DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Kabar Baik


__ADS_3

Berselang beberapa menit, Rama pun mengirim kan alamat tempat dan waktu acara launching itu lewat pesan singkat.


Sekali lagi Rama menyakinkan diri kalau Sarah tak akan melakukan hal yang sangat tidak pantas itu.


Mana mungkin seorang Sarah akan mau menjadikan dirinya seorang pelakor. Padahal lelaki yang mengejarnya sangat banyak. Itu lah yang ada di dalam pikiran Rama saat ini.


Sarah yang menerima pesan singkat yang berisi pemberitahuan waktu dan tempat untuk launching novel yang di terbitkan perdananya itu, sangat senang.


Dan betapa lega dan sangat bersyukur nya Sarah. Ternyata Rama tak keberatan dengan berita yang saat ini beredar luas tentang dirinya.


Walau Sarah sangat yakin, bahwa Rama pasti sudah tau dan mendengar berita ini. Tidak mungkin seorang Rama tidak tau tentang berita yang sedang beredar dan sangat viral di sosial media itu.


Pikiran positif Sarah sudah kembali pada dirinya, ia sudah tidak merasa takut atau pun insecure dengan berita itu. Karena apa yang dituduhkan oleh Veni tidak dilakukan sama sekali oleh Sarah.


Namun tetap, Sarah akan memproses tentang pencemaran nama baik yang di lakukan oleh Veni ke jalur hukum. Yang pasti, setelah perceraian nya dengan Bima selesai.


Kini Sarah memutuskan untuk pulang, karena semua karyawan nya sudah dia suruh pulang. Akibat membeludaknya pembeli tadi pagi, membuat toko tutup lebih awal.


Dan itu membuat para karyawan Sarah sangat terlihat bahagia. Karena mereka bisa pulang lebih awal dari biasanya.


Jadi dari berita Viral itu, Sarah mendapatkan hikmah dan juga keuntungan. Yaitu, karena berita Viral itu, toko roti milik nya di serbu oleh pembeli.


Sehingga semua makanan yang ada di tokonya, habis dalam hitungan menit saja. Selain itu, Sarah juga melihat kebahagiaan di wajah para karyawan nya. Karena mereka bisa pulang lebih awal dari biasanya.


Sarah keluar dari tokonya setelah taksi online pesanan nya datang.


Kini ia menuju rumahnya, karena ia ingin beristirahat. Untuk menghilangkan rasa penat yang ada dalam pikirannya. Setelah diterjang berita tentang dirinya di sosial media.


Sampai di rumahnya, Sarah langsung masuk kedalam kamar dan segera merebahkan tubuh nya diatas ranjang tanpa menaruh tas selempang yang masih tergantung di pundak nya. Dan tak terasa, Sarah pun tertidur pulas. Sarah bisa tertidur setelah mendapatkan kabar baik itu dari Rama. Karena kabar dari Rama bisa membatu meringankan beban mental Sarah.


Sarah tertidur sangat pulas, sehingga ia tak mendengar panggilan telepon dari Sinta.


Namun di kantor Rama, Anita masih terlihat kesal kepada Rama. Bagaimana tidak, sampai jam pulang, Rama tak ada memanggil nya untuk keruangan kerja nya.

__ADS_1


Jangan kan untuk membahas tentang kasus Sarah, untuk masalah pekerjaan pun Rama tak ada memanggil Anita.


"Kamu mencuekkan ku Rama," gerutu Anita dengan bibirnya mencebik.


Anita sengaja tak kunjung pulang, ia ingin menunggu Rama. Agar nanti Rama mau mengantarkan nya pulang sampai rumah.


Selain karena Anita sangat ingin selalu besana Rama, dengan pulang bersama Rama, ia bisa menekan pengeluaran untuk transportasi.


Namun sudah setengah jam, Rama masih belum juga keluar dari ruangan nya.


Anita bisa melihat kalau Rama keluar dan masuk ke ruangan nya. Karena ruangan Anita di kelilingi kaca tebal yang tembus pandang.


Dan sampai saat ini Rama masih betah saja di dalam ruang kerja nya. Itu membuat Anita semakin kesal, karena jam pulang sudah lewat.


