DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Curhatan Bisa Jadi Ide Cerita


__ADS_3

Kini mereka berdua, Sarah dan Sinta sudah sampai dirumah Sarah.


Karena Sinta mengantarkan Sarah dulu, lalu ia akan langsung pergi ke rumah pak Handoko.


"Terimakasih banyak ya, Sin. Dan bye bye hati-hati di jalan." ucap Sarah sambil melambaikan tangan nya, setelah ia turun dari mobil Sinta tepat di depan rumah nya.


Sinta pun juga membalas dengan lambaian tangan pada Sarah.


Lalu Sarah pun masuk kedalam rumah, setelah mobil Sinta hilang dari pandangan nya


Segera Sarah mengambil handuk untuk mandi. Karena di rasa tubuh nya sangat lengket setelah beraktivitas di luar tadi.


Rumah nampak begitu sepi, karena Kean dan bapak , ibu Sarah masih belum pulang dari kampung halaman nya.


Rasa kesepian yang dirasakan oleh Sarah, ia alihkan untuk menyelesaikan naskah novel yang akan di terbitkan kan oleh perusahaan penerbit Surya Gemilang, yang ternyata pemiliknya adalah Rama sepupu dari Randy.


Sarah terus fokus untuk mengetik dan menguras otak untuk menyelesaikan beberapa naskah.


Hingga perutnya pun terasa sangat lapar, dan Sarah lupa kalau di meja makan saat ini tidak ada apa-apa. Karena memang, semenjak ibu, bapaknya dan Kean pulang kampung. Sarah jarang sekali masak, karena kalau pun masak nanti tak akan ada yang makan.


Sarah juga lupa, tadi tidak mampir terlebih dulu ke mini market untuk sekedar membeli cemilan.


"Semoga saja di kulkas, masih ada sisa cemilan." gumamnya sambil beranjak dari tempat tidur nya, dan berjalan menuju dapur.


Saat keluar dari dalam kamar, Sarah Melihat jam di dinding sudah pukul sebelas malam. Tak terasa kalau ia sudah menghabiskan beberapa jam berada didalam kamar untuk mengetik naskah online nya.


"Pantesan saja perutku sangat lapar," ucapnya saat ia melihat jam di dinding sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


Kini ia berjalan menuju lemari es yang berada di dapur rumah nya.


Dan bahagia nya dia, saat membuka pintu lemari es banyak sekali Snack milik Kean yang belum sempat di makan.


Sarah pun segera membawa beberapa Snack itu ke dalam kamar nya. Tak lupa ia juga membawa sebotol air mineral kemasan yang terkenal sajak Sarah kecil. Dulu ia tak mampu untuk membeli air mineral kemasan itu, karena memang ekonomi keluarga nya sangat kurang. Dulu mereka hanya cukup minum air yang di masak sendiri dari tungku yang terbuat dari tanah liat.


Setelah ia masuk kedalam kamar, ia membuka kembali laptop nya. Maksud hati ingin meneruskan mengetik, namun tiba-tiba otak Sarah langsung buntu, seperti tak ada ide.


Akhirnya dengan sangat terpaksa, Sarah pun mengistirahatkan otak nya yang sedikit memanas itu. Ia memang butuh uang, tapi Sarah juga ingat kalau kesehatan nya juga harus dijaga. Karena keseimbangan hidup itu harus tetap di jaga agar tetap waras.


Sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur, Sarah memainkan gawai nya. Ia mencoba membuka platform novel online nya.


Ternyata ada banyak yang mengirim pesan lewat platform itu. Sarah pun segera membuka nya untuk sekedar menyapa para pembaca nya.


Mumpung ia sedang beristirahat, siapa tau dengan membaca dan membalas satu persatu pesan dari pembaca setia nya, akan muncul lagi ide-ide yang bagus untuk ia curahkan di naskah novel nya.


