DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Masih Ingin


__ADS_3

"Mungkin ada yang mau bapak Rama sampai kan lagi pada Sarah?," tanya Anita pada Rama yang masih menatap lekat wajah Sarah.


"Oh ..iya, seperti nya sudah cukup. Karena semua sudah kamu sampaikan dengan lengkap." jawab Rama sambil mengusap tengkuknya nya. Terlihat sekali Rama salah tingkah, karena sudah beberapa kali ia ketahuan menatap dalam wajah Sarah.


"Kalau begitu, kita bisa menyudahi acara makan siang hari ini, pak. Karena jam tiga sore pak Rama ada agenda untuk menjemput ibu Natasya di bandara." Anita menjelaskan skedul Rama hari ini.


Sarah yang mendengar nama Natasya disebut oleh Anita, membuat jantung Sarah berdegup dengan kencang. Ia kembali mengingat ancaman dan sikap Natasya yang menyuruh Sarah untuk menjauhi Randy ponakan nya.


"Saya rasa aku masih punya waktu satu jam sebelum menjemput mama di bandara. Jadi aku masih ingin disini." jawab Rama sambil menatap arloji di pergelangan tangan nya.


"Tapi, pak.. bukankah tadi bapak minta waktu satu jam sebelum menjemput ibu Natasya untuk beristirahat?," ucap Anita mengingatkan Rama. Seperti nya Anita tidak suka, kalau Rama lama-lama berada disini.


"Kamu bisa kembali ke kantor terlebih dahulu, dan ber istirahat lah. Aku masih ingin disini, karena ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan Bu Sarah." ucap Rama.


"Tapi pak, bukankah bapak....,"


"Anita ini perintah!!, sekarang kamu kembali ke kantor dan tinggal aku disini. Jam tiga aku akan langsung ke bandara untuk menjemput mama." ucap Rama dengan sangat tegas pada sekertaris nya itu.


"Baiklah kalau bapak masih akan berada disini. Saya akan menemani bapak disini." ucap Anita masih kekeh ingin bersama Rama.


Dalam hati Anita sangat tidak rela kalau Rama berdua berada di ruangan ini bersama dengan Sarah.


"Kenapa kamu ini membantah perintah ku, Anita?! Bukankah Aku ini atasan mu!!," ucap Rama.


"Aku juga sekertaris mu, pak. Jadi sudah menjadi tugas ku untuk bersama mu, mengurus semua pekerjaan mu." jawab Anita tak mau kalah.


"Sebelum nya saya minta maaf, kalau memang pertemuan ini sudah selesai dan sudah tidak ada yang perlu di bahas lagi. Saya pamit undur lebih dulu, karena masih banyak pekerjaan yang menunggu ku di toko roti ku." Sarah pun mengambil keputusan untuk pergi terlebih dahulu.

__ADS_1


Karena Sarah tau, kalau Anita seperti nya tak menginginkan nya berdua dengan Rama.


"Aku sudah sangat merindukan rasa bolu coklat buatan kamu, mbak." ucap Rama pada Sarah.


Sarah hanya menjawab dengan senyuman, ia sengaja tak berbasa-basi untuk menyuruh Rana datang ke toko roti nya.


Karena Sarah ingin menenangkan hati dan pikiran nya terlebih dulu. Karena saat melihat dan bersama Rama seperti saat ini. Membuat ingatan Sarah pada masalalu saat masih dekat dengan Randy, berputar lagi di pikiran nya.


"Kalau begitu saya pamit undur dulu, pak." Sarah pun berdiri dari duduknya dan menangkupkan kedua telapak tangan nya sambil sedikit menganggukkan kepalanya.


Setelah berpamitan pada Rama, Sarah pun mengulurkan tangannya pada Anita yang juga berdiri, Anita menyambut uluran tangan Sarah. Dan mereka berdua berjabat tangan.


Sarah memberi senyuman hangat pada Anita. Begitu juga sebaliknya, hal yang sama juga di lakukan oleh Anita.


