DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Melepas Kangen


__ADS_3

Setelah Sarah mengantar Damar keluar, ia kembali ke dapur untuk membereskan meja makan dan mencuci piring.


Drrrttttt


Drrrttttt


Tiba-tiba handphone Sarah berbunyi, saat ia melihat panggilan yang ada di handphone nya. Dia langsung mengangkat nya.


"Assalamualaikum, Sinta." ucap Sarah pada Sinta.


"waalaikumsalam salam, gimana Sarah hari ini? Maaf hari ini aku nggak bisa antar kamu. Bos ku datang dari LN dan asal kamu tau Sarah. Ternyata yang membuat acara untuk besok di cafe Bintang Ceria adalah pak Handoko, bos ku." ucap Sinta lewat sambungan telepon.


"Hah? yang bener kamu Sin?! Duh aku jadi grogi nih." jawab Sarah tidak percaya diri.


"Iya, Sarah. Ini saja aku sekarang bersama pak Handoko untuk meninjau lokasi. Jadi sekarang aku lagi di cafe Bintang Ceria," ucap Sinta lagi.


Lalu telepon pun ditutup, karena Sarah juga harus cepat-cepat untuk pergi ke ruko.


Taksi online yang di pesan Sarah pun sudah datang, Sarah keluar dengan menggendong Kean. Tak lupa Sarah juga membawa semua kebutuhan Kean.


Sampai nya di ruko, Indah dan Reni juga sudah datang. Mereka langsung membersihkan ruko.


Lalu Sarah menaruh Kean di kasur lantai yang sudah Sarah siapkan kemarin.


Ruko sengaja di disain senyaman mungkin untuk Kean, agar Kean betah ada disini. Karena bisa jadi hari ini Sarah seharian akan ada di ruko ini.


Indah dan Reni sudah di beri pekerjaan masing-masing, dan mereka cukup baik dalam bekerja.


Sarah pun tak hanya diam saja, dia juga ikut bekerja. Karena yang meracik semua resep kue nya adalah Sarah sendiri.


Mereka bertiga berkerja sama dengan baik, dan Kean pun tak rewel sama sekali.


...****************...


Dua hari Linda tak pulang kerumah, sepertinya dia hari pesta kenikmatan Linda terkapar di kamar VIP hotel.


Tapi dia masih kuat untuk satu hari lagi, Linda tak mau rugi kalau harus menyudahi permainan ini.


"Aku harus kuat, kalau kalah aku bisa rugi bandar," ucap Linda sendiri saat ia ada didalam kamar mandi.


"Memang gila tenaga pria mudah itu, aku kewalahan di buatnya," gerutunya lagi.


Lalu ia keluar, di lihat nya tiga pris mudah itu sedang asyik ngobrol dan minum minuman keras.


Linda pun langsung membaur dengan mereka. Seperti orang tak tau umur, Linda tak punya malu.


Setelah cukup lama ngobrol mereka mulai melampiaskan hasratnya secara bergiliran. Seakan tak harga dirinya, Linda di gilir tiga pria sekaligus.


Namun rupanya Linda sangat menikmati nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lidya pun tak mau kalah sama mama nya. Dia diajak pak Anton bos nya ke luar pulau dengan alasan meninjau kantor cabang disana.


Namun ini kesempatan Lidya untuk merayu pak Anton. Karena dengan merayu pak Anton pundi-pundi rupiah akan ia dapat sesuai dengan kemauannya.


Di hotel yang di sewa pak Anton, tempatnya sangat strategis. Jendela kamar hotel langsung menghadap pantai yang indah.


Mereka berdua sengaja memesan satu kamar untuk dua orang.


Disana Lidya tak pernah diajak untuk mengunjungi kantor cabangnya. Lidya hanya berdiam diri di hotel.


Saat pak Anton datang dari kantor cabang, Lidya lagi menikmati indahnya matahari terbenam di pantai Lombok. Ia menikmati sambil duduk di balkon kamar hotel dengan segelas wine yang ada diatas meja.


