
"Aku kasihan melihat Bima yang tubuhnya semakin kurus di dalam sel tahanan. Jadi aku berinisiatif untuk mencarikan uang itu demi membebaskan suami mu." lanjut Veni.
"Suami??? Kamu bilang untuk membebaskan suami ku. Bukankah kamu berusaha untuk membebaskan selingkuhan mu, mbak?!!, " Sarah semakin geram pada Veni. Ia berbicara seakan-akan ia melakukan itu untuk nya, Padahal Sarah sangat tau kalau Veni melakukan itu semata-mata untuk mas Bima karena ia selingkuhan nya.
"Sarah, aku mohon jangan bicara seperti itu. Aku takut Kay mendengar ini semua. Bagaimana perasaan Kay kalau ia mendengar apa yang kamu tuduhkan pada ku?,"
Veni terus mencari secara agar Sarah tak menyebutnya sebagai selingkuhan Bima. Dengan alasan perasaan anak nya yang masih terlalu kecil untuk mendengarkan hal yang buruk itu.
"Lalu kenapa kamu melakukan hal itu, mbak?!, kemana perasaan mu saat itu?, apa saat kamu melakukan tindakan konyol itu, kamu tak memikirkan perasaan anak mu juga, kalau kelak semua aib mu ini terbongkar?!,"
Kali ini Sarah benar-benar tak mau kalah dengan Veni. Sudah cukup rasanya menurut Sarah untuk selalu mengalah. Karena terlalu sering mengalah membuat nya semakin di injak-injak oleh orang-orang yang tak punya perasaan seperti Veni.
"Sekali lagi, aku minta maaf padamu Sarah. Aku akan melakukan semua yang kamu minta. Aku akan segera membuat video klarifikasi dan menghapus postingan ku itu. Tapi aku mohon jangan penjarakan aku." kali ini Veni sengaja bersujud di kaki Sarah.
"Kasihanilah Kay, Sarah. Bagaimana masa depan Kay, kalau aku dipenjara?, kamu tau sendiri kan, ibu nya mas Awan tak begitu suka pada Kay. Ia hanya sayang pada Putri anaknya Bima." lagi-lagi Kay yang menjadi alasan Veni.
"Lalu saat kamu mengunggah foto itu dengan caption seperti itu, apa tak sedikit pun di hatimu memikirkan mental Kean anakku?!," sorot mata Sarah nanar, mata nya berkaca-kaca saat mengingat betapa jahatnya Veni memfitnahnya.
"Iya, Sarah. Aku meminta maaf dan aku akan segera menghapus unggahan foto itu." ucap Veni.
"Apa dengan kamu meminta maaf dan menghapus unggahan foto itu bisa mengembalikan nama baikku?, apa kamu bisa menghapus semua foto yang ratusan orang telah membagikan unggahan mu itu?!,"
"Aku rasa jalan satu-satunya untuk mengembalikan nama baikku adalah dengan kamu di jebloskan kedalam penjara!!!," Sarah terus menekan Veni.
Veni sangat ketakutan dengan hal itu, ia sangat takut kalau ia harus mendekam di dalam penjara m Yang sudah pasti sangat gelap, itulah bayangan Veni.
"Aaaaarrrggghhhh.....," tiba-tiba Veni berteriak sekencang-kencangnya. Sehingga beberapa pengunjung yang ada di toilet itu pun menatap nya.
Sarah pun pergi meninggalkan nya di dalam toilet itu. Veni semakin ketakutan, ia takut kalau Sarah benar-benar nekat.
"Sarah ... Sarah...., tunggu aku." Veni mengejar Sarah. Kali ini mereka berdua Sudan berada diluar toilet.
"Katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkan aku?!," tanya Veni sambil tangan nya memegang tangan Sarah.
Kean yang melihat hal itu pun langsung lari menghampiri Sarah. Kean takut mama nya akan disakiti oleh orang lain, apa lagi orang itu adalah mami nya Kay. Yang selama ini selalu bersikap jahat pada mama dan dirinya.
"Lepaskan Tante!!!, jangan sakiti amma ku." Kean memegang tangan Veni, ia mencoba melepaskan tangan Veni yang saat ini memegang tangan Sarah.
"Tante tidak menyakiti amma kamu Kean, Tante hanya ingin minta maaf." ucap Veni pada Kean sambil melepaskan pegangan tangan nya.
