
Pagi hari seperti biasa, Damar bersiap pergi ke kantor. Dan Sarah menata masakan dimeja makan untuk sarapan, tak lupa ia menaruh secangkir kopi buat Damar.
Lidya juga keluar dari kamarnya sudah berpakaian rapi layaknya orang-orang pergi ke kantor. Sedangkan mama Linda masih belum bangun, karena belum terlihat ada pergerakan dari dalam kamarnya.
Damar dan Lidya sarapan bersama, dan Sarah kembali ke dapur dengan menggendong Kean untuk membereskan dapur.
"Mas, nanti aku naik taksi online aja. Karena aku langsung ke bandara. Hari ini aku di ajak kunjungan ke kantor cabang di Lombok sama pak Anton." ucap Lidya.
"Berapa hari Lid?," tanya Damar.
"Sekitar semingguan, mas." Jawab Lidya sambil mengunyah makanan yang disuap kan ke mulutnya.
"Kok tumben lama sekali? Biasanya tiga harian?," tanya Damar lagi.
"Lidya nggak tahu, mas. Ya lama juga nggak apa-apa, mas. Sekalian liburan," ucap Lidya dengan ketawa.
"Kapan lagi ke Lombok gratis?," ucap Lidya lagi.
Taksi online yang dipesan Lidya pun datang, dan dia bergegas ke depan dengan membawa tas ke cil yang di tenteng di lengan nya.
"Mbak, mbak Sarah!!! Bawakan koper ku ke depan donk!!," teriak Lidya memanggil Sarah.
Sarah pun berlari ke depan dengan menggendong Kean, lalu dia menyeret koper yang berisi beberapa baju milik Lidya.
Damar hanya melihat saja, tak ada inisiatif untuk membantu Sarah yang kelihatan kesusahan membawa koper dengan menggendong Kean.
Sampai didepan rumah, baru lah sopir taksi online itu turun dan mengambil koper yang ada ditangan Sarah.
"Sini, Bu. Biar saya bawa, kasihan ibu lagi gendong bayi," ucap sopir taksi online itu.
Sarah memberikan koper itu dengan tersenyum, karena masih ada orang yang peduli pada nya. Walaupun itu orang asing
Lalu Lidya naik taksi dan berangkat, Damar kembali kedalam untuk mengambil tas kerja nya.
"Sarah, tolong ambilkan tas kerja ku!!," perintah Damar pada Sarah.
"Sebentar, mas." Jawab Sarah.
Sarah langsung masuk kamar untuk mengambil tas yang di maksud oleh Damar. Lalu ia memberikan nya pada Damar. Dan Damar pun berangkat ke kantor sendiri.
Sarah bergegas masuk ke kamar untuk menidurkan Kean yang sudah terlelap di gendongan nya. Terdengar handphone nya berbunyi tapi entah dimana dia menaruh nya, karena semalam sudah ketiduran setelah bertengkar dengan Damar.
Ia pun mencari dengan mengikuti sumber suara handphone itu berasal. Ternyata handphone nya ada dibawah bantal nya.
Nomer tak di kenal yang meneleponnya. Lalu tak ragu dia pun mengangkatnya, karena memang sering nomer-nomer baru yang masuk untuk order makanan dan kue-kue yang aku jual.
"Assalamu'alaikum," sapa Sarah pada orang yang meneleponnya di sebrang sana.
"Waalaikumsalam, benar ini dengan ibu Sarah?," jawab orang itu.
"Iya ini dengan saya sendiri. Ada yang bisa dibantu pak?," tanya Sarah sopan dengan si penelpon.
"Ini saya dari cafe dan resto Bintang Ceria, bisakah saya memesan cake di ibu Sarah?," tanya si penelpon itu.
"Bisa, pak. Untuk kapan?," jawab Sarah dikiranya hanya pesan untuk beberapa potong saja.
"Gini, bu. Karena ini acara besar dan yang memesan bukan orang sembarangan. Bagaimana kalau besok ibu kesini dengan membawa beberapa contoh cake untuk owner kami mencoba nya. Karena kami harus menjaga kualitas rasa untuk resto dan cafe ini." jawab si penelpon itu.
