuk ke jalan yang hanya bisa di lewati satu motor.
Akhirnya mereka sampai di depan rumah yang dia cari. Rumah yang terbuat dari anyaman bambu dan banyak ayam berkeliaran sehingga kotoran nya berserakan dimana-mana.
Lidya dan Linda sangat jijik melihat pemandangan ini. Lidya pun mengajak pulang Linda, ia tak tahan dengan bau yang ia hidup saat ini.
Linda membujuk Lidya untuk bersabar, karena ini semua untuk masa depan nya.
Akhirnya Lidya mengikuti permintaan mama nya, dengan memanyunkan bibirnya. Dan selalu menutup hidung nya rapat-rapat.
Linda mengetuk pintu yang terbuat dari kayu tanpa dipoles dengan cat.
Lalu pintu dibuka oleh perempuan tua berambut panjang dan berwarna putih. Kulitnya yang keriput membuat wajah nenek tua itu sangat menyeramkan. Ditambah dengan tubuhnya yang bungkuk menambah kesan horor saat melihat nya.
"Tuhan tolong aku....," Lidya kaget saat nenek yang sering dipanggil nenek peki itu muncul setelah pintu di buka.
"Ada apa kamu teriak-teriak dirumah ku?!," tanya nenek peki dengan tatapan menyeramkan, karena suara Lidya sangat bising dan menganggu dirinya.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Mau apa lagi Linda dan Lidya mendatangi nenek peki itu jauh-jauh dari kota ke pelosok desa yang amat terpencil?.
kira-kira readers ada yang tau?
__ADS_1
yuk tinggal kan komen di bawah ya😘