
Sedangkan saat ini di tempat lain. Sarah dan Rama dibantu oleh Anita sedang mempersiapkan diri untuk jumpa pers launchingnya novel online Sarah yang di terbitkan oleh perusahaan penerbitan milik Rama.
Rasa deg-degan dalam dada Sarah berdegup dengan kencang, karena ini adalah pengalaman pertama kali Sarah menghadapi awak media. Dan yang pasti nya, nanti dirinya akan berbicara di depan sorotan kamera.
Sarah tak banyak bicara dengan Rama, dia memilih sedikit menjauh dari Rama. Mengingat ancaman Anita lewat pesan singkat nya tempo hari. Bukannya Sarah takut menghadapi Anita yang sedang cemburu padanya.
Namun Sarah tak ingin ribut di hari spesial nya, lagi pula Sarah tak ad rasa sedikit pun pada Rama yang tak lain adalah sepupunya Randy.
Sebisa mungkin Sarah menghindari kontak mata dengan Rama. Karena Anita selalu mengawasi nya, sudah seperti kamera cctv aja.
Berbeda dengan Sarah, Rama terus menatap Sarah yang sudah duduk di tempat yang sudah disediakan tepat di depan panggung.
Rama memandang Sarah sampai tak berkedip. Anita yang melihat itu pun mencoba untuk menahan emosi dalam hatinya. Rasa sesak di dada saat melihat betapa Rama begitu memperhatikan Sarah.
Sarah pun merasa kalau ia sedang diperhatikan oleh Rama. Namun Sarah tetap pura-pura tidak tau. Demi menjaga perasaan Anita.
"Awas, kamu Sarah!!!, akan aku buat malu di acara mu sendiri!!!," gumam Anita sambil mengepalkan kedua tangannya dengan pandangan mata yang nanar pada Sarah.
Lalu Anita pun pergi ke depan ruangan, seperti nya ia sedang menunggu seseorang di depan pintu ruangan itu.
Beberapa tamu undangan pun sudah banyak yang datang. Rama serta Sarah mengundang beberapa orang saja. Sarah hanya mengundang beberapa pembaca setia novelnya untuk mewakili semua pembaca novel setia Sarah.
Sarah tak mengundang semua pembaca, karena dirasa sangat tidak efisien. Sarah hanya mengajak para pembaca setia nya untuk mengikuti live acara launching bukunya di sosial media.
__ADS_1
Beberapa menit sebelum acara di mulai, datanglah dua orang lelaki dengan membawa kamera dan peralatan yang dipakai oleh wartawan lain.
Mereka berdua menghampiri Anita, yang sedang berdiri di samping pintu masuk. Seperti nya dua lelaki itu yang sedang ditunggu Anita saat ini.
Tanpa banyak kata atau hanya sekedar mengucapkan salam saat bertemu. Anita, segera memberikan kertas lusuh yang sudah ia remas kepada salah satu dari kedua lelaki itu dengan diam-diam supaya tidak ada orang yang melihat nya.
Dua lelaki itu berlalu masuk kedalam ruangan yang akan menjadi tempat terselenggara nya acara Sarah.
Dua lelaki yang tak lain adalah wartawan yang sudah diundang untuk meliput launching buku pertama kali Sarah itu pun duduk tepat di belakang Sarah.
Karena memang kursi di belakang Sarah itu lah yang saat ini masih kosong.
Mereka berdua menyiapkan semua keperluan untuk mengambil gambar di acara launching buku Sarah.
Setelah kedua wartawan itu masuk. Beberapa menit kemudian Anita pun masuk. Anita berjalan di depan kedua wartawan itu hanya diam saja tak ada senyum sapa yang ramah pada mereka. Seakan-akan Anita tak mengenali mereka berdua.
Dan setelah semua para awak media sudah selesai menata semua peralatan kerjanya. Pembawa acara pun langsung naik keatas panggung. Untuk memulai acara nya.