"Apa ini pemesanan untuk jumlah besar, pak?," tanya Sarah penasaran.
"Bisa jadi, Bu Sarah. Kalau rasa nya cocok sama owner dan pelanggan cafe kita. Bisa jadi cafe kita akan mengajak Bu Sarah untuk bekerja sama," jawab si penelepon.
Perasaan Sarah saat ini bercampur aduk, antara takut, haru dan bangga.
"Bismillah semoga ini jalan ku menuju kesuksesan, aku tak kan menyia-nyiakan kesempatan ini. Kamu pasti bisa Sarah. Semangat!," ucap Sarah dalam hati menyemangati diri nya sendiri.
"Baik pak, besok pukul 10:00 saya akan ke cafe dan resto Bintang Ceria untuk mempresentasikan kue-kue yang saya buat sendiri," jawab Sarah.
__ADS_1
Akhirnya panggilan diakhiri, dan Sarah mendapatkan pesan singkat yang berisi alamat cafe.
Sarah mulai menyiapkan bahan untuk beberapa kue yang akan di bawa besok. Saat dia sedang sibuk di dapur, mama Linda ke luar kamar dengan menguap.
"Hoam....., masak apa kamu Sarah?!," tanya mama Linda dengan rambut acak-acakan.
"Masak sayur asem dan ayam goreng, ma." Jawab Sarah.
Linda mulai menyendok nasi ke piring nya, lalu dia makan walau belum cuci tangan dan cuci muka.
Setelah perut kenyang, ia pergi kamar. Dan piring kotor pun masih tetap di atas meja makan.
Sarah bergegas membersihkan piring yang kotor dan langsung mencuci nya.
Ia masih bergelut dengan tepung di dapur, mumpung Kean masih tidur. Linda pun keluar dengan dandanan yang sangat menor, dan dia sedang sibuk menerima telepon.
"OOO, iya jeng. Tunggu saya ya... ini sedang otw," ucap Linda yang sedang ber teleponan dan segera menutupnya setelah pamitan pada orang yang menelepon.
Lalu Linda keluar rumah tanpa pamit pada Sarah.Dan Sarah pun tak memperdulikan itu. Ia sibuk sendiri di dapur.
Ditengah-tengah ia sibuk membuat kue, terdengar suara Kean menangis dari dalam kamar. Sarah pun berlari ke kamar untuk melihat Kean. Dan ia langsung menggendongnya.
Sarah membuat kue dengan menggendong Kean yang sedang rewel. Tapi penuh kesabaran dan ketelatenan Sarah menerus kan pekerjaan nya itu. Capek badan dan capek pikiran tak ia hiraukan, demi mewujudkan mimpinya kelak untuk membahagiakan Kean anak nya.
Setelah banyak drama di lalui akhirnya semua kue pun selesai. Dilihatnya jam sudah menunjukkan jam 7malam.
"Alhamdulillah akhirnya semua kue sudah siap untuk dipresentasikan besok, semoga semua berjalan dengan lancar. Sekarang waktunya aku beristirahat dengan Kean," ucap Sarah pada dirinya sendiri.
Lalu dia menyusul anak nya yang sedang tidur nyenyak setelah seharian menemani nya membuat kue. Walau penuh dengan drama, karena tak seperti biasanya Kean hari ini sangat rewel sekali.
"Kean anak hebat, Kean udah kerja keras hari ini sama mama. Doa ini besok semuanya berjalan dengan lancar ya sayang," ucap Sarah pada Kean yang sedang tidur pulas sambil ia mengecup kening putra kecilnya itu.
Lalu Sarah pun tak langsung tidur, dia mengambil handphone untuk mengetik novel online nya. Namun tiba-tiba dia ingat, kalau jam sudah malam tapi semua penghuni rumah belum ada yang datang.
Ia pun bergegas keluar kamar untuk mengeceknya, saat diluar kamar di tak melihat satu orang pun yang datang. Dia juga mengintip keluar di jendela mobil Damar tidak ada dan mobil mama Linda yang di belikan Damar kemarin juga tak ada.
