DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Gagal Berdua


__ADS_3

Pagi ini Sarah dan pengacara nya pergi ke kantor polisi untuk menemui Bima. Karena Bima meminta pada pengacara yang di sewa Sarah, untuk mempertemukan nya dengan klien nya itu.


Karena ada satu hal yang ingin Bima bicarakan pada Sarah. Dan menurut Bima, hal ini sangat penting. Jadi Bima harus berbicara langsung pada Sarah.


Walau sebelum nya sudah di paksa oleh pengacara Sarah, agar Bima menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan pada mantan istrinya itu. Namun, Bima menolak nya dengan sangat tegas. Ia meminta pengacara Sarah untuk tetap membawa Sarah ke tempat nya saat ini, yaitu kantor polisi.


Dengan terpaksa, pengacara Sarah menyampaikan permintaan Bima kepada Sarah, yang tak lain adalah klien nya.


Awalnya, Sarah sangat menolak pertemuan itu. Karena Sarah sudah sangat malas untuk bertemu dan berdebat lagi dengan Bima. Yang seperti nya susah tida ada ujung pangkal nya.


Namun setelah apa yang di katakan oleh pengacara, alasan Bima kenapa meminta nya untuk menemui Bima di kantor polisi. Akhirnya Sarah pun menyetujui, apa yang sudah disarankan oleh pengacara nya kali ini.


Kini Sarah berangkat sendiri naik taksi online. Karena sengaja mobil Sarah di jual, untuk menghindari Keributan di saat sidang perceraian nya nanti.


Sedangkan pengacara yang sudah Sarah sewa, sekarang juga sedang ada di perjalanan menuju kantor polisi.


Awalnya pengacara Sarah sudah menawarkan tumpangan. Namun di tolak dengan sangat halus oleh Sarah. Karena Sarah tidak ingin ada orang yang salah paham dengan apa yang mereka lihat.


Kini, taksi online yang sudah di pesan Sarah. Sudah masuk kedalam halaman kantor polisi. Dan Sarah pun turun dari dalam taksi online itu, setelah taksi itu berhenti dengan sempurna. Tak lupa Sarah membayar nya sebelum ia turun tadi.


"Terimakasih, pak." ucap Sarah dengan sangat sopan kepada bapak pengemudi taksi online itu, sambil mengulurkan selembar uang seratus ribuan.


"Sama-sama, Bu. Tunggu saya Carikan kembalian nya dulu." jawab bapak itu Sambil membuka tas kecil yang melingkar di pinggang nya.


"Kembalian nya untuk bapak saja." ucap Sarah dengan berlalu turun dan segera pergi menjauh dari taksi itu setelah ia menutup pintu.

__ADS_1


Kini Sarah berjalan menaiki tangga teras kantor polisi, dengan mata yang tertuju pada mobil milik pengacara nya itu.


"Seperti bang Siregar sudah ada di sini." gumam Sarah sambil terus berjalan menaiki satu persatu anak tangga teras kantor polisi itu.


"Ada yang bisa di bantu Bu?," tanya polisi yang sedang berjaga di depan. Ia menyambut dengan sangat ramah pada setiap orang yang datang.


"Maaf, pak. Saya ingin bertemu dengan tahanan yang bernama pak Bima." jawab Sarah dengan senyum yang tak kalah ramah dari polisi itu.


"Kebetulan pak Bima saat ini sedang ada tamu." jawab polisi itu.


"Oh, tamu itu adalah pengacara saya. Dan memang kamu sudah membuat janji untuk bertemu disini." Sarah memberi tahu polisi itu untuk tujuannya kesini.


"Oh kalau begitu, silahkan Bu." jawab polisi yang sedang berjaga itu sambil tangan nya menunjuk kearah jalan menuju ruang bertemu.


Sarah pun langsung berjalan menuju ruangan itu, setelah tersenyum pada polisi yang sedang berjaga tadi.


Dan Sarah pun segera masuk, ia ingin segera mendengarkan apa yang akan di katanya Bima pada nya.