Karena Sarah sangat ingat betul, setiap kali ia meng-up bab pasti akun yang bernama @cintabaca itu sekali hadir memberikan gift, Like dan komentar nya.


Dengan pembaca memberikan itu semua, author sangat bahagia. Karena setiap tulisan nya mendapatkan apresiasi dari pembacanya.


"Doa kan segera novel-novel ku di lirik oleh penerbit ya Kaka." jawab Sarah dengan membalas pesan nya.


Setelah membalas pesan dari akun yang bernama @cintabaca. Sarah beralih pada pesan yang diatasnya. Sengaja Sarah membaca dan membalas pesan dari bawah. Karena yang bawah lah yang lebih dulu mengirim kan pesan padanya.


Kali ini akun bernama @cahayapena, melihat dari nama akun nya, Sarah sudah tau kalau dia juga seorang author.


"Semangat berkarya kakak, tulisan kamu sangat keren." akun ini memberikan spirit pada Sarah.

__ADS_1


"Terimakasih untuk semangatnya kakak." jawab Sarah lewat pesan juga yang tak lupa ia sematkan emoticon love diakhir kalimat nya.


Karena Sarah penasaran dengan akun itu, Sarah mencoba melihat hasil karya dari akun yang bernama @cahayapena itu.


Dan betapa terkejutnya nya Sarah, saat melihat semua karya nya. Ternyata akun @cahayapena itu adalah akun dari seorang author yang sudah famous di platform ini.


Sarah pun terkejut, tak terbayang kan sebelumnya kalau ia bakal di sapa author yang sangat keren itu.


Dan tak ketinggalan akun Natasya pun juga mengirimkan pesan.


"Author favorit ku, aku harap kamu sudah bertemu dengan anakku. Karena aku lah yang merekomendasikan semua novel mu untuk di terbitkan di perusahaan anak ku." akun Tante Natasya yang bernama @syasyah itu menjelaskan asal muasal novel Sarah tiba-tiba di lirik oleh penerbit.


"Jadi yang merekomendasikan ini semua Tante Natasya?, Apa Rama benar-benar suka dengan novel ku atau Din mau menerbitkan novel online ku ini karena paksaan dari mama nya saja?," ucap Sarah dalam hati. Hati Sarah bertanya-tanya, karena ada ketakutan dengan apa yang di katakan oleh Tante Natasya.


Sarah takut Rama hanya terpaksa untuk menerbitkan novel onlinenya.


"Aku harus mencari tau kalau Rama benar-benar suka dan sudah membaca novel-novel ku. Khususnya yang akan ia terbitkan itu." ucap Sarah.


"Mungkin besok aku harus bertemu lagi dengan Rama, dia harus menjelaskan tentang ini." ucapnya lagi. Sarah berbicara sendiri sambil menatap layar handphone nya.


Lalu Sarah diatas pesan dari Natasya, ia melihat ada akun Veni juga mengirimkan pesan untuk nya.


"Thor, aku ingin curhat. Kali ini aku sangat sedih, Thor. Adik iparku saat ini masuk penjara, gara-gara ulah istrinya yang sok alim itu." pesan Veni dikirim beberapa hari yang lalu, saat hari penangkapan Bima.


"Huuuufft....," Sarah langsung menghembuskan nafas besar saat membaca isi pesan dari Veni.


"Memang kenapa, kak? Kok bisa adik ipar yang sekaligus pacar gelap kakak itu bisa ke tangkap polisi?," Sarah membalas pesan dari Veni. Disini Sarah berperan sebagai author. Dan sengaja menampung curhatan Veni. Karena dari curhatan itu bisa di jadikan ide untuk novel online nya. (jadi yang suka curhat pada seorang author, siap-siap ceritamu jadi ide novelnya).

__ADS_1


"Ini semua karena istrinya yang sial*n itu. Dia melaporkan Bima ke kantor polisi." jawab Veni melalu pesan nya.


__ADS_2