Tiba-tiba pak Anton memeluknya dari belakang, dan menciumi leher dan bahu Lidya. Dengan sengaja Lidya memakai pakaian terbuka, agar pak Anton tergoda melihat nya.


Saat kumis tebal pak Anton menempel di leher Lidya, darah Lidya pun langsung berdesir. Dan bulu bulu halus yang ada di tengkuk serasa berdiri semua.


Pak Anton terus mencium dan mengecup lehernya sampai berbekas tanda merah.


Lidya membalikkan badannya dan merangkul erat kepala pak Anton agar tak lepas. Karena Lidya sangat menikmati permainan yang pak Anton berikan.


Lidya membalas apa yang diberi pak Anton dengan penuh nafsu. Dan pak Anton membawa Lidya masuk dan di baringkan diatas ranjang yang empuk.


Pak Anton mulai melucuti bajunya sendiri sehingga perut nya yang buncit penuh lemak itu terlihat. Dan pak Anton juga Manarik baju Lidya hingga sobek. Tak sulit untuk pak Anton membuka baju Lidya, karena pakaian yang super mini dengan tali sebesar lidi mengait di pundak Lidya.


Lalu pak Anton memberikan sentuhan yang penuh sengatan di tubuh Lidya. Seketika tubuh Lidya menggelinjang merasakan kenikmatan surga dunia. Dan pak Anton pun memberikan sesuatu kenikmatan yang Lidya belum pernah merasakan nya.

__ADS_1


Iya, keperawanan Lidya pak Anton lah yang menikmati. Tapi semua itu tak ada yang gratis, karena menurut Lidya semuanya harus ada timbal baliknya.


Pak Anton harus mengeluarkan uang lima ratus juta untuk menikmati keperawanan nya. Dan itu sudah di sepakati bersama.


Mereka masih menikmati permainan itu, Pak Anton sangat membabi-buta menikmati tubuh Lidya. Seperti orang yang belum mengeluarkan hasrat berbulan-bulan.


Akhirnya mereka berdua saling menumpahkan cairan yang mengendap secara bersamaan. Tubuh mereka pun terkulai tak berdaya, dan terasa mereka akhirnya tertidur dibawah selimut yang sama dalam keadaan sama-sama telanjang.


...----------------...


Di ruko Sarah masih bergelut dengan tepung dan oven. Seribu lima ratus kue di kerjakan dia bersama karyawan. Dengan peralatan yang sudah lengkap, akhirnya seribu lima ratus kue selesai tepat waktu.


"Alhamdulillah, akhirnya selesai tepat waktu mbk Indah," ucap Sarah kepada karyawan nya.


"Iya, besok pagi tinggal mengirim ke tempat pemesanan nya," jawab Indah.


"Mau di kirim pakai apa Bu?," tanya Reni.


"Iya ya, kenapa aku nggak kepikiran kendaraan buat antar pesanan kue ini," balas Sarah menggigit jari sambil berpikir.


"Kalau kita pakai ojek online yang bawa motor, kayak nya nggak bisa deh," lanjut Sarah, ia terus berfikir.


"Atau gini aja, Bu Sarah. Kebetulan paman saya punya mobil pick up. Bagaimana kalau Bu Sarah menyewa mobil pick up milik paman saya?," tanya Reni.


"Wah.... ide bagus itu, Ren." Jawab Sarah.


"Sekarang coba kamu hubungi paman kamu, kira-kira dia mau apa nggak?," perintah Sarah.


"Inshaallah pasti mau, Bu. Karena paman saya pengangguran. Dia juga sekarang lagi cari kerja." Jawab Reni.


"Oke kalau gitu, jadi masalah transportasi kita sudah ada ya?!. Jadi mbak Indah sama Reni bisa pulang sekarang. Sampai rumah istirahat, karena besok mulai kerja lagi." Ucap Sarah.


"Ibu Sarah, nggak pulang juga?," tanya mbak Indah.


"Pulang, mbak. Tapi sebentar lagi, saya mau mengecek mungkin ada yang kurang." Jawab Sarah.


"Berarti ibu sendirian donk?," tanya Reni dengan wajah cemas.


