DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Undangan Makan Siang


__ADS_3

Pagi ini Sarah seperti biasa pergi ke toko rotinya, karena sudah beberapa hari ia tak pernah berkunjung kesana.


Masalah dengan Bima, lumayan menguras waktu, tenaga dan pikiran.


Karena beberapa kali Sarah di panggil ke pihak kepolisian untuk di mintai keterangan lebih lanjut.


Hari ini seperti nya tak begitu padat untuk Sarah, maka di pergunakan dengan sangat baik oleh Sarah untuk pergi ke toko rotinya itu.


Harapan Sarah pagi ini adalah tidak bertemu dengan orang-orang yang toxic dalam hidup nya. Karena sebenarnya Sarah sudah capek harus melewati Harri dengan pertengkaran dan permusuhan.


Pagi ini Sarah masih sendiri dirumah nya. Bapak, ibu dan Kean anak nya, masih belum pulang dari kampung halaman nya.


Mumpung sekolah Kean libur beberapa hari, jadi mereka pergunakan untuk pulang ke kampung halamannya.


Dengan ketidak adaan Kean, membuat hari-hari Sarah tak begitu sibuk.


Sampai di depan toko rotinya, Sarah memarkir mobilnya di seberang jalan. Karena parkiran didepan toko nya pagi ini sudah penuh dengan mobil dan motor customer yang sudah berjajar rapi disana.


"Alhamdulillah," gumam Sarah saat melihat mobil dan motor banyak yang terparkir dengan sangat rapi di depan tokonya.


Itu tandanya dalam toko pagi ini sudah banyak customer yang datang. Dan pastinya mereka datang untuk membeli semua kue yang ia jual.


Dan benar saja dengan apa yang ada didalam pikiran Sarah. Customer didalam toko nya sudah penuh, mereka sedang mengantri secara rapi. Jadi tak ada yang berebut berdesak-desakan untuk mendapatkan pelayanan yang pertama.


"Ren, kamu bantu mereka. Biar aku yang duduk di sini." seperti biasa, Sarah mengganti kan Reni menjadi kasir, agar Reni bisa membantu teman-temannya yang lain melayani para pelanggan roti nya.


Hari sudah agak siang, pembeli pun sudah berkurang dan ruangan nya pun sudah terasa longgar.


Lalu Sarah mengembalikan meja kasir pada Reni, karena Mita dan teman-teman nya sudah sanggup menghandle sendiri para pelanggan yang sudah tinggal beberapa orang saja.


Drrrttttt


Drrrttttt


Sarah langsung masuk, untuk menerima panggilan telepon.


"Halo assalamualaikum, Bu Sarah." sapa seorang perempuan dari sebrang telepon.

__ADS_1


"Waalaikumsalam," jawab Sarah.


"Kenalkan Bu, nama saya Anita. Kami dari penerbit Surya gemilang yang akan menerbitkan novel ibu." jawab perempuan itu dengan suara yang sangat lembut.


"Atasan kami mengundang ibu untuk makan siang hari ini, apakah ibu ada waktu?, dan maaf sekali pemberitahuan ini sangat mendadak." ucap sekertaris penerbit buku Surya gemilang.


"Hari ini saya tidak ada acara, jadi saya bisa menghadiri undangan makan siang dari pihak Surya gemilang." jawab Sarah.


"Terimakasih sudah meluangkan waktunya, Bu. Dan sebentar lagi akan segera kami share lokasi untuk tempat makan siang nya."


Lalu panggilan telepon pun ditutup setelah Anita mengucapkan salam.


Dan tak lama kemudian, masuklah satu pesan yang bisa ditebak pengirimnya. Yaitu pesan dari pihak Surya gemilang untuk memberitahu alamat restoran tempat mereka mengajak Sarah untuk makan siang.


Sarah pun segera bersiap-siap untuk pergi ke tempat yang sudah di persiapkan. Sarah akan berangkat lebih awal, karena butuh sekitar empat puluh lima menit untuk menempuh tempat yang di maksud oleh pihak penerbit.


