DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Rencana Veni


__ADS_3

Namun, setelah beberapa menit selesai berganti pakaian. Veni tak kunjung mendapatkan balasan pesan dari Sarah.


Veni sangat risau dengan hal itu. Dan Veni baru ingat kalau ia mempunyai nomor handphone pemilik SKcake yang di duga kalau pemiliknya itu adalah Sarah.


Ia mencoba menghubungi nya melalui nomor itu. Namun lagi-lagi, panggilannya itu tak diangkat oleh Sarah.


"Kamu ini kemana saja sih Sarah?!, Kenapa telepon ku tak kamu angkat dan pesan ku juga tak kamu balas?!," gerutu Veni.


Veni melihat jam di dinding, ternyata sudah waktu nya menjemput anak nya pulang dari sekolah. Hari ini pulang sekolah Kay sedikit lebih sore, karena ada kegiatan tambahan di sekolah nya.


Veni pun bergegas keluar rumah dan mengunci pintu rumah nya. Ia menghidupkan mesin mobilnya, dan segera melaju ke sekolah anaknya.


Sesekali sambil konsentrasi menyetir, Veni melihat handphone nya. Untuk mencari tahu balasan pesan nya dari Sarah. Namun itu semua hanya tinggal harapan Veni semata. Karena sejak tadi tak ada balasan apapun dari Sarah. Jangankan balasan, pesan sari veni pun tak di baca oleh Sarah.


Kini ia telah sampai di depan sekolah Kay anaknya. Veni segera memarkirkan mobil nya di depan sekolah. Sebelum turun dari mobilnya, kembali Veni melihat handphone nya. Berharap ia mendapatkan balasan pesan dari Sarah. Dan sayang nya, ternyata semua harapan nya pun kosong.


Veni semakin takut pada Sarah, karena Veni tak ingin masuk kedalam penjara.


Kini ia segera turun dari mobilnya, Veni tak mau Kay anaknya itu menunggunya terlalu lama di dalam kelasnya.


Veni berjalan dengan sedikit berlari, agar ia segera menemui anaknya. Dan ia kaget saat Kay sedang bermain bersama dengan Kean anak Sarah. Mereka berdua bermain sambil menunggu jemputan masing-masing.


Melihat itu, terlintas suatu ide dalam otak Veni. Lalu ia bergegas mendekati kedua anak lelaki dan perempuan itu.


"Ayok kita pulang, Kay " ajak Veni dengan suara yang ramah dan lemah lembut dan Kayla pun menoleh kearah sumber suara yang mengajaknya ia pulang.


Kean pun menoleh pada sumber suara yang memanggil Kay, saat ia tau kalau yang memanggil Kay itu adalah Veni mami nya Kay. Kean pun segera melangkah mundur menjauhi Kayla. Kean tak mau di marah-marahin oleh Veni, karena ia ketahuan bermain dengan Kay anaknya.

__ADS_1


"Mami...," panggil Kay sambil berlari menghamburkan pelukannya pada Veni.


"Kean, belum di jemput pulang?," tanya Veni dengan sangat ramah pada Kean. Tidak seperti biasanya, yang sama sekali tak mau menyapa anak lelaki kecil itu, jangan kan menyapa, melihat pun Veni tak mau. Bahkan Veni akan marah kalau melihat Kean bermain bersama Kay.


Kean pun menggelengkan kepala, dengan wajah yang ketakutan. Kean takut kalau mami nya Kay akan marah padanya.


"Kalau begitu, biar tante yang antar kamu pulang ya sayang?," ajak Veni pada Kean sambil berjalan mendekati anak kecil itu. Namun rasa takut di diri Kean sangat besar pada Veni. Sehingga saat di dekati Veni, Kean pun menjauh.


"Kean... Sayang kamu jangan takut gitu sama Tante. Tante dan Kay itu masih saudara dengan kamu." bujuk Veni pada Kean yang sangat jelas di wajahnya terlihat ketakutan.


Kean pun masih terdiam, dengan kaki nya yang bersiap untuk berlari kalau tiba-tiba saja Veni memarahinya.


