DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Cemburu


__ADS_3

Sampai di cafe Randy Sarah mengedarkan pandangan nya untuk mencari Sinta. Namun ia tak menemukan dimana Sinta berada.


Lalu Sarah mengambil ponsel yang ada di tas selempangnya. Saat ia mengambil ponsel ia tak sengaja menabrak seseorang.


Brakkkk...


Handphone Sarah jatuh.


"Maaf," ucap Sarah setelah mengambil ponsel yang jatuh dan berdiri untuk meminta maaf kepada orang yang ia tabrak.


Namun betapa terkejutnya Sarah, saat ia tau siapa perempuan yang ada didepan nya itu.


"Maaf," ucap Sarah sekali lagi lalu ia berjalan segera meninggalkan wanita itu. Karena ia tidak mau terjadi keributan di tempat umum.


"Tunggu!!!!," ucap Bianca menghentikan langkah Sarah.


"Mau kemana kamu, Sarah?!," Bianca berjalan menuju Sarah yang berdiri.


"Mau kemana kamu?,"


"Katanya kamu sudah di talak oleh Damar,? Berarti sekarang kamu menjanda, donk?," ucap Bianca dengan mimik wajah yang mengejek.


Sarah hanya diam membisu. Karena menurut Sarah percuma menjawab semua pertanyaan Bianca yang tak membutuhkan jawaban itu.


"Akhirnya Damar menjadi milik ku seutuhnya, Sarah." Bianca berucap sambil tersenyum penuh ejekan dan melangkah mendahului Sarah.


Sarah hanya menatap punggung Bianca dari belakang yang berjalan didepan nya, dengan mata berkaca-kaca. Ia terlihat kuat saat didepan mereka yang menghina nya. Namun ia tetap wanita lemah yang juga punya hati rapuh.


Setelah tak terlihat punggung Bianca, Sarah langsung membuyarkan lamunannya. Ia segera mengambil ponsel nya dan segera menghubungi Sinta.


Sinta masih dijalan dan Sarah mencari meja kosong, dan meja itu terletak di sebelah jendela kaca yang besar. Sehingga ia bisa melihat view pemandangan sawah yang hijau.


Sarah memanggil waiters untuk memesan minuman terlebih dahulu. Tak lupa Sarah juga memesankan Sinta. Karena Sarah sudah tau minuman favorit Sinta.


Tak sengaja mata Sarah menatap kearah meja yang ada di pojok sebrang. Ia melihat Bianca yang sedang duduk dan didatangi seorang lelaki. Dan lelaki itu adalah Damar.


Saat pandangan mata Sarah menatap kearah wajah Damar, ternyata Damar juga menatap Sarah.


Damar terlihat tersenyum sinis kepada Sarah yang saat ini menatapnya. Damar memperlakukan Bianca dengan sangat mesra, ia bertujuan untuk membuat Sarah cemburu.


Lalu Sarah pun langsung membuang muka saat melihat kemesraan Damar dan Bianca. Ia tak ingin hatinya bertambah sakit dengan melihat kelakuan Damar dan Bianca yang sengaja bermesraan di depan nya.


Sinta yang sedang ditunggu oleh Sarah, akhirnya datang juga.


"Maaf ya, Sar. Aku telat, soalnya tadi aku ada urusan bentar." Sapa Sinta pada Sarah sambil cipika cipiki. Lalu Sinta langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Sarah.


"Nggak apa-apa, Sin. Aku juga baru datang kok." Ucap Sarah.


Lalu datang waiters membawa pesanan Sarah.


"Waah.... kamu sudah memesan kan aku juga, Sar?," tanya Sinta dengan gembira.


"Iya donk, kamu pasti suka." jawab Sarah.


"Kamu memang teman terbaik ku," ucap Sinta.


Sarah pun tersenyum pada Sinta, dan sesekali ia mencoba melirik kearah Damar dan Bianca. Dan terlihat Damar juga saat ini sedang menatap nya.


Seperti sedang membuat cemburu Sarah, Damar terlihat begitu romantis dengan Bianca.


