DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Ingin Menikah Dengannya


__ADS_3

Pekerjaan pagi Sarah telah selesai tinggal memandikan Kean. Namun Sarah menundanya karena dirasa ini masih pagi dan udara sangat dingin.


Dia menemani Kean bermain yang saat ini sudah mulai belajar merangkak.


Di dalam rumah masih belum ada pergerakan orang lain selain Sarah dan Kean. Itu menandakan Damar dan Linda masih belum bangun.


Dirasa jam menunjukkan sudah siang, Sarah mencoba membangun kan Damar. Ia masuk kedalam kamar. Namun di lihatnya Damar sudah tidak ada. Damar sudah ada didalam kamar mandi.


Terbesit dalam pikiran Sarah saat mengingat kotak kue yang yang di terima Linda.


"Siapa ya pengirim nya?," tanya Sarah dalam hati nya dengan mengambil kotak kue yang sudah tak ada isinya. Untuk dibuang ketempat sampah. Eh...masih ada, tinggal separuh sisa Linda yang jatuh kelantai kemarin. Sarah bertanya tanya dalam hati nya.


Drrrttttt


Drrrttttt


Handphone Sarah berbunyi, ada pesan yang masuk. Sarah mengambil handphone nya yang ada diatas meja.


Ternyata ada pesanan seribu kue lagi dari Randy pemilik cafe dan resto Bintang Ceria untuk lusa.


Sarah pun membalas pesan dari Randy dan menyanggupi orderan itu.


Damar keluar dari kamar dan terburu-buru berangkat ke kantor. Karena dirasa dia sudah kesiangan.


"Mas Damar nggak sarapan dulu?," tanya Sarah.


" Nggak keburu, Sar. Ini uda siang." Damar berjalan'mengambil sepatu dan memakai nya lalu ia menuju mobil yang ia parkir dihalaman rumah.


Sarah bergegas ke dapur untuk menyiapkan bekal untuk Damar.


"Ini, mas. Uda Sarah siapkan bekal. Dimakan ya, mas. Biar perutnya nggak sakit," ucap Sarah sambil menyodorkan kotak yang isi nasi dan lauk pauk.


"Makasih, Sar." Damar mengambil nya dan meletakkan kan nya di jok depan.


Sarah hanya tersenyum saja dengan menggendong Kean.


Lalu Sarah kembali ke dalam rumah. Bersiap-siap untuk pergi ke toko. Karena mau menyiapkan beberapa pesenan kue untuk hari ini. Dan mau mengecek barang-barang yang sudah habis. Karena lusa ada pesanan lagi dari cafe pak Randy.


Saat Sarah masuk, mama mertua nya keluar dari kamar. Menggaruk-garuk rambutnya dan menguap tanpa ditutup dengan tangan nya.


Hoaammmm


"Damar mana Sarah?!," tanya mertua Sarah sambil berjalan menuju meja makan.


"Sudah berangkat, ma." Jawab Sarah.


"Kok pagi banget berangkat nya?," Linda mengambil piring lalu menyendok kan nasi di atas piring.


"Itu mas Damar uda kesiangan, ma." jawab Sarah.


"Trus kamu kenapa berpakaian rapi gitu? mau kemana kamu Sarah?!," tanya Linda dengan memandang sinis pada penampilan Sarah.


"Sarah mau.... ," Sarah tak meneruskan ucapannya, tidak mungkin Sarah harus jujur pada mertuanya. Sarah bingung mencari alasan.


"Sarah mau pergi jalan-jalan ma, sama Kean." jawab Sarah beralasan.


"Allaaaaa bilang saja kamu mau ketemuan sama selingkuhan mu!!," ucap Linda mencincing bibirnya.


"Kenapa sih mama selalu menuduh Sarah yang enggak-enggak? kenapa Sarah selalu salah di mata mama? Salah Sarah apa, ma?," tanya Sarah sambil meneteskan air mata di pipinya.


"Kamu nanya salah mu apa?!, Salahmu itu banyak ya Sarah. Mulai dari kamu salah menikah dengan Damar, kamu salah jadi menantu ku, kamu salah karena kamu orang miskin yang kampungan!!!!!!," cerca Linda pada Sarah.