"Kay ayo bujuk Kean, biar dia mau pulang bersama kita." Veni menyuruh anak nya untuk mengajak Kean agar ia mau pulang bersama nya.


Kay pun melakukan apa yang disuruh oleh mami nya itu. Karena Kay tak ingin kena marah kalau ia tak melakukan apa yang diperintah oleh Veni.


"Tapi Kay, bukan kah mami mu...," Kean menghentikan ucapannya. Ia takut melanjutkan perkataannya dengan melihat wajah Veni. Dan dengan segera Veni pun mengembangkan senyum nya yang manis.


"Tenang Kean, kamu jangan takut. Karena ada aku bersamamu." bisik Kay, yang seperti nya ia tau perasaan Kean saat ini.


"Kean, nanti kita jalan untuk beli mainan." rayu Veni pada anak lelaki kecil itu.


Yang nama nya anak kecil, pasti akan mau dengan rayuan semacam itu. Kean pun menganggukkan kepalanya, menyetujui ajakan Veni dan Kay.


Lalu kini mereka bertiga berjalan bersama keluar kelas menuju mobil Veni yang terparkir di depan sekolah, setelah meminta ijin pada Miss yang saat ini sedang piket menjaga anak-anak yang belum di jemput oleh orang tua nya.


Dengan mudah nya Miss itu pun mengijinkan Kean ikut pulang bersama Veni. Karena ia tau kalau Kean dan Kay sangat dekat berteman di sekolah.

__ADS_1


"Kita jalan-jalan dulu ya, Kean." ajak Veni pada Kean yang sudah duduk di belakang. Sedangkan Kay berada di depan disampingnya tempat kendali mobil.


Kean pun hanya menjawab dengan anggukan kepala. Disini Kean tak terlalu banyak bicara, tak seperti biasa nya kalau bersama Sarah atau pun akung nya. Karena ada rasa takut di diri kean, mengingat sikap Veni selama ini kepadanya.


Sambil mencoba menghubungi Sarah, Veni pun mengajak dua anak kecil itu makan siang terlebih dahulu.


Hati Kean sedikit tenang dan senang, karena Veni mengajak Kean makan ayam crispy favorit nya.


Betapa mudah sekali mengambil hati anak kecil itu, cukup dengan mengajak nya makan makanan kesukaan nya, dia sudah langsung terlihat bahagia dan merasa nyaman bersama nya.


Akhirnya Sarah membalas pesan Veni. Sarah begitu terkejut saat Veni mengirimkan pesan untuk Sarah. Yang memberitahu, kalau saat ini Kean bersama Veni.


Rasa takut menyelimuti hati Sarah. Sarah takut kalau Veni akan berbuat nekat pada anak lelaki semata wayangnya itu.


"Kamu jangan macam-macam pada anak ku, mbak!!," Sarah membalas pesan Veni.


"Sedikit kamu menyakiti anakku, kamu akan mendapatkan valas lebih dari itu!!," Sarah sengaja mengancam Veni. Karena Sarah tau kenekatan yang akan dilakukan Veni demi semua keinginan nya terpenuhi.


"Tenang Sarah, aku janji tak akan menyakiti anak mu. Tapi kamu harus janji untuk mau bertemu dengan ku." Veni pun membalas balasan pesan dari Sarah.


"Katakan!!, sekarang kamu dimana?!!," Sarah sudah tak bisa bersabar untuk hal ini. Karena anak nya lah yang menjadi taruhannya.


"Kamu tenang Sarah, kamu harus percaya pada ku Aku tak akan menyakiti anak mu." balas Veni.


Lalu Veni pun mengirimkan alamat dimana dirinya sedang makan bersama Kay dan Kean.


Sarah yang menerima alamat itu pun, segera berkemas dan bergegas keluar dari ruangan itu. Dan untungnya, acara nya sudah selesai. Jadi ia sudah bisa meninggalkan tempat itu, tanpa takut di bilang tidak profesional dalam bekerja.

__ADS_1


__ADS_2