Sarah mencoba menghubungi Damar untuk menanyakan dimana ia sekarang. Namun handphone Damar mati.
Akhirnya Sarah kembali ke kamar untuk meneruskan ngetik novel online nya yang saat ini sedang ongoing.
Ditempat lain, ternyata Linda sedang arisan di hotel bintang lima dengan teman-teman sosialita nya. Arisan yang di buat Linda dan teman-temannya bukan lah arisan seperti biasanya. Bukan arisan yang menang mendapatkan uang, namun mereka membuat arisan brondong.
Jadi siapa yang menang hari ini, mendapatkan kencan dengan brondong yang di pilih oleh semua anggota arisan.
Pemenang arisan brondong ini berkesempatan, berkencan tiga hari tiga malam dengan fasilitas tiga brondong dan kamar hotel VIP.
Dan hari ini Linda lah pemenang arisan itu, jadi hari ini dan dua hari kedepan Linda tak pulang kerumah.
"Selamat ya jeng Linda, kamu pemenang arisan hari ini," ucap pemimpin arisan dan di ikuti oleh semua peserta arisan.
Lima peserta arisan itu semua adalah wanita-wanita yang bersuami namun mereka merasa kesepian. Karena sering kali ditinggal oleh suaminya yang sibuk dengan urusan pekerjaannya.
Hanya Linda saja disini yang janda, namun gaya hidup nya seakan dia adalah janda yang kaya raya.
Linda pun bahagia saat ia memenangkan arisan itu. Terlihat para anggota arisan itu riuh sekali, saat melihat tiga lelaki mudah datang untuk menjemput pemenang arisan hari ini.
Tiga pemuda itu sangat tampan dengan tubuh yang atletis. Diperkirakan umur mereka jauh dibawah Damar.
Ketiga pemuda itu pun langsung mendatangi Linda yang saat itu memakai dress ber maroon.
Linda pun langsung mengikuti ajakan tiga brondong itu untuk pergi ke kamar hotel yang sudah dipesan oleh ketua arisan.
Sesampai kamar hotel Linda langsung ke kamar mandi, tidak dipungkiri saat ini dia saat ini sangat gugup. Tapi melihat tiga lelaki tampan di depan sana membuat Linda berhasrat.
Akhirnya Linda keluar dengan keyakinan yang kuat, dan saat keluar Linda memakai lingerie yang sangat seksi dan transparan.
Walau umurnya tidak lagi muda, namun badan nya masih terawat. Tak ada lemak menggelambir di perut nya. Walau dia sudah pernah melahirkan.
__ADS_1
Sebelum memulai aktivitas yang akan menguras tenaga, mereka berempat melakukan pemanasan dengan meminum minuman yang mengandung alkohol.
Pesta kenikmatan surga dunia pun terjadi. Satu wanita dengan tiga lelaki, yang berbeda usia cukup jauh.
Tak terasa sudah pagi, mereka berempat pun Ter tergeletak tanpa busana.
Bukannya berakhir tapi setelah bangun permainan pun di mulai lagi. Karena pesta akan berakhir di hari ketiga.
Sedangkan dirumah, pagi-pagi sekali Sarah sudah bangun. Dan Damar masih terlelap tidur karena pulang terlalu larut malam karena dia harus lembur di kantor.
Lalu Sarah bergegas ke dapur untuk melakukan rutinitas nya.
"Tak terlihat mama pulang semalam," ucap Sarah saat melewati depan kamar Linda. Lalu ia sempat kan mengintip kamar itu, karena pintunya setengah terbuka.
Namun di dalam kosong tak ada siapa-siapa. Dan Sarah pun melanjutkan pekerjaan nya.
Setelah semua selesai, Sarah menyiapkan semua kebutuhan yang akan di bawah untuk presentasi di cafe Bintang Ceria. Tak lupa ia juga memandikan Kean terlebih dahulu.
Sarah akan mengajak Kean juga, karena kalau di tinggalkan dirumah tidak ada yang menjaganya.
