
"Kalian kenapa?," tanya Teguh dengan rasa penasaran, karena melihat Sarah sebahagia itu.
Namun Sarah maupun Bara masih belum bisa menjawab pertanyaan Teguh. Karena ia masih belum bisa mengendalikan tawa yang membuat nya sakit perut.
Dan akhirnya, Sarah teringat kalau ini adalah tempat umum. Mana mungkin seorang perempuan bisa tertawa terbahak-bahak seperti itu di tempat umum seperti ini.
Ia pun langsung menutup mulut dengan telapak tangan kanan nya dan seketika ia menghentikan tawanya.
"Ibu Sarah baik-baik saja kan?," tanya paman Udin yang melihat dengan tatapan heran. Karena tak seperti biasanya Sarah seperti itu.
"Maaf, pak. Saya tidak apa-apa." jawab Sarah dengan wajah memerah karena malu.
"Oo... Ya sudah kalau begitu. Lalu bagaimana keadaan pak Bima, Bu?," tanya paman Udin, paman Udin tak berani untuk menanyakan hal apa yang membuat majikannya itu sampai bisa tertawa lepas seperti itu.
"Bima masih di obati di dalam, pak." jawab Sarah, kini ia mencari tempat duduk untuk mengistirahatkan tubuhnya setelah berlarian dari dalam rumah sakit bersama Bara.
"Sarah, apa kamu haus?," tanya Bara, yang melihat Sarah seperti kelelahan.
Sarah pun menganggukkan kepala, tanpa menunggu lama setelah mendapatkan jawaban dari Sarah. Bara pun pergi mencari minuman.
"Biar saya saja, pak." ucap paman Udin menawarkan diri.
"Tidak usah, bapak. Biar saya saja, bapak istirahat sambil menunggu Sarah saja disini." ucap Bara menolak penawaran diri dari paman Udin .
"Tapi, pak...," paman Udin belum selesai berbicara, Bara sudah berlari meninggalkan mereka.
"Kamu pulang aja, Sarah. Biar aku yang menunggu disini. Lagian Bima tidak akan kenapa-kenapa. Itu hanya luka ringan kok." ucap Teguh menyuruh Sarah untuk meninggalkan Bima.
"Aku lihat kamu sangat capek. Lagian ini semua bukan salah kamu, jadi kamu tak perlu bertanggung jawab untuk ini semua." lanjut Teguh.
__ADS_1
"Bukankah mas Teguh tau tabiat ibu nya mas Bima dan istri mas Teguh sendiri?," ucap Sarah pada Teguh.
"Mereka mengancam ku dengan video, yang pasti kalau video itu viral pasti nama baik ku tercoreng." lanjut Sarah.
Teguh pun menganggukkan kepalanya, ia mengerti dengan situasi yang sulit untuk Sarah. Karena saat ini nama baik menjadi hal penting yang harus di jaga oleh Sarah. Karena sekarang dia adalah seorang publik figur, yang semua kegiatan nya banyak sorotan, setelah novel yang di cetak terjual ratusan ribu buku.
"Kamu tau apa yang akan mereka lakukan padamu setelah ini?," tanya Teguh.
Sarah menggelengkan kepala, karena ia tak tau apa yang akan dilakukan mereka setelah ini.
"Kamu memang terlalu polos, Sarah. Kamu masih belum mengenal betul kelicikan Laras." ucap Teguh setelah melihat Sarah menggelengkan kepala nya.
"Aku yakin, setelah ini kamu akan terus diancam dengan video itu sebagai alat untuk memeras mu." lanjut Teguh. Ia sudah membaca isi kepala Laras dan Ambar.
"Jadi kalau bisa, kamu segera mencari cara untuk bisa menghapus video itu di handphone Ambar. Agar kamu bebas dari ancaman dua perempuan yang tak punya hati itu." ucap Teguh.
"Kamu mengatai kami perempuan tak punya hati?!," kali ini Laras yang berbicara, dia maju kedepan Ambar yang berdiri.
