
"Veni!!," gumam Teguh dengan wajah terkejut dan terlihat gugup.
Kini Teguh dalam dilema, karena mau lari pun rasa nya tak mungkin. Teguh tau persis watak istri dari adik ipar nya itu. Yang selalu ingin tahu, dan selalu ikut campur.
Mau tak mau teguh pun berjalan mendekat pada Veni dengan memikirkan berjuta alasan didalam otaknya. Untuk menjawab berjuta pertanyaan dari Veni.
Kalau seandainya bisa memilih, lebih baik Teguh tidak bertemu dengan Veni. Dan untung nya, saat ini Lidya masih berada di dalam. Jadi Veni dan Lidya tidak akan bertemu. Dan perselingkuhan nya pasti nya akan aman.
Veni yang melihat Teguh ada di pelataran mall ini seperti sedang memikirkan sesuatu. Kalau memang Teguh sudah pulang, mana mungkin Ambar ada di rumah Laras.
"Mas Teguh sudah pulang?," tanya Veni pada Teguh yang kini sudah berdiri di depan Veni.
"Bukankah mas Teguh bekerja di luar kota?, lantas disini?," tanya Veni penuh selidik.
"Hmmm... Itu karena aku... Sedang...," Teguh kebingungan menjawab pertanyaan-pertanyaan Veni yang berturut-turut seperti kereta api.
Teguh terlihat sekali sangat gugup, dia berbicara dengan menggaruk-garuk tengkuknya yang sangat jelas kalau itu tak gatal.
Mendengar jawaban Teguh yang seperti kebingungan dan gugup serta sering sekali menoleh ke belakang. Veni semakin curiga, kalau Teguh memang sedang berbohong padanya.
"Mas Teguh kenapa? Apa mas Teguh lagi sakit?," tanya Veni yang melihat Teguh celingukan, seperti sedang ketakutan.
"Kalau mas Teguh sakit, biar Veni panggil mbak Ambar. Kebetulan Veni datang kesini bersama ibu dan mbak Ambar." ucap Veni dengan sengaja menyebut nama Ambar, karena ingin melihat ekspresi mas Teguh.
Di lihat dari gelagat nya, Veni seperti sedang mencium ada perselingkuhan yang sedang di lakukan oleh suami kakak iparnya itu.
"Hah?? Ambar??," Teguh langsung terkejut saat mendengar nama Ambar di sebut oleh Veni.
Teguh semakin terlihat gugup dan celingukan, dia sesekali melihat kearah belakang nya. Seperti sedang ketakutan.
"Mmmm, aku kesini diajak bosku, Ven. Untuk visit ke kantor yang ada disini. Lalu saat ini aku sedang mengantar istri bos ku untuk berbelanja ." akhirnya Teguh memberi alasan, ia berbicara dengan sangat lancar, tapi dengan menundukkan kepala nya. Ia tak mau kontak mata langsung dengan Veni.
"Oo......kalau gitu Veni pamit kedalam dulu ya, mas. Mau nyusul ibu dan mbak Ambar." pamit Veni dan meng iyakan apa yang telah dikatakan oleh Teguh. Walau sedikitpun Veni tak mempercayai ucapan Teguh.
__ADS_1
"Mmmm,,, Ven, aku mohon kamu jangan cerita kepada Ambar kalau kmu bertemu kamu disini. Karena aku disini hanya sampai sore dan akan kembali lagi ke luar kota tempat aku bekerja." bohong Teguh pada Veni. Dan Veni menganggukkan kepalanya, Veni mengiyakan apa yang dikatakan Teguh.
Dari ucapan nya, Veni sangat yakin kalau ada yang tidak beres dengan rumah tangga kakak iparnya itu.
Sedangkan di dalam mall, Ambar dan Laras berjalan sambil mengobrol dengan tertawa terbahak-bahak. Entah apa yang mereka ceritakan sehingga mereka berdua terlihat sangat bahagia.
Braaakkkk!!!!
Tabrakan pun tak dapat di hindarkan, mereka berdua terlalu asyik mengobrol sampai tak melihat jalan di depannya.
"Aduh!!!," teriak wanita yang ditabrak Laras dan Ambar dengan semua barang bawaannya berjatuhan diatas lantai.
Beberapa tas yang berisi barang belanjaannya pun berserakan diatas lantai.
"Hey!!, Kalau berjalan itu pakai mata!!!," umpat wanita itu pada Laras dan Ambar.
"Kamu menyalahkan kami??, kamu itu yang jalan tak pakai mata!!," Laras tak mau kalah, ia juga membalas kembali mengumpat perempuan itu.
"Jelas-jelas kamu yang tak melihat jalan!!, main menyalahkan orang saja!!!," ucap perempuan itu.
