
Setelah sholat isya Kean pun langsung ke kamarnya dan segera tidur. Terlihat sekali ia sangat capek, mungkin tadi siang sepulang sekolah ia tidak tidur siang.
Kulihat sudah jam delapan malam, tapi mas Bima dan Putri tak kunjung pulang. Setelah sholat isya, aku menyalakan laptop. Ku ketik novel online ku dengan tenang, tanpa ada rasa was-was takut ketahuan oleh mas Bima.
Aku yakin mas Bima tak akan segera pulang, karena ia masih asyik berkumpul dengan saudara-saudaranya.
Aku juga tak ada niatan menghubungi mas Bima, telepon mas Bima yang berulang kali pun tak aku angkat sama sekali.
Sambil mengetik novel, sesekali aku seruput kopi capuccino kesukaan ku. Tak ada rasa kantuk sama sekali di mataku, ini membuat ku semakin semangat mengetik beberapa bab novel.
Sudah satu jam mengetik, tapi mas Bima juga tak kunjung pulang. Ku lanjutkan untuk mengetik, dan up beberapa bab.
Sudah pukul sepuluh malam pun, mas Bima juga masih belum pulang. Mata ini pun masih terang, tak ada rasa ngantuk yang datang.Mungkin efek satu cangkir kopi yang aku habiskan tadi.
Up bab novel online sudah selesai, kini aku mencoba membuka aplikasi Facebook. Sudah lama tak berselancar di dunia Maya.
Karena sekarang aku jarang sekali, promosi dagang di aplikasi Facebook. Promosi novel online pun, hampir tak pernah. Karena aku sangat sibuk di dunia nyata, tapi alhamdulilah tanpa promosi di Facebook pembaca novel online ku setiap hari terus meningkat. Membuat pendapatan ku di novel online ini juga semakin meningkat setiap hari nya.
Saat ku buka aplikasi berlogo huruf F yang berwarna biru itu. Pertama kali yang muncul di beranda ku, adalah postingan mbak Veni.
Kebetulan setelah aku menikah dengan mas Bima, akun Facebook mbak Veni langsung mengajak pertemanan di akun Facebook ku.
Dengan senang hati sebagai orang baru di keluarga mas Bima, aku pun langsung menerima permintaan pertemanan mbak Veni di akun Facebook ku.
Mbak Veni memposting foto bersama tapi tanpa aku dan Kean. Mungkin mereka berfoto, saat aku dan Kean pulang. Aku sih tak ada masalah walau aku tak ada di sana.
Namun yang membuat aku gagal fokus adalah caption yang di tulis mbak Veni.
__ADS_1
"Bahagia nya bisa kumpul seperti ini. Sabar ya Bima, adik iparku yang ganteng dan baik. Mbak doa kan semoga istri mu segera berubah menjadi istri yang penurut tidak membangkang kepada suami dan mertua seperti ini."
Deg!
Apa maksud dari caption yang ditulis mbak Veni? Foto itu di unggah satu jam yang lalu. Berarti benar foto itu diambil m, saat aku dan Kean sudah pulang.
Difoto itu terlihat mereka sangat bahagia, mas Bima tersenyum lebar dengan memangku Putri.
Ibu mas Bima, mbak Ambar juga terlihat difoto itu sangat bahagia.
Yang berkomentar di unggahan foto mbak Veni juga lumayan banyak.
Ada rasa ingin tahu, apa dan siapa saja yang berkomentar di unggahan foto mbak Veni.
Ku klik tulisan komentar, dengan otomatis keluarlah isi komentar dari akun-akun lain yang berkomentar di unggahan mbak Veni.
"Loh, itukan Bima teman SMA ku dulu. Waah... wajah Bima masih tetap tampan ya dari dulu. Tidak ada yang berubah." komentar ini dari akun bernama @cintasejati yang di ikuti emoticon mata yang berbentuk love.
"Loh, memang kenapa dengan istri Bima?," kini akun yang bernama @Dewicinta yang berkomentar.
"Ya begitulah, istri Bima itu pembangkang. Tidak nurut dengan omongan suami. Omonganya juga kasar dan kurang ajar sama mertua." balas Veni di kolom kolom komentar akun @Dewicinta.
"Wah... bukan kah kodrat istri itu harus patuh pada suami?, Semoga istri Bima segera di buka hidayah nya. Aamiin." balas komentar akun @Dewicinta.
Namun sepertinya tak ada balasan lagi dari mbak Veni.
Ku scroll-scroll lagi kebawah isi komentar di unggahan foto mbak Veni. Aku klik komentar dari akun @momputri.
__ADS_1
"Putri, bunda kangen." komentar ini membuat aku gagal fokus. Aku yakin itu adalah akun mantan istri mas Bima. Namun aku tak ingin melihat profil Facebook nya, takut ada hal-hal yang bisa membuatku sakit hati nantinya.
Memang sih, dia sudah menjadi mantan istri mas Bima dan sekarang aku yang menjadi istri sah nya. Namun tak bisa dipungkiri, akan ada rasa cemburu saat aku melihat kedekatan dan kehangatan mereka dulu.
Jadi untuk menjaga kewarasan hari dan perasaan ku, aku putuskan untuk tak stalking profil Facebook mantan istri mas Bima.
"Kalau memang kangen sama Putri, ya datang lah. Dia kan anakmu, kamu yang punya hak atas anak mu. Bukan orang lain. Tapi, kamu yakin hanya kangen sama Putri saja? sama Bima nggak?," balas mbak Veni di akun milik bundanya Putri.
Apa maksud balasan komentar dari mbak Veni. Memang benar apa yang dikatakan mbak Veni, kalau putri hak ibu nya. Karena tak pernah ada mantan anak. Dan mantan istri mas Bima punya hak untuk bertemu dengan Putri kapan saja.
Namun yang membuat hati ku kesal, di komentarnya ada pertanyaan yang membuat hati ku cemburu. Sepertinya mbak Veni sengaja menulis komentar seperti itu, untuk memanas-manasi ku.
"Tapi mas Bima sudah punya istri, mbak. Aku sudah tak boleh lagi merindukan nya." Akun @momputri membalas komentar dari komentar mbak Veni.
Dari apa yang di tulis bunda nya Putri, sepertinya ia masih berharap pada mas Bima. Mungkin ia masih ada rasa untuk mas Bima yang saat ini sudah menjadi mantan suaminya.
"Kamu jangan menyerah, Cla. Kamu pasti bisa kok dapatkan Bima kembali, karena kamu ibu kandung dari Putri." Sepertinya mbak Veni sengaja memancingku.
Dari yang ia tulis di komentar nya, mbak Veni sengaja mendukung mantan istri mas Bima untuk masuk kedalam rumah tanggaku dengan menggunakan Putri sebagai senjata nya.
"Kita lanjutkan di Wa ya, mbak." balas komentar dari akun bundanya Putri alias mantan istri mas Bima.
Sepertinya mereka memang dekat, sampai-sampai mbak Veni menyimpan nomor wa mantan istri mas Bima.
Ku scroll-scroll lagi ke bawah masih banyak komentar dari akun-akun lain, tapi aku sudah malas membacanya satu persatu.
Akhirnya aku tutup akun facebook ku, dan ku matikan handphone ku. Saat kulihat jam di dinding, sudah pukul sebelas malam.
__ADS_1
Mas Bima dan Putri juga tak kunjung pulang. Aku rasa mereka menginap di rumah ibu mas Bima.
Aku pun segera beranjak ke kamar untuk beristirahat, karena ngantuk sudah melanda mata ku.