" Apa amma baik-baik saja?," kini pandangan Kean berpaling pada Sarah. Ia tak menghiraukan ucapan Veni.
__ADS_1
Sarah yang berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Kean itu, langsung mendapat pelukan dari lelaki kecil yang menjadi sumber kekuatan Sarah.
"Amma baik-baik saja, sayang." jawab Sarah sambil menciumi pipi Kean.
"Kalau begitu, ayo sekarang kita pulang, ma. Kita pergi dari sini, agar hati amma tenang dan tidak sedih lagi." Ajak Kean, yang begitu perhatian nya pada mama nya itu.
"Sungguh luar biasa kasih sayang Kean pada Sarah. Tidak seperti Kay, yang tidak pernah memperdulikan aku sama sekali." gumam Veni dalam hati, yang salut dengan sikap anak sekecil Kean itu.
Veni membandingkan Kay anaknya dengan Kean. Ia lupa, kalau di setiap sikap anak itu ada ikut campur tangan orang tua untuk membentuk kepribadian nya.
Veni lupa, kenapa Kay bisa cuek seperti itu padanya. Karena memang, Veni sendiri selama tak begitu care pada Kay anaknya.
Veni terlalu sibuk dengan kesenangan nya sendiri, sampai ia lupa kalau ada Kay yang juga butuh perhatian dan kasih sayang nya.
Kini Sarah dan Kean pergi meninggalkan Kay dan Veni. Mereka pergi tanpa berpamitan. Kay yang melihat itu semua, langsung memasang wajah sedihnya. Karena hanya dengan Kean ia sangat bahagia karena bisa berbagi cerita.
"Amma, maafkan Kean ya?, Kean sudah membuat amma bersedih." ucap Kean didalam taksi dengan menundukkan kepalanya, seperti sedang menyesali perbuatannya.
"Kean tak bersalah kok. Ini semua salah Amma, karena amma telat menjemput Kean di sekolah." Sarah tak ingin hati anaknya semakin sedih dengan menyalahkan hal ini pada Kean. Walau sebenarnya, Kean juga bersalah dalam hal ini. Karena Kean sudah berkali-kali, di beri pengertian agar tak mudah ikut orang lain, walaupun ia sudah mengenal nya. Namun Sarah tak ingin membebani perasaan anak kecil itu.
"Tapi, ini pelajaran buat Kean. Lain kali Kean tidak boleh apa?," tanya Sarah mencoba mengetes daya ingat Kean.
"Tidak boleh mudah ikut orang, walaupun orang itu kita kenal." jawab Kean meneruskan apa yang dikatakan oleh Sarah.
"Sekali lagi, maafkan Kean ya Amma." ucap Kean masih merasa bersalah.
"Iya, sayang." Sarah mengecup kening Kean. Betapa lega nya hati Sarah, karena tak terjadi apa-apa pada Kean.
Kini mereka berdua dalam perjalanan pulang kerumahnya. Karena kedua orang tua Sarah sudah sangat khawatir. Bapaknya Sarah sudah menelpon Sarah berkali-kali, untuk menyuruh mereka berdua pulang.
Begitu juga dengan Veni dan Kay. Mereka juga pulang dengan menaiki mobilnya sendiri.
"Mama nya Kean terlihat sayang banget ya mam, pada Kean," ucap Kay dengan pandangan kosong kedepan. Ada rasa iri pada kasih sayang yang di dapat Kean dari mana nya. Karena berbeda sekali dengan apa yang di rasakan Kay.
"Apa maksud mu berkata seperti itu, Kay?, apa kamu mau bilang kalau mami kurang memberi mu kasih sayang?!," Veni tak terima dengan apa yang diucapkan Kay padanya.
Kayla pun memilih untuk diam tak menjawab pertanyaan Veni. Karena Kay takut di marahi lagi oleh Veni.
Kay pun memejamkan matanya, karena rasanya matanya sangat kantuk sekali setelah menghabiskan seporsi ayam crispy paket lengkap.
"Diajak bicara malah ditinggal tidur!," gerutu Veni, saat melihat Kay sudah tertidur pulas.
__ADS_1
Disepanjang perjalanan pulang, Veni terus berfikir tentang ucapan Sarah yang mengatakan kalau Sarah sudah resmi bercerai dengan Bima.