Sarah segera membuang pandangan nya, lalu ia melanjutkan membahas tentang ruko yang akan ia perpanjang.


"Aku ke toilet dulu ya, Sar." Sinta berdiri dan melangkah ke arah toilet setelah berbincang panjang dengan Sarah.


Dan Sarah mengangguk dengan senyum manisnya untuk sahabat nya itu.


Damar yang melihat Sarah saat ini sendirian, segera berdiri dan berpamitan pada Bianca untuk ke toilet.


Namun saat Damar melangkahkan kakinya menuju arah tempat duduk Sarah, Damar segera menghentikan langkahnya.


Karena ternyata ada Randy yang menghampiri Sarah. Damar mengepal tangan, ia sangat kesal melihat keakraban mereka berdua. Ada cemburu di hati Damar.


"Mar, kamu kok masih berdiri disini?," tanya Bianca saat ia menoleh kebelakang, yang ternyata dibelakang nya ada Damar yang masih berdiri.

__ADS_1


"Hmm,, iya, Bi." jawab Damar menoleh kebelakang dengan sedikit kaget. Karena Bianca tau kalau ia masih berdiri dibelakang nya.


Damar pun langsung berjalan kearah toilet dengan pandangan penuh emosi kearah Sarah dan Randy.


Sampai di depan toilet, ia berpapasan dengan Sinta yang baru keluar dari toilet perempuan.


"Pak Damar?!," ucap Sinta dengan mata melotot karena kaget.


"Sinta?!, Kamu ada disini?," tanya Damar karena ia tak tahu kalau ternyata perempuan yang bersama Sarah itu adalah Sinta.


"Iya, pak Damar. Bapak dengan siapa?," tanya Sinta lagi.


"Aku bersama Bianca, sin. Aku masuk ke toilet dulu ya," ucapan Damar berjalan sambil menunjuk arah toilet pria.


Sinta pun mengangguk mengerti, Sinta yang buru-buru berjalan ke meja Sinta mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Bianca bos nya.


Namun tak terlihat oleh Sinta dimana Bianca saat ini, saat ia melihat meja Sarah ternyata Sarah tak sendirian. Ia sedang berbincang-bincang dengan Randy pemilik cafe ini dan sekaligus partner kerja nya.


"Hay,,, lagi asik ngobrolin apa nih?," tanya Sinta dengan senyum menggoda Sarah.


"Ini Sin kita lagi bahas tentang kerjasama yang akan kita lakukan bulan depan," ucap Randy.


"Wah kalian keren ya,, klop banget," goda Sinta sambil mengacungkan dua jempol nya.


Sehingga mereka bertiga tertawa lebar bersama.


Tertawa mereka menjadi pusat perhatian pengunjung termasuk Danar dan Bianca.


Damar yang sudah kembali duduk setelah ia dari toilet, melihat Sarah tertawa lepas dengan Randy membuat hati nya makin panas.


Lali Damar pun bangkit lagi dari duduknya, tanpa berpamitan pada Bianca. Damar berjalan menuju meja Sarah dan Randy, ia mengepal tangannya dengan tatapan penuh cemburu dan emosi.


"Mar, kamu mau kemana?, mar?," pertanyaan Bianca pun tak di gubris sama sekali oleh Damar. Dan Bianca memandang kearah tujuan Damar berjalan.


Sekarang Bianca tau kemana Damar akan pergi, ternyata meja Sarah lah tujuan nya.


Bianca pun ikut berdiri, dan mengikuti Damar dari belakang.


"Pak Damar," gumam Sinta lirih, ia kaget kalau Damar akan senekat ini mendatangi Sarah padahal ia bersama Bianca.


"Kita sudah tidak punya urusan lagi ya, Mas. Bukankah kita sudah sah cerai walau hanya secara agama?," Sarah pun sudah berani menatap dan menentang omongan Damar.


"Sekarang kamu sudah berani ngomong ya?!, Dan kamu Ran, apa hebat nya kamu mengais bekas ku?!," ucap Damar dengan senyum menghina kepada Randy.


Plak!!!!!