Sambil menunggu Rama keluar dari ruangan nya, Anita menyiapkan diri dengan memasang lipstik di bibirnya. Karena setelah seharian bekerja, makeup nya sudah luntur.


Setelah selesai, tiba-tiba Rama keluar dari ruangan nya. Anita yang sudah siap untuk keluar, langsung mengambil tas selempang nya.


Dengan berlari kecil, Anita menuju pintu keluar. Dan tepat di depan ruang Anita. Rama menghentikan langkahnya, karena hampir saja mereka berdua tabrakan.


"Iya, pak. Sengaja tadi ku selesaikan hari ini untuk berkas-berkas besok." jawab Anita mencari perhatian Rama, agar Rama bangga dan kagum padanya.


"Oo...," jawab Rama, dan Rama berlalu melewati Anita yang masih berdiri mematung menunggumu ajakan Rama.


Namun realita tak seindah ekspektasi, Anita berekspektasi kalau Rama akan mengajaknya pulang bersama. Tapi kenyataannya, Rama malah meninggalkan nya sendiri di kantor ini.


Dengan mendengus kesal, Anita berlari mengikuti Rama yang sudah berada jauh dari nya.


Anita pun ingin memanggil Rama, agar Rama menunggunya. Namun, sebelum Anita memanggilnya. Rama menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya untuk menghadap kebelakang kearah di mana Anita sedang berlari menuju arah nya.


"Rama, akhirnya kamu mengajakku pulang bersama." gumam Anita dengan mata berbinar saat melihat Rama sedang menunggunya.


"Aku bilang juga apa?, aku tau kok kalau kamu juga suka dengan ku." gumamnya lagi dalam hati.

__ADS_1


Anita pun tersenyum pada Rama, sambil berlari kearah Rama.


"Anita!!," panggil Rama pada Anita yang kini berjalan kearahnya.


"Iya, Rama." jawab Anita dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Anita sangat yakin kalau Rama akan mengajaknya pulang bersama.


"Ayo, Ram." ajak Anita saat ia sudah berada di dekat Rama yang berdiri seperti sedang menunggu nya.


"Ayo?, ayo kemana?!," tanya Rama dengan menautkan kedua alisnya. Rama bingung, kenapa tiba-tiba Anita mengajaknya.


"Ya kita pulang, bukan kah kamu mau mengantarkan aku pulang?," ucap Anita dengan sangat percaya diri.


"Siapa yang bilang?," Rama masih bingung dengan ucapan Anita, karena Rama sama sekali tak merasa mengajak Anita untuk pulang bersama.


"Kamu!, bukankah kamu tadi memanggil ku?," jawab Anita sambil menatap penuh senyum pada Rama.


"Aku memanggilmu itu, bukan untuk mengajak mu pulang bareng!," ucap Rama tanpa basa-basi.


"Lantas?," tanya Anita dengan mata yang berkaca-kaca karena ucapan Rama yang menurut Anita itu sangat menyakitkan hati.


"Aku memanggilmu, karena aku akan menyuruh kamu reservasi tempat di hotel X untuk acara jumpa pers acara launching novel Sarah." jawab Rama.


"Hah??!, launching novel milik Sarah?!," gumam Anita terkejut. Anita masih berdiri mematung untuk mencerna ucapan Rama tadi. Namun berbeda dengan Rama, Rama tak peduli dengan apa yang diucapkan oleh Anita. Sehingga kini, Rama berjalan menuju pintu keluar meninggalkan Anita.


"Rama!!!, tunggu!!!," teriak Anita memanggil Rama yang sudah keluar dari pintu kantor, dan punggung nya sudah tidak terlihat lagi.


Anita pun berlari dengan susah payah, karena sepatu heels yang di pakai Anita lumayan tinggi.


Namun sayang, saat Anita sudah berada di luar kantor, mobil Rama sudah melaju keluar dari parkiran dan melaju dengan kecepatan tinggi.


Sehingga Anita pun tidak bisa pulang bersama dengan Rama.


"Arrrgghhh... Ini semua gara-gara kamu Saraaaaaahhhh..!!," teriak Anita.

__ADS_1


"Dasar perempuan jal*Ng!!!!," Anita meluapkan emosi nya. Menurut Anita, semua yang dilakukan oleh Rama padanya itu adalah ulah Sarah.


__ADS_2