"Berani ya, kamu mengatai ku seperti itu. Apa kamu lupa kalau aku ini mertua mu?!!," ucap Laras sambil menunjuk-nunjuk Teguh.
Teguh tak berani menjawab, karena kalau sudah bertemu dengan mertua nya. Ia langsung mati kutu. Walau kadang-kadang Teguh juga berani menentang nya.
"Kamu kenapa sih mas?, kenapa kamu selalu membela Sarah?!," tanya Ambar.
"Aku jadi curiga deh, kalau kamu ada sesuatu dengan perempuan kampungan itu." Ambar menunjuk Sarah.
"Karena dari kabar yang aku dapat dari Veni, ia juga pernah mencoba merayu Awan. Untung saja Awan bukan pria gampangan, jadi rumah tangga Veni masih bisa terselamatkan." ucap Ambar.
"Hah?!!, mana mungkin Sarah seperti itu. Itu pasti hanya akal-akalan Veni saja untuk memfitnah Sarah," jawab Teguh dengan wajah tidak percaya. Bukan karena ia juga menaruh hati pada Sarah, tapi Teguh sedikit banyak tau tentang kehidupan Sarah. Ia mendengar cerita hidup Sarah dari Lidya. Maka dari itu, Teguh sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ambar, istrinya sendiri itu.
__ADS_1
"Tuh kan!!, kamu lebih percaya dengan perempuan itu dari pada istrinya sendiri!!!," ucap Ambar merajuk.
"Aku jadi curiga deh, Mbar. Jangan-jangan mereka berdua mempunyai hubungan khusus." sahut Laras berasumsi. Asumsi Laras kali ini di sengaja, untuk memperkeruh keadaan.
"Karena dari tadi, suami mu itu selalu membela Sarah, dan dari tadi aku melihat Teguh sering sekali curi-curi pandang pada Sarah." tambah Laras pada Ambar sambil melirik kearah Sarah. Laras semakin membuat suasana semakin memanas.
Emosi Ambar pun akhirnya tak terkontrol, ia berjalan menuju Sarah. Dan tangannya mencoba untuk menarik Khimar Sarah. Namun, sebelum mendarat sempurna tangan Ambar ke Khimar milik Sarah. Dengan sangat cepat, pergelangan tangan Ambar di cengkram oleh Bara yang datang dari arah belakang.
"Auw....!," pekik Ambar dengan mengernyitkan dahi karena kesakitan.
Dengan sengaja Bara mencengkram erat pergelangan tangan Ambar. Karena dia sudah benar-benar jengkel pada perempuan itu.
"Lepaskan!!!," teriak Ambar saat ia tahu kalau ternyata Bara lah yang memegang pergelangan tangannya. Ambar terus berteriak sambil menarik-narik tangan nya, berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan Bara.
Namun sayang sekali, Ambar hanya seorang wanita. Yang tenaga nya tak sebegitu kuat di banding Bara. Jadi untuk melepaskan tangan nya sangat sulit untuk Ambar.
"Lihat mas!!, lelaki ini tengah menyiksa istri mu." ucap Ambar pada Teguh. Berharap dirinya akan di bela oleh Teguh.
"Lantas apa yang harus aku perbuat?," teriak Teguh pada Ambar yang masih ada dalam cengkraman tangan Bara.
"Yang jelas, hajar lelaki ini!!!, karena dia sudah menyakiti aku." dengan percaya diri yang tinggi Ambar memerintah Teguh.
"Namun, mana mungkin aku membela mu?!,bukankah kamu yang salah?," jawab Teguh dengan santai.
"Mas!!!, aku ini istri mu!!!!," teriak Ambar.
Dan teguh pun tak menghiraukan nya, Ia mencoba merebahkan tubuhnya di atas jok mobil.
"Kamu ini memang suami tak tau diri!!!, Sebagai suami yang baik, seharusnya membela istri di depan orang banyak. Bukan malah menghujat seperti itu!!?," kali ini Laras yang berteriak marah-marah pada Teguh.
__ADS_1