
"Mas, mas Damar nggak sarapan dulu?," Sarah mengikuti langkah Damar dengan membawa tas kerjanya dan satu kotak bolu coklat kesukaan Damar.
"Aku sudah kesiangan, Sar. Biar aku makan di kantin kantor saja." jawab Damar membuka pintu mobil bagian kemudi.
"Ini buat pengganjal perut dulu, Mas. Bisa dimakan dijalan." Sarah memberikan tas kerja nya dan sekotak bolu coklat.
"hmmm...makasih ya, Sar." ucap Damar dengan menutup pintu mobil.
Damar langsung melajukan mobilnya kearah kantor, di tengah jalan Damar mengambil sepotong bolu yang di bawakan Sarah tadi.
Ia mulai memakan bolu itu, dia menghentikan aktivitas mengunyah nya. Damar mulai berfikir kok rasanya sama persis dengan bolu yang ia makan di cafe punya Randy semalam.
"Apa Sarah membeli bolu ini di cafe Randy?," tanya Damar dalam hati.
"Ah.... mana mungkin. Sarah kan tak pernah keluar rumah. Lagian uang dari mana ia mau beli makanan di cafe terkenal itu?!," ucapnya lagi.
Pikirannya masih bergelut tentang Sarah dan bolu nya, sampai tak terasa bolu sekotak habis tak bersisa.
"Loh? kok cepet habis," Damar kaget saat mau ambil sepotong bolu lagi, ternyata bolu sekotak itu habis tak bersisa. Sampai ia mengangkat kotak itu untuk memastikan memang sudah habis.
"Pelit sekali Sarah, membawakan bekal Kok cuma sedikit!," gerutu Damar kesal.
Sampai di kantor Damar masih membolak balik kan kotak bekal itu. Masih tak percaya kalau bekal yang di kasih Sarah sudah habis.
"Mar lagi cari apa?," tanya teman sekantor nya saat melihat Damar sedang membolak-balik kotak bekal sambil berjalan menuju ruangan nya.
"Hihihi, nggak lagi cari apa-apa kok." Damar menggaruk kepala nya karena malu. Ternyata ada orang yang melihat tingkah konyolnya.
Damar masuk ke dalam ruangan nya, dan menaruh tas dan kotak bekal kosong itu di meja sebelah dia duduk. Lalu ia mengerjakan semua laporan yang harus ditandatangani oleh pak Anton.
Dirumah setelah Sarah selesai memandikan Kean, segera keluar. Karena sudah terdengar suara taksi online yang dia pesan. Pagi ini dia ingin pergi ke ruko nya, karena ada beberapa pesanan makanan frozen dan kue yang harus di kirim.
Sebenarnya dua karyawan Sarah sudah bisa menghandle semua orderan itu. Namun Sarah tak mau memasrahkan semua urusan orderan ke karyawan nya.
Sekarang selain menerima pesanan makanan frozen dan kue. Sarah juga selalu menyediakan makanan yang bisa dibeli langsung tanpa harus pesan lebih dulu.
Begitu pun dengan kue-kue, Sarah setiap hari membuat kue dan ia taruh di dalam lemari etalase kaca. Agar yang mau membeli sewaktu-waktu bisa.
Saat ia membuka pintu rumah, ternya yang datang bukan taksi online pesanannya. Namun Yanga datang adalah Linda, mertua Sarah.
Linda pulang dengan keadaan pucat, dan rambut acak-acakan.
"Mama?!," Sarah langsung berlari kearah Linda karena terlihat Linda sangat lemas tak bertenaga. Sehingga untuk jalan pun ia sempoyongan.
Sarah memapah Linda sambil menggendong Kean. Lalu ia merebahkan Linda di sofa ruang tamu. Karena mau membawa ke kamar Linda tenaga Sarah tak kuat.
Sarah berlari ke dapur untuk membuat kan teh hangat untuk Linda, Linda yang sangat lemas tak berdaya ini begitu pasrah kepada Sarah. Tak seperti biasanya, yang seperti ingin memangsa Sarah.