Sarah berjalan keluar dari ruang VVIP itu, perasaan bahagia tidak dapat ditutup dari raut wajahnya.


Yang pertama, dia sangat tidak menyangka kalau hasil karya nya di lirik oleh penerbit. Sehingga saat ini terjalin kerja sama dengan penerbit yang cukup ternama di kota ini. Padahal Saat pertama kali ia menekuni dunia literasi, tak ada pikiran tulisan nya akan di lirik oleh penerbit.


Karena tujuan pertama ia menulis, selain karena ingin menyalurkan hobi. Tidak dipungkiri, karena memang saat itu Sarah sangat butuh uang untuk bertahan hidup di tengah rumah tangganya yang sedang kacau.


Dan yang kedua, kabar bahagia itu adalah ia bertemu lagi dengan orang yang lama yang ia cari. Sebenarnya yang Sarah harapkan adalah bertemu dengan Randy.


Namun takdir berkata lain, bukan Randy yang ia temui melainkan orang terdekat Randy yaitu Rama.


Tapi pertemuan itu membuat lega hati Sarah, Karena dengan bertemu nya kembali dan bekerja sama dengan Rama. Sarah sangat yakin ada harapan untuk bertemu kembali dengan Randy.


Tak sempat Sarah bertanya tentang Randy, karena masih ada rasa canggung pada Rama. Melihat tatapan Rama yang membuat Sarah tidak nyaman terus berada bersama nya.

__ADS_1


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, kali ini tujuan Sarah adalah SKcake. Dia mengendarai mobil nya dengan perasaan bahagia, bahagia karena hasil karya nya di minati penerbit.


Seperti biasa, Sarah memarkir mobilnya diseberang jalan. Karena sore hari seperti ini toko kue miliknya sangat ramai.


Banyak pekerja kantoran yang pulang dari kantor mampir untuk membeli kue-kue buatan Sarah.


Sarah pun masuk kedalam, dan benar saja. Didalam sudah banyak customer yang sedang memilih-milih kue kesukaan nya.


Namun di etalase, kue yang tersedia sudah sangat terbatas. Jadi mau tak mau, para customer membeli kue yang tersisa itu. Sarah pun ikut membantu para karyawan nya untuk melayani customer-customernya.


Jam menunjukkan pukul tiga sore. Di Kantor Rama bersiap-siap pergi ke Bandara untuk menjemput Natasya mamanya yang baru datang dari Inggris.


Sebenarnya Rama, ingin menghabiskan sisa waktu satu jam bersama Sarah sebelum ia pergi ke bandara untuk menjemput mana nya.


Namun sepertinya Anita sekretaris nya itu, selalu mencari kesibukan Rama. Sehingga Sarah tak enak hati, dan memilih untuk pulang terlebih dulu.


Setelah kepulangan Sarah, Rama pun memutuskan untuk kembali ke kantornya. Yang memang masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.


Melihat Rama yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke bandara. Anita pun juga menyiapkan diri, tak lupa ia menyemprot kan minyak wangi ke tubuhnya. Dan segera mengambil tas nya yang ia letakkan di samping meja kerja nya.


"Kita berangkat sekarang, pak?," tanya Anita pada Rama.


"Apa kamu ikut juga ke bandara?," tanya Rama dengan mengerutkan alisnya.


"Hmmm... Bukankah saya sekertaris bapak?. Jadi saya rasa kemana bapak pergi, saya harus ikut." jawab Anita.


"Kamu memang sekertaris ku, dan wajib kamu ikut saat ada acara tentang pekerjaan. Sedangkan saat ini, ini tak ada hubungan nya sama sekali dengan pekerjaan. Jadi aku rasa, kamu diam saja disini dan handle semua pekerjaan ku. Karena mungkin aku akan sedikit lama." ucap Rama sambil berlalu meninggalkan Anita yang masih berdiri mematung mendengarkan apa yang diucapkan Rama padanya.

__ADS_1


__ADS_2