"Jaga ucapan mu, mas. Asal kamu tau, aku tak serendah kamu!!! Aku masih punya harga diri, tidak seperti kamu. Betapa menjijikan nya perbuatan mu, selingkuh dibelakang ku. Dan yang paling tidak abis pikir kamu berbuat zina di kamar ku bersama perempuan itu!!!" tamparan Sarah mendarat tepat di pipi Damar dan Sarah langsung menunjuk Bianca.


"Kamu berani menamparku?!," ucap Damar sambil mengangkat tangan nya dengan mata melotot.


Namun telapak tangan yang lebar dan kekar itu berhasil di tangkis oleh Randy saat akan di layangkan pada pipi merah Sarah.


"Jangan pernah kasar sama wanita!!! Hanya banci saja yang berani kasar pada wanita!!!, Dan aku rasa Damar yang aku kenal bukan lah banci!!!!," ucap Randy sambil melepas kasar tangan Damar.


"Dan asal kamu tau, walau Sarah itu bekas mu. Tapi dia sangat berharga, jangan menyesal kamu telah melepas berlian seperti Sarah. Karena diluar sana masih banyak yang mau memungut Berlian itu. Termasuk aku!!!," ucap Randy yang berhasil membuat Damar tambah kebakaran jenggot.


Deg!


Jantung Sarah bergetar hebat saat ia mendengar pengakuan Randy.


"Hahaha pungut saja wanita bekas ku itu, karena aku sudah punya berlian yang akan menjadi pendamping hidup ku selamanya, dan yang jelas tak semurahan Sarah!!" lalu ia menoleh kearah Bianca dan memegang mantap tangan Bianca. Seakan-akan Bianca perempuan yang sempurna. Namun dihati Damar masih ada rasa cemburu saat Randy termasuk yang akan memungut Sarah.


"Kasian kamu, Mar. Membuang batu berlian hanya untuk batu kali," ucap Randy dengan senyuman mengejek kearah Bianca.


Sedangkan hati Bianca saat ini sedang was was, karena di depannya ada Sinta. Sinta adalah asisten pribadinya yang sudah ditugaskan oleh pak Handoko.


Lalu Bianca menarik tangan Sinta dan di bawah nya ke toilet.


"Sint, jangan buka semua rahasia ku pada pak Handoko!!! Aku tau kamu teman Sarah. Dan kamu harus ingat, aku lah yang menggaji mu!! Kalau kamu sampai mengatakan ini semua pada Handoko si tua bangka itu!! Aku tak segan untuk mencelakai ibu mu didesa!!" kali ini Bianca mengancam Sinta, karena ia tak ingin Sinta membuka rahasia yang ia tutupi dari Damar dan Handoko terbuka.


Karena Bianca sangat menikmati hubungan nya sama Damar tapi ia tak mau miskin karena harus dicerai oleh Handoko suaminya.


"Ingat ya, aku bisa melakukan apapun dengan uang, termasuk mencelakai ibu mu dikampung!!" sekali lagi ia mengancam Sinta. Dan Bianca segera meninggalkan Sinta yang masih tersandar di dinding toilet. Bianca kembali lagi ke meja Sarah.

__ADS_1


Sinta pun langsung bergidik ngeri, karena ia tau siapa Bianca. Bianca bisa melakukan apapun dengan uang demi semua keinginan nya.


Setelah Bianca kembali, Damar langsung menggandeng tangan Bianca.


"Tak pernah menyesal sedikit pun hati ini karena sudah menalak mu!!," ucap Damar pada Sarah dan berlalu pergi meninggalkan meja Sarah. Damar berjalan sambil memegang tangan Bianca.


Lalu Bianca menoleh kebelakang dengan senyum kemenangan kearah dimana Sarah masih berdiri dan memandangnya berjalan bersama Damar. Setelah tubuh mereka tak terlihat.


Sarah pun langsung terduduk dan menangis, ia tak menangisi kepergian Damar. Namun ia menangisi diri nya yang sudah tertipu dengan sikap Damar waktu Damar melamar nya. Dengan polos Sarah menerima lamaran Damar untuk dijadikan istri.