Sarah meminum kan teh hangat itu dengan kepada Linda. Dan Linda meminumnya seperti orang kelaparan.
"Mama, mau makan?," tanya Sarah karena melihat Linda yang sangat kalap saat meminum teh hangat buatan nya.
Linda pun mengangguk sambil memejamkan mata nya.
Sarah bergegas kedapur lagi untuk mengambil makanan untuk Linda. Dan ia langsung menyuapkan makanan itu kepada mertuanya.
Begitu lahap Linda memakannya, seperti orang yang tiga hari tiga malam tak makan sama sekali.
Setelah berdiam sejenak Linda beranjak ke kamar nya dengan sedikit tenaga yang sudah terkumpul. Tapi sepertinya untuk ngomel ia masih belum punya tenaga.
Sarah membantu menuntunnya tanpa banyak bertanya pada mertua nya. Karena menurut nya, kalau ia bertanya pasti mertua nya itu akan emosi. Sarah hanya bisa memendam pertanyaan-pertanyaan yang saat ini sedang berjubel di otak nya.
Tin
Tin
Suara taksi online yang sudah dipesan Sarah akhirnya datang. Sarah dilema apa iya dia harus ninggalin mertua nya dalam keadaan seperti itu.
Disisi lain, Sarah harus tekun untuk merintis bisnis nya demi masa depannya dan Kean nantinya.
Dilihat lagi mertua nya di dalam kamar, ternyata sudah tertidur nyenyak dengan dengkuran yang sangat keras.
Akhirnya Sarah dengan berat hati meninggalkan mertua nya sendiri dirumah. Sejujurnya Sarah tak tega dengan itu, namun Sarah tak mau membuang kesempatan suksesnya demi mertua yang toxic seperti Linda.
__ADS_1
Sarah langsung naik taksi yang dia pesan dengan menggendong Kean. Sesampainya di ruko, dia melihat banyak orang yang berkerumun.
Sarah pun turun dari taksi dan masuk kedalam ruko.
Ternyata ruko di serbu oleh para konsumen tetap Sarah yang biasanya pesan online.
Namun sekarang mereka tak perlu menunggu open PO lagi, sekarang mereka bisa menikmati secara langsung.
"Alhamdulillah Bu, awal buka tadi pagi. Ruko nggak ada sepinya," ucap Reni sambil membungkus orderan customer.
"Alhamdulillah ya ren," Sarah tersenyum kepada Reni.
Lalu Sarah menaruh Kean di box bayi nya, dan langsung kebelakang ke bagian produksi.
Memang sengaja Reni di taruh di bagian depan karena dia masih mudah. Jadi lebih cekatan melayani customer, selain lebih cekatan Reni juga lebih mahir di dunia maya dibanding mbak Indah.
Jadi Reni bisa memasarkan produk yang Sarah buat di sosial media. Karena marketing di dunia maya itu sangat penting dan sangat berpengaruh sekali.
Buktinya setelah beberapa jam post toko sudah buka, para customer pun datang berbondong-bondong.
Sarah kebelakang untuk membantu mbak Indah yang sedang membungkus makanan frozen.
Namun tiba-tiba Reni kebelakang, kalau stok kue sudah menipis.
Akhirnya Sarah segera membuat beberapa adonan kue. Dan mbak indah yang sudah selesai membungkus makanan frozen, langsung ikut membantu Sarah.
Drrrttttt
Drrrttttt
Handphone Sarah berbunyi, tapi dia tak bisa mengambil dari saku gamisnya. Karena tangan nya masih belepotan dengan tepung.
Diabaikan nya suara dering handphone itu.
"Bu, handphone nya bunyi." ucap mbak Indah sambil menunjuk saku gamis Sarah.
"Iya, mbak. Tapi Sarah nggak bisa ambil, tangan Sarah kotor," Sarah mengangkat tangan nya yang penuh dengan tepung.
"Mbak Indah bisa ambilkan?!," tanya Sarah.
"Ini, Bu," mbak Indah menyodorkan handphone itu.