Hati Sarah sakit seperti tersayat namun tak berdarah. Tapi Sarah hanya bisa bersabar dan mencoba menenangkan hati nya sendiri terlebih dulu.


Lalu Sarah meninggal kan Linda yang sedang makan, ia pergi ke kamar untuk mendamaikan hati nya.


Ia mengeluarkan emosinya dengan mengetik novel online. Karena menurut di situ lah ia bisa mengeluarkan semua emosi nya.


Siang ini toko sangat ramai dikunjungi customer dan ojek online.


Damar pun juga datang ke toko itu disaat jam makan siang, karena memang dia sebegitu ketagihan nya dengan rasa kue kue yang dibuat Sarah.

__ADS_1


Sebelum nya Damar sudah janjian ketemu dengan Bianca di hotel biasanya. Saat ini Damar sangat santai di kantor semenjak pak Anton dan Lidya belum pulang dari Lombok. Jadi ia bebas kemana-mana walau masih jam kerja.


Damar pun membeli beberapa potong kue untuk Bianca. Lalu Damar pergi meninggalkan toko itu untuk bertemu dengan Bianca.


Seperti biasa Damar langsung menuju kamar hotel yang sudah di pesan oleh Bianca. Dan Bianca saat ini sudah stay di kamar hotel untuk menunggu kedatangan Damar.


Damar langsung membuka pintu, karena ia sudah minta duplikat kunci kamar yang dipesan Bianca.


Ternyata didalam Bianca sedang duduk dengan meminum wine. Kali ini baju Bianca tak seseksi biasa nya.


Lalu Damar masuk kedalam dan langsung mencium kening Bianca dan memberikan satu kotak kue yang telah ia beli di toko roti milik Sarah.


"Apa ini, Mar?," tanya Bianca sambil membuka kotak yang ada tulisannya SKcake itu.


"Itu kue yang aku beli tadi dijalan, rasanya enak. Aku yakin kamu pasti suka Sayang," ucap Damar sambil menyentuh dagu runcing milik Bianca.


"oooo.... ini kue yang kemarin aku beli. Iya aku suka banget sama semua kue yang dijual disitu." ucapnya.


"Kemarin juga aku kirimin ini ke mama loh, Mar." lanjut Bianca.


"OOO...jadi itu kamu yang ngirim, sayang?. Mama suka banget loh Bi. Makasih ya uda perhatian sama mama ku," Damar mengecup kening Bianca untuk yang kedua kali.


"Hari ini kamu libur nggak ke kantor, Mar?," tanya Bianca.


"Kekantor sih, cuma nggak tau kenapa terbayang wajah mu terus di otak ku. Jadi aku nggak konsen deh untuk kerja," gombal Damar dengan berjalan kearah Bianca dan memeluk Bianca dari belakang.


"Kamu bisa aja, Mar." Bianca tersipu malu, wajah nya pun merona merah.


"Bi, aku ingin menikah dengan mu. Kapan aku bisa melamar mu kepada papi mu?," bisik Damar bagai angin surgawi yang membuat Bianca terlena.


"Seandainya aku masih sendiri, mungkin besok aku siap menjadi istri mu, Mar. Namun kenyataannya aku sudah bersuami dan tidak mungkin aku meninggalkan Handoko, karena aku nggak mau hidup melarat," ucap Bianca dalam hatinya.


"Bagaimana dengan istri mu, Mar?," tanya Bianca.


"Itu bisa diatur, Bi. Sarah pasti nurut dengan semua perintah ku. Termasuk jika aku akan memadu nya." Dengan percaya diri nya Damar bicara seperti itu.


"Tapi aku tak mau jadi yang kedua, Mar. Aku mau jadi satu-satunya," Bianca terus mencari alasan agar Damar tak menikahi nya. Karena dia sudah menikmati hubungan yang seperti saat ini.


Bianca belum siap untuk melepas Handoko yang sudah memberi kehidupan yang sangat glamour. Dan ia juga tak mau melepas Damar yang selalu memberi kepuasan birahi nya.


"Tapi......," Bianca tak melanjutkan ucapannya.


"Aku sangat mencintaimu, Bi. Keluarga ku juga sangat mendukung hubungan kita. Aku ingin terang-terangan, nggak mau sembunyi kayak gini." bujuk Damar sambil memeluk pinggang langsing Bianca.