"Assalamualaikum," Sarah mengucapkan salam saat masuk kedalam ruang bertemu itu.


"Waalaikumsalam," jawab mereka yang ada di dalam ruangan itu secara bersamaan.


Tatapan Bima kali ini tertuju pada wanita yang sedang berjalan masuk keruangan itu. Tatapan seperti ada rasa tak ingin kehilangan wanita itu, tapi ia tak bisa apa-apa. Karena ia juga ingin segera keluar dari dalam sel tahanan itu.


"Sarah." gumamnya saat Sarah semakin dengan nya. Tatapan mata yang berkaca-kaca itu segera ia alihkan pada yang lain.

__ADS_1


"Silahkan duduk Bu Sarah." bang seregar pengacara Sarah mempersilahkan Sarah untuk duduk dengan menggeser kursi yang ada di samping nya.


"Terimakasih, pak." jawab Sarah sambil tersenyum pada pengacaranya, lalu ia duduk di bangku yang sudah di sediakan itu.


"Sarah." Bima pun masih bergumam dengan terus menatap Sarah.


"Sebaiknya langsung saja, ada hal penting apa yang akan mas Bima katakan padaku?, sampai tak bisa di wakilkan oleh pengacara ku." ucap Sarah Tampa basa basi. Dalam hal ini Sarah sudah tidak bersimpati lagi pada Bima, rasa kasihan sudah di buang nya jauh-jauh, agar ia segera resmi berpisah dengan Bima.


"Pak, apa aku bisa bicara berdua dengan Sarah istri ku ini?," pertanyaan yang bermakna permohonan agar pengacara Sarah itu memberi waktu pada Bima dan Sarah untuk bicara berdua di ruangan ini.


"Tidak!!!, pengacara saya harus tetap berada di sini menemani saya, dan menjadi saksi setiap apa yang kamu ucapkan, mas!!." jawab Sarah dengan sangat tegas.


"Maaf, pak Bima. Untuk hal ini saya sebagai pengacara Bu Sarah tidak bisa mengabulkan permintaan pak Bima." ucap pengacara Sarah, mempertegas apa yang sudah di ucapkan Sarah tadi.


"Tapi, aku rasa ini sangat pribadi. Jadi tak seharusnya, pengacara kamu ini mendengar nya, Sarah." ucap Bima, seperti memohon pada Sarah. Agar ia diberi kesempatan untuk bicara berdua saja tanpa pengacara nya.


"Kalau begitu, aku rasa sudah tidak ada hal yang harus di bicarakan lagi." ucap Sarah pada Bima.


"Sekarang mana kertas yang harus di tandatangani, pak?," tanya Sarah pada pengacara nya sambil tangan nya menengadah ke arah Nang Siregar.


"Sebentar, Bu." ucap bang Siregar sambil membuka tas kerja nya yang saat ini berada diatas pangkuannya.


"Ini, Bu." lalu pengacara Sarah menyodorkan beberapa lembar kertas yang harus di tandatangani oleh kedua belah pihak.


"Sekarang kamu tanda tangan disini, mas." perintah Sarah pada Bima, dengan menunjuk tempat yang harus Bima tanda tangani.

__ADS_1


"Sarah, apa kamu yakin dengan semua ini?," tanya Bima dengan mata yang berkaca-kaca. sejujurnya hati Bima sangat tidak rela kalau harus berpisah dengan Sarah istrinya yang sudah ia talak itu.


"Sangat yakin, mas!!, jadi cepat lah kamu menanda tangani surat-surat ini. Dan aku pastikan, setelah proses perceraian kita. Kamu akan langsung bisa menghirup udara bebas." Sarah sudah tak mau basa-basi lagi. Ia sudah tak ingin memikirkan hati orang lain. Karena Bima sudah sering menyakiti hati Sarah dengan suka berselingkuh dengan wanita lain. Termasuk dengan istri dari kakak nya, yaitu Veni.


__ADS_2