DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Rahasia Bianca POV Bianca


__ADS_3

Hari ini aku ada janji dengan Damar, tapi tiba-tiba saja lelaki tua itu menelpon katanya dia pulang hari ini dari Singapore.


Padahal rencana pulang masih lusa, makin malas saja aku sama lelaki bau tanah itu.


Mau tak mau aku harus menjemput nya di bandara. Mana dia pulang dengan anak lelakinya, makin malas aku sama dia!


Sampai di bandara aku melihat seseorang yang sangat aku kenal, postur tubuh dan style baju nya. Iya itu adalah Lidya adiknya Damar. Ngapain dia disini juga? bahaya kalau dia tau aku ada disini.


Aku pun menunggu nya dari kejauhan, agar tak di ketahui Lidya. Kulihat Lidya juga sedang menunggu seseorang yang satu pesawat dengan tua bangka itu. Karena dia menunggu di pintu kedatangan yang sama.


Tiba-tiba handphone ku berbunyi dua kali, kulihat ternyata pesan dari Damar dan dari tua b4ngka itu.


Ku baca dulu yang dari tua b4ngka itu karena dia harus diprioritaskan.


"Bianca, kalau kamu ada meeting penting. Kamu tidak usah ke bandara. Biar Nang Ujang aja yang jemput. aku uda menelpon nya".


"oke Daddy, maafkan Bianca ya nggak bisa jemput kamu". ku tambahkan emoticon sedih pada balasan pesan ku biar kepura-puraan ku tak begitu ketara.


Kalo bukan karena harta dan urusan utang piutang papa dengan nya, aku tak kan Sudi berstatus istri si tua b4ngka ini.


Aku pun langsung putar balik dari Bandara ke Bintang resto tempat aku makan malam bersama Damar malam ini.


Kulihat satu pesan lagi dari Damar, "Bi, aku sudah di Bintang resto. kamu dimana?".


Ternyata Damar sudah sampai disana, untung saja aku sudah reservasi tempat VVIP atas namaku. Sehingga Damar bisa langsung ketempat yang aku pesan.


Ku laju kan mobil ku dengan kecepatan tinggi, karena hati ini sudah tidak sabar ingin bertemu Damar. Damar adalah mantan kekasih ku dulu di SMA. Banyak temen-temen ku yang bilang kalau kita pasangan kekasih yang serasi, cantik dan tampan. Tapi sayang hubungan kita putus, karena aku harus kuliah di Amerika.


Dan aku pulang saat perusahaan papa hampir bangkrut, karena berhutang banyak pada si kakek tua b4ngka ini. Akhirnya jalan satu-satunya aku harus mau dinikahi dua tua ber anak satu. Dengan kekayaan yang berlimpah, perusahaan nya dimana-mana.


Dan sekarang aku diberi kekuasaan untuk mengurus satu perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan dimana Damar bekerja. Dan disitulah awal rasa cinta yang dulu tumbuh lagi pada Damar.


Akhirnya aku sampai di Bintang resto, resto dan hotel bintang lima yang sudah menjadi langganan ku untuk meeting dengan klien-klien besar. Tak lupa aku juga sudah memesan satu kamar hotel, buat jaga-jaga kalau nanti aku tak pulang.

__ADS_1


Ku tatap kaca spion, aku benahi dandanan ku. Tak lupa ku oleskan lagi lipstik yang berwarna merah senada dengan gaun yang aku pakai. Sengaja aku pakai gaun yang seksi dengan belahan dada yang terlihat.


"Sempurna". ucapku dengan kagum akan kecantikan ku malam ini.


"Dad, mungkin Bianca malam ini tak pulang. Ternyata klien kita ngajak meeting diluar kota. nggak apa kan sayang?". tak lupa kukirimkan pesan kepada suamiku yang sudah tua b4ngka. Buat jaga-jaga kalau nanti malam aku tak pulang.


"oke sayang". jawabnya


"Oke semuanya Uda siap, urusan sama si tua b4ngka juga Uda beres. Sekarang waktunya aku ber kencan dengan Damar". gumam ku.


Aku pun masuk menuju tempat yang sudah aku pesan, dan kulihat Damar sudah ada disitu.


"Hay mar, kamu sudah lama?". sapa ku.


"Bianca?.." ucap Damar dengan tatapan matanya tak berkedip, memperlihatkan kalau dia terpesona dengan penampilan ku malam ini.


Kita pun makan malam sangat romantis, menghabiskan malam berdua. Aku berpura-pura mabuk berat agar Damar mau menemani. Akhirnya aku dan Damar ada pada satu kamar hotel yang sudah aku pesan.


Tak seperti waktu bersama kakek tua itu, dia sudah loyo. Aku tak pernah puas bersamanya.


"Mar, kamu hebat. makasih ya untuk malam ini'. ucapku, ku sandarkan kepala ku pada dada bidang nya yang tanpa sehelai benang.


Tubuhnya begitu kekar dan atletis, melihat tubuhnya yang polos membuat hasrat birahiku naik lagi.


Dan kali ini aku yang memimpin pertempuran ini. Aku rebahkan tubuhnya dia atas ranjang, dan aku duduki tubuhnya. Aku ciumi dan jil4t semua area sensitifnya. seperti di belakang telinga turun ke leher nya. Tak terlewat pula ku pilin-pilin ****** susunya. Terlihat sekali dia menggeliat dan terdengar suara ******* keenakan.


Akhirnya pertempuran pun usai. Kita berdua terkulai lemas. Dan tertidur sampai pagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku buka mata dan kuambil handphone ternyata uda jam 8pagi. Tapi kemana perginya Damar?.


Tak lama kemudian Damar keluar dari kamar mandi, terlihat dia sudah segar, rapi dan wangi.

__ADS_1


"Kamu mau kemana Mar?". tanyaku dari balik selimut.


"Ini sudah siang sayang, aku harus pulang". jawabnya.


"Kenapa? kamu takut istri mu mencari mu?". tanyaku.


"Nggak bi, dia tidak akan mencari ku. karena dia ada dirumah ibu nya. Sekarang aku harus pulang karena mama ku barusan menelepon ku, katanya Lidya dari kemarin marah-marah dan nggak mau keluar dari kamarnya".


" OOO ok ok... btw makasih ya Mar untuk semalam". bisik ku, aku berdiri dengan tubuhku tanpa sehelai baju yang menempel ku hampiri Damar.


"Kamu hebat Bi, aku akan selalu merindukan semalam". bisiknya pas di telinga ku yang membuat bulu-buluku berdiri.


Aku hanya membalas dengan senyum yang penuh dengan persetujuan kalo akan mengulangi ini lagi.


"Aku pulang dulu ya sayang". ucap Damar dengan mendarat kan kecupannya di kening ku.


"Iya Mar". jawabku sambil mengangguk.


Damar pun berlalu, dan aku kembali merebahkan tubuhku diatas ranjang.


Ku putar kembali ingatan-ingatan kejadian semalam bersama Damar.


Damar memang hebat, dia bisa mengimbangi ku yang sangat hipers3ks. Baru kali ini aku merasa puas, tidak seperti setiap aku melakukan ini dengan suamiku.


Dia selalu kalah duluan, jadi kekecewaan yang aku dapat setiap aku bertempur dengan nya. Beda dengan Damar yang tenaganya masih kuat dan tubuhnya sangat atletis.


Kulihat jam menunjukkan sudah siang, aku harus buru-buru pulang kerumah. Karena si kakek tua b4ngka itu sudah berkali-kali menghubungi ku, tapi aku abaikan.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


jangan lupa mampir di karya teman ku yagesya


__ADS_1


__ADS_2