"Tapi aku nyaman dengan hubungan seperti ini, Mar." Bianca mendongak kan kepalanya menatap wajah Damar.


Ada kekecewaan pada wajah Damar dengan ucapan Bianca. Biasa nya wanita lah yang meminta untuk dinikahi dengan status yang pasti, tapi tidak untuk Bianca.


Damar semakin penasaran dengan sikap Bianca yang tak biasa untuk seorang wanita.


"Aku, aku nyaman dengan hubungan kita yang seperti ini, Mar. Jadi ku mohon jangan minta aku untuk menikah dengan mu," lanjut Bianca menjelaskan tanpa ada alasan.


Bianca langsung mendarat kan bibir nya ke bibir Damar. Dan Damar tak bisa menolak nya. Sehingga bibir mereka saling bertaut bertukar saliva.


Yang awalnya hanya sekedar bertukar saliva, kini mereka berdua merambat ke yang lain. Yang lebih sensitif, sehingga hasrat pun saling menggebu-gebu.


Tak dapat dielakkan terjadi lah pertempuran yang penuh kenikmatan surga dunia antara Bianca dan Damar.


Ditempat lain Lidya yang sedang berlibur tepat nya, karena mengunjungi kantor cabang hanyalah formalitas saja. Lidya dan pak Anton pun sudah puas dengan liburannya. Hari ini Lidya pulang dengan membawa uang hasil ia menjual keperawanan.


Lidya pulang dengan perasaan bangga dan bahagia karena ia memperoleh uang yang sangat banyak dengan cara mudah. Lima ratus juta mendarat sempurna di rekening nya, dan ia juga mendapat kan beberapa hadiah seperti tas dan sepatu dengan brand yang terkenal.


Lidya sangat dimanjakan oleh Anton yang notabene nya adalah bos nya Lidya.


Siang ini dengan selamat Lidya sudah sampai rumah, dan disambut bahagia oleh Linda mama nya. Tak pernah lupa Lidya juga membelikan oleh-oleh tas branded luar negeri untuk Linda mama nya itu.


"Ma, ini ada sesuatu untuk mama," Lidya mengeluarkan satu tas branded yang terbuat dari kulit keong.


"Waahhh mama suka, Lid," Linda langsung merangkul tas yang di berikan oleh Lidya tadi.


"Kamu mau makan dulu, Lid?," tawar Linda pada Lidya takut anak nya belum makan.

__ADS_1


"Gimana kalau hari ini kita makan diluar?," ide Lidya.


"Wahh ide bagus itu. Sebentar mama ganti baju dulu, Lid," Linda bergegas berjalan masuk kamar untuk ganti baju.


Lalu mereka berdua keluar menuju mobil Linda yang terparkir di halaman rumah.


Mereka menuju resto Bintang lima yang bernuansa Jepang. Dan mereka memesan makanan yang paling mahal disana.


"Lid, yakin kamu pesan makanan dengan harga segini? memang kamu punya uang?," tanya Linda pada Lidya heran.


"Tenang ma, sekarang mama pesen makanan sesuai selera mama. Biar Lidya yang membayarnya" jawab Lidya membanggakan dirinya.


"Ok lah kalau begitu. Kamu memang anak mama yang sangat bisa di banggakan." Lidya membanggakan anak perempuan nya itu.


Setelah makan selesai Lidya pun membayar semua tagihan nya. Fantastis sekali dia orang makan menghabiskan uang lima juta rupiah.


" Sekarang Kamu banyak uang ya, Lid?, mama bangga sama kamu," ucap Linda sekali lagi membanggakan anak nya itu.


Lidya hanya tersenyum bangga, karena sudah bisa membahagiakan orang tua nya yang tinggal satu itu.


Sekarang Lidya menuju suatu tempat, dan tempat itu membuat Linda terkejut dan berdecak kagum.


"Ini tempat apa, Lid?," tanya Linda dengan memutar kan pandangan nya ke seluruh penjuru gedung yang terdapat beberapa puluh mobil mewah berjajar di dalam gedung.


"Ini showroom, ma. Lidya mau beli mobil ma. Biar Lidya bisa seperti teman-teman Lidya," jelas Lidya pada Linda.