"Sabar ya, Sar. Aku yakin suatu saat Damar dan Bianca akan mendapat karma nya," Sinta segera beralih ke samping Sarah untuk memeluk sahabatnya itu.


"Maafkan ucapan ku tadi ya, Sarah." Ucap Randy dengan memandang wajah Sarah yang sembab.


Hati Sarah semakin gusar karena panggilan Randy, yang biasa nya ia memanggil nya ibu kali ini ia cuma menyebut nama saja.


Lalu Sarah berpamitan untuk pulang, Sinta pun juga berpamitan pulang. Mereka berdua berjalan bersama ke arah parkiran mobil.


Saat Sarah menaiki mobil nya, ada mobil sport masuk dan langsung parkir di sebelah mobil Sarah.


Keluar dua pria tampan yang seumuran dari dalam mobil. Lalu salah satu pria itu menatap kearah Sarah.


Namun Sarah tak menyadari kalau ia sedang diawasi oleh seorang pria tampan. Sarah langsung masuk kedalam mobil dan melajukan nya dengan kecepatan sedang.


Dan pria itu pun segera berlalu masuk kedalam kafe setelah mobil Sarah hilang dari pandangan nya.


"Apa kabar om?," Sapa Rama kepada Randy.


"Hai, Ram. Waah bagaimana kabar ponakan om ini? Sudah lama tak pulang ke Indonesia," ucap Randy yang langsung memeluk ponakannya itu.


"Makin sukses aja usaha cafe dan resto nya om? Tapi sayang om Randy belum punya pasangan," Goda Rama sambil tersenyum.


"Kamu bisa aja, Ram. Doa kan saja secepatnya om mendapatkan hati wanita yang om cinta," ucap Randy.


"Wahh berarti sudah ada calon nih?," goda nya lagi.


"Yang pasti Rama akan mendoakan yang terbaik buat om Randy," ucap Rama.


"Sekarang kamu mau makan apa, ram? ajak teman mu makan," Randy memanggil waiters.


Waiters pun datang dan membawakan daftar menu untuk Rama. Rama memilih makanan yang best seller di cafe paman nya itu.


Kemudian ia merekomendasikan beberapa makanan yang sangat digemari oleh para pengunjung cafe ini.


Rama pun memilih makanan yang sudah dipilihkan oleh Randy.


Beberapa menit kemudian, makanan yang sudah dipesan pun datang. Mulai dari menu pembuka, menu utama dan menu penutup.


Semua terhidang dimeja dengan tampilan yang sangat menggiurkan.


"Om Randy harus ikut makan juga," Rama menyodorkan piring yang berisi makanan pembuka.


Randy pun langsung menerima piring yang ada ditangan Rama dan langsung memakannya.


*******


Sarah yang baru saja sampai di depan rukonya, langsung memarkir mobilnya. Dia segera masuk untuk melihat keadaan toko nya.


"Alhamdulillah hari sudah sore tapi toko masih ramai," ucap Sarah dalam hati.


Saat ia masuk terlihat semua karyawan nya sangat sibuk melayani para customer.


Sarah bergegas mencuci tangan nya dan segera membantu para karyawan nya yang sedang kewalahan saat Melayani para customer nya.


Sedangkan Damar membawa Bianca ke rumah nya. Ia pulang dengan emosi yang masih membara.


Sebenarnya tujuan Damar hanya ingin melihat Sarah cemburu ketika ia bermesraan dengan Bianca. Namun ternyata Damar sendiri lah yang terbakar oleh api cemburu, Lantara Damar masih berharap Sarah untuk meminta nya agar kembali hidup bersama Damar.


Damar sangat kesal dengan sikap Sarah yang sekarang. Karena Sarah yang sekarang Sarah yang mandiri, Sarah yang cantik dan Sarah yang tentu saja banyak uang. Karena saat ini ia bekerja.


Sejujurnya Damar masih sangat menginginkan Sarah. Damar tak suka dengan Sarah yang sekarang karena Sarah sekarang sudah pintar, jadi Damar tak bisa memanfaatkan nya lagi.


Sekarang Sarah gadis kampungan sudah tidak ada di dirinya.

__ADS_1


__ADS_2