Sedikit ada perasaan bahagia didalam hatinya, karena dirinya yakin akan bisa memiliki Bima seutuhnya.
Tapi, yang paling penting saat ini adalah bagaimana caranya ia bisa membuat video klarifikasi itu. Karena Veni benar-benar takut di masukkan ke penjara oleh Sarah.
"Sekarang aku harus segera membuat video itu, untuk masalah Bima sudah sah bercerai itu adalah bonus untuk ku." gumam Veni dalam hati.
"Aku tinggal menunggu kebebasan Bima, lalu kita bisa hidup bersama." ucap Veni dalam hati penuh dengan harapan.
Tak terasa kini Veni sudah sampai dirumah, setelah membangunkan Kay. Mereka berdua masuk kedalam rumah. Kay pun langsung melanjutkan istirahat nya di dalam kamar.
Sedangkan Veni sibuk membuat video klarifikasi nya. Kali ini Veni benar-benar emosi, karena sudah beberapa kali take, video itu tidak jadi-jadi.
"Aku harap ini pembuatan video yang terakhir, agar aku segera mengunggah nya ke sosial media." gumam Veni.
Dan benar saja, hasil video terakhir itu sudah cukup memuaskan buat Veni.
Dari gambar yang diambil, Veni terlihat sudah cantik dan tubuh nya terlihat lebih seksi.
"Nah, dari semua video yang sudah aku ambil tadi. Aku rasa ini lah yang paling pas dengan ku." ucap Veni berbicara dengan dirinya sendiri.
Lalu ia mengunggah nya kesemua sosial medianya. Banyak akun yang ia tag, agar mereka melihat dan membagikan nya.
Setelah video itu berhasil diunggah, Veni juga segera menghapus unggahan foto Sarah di akunnya.
"Beres!!," ucap Veni dengan perasaan lega, karena dia bisa lolos dari hukuman penjara akibat laporan yang akan dilakukan oleh Sarah padanya.
Tak lupa ia mengirimkan pesan pada Sarah, untuk memberi kabar kalau ia sudah membuat video klarifikasi itu.
Namun pesan itu tak dibuka oleh Sarah, karena saat ini Sarah sedang beristirahat dengan Kean. Setelah seharian dirinya melewati peran realita kehidupan yang sangat menguras tenaga.
Sedangkan dirumah Bima, Bima dan Laras saat ini sedang berdebat masalah usaha toko milik Bima. Yang saat ini terancam bangkrut dan pastinya toko itu akan di sita oleh perusahaan Bara.
"Kenapa kamu percaya dengan ucapan perempuan yang bernama Ina itu, Bima?!. Padahal dia adalah orang lain yang ingin memfitnahku. Kamu harus ingat aku ini adalah ibumu. Ibu kandung yang melahirkan mu, jadi jangan kamu kurang ajar padaku kalau kamu tidak mau disebut anak durhaka." Hardik Laras pada Bima.
Ucapan seperti itu selalu Laras jadikan senjata untuk menyerang Bima. Karena Laras tahu kalau Bima tak akan berani membantah nya, hanya lantaran takut dikatakan anak durhaka oleh Laras.
"Tapi, Bu. Gara-gara uang itu diambil oleh ibu. Usaha Bima terancam gulung tikar. Dan ruko Bima dipastikan akan di sita oleh pak Bara." Kali ini Bima berbicara dengan nada halus. Agar hati ibunya bisa terketuk untuk mengembalikan uang yang sudah Laras ambil.
"Sekarang Bima mohon, kembalikan uang itu. Agar Bima bisa melanjutkan bisnis Bima, Bu. Agar Bima bisa memberikan uang bulanan untuk ibu." Bima terus mencoba untuk terus merayu Laras.
__ADS_1
"Nggak ada!!!, uang itu sudah nggak ada!!. Kamu jangan pernah bertanya tentang uang itu lagi, anggap saja uang itu, uang ganti rugi selama kamu di penjara kamu tak pernah memberi uang bulanan untuk ku." sahut Laras dengan suara sangat keras, kalau ia berdiri dari duduknya. Berjalan menuju kamar nya, lalu Laras membanting daun pintu kamar nya. Sehingga mengeluarkan suara yang sangat keras.