Sebelum berangkat, Sarah menelpon Sinta. Ia berencana untuk mengajak Sinta di pertemuan pertama kali nya dengan pihak penerbit ini. Namun sayang nya, saat ini Sinta sedang di luar kota.


Akhirnya dengan sedikit gerogi, Sarah pun memberanikan diri untuk menemui nya sendiri.


"Ya Allah, kalau memang dengan penerbitan novel ku ini bisa menjadi jalan kebaikan untuk ku, anak ku, bapak ibu ku dan semua pembacaku. Maka, mudahkanlah dan lancarkan lah kerjasama ini." ucap Sarah dalam hati, sebelum ia menginjak kan kaki di pedal gas mobilnya.


Berbekal google map, akhirnya selama empat puluh menit lebih, Sarah pun sampai di tempat yang di maksud.


Sarah terperangah saat melihat bangunan yang sangat besar. Dari depan sudah bisa di tebak, kalau resto ini adalah resto yang sangat mewah.


Ada perasaan dag dig duh di dalam hati Sarah, karena ia sama sekali tak pernah masuk ke restoran yang mewah seperti ini.


Seumur-umur baru kali ini, ia kalau ada resto yang sebagus ini.


"Pasti harga makanannya mahal-mahal." ucap Sarah dalam hati.


Setelah menata dan membangkitkan kepercayaan diri nya, Sarah pun keluar dari dalam mobilnya. Lalu ia masuk ke dalam dan dia langsung sambut oleh waiters.


"selamat siang, ibu. Apa ibu sudah reservasi?," waiters itu menyambut setiap tamu yang datang dengan sangat ramah dengan penuh senyuman.


"Bukan saya yang reservasi, tapi kolega saya." jawab Sarah, dengan membalas senyum yang ramah pada weiters itu.

__ADS_1


"Maaf, dengan ibu siapa?,"


"Dengan ibu Sarah." jawab Sarah.


"Baiklah ibu, sekarang ibu bisa ikuti saya." perempuan yang berprofesi sebagai weiters itu mengantarkan Sarah ketempat yang sudah di pesan oleh CV Surya gemilang.


Tok


Tok


Waiters itu mengetuk pintu ruang privat yang sudah di pesan oleh CV Surya gemilang.


"Masuk aja," jawab seorang perempuan dari dalam. Dari suaranya Sarah tau kalau dia lah yang tadi menghubungi nya.


"Silahkan masuk, Bu." ucap waiters itu saat pintu sudah ia buka. Lalu waiters itu meninggalkan Sarah disana.


"Assalamualaikum," Sarah mengucapkan salam saat melangkah masuk kedalam ruang VVIP ini.


"Waalaikumsalam, silahkan masuk Bu Sarah." perempuan yang bernama Anita itu menjawab salam dan mempersilahkan Sarah untuk masuk.


Dengan hati berdebar, Sarah pun memantapkan langkah nya untuk masuk kedalam ruangan itu.


"Silahkan duduk Bu Sarah," Anita mempersilahkan Sarah.


Anita adalah perempuan cantik dan manis, wajah ya khas pribumi. Selain cantik seperti nya ia juga sangat pintar, itu sudah terlihat dari cara bicaranya.


Tak lama kemudian, beberapa menu makanan datang diantar menggunakan troli khusus untuk makanan.


Biasanya Sarah hanya bisa melihat pemandangan seperti ini hanya di sinetron-sinetron di televisi. Kini ia bisa menatap dan merasakan nya langsung menjadi tamu yang disambut dengan sangat spesial.


"Silahkan, Bu." ucap weiters setelah selesai menaruh semua menu makanan nya.


"Kita tunggu pak Rama dulu ya, Bu. Sebentar lagi beliau datang, katanya saat ini beliau sudah di jalan menuju kesini." ucap Anita dengan senyum yang sangat ramah.


Sarah pun tak bisa berkata-kata apa-apa, selain saat ini ia sangat grogi. Sarah juga bingung mau ngomong apa pada Anita.


Namun Anita bisa mencairkan suasana yang dingin, Anita tau kalau Sarah saat ini sedang gugup.

__ADS_1


Lalu Anita memulai mengajak ngobrol Sarah mengenai hal-hal kecil tentang tulisannya.


__ADS_2