Sebelumnya Sarah sudah menelepon Sinta, ia minta Sinta untuk menemani nya. Dan entah kebetulan darimana saat ini Sinta memang sedang free, karena Bianca dan pak Handoko lagi berada di Luar negeri.
Damar pun sudah berpakaian rapi, mau berangkat ke kantor.
"Mas, mama semalam nggak pulang ya?," tanya Sarah dengan wajah khawatir.
"Iya, mama nginep dirumah teman nya. Semalam mama menelpon ku. kayaknya sih tiga harian mama nggak pulang," jawab Damar.
"Dan mungkin beberapa hari ini aku juga akan sering pulang malam, Sarah. Karena harus lembur di kantor. Dan Lidya seminggu lagi pulang dari luar kota, jadi kamu beberapa hari ini akan sendirian dirumah," lanjut Damar.
"Iya, mas." jawab Sarah.
Damar berangkat ke kantor sendirian. Lalu Sarah segera mandi dan memakai pakaian yang rapi.
Rok panjang berwarna putih dipadukan dengan Tunik berwarna merah mudah dan pasmina yang berwarna senada. Kelihatan pas sekali saat ia memakai nya. Ini lah baju yang paling bagus menurut Sarah.
Karena selama menjadi istri Damar, Sarah tak pernah diajak berbelanja baju.
Tiiiiinnnnn
Tiiiiinnnnn
"Sepertinya tante Sinta sudah datang nih, mau jemput adek Kean," ucap Sarah berbicara dengan Kean.
"Hari ini kita jalan-jalan sama tante Sinta ya dek," ucap Sarah lagi kepada anaknya.
Sinta turun dari mobil dan masuk kerumah Sarah. Sarah menyiapkan semua yang akan dibawa. Dan Sinta membantu membawakan barang-barang milik Sarah.
"Mobil kamu ganti, Sin?," tanya Sarah pada Sinta dengan penuh selidik. Karena Sarah masih penasaran dengan mobil mewah yang dipakai Sinta waktu itu. Karena mobil yang dipakai Sinta sama dengan mobil yang mengantar Damar setiap malam.
"Nggak lah, uang darimana aku buat ganti mobil?," jawab Sinta tersenyum menoleh kearah Sarah sambil meletakkan barang-barang di bagasi.
"Trus mobil yang kemarin itu....?," Sarah tak melanjutkan ucapannya.
"Oh... mobil mewah yang aku pakai kesini itu? itu bukan mobil ku. Itu mobil bos ku. Gila aja aku mampu beli mobil mewah seperti itu. Mending uang nya buat renovasi rumah di kampung," ucap Sinta menjelaskan pada Sarah.
Lalu mereka masuk dalam mobil, dan Sinta melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sarah sangat menikmati perjalanan itu. Karena hampir tidak pernah ia diajak Damar keluar hanya sekedar untuk jalan-jalan saja.
"Memang bos kamu itu masih singgle, Sin?," tanya Sarah lagi
"Bos ku itu sudah punya suami, Sarah. Ini sekarang mereka lagi ada di LN jadi aku free. Makanya aku bisa menemani kamu untuk presentasi." ucap Sinta dengan pandangan kedepan.
"Ooh gitu ya....?," ucap Sarah dengan meyakinkan diri nya kalau selama ini yang dipikirkan tentang Damar itu tidak benar.
Namun tetap saja hati nurani nya berkata lain, kalau Damar pasti ada sesuatu dengan pemilik mobil mewah itu.
"Oya, Sin. Gimana ceritanya kok kamu tiba-tiba kerja kantoran kayak gini? Ya semenjak aku lulus SMA kan, aku kerja dan kamu melanjutkan kuliah di kota. Dan semenjak itu kita lost contact. Jadi aku nggak tau lagi tentang kamu," cerocos Sarah, kalau sudah bersama sahabat kecilnya Sarah menjadi lebih banyak omong. Berbeda saat dia sedang bersama keluarga Damar, dia akan menjadi seperti patung.
__ADS_1