DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Kedatangan Mita


__ADS_3

"Semalam mas Damar tak pulang, sampai pagi ini pun ia belum datang," gumam Sarah sambil menggendong Kean.


Hari ini Sarah tidak pergi ke ruko, karena Linda ada dirumah. Sarah tak ada alasan untuk keluar rumah.


Untung saja Sarah mempunyai dua karyawan yang dapat dipercaya.


"Aduuhh,,, hari ini kan aku ada janji dengan Ponakan mbak Indah, yang melamar kerja." ucap Sarah pelan dengan memukul jidatnya sendiri dengan pelan.


"Alasan apa ya sama mama Linda? agar bisa keluar rumah," Sarah berfikir keras.


Sarah mencoba menghubungi Damar, karena dari semalam ia tidak pulang.


Namun setiap panggilan dari Sarah selalu di abaikan oleh Damar.


"Ma, mama... Sarah mau keluar buat beli keperluan Kean. Mungkin mama mau nitip sesuatu?," tanya Sarah pada Linda yang sedang nonton televisi.


Linda melirik Sarah penuh selidik, seperti tak percaya dengan ucapan Sarah.


"Kamu yakin mau keluar untuk keperluan, Kean? atau jangan-jangan kamu keluar karena ada janji dengan selingkuhan mu," ketus Linda menuduh Sarah selingkuh.


"Mama kok tega, sih? Nuduh Sarah gitu?," air mata Sarah jatuh membasahi pipi nya.


"Alaaah.. pake nangis segala, dasar air mata buaya!," ucap Linda sinis.


Sarah masuk kamar, ia menangis karena sakit hati dengan tuduhan mama mertua nya itu.


"Halo, ada apa sayang," Linda sedang mengangkat telepon dari seseorang. Dan Sarah yang ada di kamarnya pun mendengar obrolan Linda dan seseorang di telepon.


"Berapa?," suara Linda sedikit lebih pelan.


"Ok. Tapi ada syaratnya," jawab Linda.


"Lebih enak kalau kita ketemu," ucap Linda pada seseorang yang ada di telepon.


Lalu Linda mematikan telepon itu, dan menghubungi Damar.


"Halo, Mar?," sapa Linda dari telepon.


"Kamu kok nggak pulang?," Linda basa basi pada Damar.


"Mama, minta uang. Transfer sekarang ya?,"


"Dua juta aja, sekarang ya....cepetan loh."

__ADS_1


Lalu Linda menutup teleponnya. Tak lama handphone Linda mendapat notifikasi dari M-banking. Itu tandanya uang yang di transfer Damar sudah masuk.


Setelah melihat isi notifikasi di handphone nya, Linda bergegas menuju kamar. Lalu ia keluar dengan dandan yang waahhh....


Semua perhiasan ia pakai bak toko emas berjalan dan di balut make-up yang menor dengan lipstik merah merona.


Tak lupa ia memakai tas branded nya, lalu Linda membuka pintu untuk keluar rumah.


Sarah keluar saat ia mendengar Linda membuka pintu depan.


"Mama, mau kemana?," tanya Sarah pelan sambil melihat dadanan Linda yang iuuh banget. Sarah melihatnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Bukan urusan mu ya, lagian ngapain kamu lihatin aku kek gitu?!," tanya Linda dengan mengangkat dagu nya penuh dengan kesombongan.


"Maaf, ma. Sarah tak ada maksud apa-apa." Sarah meminta maaf sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada.


Linda berlalu tanpa pamit pada Sarah. Ia masuk kedalam mobil yang dibelikan oleh Damar. Linda melajukan dengan sedikit kencang. Linda memang jago menyetir, sehingga di usianya yang sudah berumur masih bisa cekatan dalam hal memainkan setir mobil.


"Ini kesempatan ku untuk ke toko, karena aku sudah punya janji sama seseorang," ucap Sarah dalam hati.


Sarah langsung berganti baju, ia mengambil gamis terusan berwarna hitam dan Khimar panjang yang berwarna lime. Tak lupa ia memesan taksi online terlebih dulu.


Setelah suara taksi online datang ia menggendong Kean yang sedang tidur, dan Sarah langsung menyambar tas kecilnya yang berisi handphone, dompet dan barang-barang penting lainnya.