"Enak saja, kamu pikir kita ini pembantu mu?!!," Laras menolak perintah perempuan yang tak lain adalah Lidya.
Laras berbicara dengan berkacak pinggang dan kedua mata nya melotot seperti akan keluar kedua bola matanya itu.
"Hey!! Kamu yang salah kenapa kamu yang kejam!!!, kamu yang menabrak ku, paling tidak kamu minta maaf dengan membereskan barang belanjaan ku yang berserakan karena ulah mu itu!!!," Lidya tak kalah garangnya dengan Laras dan Ambar.
"Jangan hiraukan perempuan gila ini, Bu. Lebih baik kita tinggalkan saja dia." ucap Ambar pada Laras dengan menarik tangan Laras untuk diajak pergi meninggalkan Lidya.
Dan tanpa meminta maaf, Laras dan Ambar berjalan melewati perempuan itu.
Dengan sangat cekatan, sebelum Ambar dan Laras jauh meninggalkan Lidya yang masih berdiri itu, tangan Lidya menarik rambut Ambar yang saat ini tergerai panjang.
"Auuuww....," pekik Ambar kesakitan karena rambutnya ditarik dengan keras oleh Lidya, sehingga kepalanya juga ikut ketarik.
__ADS_1
"Lepaskan!!," teriak Laras dengan mata melotot dan tangan nya memegang keras pergelangan tangan Lidya.
"Sakit, Bu...." rengek Ambar kesakitan sambil tangannya memegang rambut yang di cengkeram oleh Lidya.
Laras yang melihat anaknya kesakitan karena ulah perempuan yang ia tabrak itu. Lalu Dengan sengaja Laras juga menarik rambut Lidya yang juga tergerai panjang sebahu itu. Jadilah mereka saling ber tarik-tarikan rambut.
Tidak dapat di hindari Keributan semakin menjadi, dan kini tiga orang yang saling tarik menarik rambut satu sama yang lain itu. Menjadi tontonan pengunjung mall ini.
Banyak pengunjung mall yang mengerubuti tiga perempuan yang sedang beradu kekuatan itu.
Lidya terlihat membabi buta, begitu juga dengan Laras dan Ambar. Sampai satu security pun tak mampu melerainya.
Sarah yang melihat ada keributan di samping outlet nya itu pun ikut mendekat. Karena ia ingin tahu siapa yang sedang berkelahi disitu.
Dan Kebetulan setelah pulang dari pengadilan agama, Sarah memutuskan untuk mengunjungi outlet cabang nya disini.
Karena ternyata sidang pertama Sarah, bisa di wakilkan oleh pengacara nya. Jadi Sarah tak perlu repot-repot untuk mendatangi setiap panggilan persidangan nantinya.
Sarah sangat kaget saat tau yang sedang ribut itu adalah Lidya yang tak lain mantan adik iparnya itu. Dan Sarah semakin terkejut, kalau lawan duel nya adalah mantan mertua dan adik ipar nya juga.
Disini Sarah tak mau ikut campur dengan masalah mereka. Sarah tak ingin di ikut sertakan dengan masalah rumah tangga mereka berdua.
Sarah hanya melihat mereka bertiga tanpa ikut campur. Dan mereka bertiga juga tak mengetahui keberadaan Sarah di situ, karena mereka bertiga masih terus fokus dengan kesibukan nya sendiri-sendiri yaitu saling Jambak menjambak.
Sedangkan diluar mall, Veni yang sudah berpamitan pada Teguh, ia berjalan menuju dalam mall dengan banyak dugaan tentang yang di lakukan oleh Teguh di luaran sana.
Sedangkan Teguh langsung membuang nafas besar. Dada nya terasa plong saat Veni pergi meninggalkan nya.
Kini sambil menunggu Lidya, Teguh menghisap sebatang rokok nya dengan duduk di bangku yang sudah di sediakan oleh pihak mall.
Sedangkan Veni yang saat ini berjalan ingin menyusul mertua dan ipar nya itu. Melihat ada Keributan di depan nya.
Awalnya Veni tak memperdulikan itu, tapi saat Veni sudah dekat dengan keributan itu. Veni pun kaget saat melihat ada Sarah di situ.
__ADS_1
"Ngapain perempuan pelak*r itu disini?," tanya Veni pada dirinya sendiri. Dengan kaca mata Hitam nya yang masih terpasang di wajahnya. Veni dengan percaya diri berjalan menuju kerumunan dimana Sarah berada.
"Ada apa ini?," tanya Veni dengan kacamata hitam nya yang sedikit melorot ke hidung nya, dan tatapan matanya tertuju pada Sarah yang berada di situ.