"Haah??? kamu memang anak mama yang hebat Lidya. Mama benar-benar bangga sama kamu. Kamu bisa membeli mobil baru. Tidak seperti Damar cuma membelikan mama mobil bekas," wajah yang ceria berubah menjadi wajah yang kecewa.


"Pokoknya aku Damar harus membeli kan aku mobil baru." ucap Linda dalam hati.


Lidya memilih mobil mewah yang berwarna merah seharga lima ratus juta.


Dan Linda di buat bengong lagi sama Lidya, Karena Lidya langsung membayar cash di depan mata Linda.


Lagi-lagi Linda dibuat kagum oleh Lidya, Linda sangat bangga pada anak perempuan nya. Di usianya yang tergolong masih mudah ia sudah bisa membeli mobil mewah dengan harga yang fantastis. Tanpa menanyakan asal usul uang yang Lidya dapat.


Disaat Linda dan Lidya keluar rumah, Sarah tak membuang-buang waktu. Dia segera pergi ke toko kue nya. Saat ini di toko sangat ramai pembeli. Tapi karena sudah ada Mita, jadi Reni sama mbak Indah tidak terlalu kuwalahan.


"Maaf ya, aku kesini ya telat," ucap Sarah pada karyawan nya.


"Mungkin aku juga nggak bisa lama-lama di sini. Bagaimana toko hari ini?," tanya Sarah kepada Reni.


"Alhamdulillah, Bu. Toko mulai buka sampai sekarang masih rame. Tadi pagi lumayan rame, sampai mbak Indah iku membantu di depan." Memang mbak Indah di taruh di bagian produksi oleh Sarah.


"Oya Reni, lusa ada pesanan seribu potong kue. Kamu atur pengiriman nya, biar aku dan mbak Indah di bagian produksi. Nanti biar Mita juga membantu kami di bagian produksi." Sarah memberi tahu Reni.


Reni pun langsung mencatat di pembukaan agar tidak lupa.


"Untuk besok juga ada pesanan, Bu. Seratus Snack box yang berisi dua potong dan air mineral dan dikirim ke kantor Handoko group." Reni menunjukkan nota pembayaran yang sudah di bayar cash oleh pihak Handoko group.


"Dan pilihan kue nya yang ini sama ini," Reni menunjukkan kue yang sudah dipilih oleh orang suruhan kantor.


"Ok, berarti hari ini kalian lembur ya. Nggak apa-apa kan?," tanya Sarah pada semua karyawan nya.


Sekarang Sarah berjalan menuju bagian produksi dan melihat stok bahan yang ada. Dan ternyata masih lengkap dan jumlah nya masih aman buat kue untuk orderan besok.


Dan Sarah mulai meracik adonan kue, dan memulai proses pembuatan nya. Dibantu oleh kedua karyawan nya itu. Karena Reni yang menunggu pembeli di depan.


Beberapa adonan selesai tinggal mengukus dan mengoven, Sarah langsung berpamitan pulang. Karena untuk urusan mengukus dan mengoven kue para karyawan Sarah sudah bisa diandalkan. Hari sudah sore dan Sarah harus cepat-cepat pulang ke rumah. Supaya tidak keduluan Linda dan Lidya saat sampai rumah.


"Bu, stok kue didepan sudah habis. Apa toko ditutup saja?," tanya Reni.


"Iya, Ren. Toko ditutup saja, trus kamu bisa membantu mbak indah dan Mita di bagian produksi." Perintah Sarah.


"Iya, Bu." Bergegas Reni menutup tokonya.


Sarah pun langsung pulang dengan naik taksi online. Sampai lah Sarah dirumah sebelum Linda dan Lidya datang.


Ia berganti baju dan memandikan Kean karena hari sudah sore.


Setelah semua selesai, Sarah duduk menemani Kean yang sedang bermain. Terdengar suara dua mobil bersamaan berhenti didepan rumah.

__ADS_1


"Sepertinya mama dan mas Damar pulang bareng," ucap Sarah dalam hati. Lalu Sarah berdiri ingin membuka pintu. Setelah pintu di buka oleh Sarah betapa terkejut nya Sarah saat ada mobil baru parkir didepan rumah nya.


Dan disitu Linda dan Lidya ber selfie di depan mobil itu. Terlihat sangat bahagia wajah mereka. Manusia mana yang tak bahagia kalau anak nya sudah diatas pencapaian nya.


__ADS_2