
Aku dan Kean masuk kedalam taksi online yang sudah ku pesan.
"Berangkat kerja, mbak Sarah?," sapa pak Edi membuatku kaget. Karena mulai dari tadi, aku tak melihat ada orang disekitar rumah ku.
Namun sekarang tiba-tiba ia muncul menyapaku dari belakang.
"Eh..iya pak." jawab ku agak gugup, karena sapaan pak Edi membuat aku kaget.
"Tumben anak mbak Sarah tidak berangkat dengan ayahnya?, Bukankah biasanya mereka berangkat bersama?," tanya pak Edi. Sepertinya pak Edi tau kebiasaan ku setiap hari.
Aku jadi takut dengan orang ini, karena ternyata diam-diam dua memperhatikan keseharian keluarga ku.
"OOO...iya pak. Kebetulan mas Bima saat ini sedang repot. Jadi tak bisa mengantarkan anak-anak sekolah." jawabku dengan senyum keterpaksaan.
"Sepertinya pak Bima semalam juga tak pulang. ya, Bu?," lagi, pertanyaan pak Edi semakin membuatku takut.
"Maaf ya, pak!, kami berangkat dulu, sudah kesiangan. Takut nanti terlambat disekolah." pamit ku memutus pembicaraan pak Edi yang semakin menakutkan.
Sengaja aku tak menjawab pertanyaan pak Edi, karena takut semakin panjang dengan pertanyaan-pertanyaan yang lain.
"Ok bu Sarah. Hati-hati dijalan ya..," sahut pak Edi saat aku berpamitan padanya.
Kini taksi online sudah berjalan dengan kecepatan sedang.
"Ke TK Harapan Bangsa ya pak." aku memberitahu tujuanku pada sopir taksi online.
"Iya, Bu." jawabnya.
Drrrttttt!!
Drrrttttt!!
Ku ambil handphone dalam tas, ternyata panggilan dari mas Bima.
"Halo, assalamualaikum, mas." sapa ku pada mas Bima.
"Waalaikumsalam, Sarah. Maaf Sarah, semalam mas nggak pulang. Mas nginep dirumah ibu, karena Putri tak mau mas ajak pulang. Malah mas juga disuruh tidur di rumah ibu." ucap mas Bima dari seberang telepon.
__ADS_1
"Nggak apa-apa, mas." jawab ku singkat.
"Sekarang kamu ngapain?, Kean sudah berangkat ke sekolah?," tanya mas Bima.
"Ini aku dan Kean ada di taksi, mau berangkat sekolah sekalian langsung berangkat ke kerja.
"Oo.. ya syukurlah kalau Kean sudah berangkat ke sekolah. Ini mas juga lagi Atar Putri kesekolah, setelah antar Putri kesekolah, aku juga langsung ke toko." ucap mas Bima.
Telepon pun ditutup oleh mas Bima, setelah ia mengucapkan salam.
"Siapa yang telepon, ma?," tanya Kean. Kean termasuk anak yang cerdas, rasa ingin tahu nya sangat besar. Setiap ada orang yang menelpon ku, ia selalu bertanya.
"Ayah, sayang." jawabku.
"Kenapa ayah semalam tidak pulang, ma?," tanya Kean.
"Katanya ayah, kakak Putri mengajak ayah tidur dirumah nenek." jawab ku.
"Nenek hanya sayang pada kak Putri ya, ma? tapi nenek tidak sayang sama Kean." ucap Kean dengan polosnya.
"Siapa yang bilang?, sama kok, nenek sama sayangnya sama Kean dan kak Putri." ucap ku. Aku tak ingin meracuni pikiran Kean dengan kebencian. Walau aku tau perlakuan ibu nya mas Bima tidak baik pada Kean. Agar Kean nantinya tak punya pikiran jelek kepada orang itu.
"Buktinya, semalam waktu Kean minta makan karena perut Kean sangat lapar. Nenek tak mengajakku makan. Tapi waktu kak Putri yang minta, nenek langsung mengajak dan mengambilkan makan untuk kak Putri." celoteh Kean.