"Diantar kemana, Bu?," tanya sopir taksi.


"Ke ruko SKcake pak, jalan melati," jawab Sarah memberi tahu pak sopir taksi.


"Sedikit agak kenceng ya, pak. Soalnya saya sudah terlambat," lanjut Sarah.


"Iya, Bu." jawab supir taksi dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Beberapa menit kemudian taksi sampai di depan SKcake. Tak perlu menunggu lama untuk sampai, karena jarak antara rumah Sarah dan ruko sangat dekat.


Sarah pun turun dari taksi dengan memakai kacamatanya hitam nya. Dilihatnya toko nya saat ini sangat ramai.


Apalagi ini jam nya sarapan, jadi yang malas untuk masak pasti order kue dan masakan Frozen untuk pengganjal perut di pagi hari. Toko kue di jam sarapan dan jam makan siang, dipastikan pembeli nya akan mbludak.


Sarah bergegas masuk toko, untuk membantu Reni yang sedang melayani pembeli.


Sarah pun cekatan dan sangat ramah saat melayani setiap pembeli.


Setelah toko agak longgar dan customer sudah banyak yang pulang. Tiba-tiba Sinta masuk kedalam dengan tersenyum.

__ADS_1


"Mau kue nya donk, ibu owner," goda Sinta pada Sarah.


"Eh..kamu Sin. Kok kamu nggak telepon dulu kalau mau kesini. Kan bisa aku siap kan dulu pesanan bos kamu," ucap Sarah sambil sibuk mengambil kue dari etalase di taruh ke kotak tempat kue.


"Tadi ada urusan di daerah sini, jadi sekalian deh aku mampir sambil ambil pesenan bos ku," jawab Sinta sambil mencomot satu kue rasa vanilla dan tentunya sudah minta ijin dulu pada Sarah sebelum ia mengambil nya.


"Kok beli banyak banget, Sin?," tanya Sinta.


"Iya, mau dibawa kerumah calon mertuanya," bisik Sinta.


"Calon mertua?," tanya Sarah dengan menautkan alis nya. "Bukan nya katamu dia usah nikah?," lanjut Sarah dengan kebingungan.


"Sstttttttt," Sinta menempelkan jari telunjuk nya di bibirnya. "Cerita nya panjang," lanjutnya dengan berbisik.


Sarah hanya geleng-geleng kepala dengan senyum yang sangat teduh bagi siap saja yang memandang nya.


Sarah membawa dua kresek kue ke tempat Sinta yang sedang duduk


"Sin, ini untuk kamu dan ini untuk bos kamu," Sarah menyodorkan dua kantung kresek besar kepada Sinta yang sedang duduk.


"Kok banyak Sar?," tanya Sinta sambil mengangkat dua kantong besar.


"G apa-apa Sin. Aku berterima kasih banyak padamu. Karena berkat kamu toko kue ku tercipta dan alhamdulilah setiap harinya selalu di serbu oleh customer." ucap Sarah.


"Itu sudah menjadi kewajiban ku menjadi teman mu, Sarah," ucap Sinta sambil memegang dua pergelangan tangan Sarah.


Lalu terlihat ada seorang gadis yang turun dari angkot kota. Dia pun masuk dan bertanya pada Sarah.


"Assalamualaikum, permisi Bu." sapa salam Mita dari depan pintu masuk.


"waalaikumsalam, ada yang bisa saya bantu?," tanya Sarah pada gadis yang diperkirakan masih baru keluar dari sekolahan nya.


"Saya ingin bertemu dengan Bu Sarah, Bu?" ucap Mita pada Sarah dan Sinta yang saat ini masih asik ngobrol.


"Kenalkan nama saya Sarah," Sarah mengulurkan tangannya pada perempuan muda itu.


Dan perempuan muda itu menyabut tangan Sarah yang sudah di ulurkan .


"Nama saya Mita, Bu,"


"Oh ... jadi kamu yang namanya Mita?. ponakan mbak indah kan?." Sarah mengucapkan nya dengan sopan,


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞🙈💞💞💞💞💞💞💔

__ADS_1


__ADS_2