"Taruh di meja dulu mbak Indah, tanggung nih." Sarah masih menyelesaikan proses pembuatan adonan kue.
Setelah adonan siap, Sarah menyuruh mbak indah untuk mencetak dan mengukusnya.
Lalu Sarah mengambil handphone dan membuka pesan yang tadi masuk.
"Duh Bu owner lagi sibuk, toko kue nya rame banget. Yang beli sampai antri panjang," ternyata pesan dari Sinta.
"Kok kamu tau?," balas Sarah.
"Iya lah, aku tau. Tadi aku mampir ke tokomu sama bos ku. Trus aku tanya ke Reni katanya kamu dibelakang bikin adonan kue,"
"Serius kamu?! Bos kamu mau mampir ke toko kue ku?," tanya Sarah tak percaya.
"Iya Sarah, nih dia lagi makan bolu cokelat mu, enak katanya."
Balasan pesan dari Sinta membuat Sarah terharu hingga meneteskan air mata bahagia.
"Bu Sarah, kenapa? kok tiba-tiba nangis?," tanya mbak indah saat melihat Sarah meneteskan air mata di pipi nya.
"Hmmm.. Sarah nggak apa-apa kok mbak. Sarah cuma terharu," jawab Sarah dengan senyum sambil menyeka air matanya.
Lalu Sarah keluar untuk melihat keadaan di depan, dan melihat Kean yang sedang asyik bermain sendiri.
"Anak mama yang pintar, Kean main sendiri dulu ya. kalau kerjaan mama selesai nanti main nya ditemani mama," Sarah mengajak anaknya berbicara. Walau Kean masih belum bisa bicara, tapi Sarah setiap hari mengajak nya bicara.
Sarah menghampiri Reni yang sedang sibuk membungkus orderan customer.
"Lancar kan, Ren?," tanya Sarah dengan senyum kepada Reni.
"Alhamdulillah lancar, Bu." Jawab Reni.
__ADS_1
Sarah pun tak hanya tinggal diam melihat karyawan nya sibuk melayani customer.
Dia juga ikut melayani customer juga, dia mengambil setiap pilihan customer nya.
"Owner nya cantik ya," celetuk ibu-ibu yang sedang dilayani Sarah.
"Terimakasih Bu," ucap Sarah tersenyum manis.
"Senang beli disini, kalau owner dan pegawai nya ramah-ramah gini. Apalagi semua makanan dan kue yang dijual rasanya enak-enak semua. Aku sudah berlangganan sebelum mbak Sarah punya toko loh," ucap ibu-ibu itu. Memang saat ia berjualan online Sarah tak pernah tau wajah customer nya. Jadi dengan di buka nya toko ini, Sarah makin kenal dan dekat dengan customer-customer nya.
"Oh ya Bu?, terimakasih banyak ya Bu udah repeat order disini. Dan ini ada gift buat ibu," Sarah memberi hadiah gantungan kunci yang berbetuk tulisan SKcake. Ya, Sarah memberi brand kue nya SKcake yang kepanjangan nya Sarah Kean cake.
Itu salah satu trik marketing untuk memikat hati customer selain dengan rasa masakan itu sendiri.
Stok kue di etalase semakin menipis, Sarah dan mbak Indah sangat kewalahan. Sampai-sampai Reni yang ada di bagian depan ikut membantu di bagian produksi.
"Sepertinya kita harus nambah tenaga lagi deh," ucap Sarah dengan mengusap peluh di keningnya.
"'Itu ide bagus, Bu." celetuk Reni.
"Gini Bu, ada keponakan saya. Baru lulus SMA, dia tidak melanjutkan kuliah. Karena tak ada biaya. Sebenarnya dia pingin sekali kuliah, bu. Jadi dia sekarang mencari kerja, agar bisa menabung buat biaya kuliah nanti. Mungkin ibu Sarah berkenan menerima nya." ucap mbak Indah menawarkan keponakan nya yang sedang cari kerja.
Sebenarnya Sarah tak ada standar lulusan sekolah untuk mencari karyawan. Yang iya cari adalah yang tekun, ulet, rajin dan ramah. Dan yang paling penting dia punya attitude yang baik.