Memang sungguh miris apa yang dilakukan oleh ibu mas Bima kepada anak sekecil Kean.
"Ya sudah, Kean nggak boleh sedih seperti itu donk, walau nenek tak sayang sama Kean. Kean masih ada uti yang sayang banget sama Kean." ucapku membujuk Kean, agar apa yang di lakukan oleh ibu mas Bima tak membekas terlalu dalam di ingatan Kean.
"Iya, tapi kan uti ada dikampung. Dan kampung nya uti itu jauh banget, ma. Jadi kalau Kean kangen sama uti, Kean harus ke kampung." ucapnya dengan wajah sedih.
"Nanti kita bujuk uti dan akung untuk tinggal di kota bersama kita ya?," aku memberi ide pada Kean.
Siapa tahu kalau Kean yang meminta agar ibu dan bapak tinggal di kota, mereka tak menolaknya.
Kalau pun ibu dan bapak tak mau tinggal serumah dengan ku, masih ada rumah yang kosong untuk mereka tempati.
Kean langsung tersenyum dengan wajah yang ceria, dan ia menganggukkan kepalanya. Menyetujui ide yang kuberikan padanya.
__ADS_1
"Nanti sepulang sekolah, kita telpon uti dan akung ya, ma?," ucap Kean dengan wajah penuh kebahagiaan.
"Siap, bos ku." ucapku.
"Sekarang sudah sampai, Kean masuk kelas dan belajar yang rajin ya. Tidak boleh nakal dan harus patuh sama Bu guru. Nanti biar amma yang jemput Kean." ucapku saat taksi sudah berhenti didepan TK harapan bangsa.
"Iya, ma." jawab Kean sambil mencium punggung tangan ku. Lalu ia bergegas keluar taksi, sengaja aku tak turun dari taksi. Aku hanya melihat Kean masuk kelas nya dari dalam taksi.
Kean melambaikan tangan nya padaku, lalu ia berjalan masuk kedalam kelas.
"Jalan sekarang, Bu?," tanya sopir taksi setelah melihat Kean masuk kedalam kelas.
"Iya pak, kita ke toko SKcake ya pak." ucapku. Tanpa menunjukkan jalan cukup mengucapkan nama toko SKcake, sopir taksi itu sudah tahu.
Karena nama toko kue ku sudah sebegitu terkenalnya di kota ini.
"Baik Bu." jawab sopir taksi, lalu menghidupkan mesin mobilnya dan berjalan dengan kecepatan sedang menuju SKcake.
Rencana ku, setelah dari toko. Aku mau ke toko perhiasan. Karena semalam ada notifikasi masuk dari platform NOVELTOON gaji ku bulan ini sudah masuk ke dalam rekening ku.
Taksi berhenti didepan toko, aku turun dari taksi.
"Bukankah itu ibu nya mas Bima?, Trus perempuan itu siapa?," gumamku dalam hati. Lalu ku urungkan langkah ku untuk masuk kedalam ruko. Aku kembali masuk kedalam taksi, untuk sementara bersembunyi dari ibunya mas Bima.
"Pak, aku numpang sembunyi dulu disini ya." aku meminta ijin pada sopir taksinya.
"Silahkan Bu," jawab sopir taksi itu. Untuk saja sopir taksi nya baik.
Karena ibu mas Bima saat ini sedang berjalan keluar bersama perempuan cantik dengan penampilan nya yang seksi.
"Dia siapa?, kalau dia saudara dekat mas Bima kenapa semalam tak ada diacara makan malam dirumah mas Bima. Kalau dia teman ibu nya mas Bima, aku rasa tidak mungkin. Karena usia mereka terpaut sangat jauh." gumamku dalam hati.
Mereka berdua terlihat sangat akrab, ibu nya mas Bima tertawa bahagia sambil bercerita. Begitu juga dengan perempuan cantik berambut panjang yang berwarna pirang itu.
"Loh?! bukankah itu mobil mas Bima?, kok perempuan itu yang bawa?," ucap ku.
Aku semakin penasaran siapa perempuan itu. Apa mungkin ia saudara jauh nya mas Bima?
__ADS_1