"Nggak sendiri sih, kan ada Kean." Jawab Sarah sambil menunjuk Kean yang sedang tertawa melihat Sarah.


"Berani donk," jawab Sarah meyakinkan Reni dan Indah.


Lalu mereka berdua pulang dengan naik motor. Mereka berdua naik motor sendiri-sendiri karena memang jalur rumah mereka tak sama.


Sarah pun masih mengoreksi kue kue yang sudah di packing ke plastik. Takutnya ada yang kurang dengan kue yang ia buat. Dia tak mau mengecewakan si pemesan.


Dia harus memberi kesan baik kepada customer nya. Begitu pun dengan rasa, dia tak merubah sedikit pun resep nya untuk mempertahankan kualitas rasa.


Dirasa semuanya sudah cukup, Sarah segera memesan taksi online untuk mengantarkan nya pulang. Dilihat jam di dinding sudah jam 7 malam.


Untung saja Damar sudah memberi kabar pada Sarah kalau hari ini ia lembur.


Sejak pak Anton dan Lidya pergi ke kantor cabang yang berada di Lombok. Pekerjaan Damar semakin banyak, karena pekerjaan Lidya Damar yang menghandle.


Sarah pun dengan santai pulang kerumah, setelah sampai rumah. Ia langsung menaruh Kean yang sudah di mandikan di ruko tadi, lalu Sarah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Malam ini Sarah memutuskan untuk tidak masak, karena ia sudah makan di ruko bersama kedua karyawan nya. Damar pun diperkirakan akan pulang larut malam.


Sebelum tidur tak lupa, ia menyiapkan baju untuk Damar buat acara besok di cafe Bintang Ceria. Di rasa semua sudah lengkap, Sarah pun pergi merebahkan tubuhnya. Dan seperti biasa dia melakukan rutinitas nya sebagai penulis novel.


Di kantor Damar masih berkutat dengan laptop nya, dan di temani secangkir kopi hitam. Begitu banyak laporan keuangan yang harus diselesaikan malam ini.


Tiba-tiba otak curang Damar mulai muncul. Karena kemarin dengan mudahnya uang seratus juta berpindah ke rekening nya. Dan sampai saat ini tak ada masalah tentang uang itu.


Akhirnya Damar mencoba nya lagi, kali ini nominal yang Damar pindah ke rekening nya tak main-main.


Dua ratus juta uang itu sudah berpindah ke rekeningnya dalam sekejap.


"Akhirnya aku bisa kaya dengan mudah, tak harus capek-capek berkerja keras. Otak ku memang cerdas", ucapnya pelan dengan menutup laptop nya. Ia sudah menyelesaikan tugas-tugas nya.


Lalu dia diam sejenak di kursi kerjanya, sambil memikirkan Bianca yang sudah beberapa hari tak ada kabar. Ditelepon pun tak diangkat, dan pesan pun tak ada satu pun balasan dari nya.


Drrrttttt


Drrrttttt


Bunyi handphone membuyarkan lamunan Damar. Lalu ia mengambil handphone yang tergeletak di samping cangkir kopi.

__ADS_1


Di buka, ternyata pesan dari Bianca.


"Panjang umur sekali kamu, Bi. Baru saja aku memikirkan mu. Kamu langsung mengirim pesan." ucap Damar.


Lalu ia membuka pesan yang dikirim Bianca dan ia membaca nya.


" Mar, aku kangen kamu. Datang sekarang di hotel biasanya" isi pesan dari Bianca.


Tanpa membalas pesan dan menelpon Bianca. Damar langsung bergegas menuju hotel yang dimaksud Bianca.


Damar berlari menuju parkiran mobil, dan ia masuk kedalam mobil. Dan melajukan nya dengan kencang, karena dirinya sudah terlalu rindu pada Bianca.


Sesampainya di hotel yang di maksud, ia langsung memarkir mobilnya dan berlari kedalam hotel.


Lalu ia menuju kamar yang sudah di pesan oleh Bianca. Damar melewati lorong hotel dengan perasaan bahagia. Karena dia akan segera menyalurkan hasratnya yang sudah menggebu-gebu pada Bianca.