"Aku suka sama anak yang seperti ini, mbak Indah. Pantang menyerah, selama ada kemauan pasti ada jalan. Besok suruh dia menemui aku mbk Indah. Aku tak ada standar lulusan sekolah untuk mencari karyawan, yang penting dia jujur, tekun, ulet dan punya attitude yang baik." Ucap Sarah.
"Bik, Bu Sarah. Besok Mita kesini, Bu." Jawab mbak Indah lalu ia melanjutkan pekerjaan nya.
Lali Sarah melihat arloji nya, ternyata sudah jam tiga sore. Ia harus secepatnya pulang untuk melihat mertua nya dirumah.
Toko pun diserahkan kepada kedua karyawan nya, iya percaya dengan karyawan nya itu, dan Sarah juga memasang cctv di tokonya.
Untuk keuangan Sarah tak terlalu curiga karena sudah ada pembukuan setiap harinya.
Toko buka sampai jam 7 malam. Mungkin suatu saat Sarah ingin menambah banyak karyawan dan di berlakukan sistem shift. Jadi toko bisa buka sampai jam 11 malam.
Sarah pun naik taksi online dan segera pulang setelah etalase sudah terisi penuh dengan kue kue yang tadi dibuat nya.
Setelah sampai rumah, nampaknya rumah masih sepi.
"Sepertinya mama masih tidur," gumam Sarah sambil menutup pintu.
Sarah berjalan dengan sangat pelan, takut langkah kaki nya terdengar dan mengganggu mertua nya sedang tidur.
"Sarah!!! dari mana saja kamu??!!! O... jadi gini ya kelakuan mu saat aku tak ada dirumah? Kamu kelayapan tanpa sepengetahuan Damar?," Cerca Linda yang ternyata sudah terbangun dan sekarang ia sedang makan di meja makan.
"Sarah dari rumah teman, ma. Sarah nggak kelayapan," ucap Sarah membela diri.
"Pokoknya nanti, kamu aku laporin ke Damar!!!," Linda tersenyum sinis, seperti punya ide bagus di otak nya.
"Jangan, ma. Beneran Sarah keluar nggak ngapa-ngapain." Mohon Sarah kepada mertuanya.
"Peduli apa aku sama kamu!!," ucap Linda dengan mencincing bibir sebelah kanan nya.
"Sekarang bereskan ini semua," Linda menunjuk piring kotor yang ada diatas meja makan. Dan ia berjalan menuju ruang tamu.
"Iya, ma." Sarah pun langsung membereskan piring kotor yang ada diatas meja makan.
"Sekarang aku punya kartumu Sarah, dengan mudah aku akan menyingkirkan mu," pikiran licik Linda pun akhirnya keluar.
Setelah membereskan meja makan dan mencuci piring kotor. Lalu Sarah memandikan Kean, dan menidurkan nya. Sarah pun segera mandi setelah Kean tertidur.
Dan ia menunggu Damar pulang dari kantor dengan mengetik novel online nya.
Terdengar suara mobil Damar diparkir di halaman rumah. Dan Sarah pun keluar untuk menyambut Damar yang baru pulang kerja.
Namun saat ia keluar ternyata mertua nya sudah menyambut nya terlebih dahulu.
"Mar, mama minta uang lagi donk. Uang mama sudah habis nih," Linda berjalan masuk menggandeng tangan Damar sambil melirik sinis kearah Sarah yang berdiri di samping pintu.
"Emang uang yang Damar kasih kemarin udah habis? kok cepet banget habisnya? memang buat beli apa sama mama?," tanya Damar.
"Kamu kok perhitungan gitu sih, Mar?!. Masa sih sama mama sendiri pelit banget," Rajuk Linda.
__ADS_1
"Uang ku habis itu, ya buat keperluan sehari-hari. Buat keperluan makan kita." ucap Linda beralasan sambil melirik kearah Sarah dan tersenyum licik.
Padahal Linda sama sekali tak pernah mengeluarkan uang untuk kebutuhan sehari-hari.