Satu persatu, Rama dan Sarah pun dipanggil untuk naik dan duduk di kursi yang sudah disediakan diatas panggung. Lalu pembawa acara itu pun meminta kedua orang itu yaitu Rama dan Sarah untuk memperkenalkan diri secara bergantian, dengan menyerahkan satu buah mix pada Rama. Karena Rama lah yang saat ini paling dekat dengan pembawa acaranya.
Ditempat lain, Veni yang sudah mengetahui kabar tentang acara launching novel milik penulis favorit nya itu sudah standby di depan layar handphone nya. Karena ia tak mendapatkan undangan langsung dari Sarah.
Sampai saat ini, Veni tak mengetahui kalau penulis yang ia kagumi itu adalah Sarah mantan adik iparnya.
__ADS_1
Veni menyimak dengan serius, karena ia sangat ingin tahu sekali wajah penulis yang tulisan nya berhasil membuat Veni ketagihan untuk membacanya.
Semua karya Sarah telah di baca oleh Veni. Menurut Veni di salah satu novel yang ia baca itu, ada kesamaan dengan kehidupan nya.
Yang pertama kali berbicara di depan awak media adalah Rama, disini Rama bercerita banyak hal tentang isi novel Sarah. Yang awalnya Rama sangat tak tertarik dengan novel yang bertema penderitaan seorang istri. Namun karena cerita dan penulisan kata sangat rapi dan sangat mudah di pahami oleh para pembaca. Dan juga dari dorongan dan paksaan Natasya mamanya Rama.
Dengan mantap Rama pun menerbitkan hasil karya milik Sarah. Setelah Rama berbicara di atas panggung untuk menjelaskan semua alasan nya mengangkat novel online milik Sarah untuk menjadi sebuah buku. Kini giliran Sarah yang menyampaikan semua kesan dan pesan nya tentang pencapaian nya sebagai seorang penulis novel online.
Veni pun terkejut saat melihat Sarah di layar handphone nya. Sungguh dirinya bagai disambar petir di siang hari.
Veni sungguh tak menyangka kalau ternyata selama ini Sarah lah yang mendengar semua curahan hati nya.
Sarah yang saat ini berdiri diatas panggung untuk memperkenalkan dirinya sebagai penulis, tidak bisa menghindari rasa nervous yang menyelimuti hati nya. Karena ini kali pertama nya ia berbicara di depan publik yang di liput oleh wartawan-wartawan televisi swasta serta live di semua akun sosial media.
Namun Sarah mencoba meredam rasa groginya, dengan menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan pelan, sebelum ia memulai berbicara. Setelah melakukan itu, kini Sarah tak begitu demam panggung saat memegang mix dan berbicara di depan khalayak umum.
Setelah ia menceritakan awal mula ia menjadi penulis novel online. Kini Sarah pun membuka sesi tanya jawab untuk semua wartawan yang hadir diruangan itu. Karena memang sesi tanya jawab itu sudah di atur sebelum acara di mulai.
Wartawan pun satu persatu secara bergantian bertanya pada Sarah, mewakili para pembaca setia novel online Sarah yang saat ini sedang menonton live di semua sosial media.
Beragam pertanyaan dari wartawan-wartawan yang hadir di situ, mulai dari alasan apa yang membuat Sarah memutuskan untuk menjadi seorang penulis novel online, sampai dengan terinspirasi dari mana cerita-cerita yang ia tulis di novel online itu.
Sarah pun menjawabnya satu persatu pertanyaan para awak media itu Ia menjawab sesuai dengan apa yang ia alami. Sehingga ia memutuskan untuk menjadi penulis. Yaitu yang memang tujuan awalnya ia menjadi penulis adalah karena kebutuhan ekonomi. Di tambah lagi menulis adalah hobi Sarah di saat ia masih duduk di bangku sekolah.
__ADS_1