Pesona Bianca membuat candu bagi Damar. Sehingga Damar selalu merindukan permainan bersama Bianca.


Dia membuka pintu hotel tanpa mengetuknya. Betapa terkejutnya Damar saat melihat Bianca telanjang tanpa sehelai benang yang menempel di tubuhnya.


Hasrat Damar semakin tinggi, tanpa di komando Damar langsung melucuti baju nya sendiri. Dan langsung memeluk Bianca dari belakang.


Bianca yang merasakan ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana saat Damar memeluknya, ia tersenyum. Betapa bernafsu nya Damar saat melihat Bianca yang pelontos tanpa baju.


Tubuh seksi Bianca ditambah tato kupu-kupu di pundak bagian belakang berhasil membuat Damar di mabuk kepayang.


Lalu Bianca membalikkan badannya kearah Damar, dan memeluk erat tubuh Damar. Seperti mengisyaratkan betapa rindu nya ia kepada Damar.


Damar pun langsung menggendong Bianca dan membawa nya ke atas ranjang yang bernuansa minimalis itu.


Mereka berdua pun bergulat sama-sama melepas rindu yang membelenggu dalam hati karena beberapa hari tak bertemu.


Permainan pun berulang beberapa kali, sampai akhirnya mereka berdua tak bertenaga dan tertidur pulas sampai dini hari.


Damar terbangun dan melihat jam di handphone nya, ternyata sudah pukul 3 dini hari.


Karena goyangan Damar, Bianca pun ikut terbangun.


"Kamu sudah bangun, Mar?," tanya Bianca.


"Iya, Bi. Ternyata sudah pagi. Aku sudah janji pulang pada Sarah," ucap Damar yang masih diposisi dibawah selimut yang sama dengan Bianca.


"Trus, kamu mau pulang sekarang? Apa kamu nggak kangen sama aku?," Rajuk Bianca pada Damar.


"Aku masih kangen sama kamu, Bi." ucap Damar sambil memeluk Bianca dari belakang.


"ini buktinya," ucap Damar dengan menunjuk arah bawah yang sedang mengeras.


Dan Bianca langsung menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Damar. Dan tak dapat di elakan terjadilah pertempuran sengit antara mereka berdua.


Pertempuran pun berakhir dengan kemenangan masing-masing. Damar bergegas ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya. Sementara Lidya masih di bawah selimut dengan tubuhnya yang telanjang.


Damar keluar dari kamar mandi sudah rapi, dan ia mengambil jam tangan dan memasang nya di pergelangan tangannya.


"Hari ini aku ada acara kantor. Seharusnya pak Anton yang datang, tapi karena beliau ada di luar pulau. Jadi aku yang mewakili nya," ucap Damar pada Bianca yang terus memeluk nya.


"Tapi aku masih kangen sama kamu, Mar."


"Kamu beberapa hari ini kemana aja, Bi? Aku bingung mencari mu. Di telepon tak diangkat, pesan ku juga tak kamu balas," Damar mengeluarkan uneg-uneg dihatinya.


"Maafkan aku, Mar. Aku ke Turki antar papa berobat," jawab Bianca berbohong.


"Tapi seharusnya kamu itu pamit sama aku. Jadi aku tak bingung mencari mu." Damar sedikit kesal dengan sikap Bianca yang tak pamit pada nya saat ia mau ke LN.


"Maafkan aku, Mar," Bianca memohon pada Damar sambil memeluk tubuh Damar.


"Lain kali jangan di ulangi ya, Bi. Aku nggak suka," peringat Damar.


"Bianca janji tak akan mengulangi nya lagi, sayang," ucap Bianca sambil mengarahkan jari kelingkingnya untuk di tautkan ke jari kelingking Damar yang berarti berjanji.


Lalu Damar memeluknya erat seakan tak mau terpisah.


"Kapan aku bisa ke rumahmu? untuk meminta mu pada papa mu?," tanya Damar yang sedang dimabuk cinta sampai hilang akal waras nya. Dia lupa kalau dia sudah punya Sarah dan Kean dirumah.


Deg....


Ucapan Damar membuat Bianca kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2