DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Interview


__ADS_3

Makan malam pun selesai aku segera mencuci piring dan membereskan meja makan.


Lalu ku susul mas Damar yang sedang menggendong Kean di ruang keluarga. Ternyata Kean sudah terlelap di pelukan papa nya.


Aku sangat bahagia melihat pemandangan ini. Kuambil Kean dari gendongan mas Damar. Dan ku pindahkan ia di atas kasur. Mas Damar pun mengikuti di belakang ku. Lalu ia merebahkan tubuhnya di samping Kean yang sudah terlelap.


Kelihatan nya mas Damar memang sangat capek, karena tak perlu menunggu lama. Terdengar dengkuran halus nya.


Aku ambil handphone, aku rebahkan tubuhku. Dan aku mulai mengetik. Bab per bab novel online ku akhirnya rampung aku up malam ini.


Lalu aku lihat sisa saldo yang ada di aplikasi novel online ku. Alhamdulillah baru bulan lalu aku tarik, dan sekarang sudah ada lima juta lagi diaplikasi.


Aku pun menarik nya untuk tambahan modal buat pesanan 1500 potong kue.


Semoga saja bisnis yang aku bangun dari modal menulis ini membawa aku menuju kesuksesan.


Drrrttttt


Drrrttttt


Tiba-tiba handphone mas Damar berbunyi, mungkin karena saking capeknya sampai mas Damar tak mendengar ada panggilan masuk di handphone nya.


Lalu aku lihat handphone yang tergeletak diatas nakas samping tempat tidur. Ternyata panggilan dari kontak yang bernama BIANCA.


Deg..


Tiba-tiba hati ini terasa tidak enak. Ini nama yang sering kali disebut oleh mama dan Lidya.


Aku makin penasaran, saat panggilan ingin aku angkat, tiba-tiba panggilan telepon nya sudah mati.


Aku mendengus kesal, lalu aku lanjutkan lagi menulis novel online.


Aku baru ingat tentang lowongan pekerjaan yang ku post di akun sosial media ku.


Lalu aku mengirim kan pesan pada Sinta. Karena CV lamarannya aku serahkan pada Sinta dan dikirim ke alamatnya.


Balasan pesan dari Sinta aku terima, ternyata sudah ada sepuluh orang pengirim. Dan yang aku butuhkan hanya dua orang saja.


Dan besok akan di adakan interview untuk pengirim lamaran di ruko yang sudah aku sewa.


"Mudah-mudahan semua di beri kelancaran," ucapku dalam hati.


Beberapa beb novel sudah aku up. Dan sekarang waktunya aku untuk beristirahat. Karena besok jadwal ku padat merayap.

__ADS_1


Mulai dari interview, bersih-bersih ruko dan belanja bahan-bahan kue.


Dan semoga Kean besok bisa bekerja sama dengan baik.


Lalu ku rebahkan tubuhku, ku pejamkan mata ku.


...----------------...


Adzan subuh pun telah berkumandang, aku bergegas bangun untuk melaksanakan kewajiban ku. Lalu aku mulai memasak di dapur. Untuk hari ini orderan online dan offline aku libur kan. Karena masih sibuk dengan persiapan pesanan kue untuk lusa.


Setelah selesai masak terdengar Kean menangis dari dalam kamar, lalu aku mengambilnya. Dan mas Damar masih terlelap tidurnya.


Ku mandikan Kean, lalu ku bawa dia jalan-jalan ke halaman rumah. Untuk menghirup udara pagi yang segar. Sebelum ku mengajak Kean keluar, ku persiapkan dulu kebutuhan mas Damar seperti baju dan handuk untuk ia mandi.


Terlihat mas Damar keluar kamar sudah berpakaian rapi, menuju meja makan.


Lalu ku ikuti langkahnya dari belakang dengan menggendong Kean.


"Mas Damar mau sarapan?," tanyaku.


"Iya," jawabnya singkat.


Lalu ia mengambil nasi dan di taruh diatas piring nya.


"Mas, mas Damar capek banget ya? sampai semalam nggak dengar handphone nya bunyi." ucapku sedikit memancing.


"Ya udah, mas Damar sarapan aja. Sarah mau bawa Kean keluar dulu jalan-jalan," ucap ku.


Mas Damar hanya menjawab dengan anggukan, sambil menyuap nasi dengan sendok ke mulut nya.


Setelah selesai sarapan mas Damar bergegas berangkat ke kantor.


"Mas, mama dan Lidya masih belum pulang ya?," tanyaku saat mas Damar memasukkan tas kerja nya di dalam mobil.


"Belum," jawab nya


"Kira-kira mereka kapan pulang, mas?," tanya ku memastikan agar aku bisa leluasa untuk mengerjakan pekerjaan ku.


"Mungkin kalau mama hari Senin lusa dan kalau Lidya seperti nya masih lama," jawab mas Damar sambil berjalan kearah kemudi.


Lalu ia berangkat dengan naik mobil sendiri. Dan aku segera menyiapkan diri untuk di jemput Sinta pagi ini.


Setelah semua selesai, ku ambil handphone dan ku hubungi Sinta. Agar dia segera menjemput ku.

__ADS_1


Segera ku menyiapkan diri, berpakaian rapi dan sopan pastinya.


Lalu terdengar suara mobil Sinta berhenti didepan. Aku segera keluar sambil menggendong Kean.


Dan Sinta melajukan mobilnya menuju ruko.


"Sin, nanti kamu yang interview mereka, karena kamu yang lebih pengalaman," ucapku.


"Siap, Sarah. Nanti aku akan mencari yang paling berkompeten." Jawab Sinta.


Bersyukur sekali aku punya teman sebaik Sinta dikota ini. Karena aku termasuk orang yang kurang berpengalaman walau sudah setahun lebih tinggal disini.


Akhirnya sampailah kita di ruko, dan aku segera membersihkan dan menata ruangan agar terlihat rapi, bersih dan menarik.


Peserta interview sudah berdatangan, di lihat dari CV lamaran yang dikirim. Ada sepuluh orang pelamar.


Sinta sudah duduk di ruang yang sudah aku sediakan untuk interview pelamar.


Setelah beberapa jam wawancara dengan sepuluh orang pelamar, akhirnya aku dan Sinta memutuskan siapa yang paling cocok untuk direkrut.


Aku mengambil dua orang yang usia masih muda dan yang sudah tiga puluh lima tahun keatas.


Pilihan jatuh pada pelamar yang bernama Reni dan Bu Indah. Dan mulai besok mereka sudah bisa bekerja.


Lalu aku dan Sinta pergi belanja bahan-bahan kue, aku selalu mencari bahan yang kualitasnya bagus. Karena menurutku rasa itu menjadi penilaian nomer satu bagi konsumen.


Setelah semua bahan sudah lengkap, aku kembali ke ruko. Untuk menyiapkan bahan-bahan dan peralatan untuk berperang besok.


...****************...


Pagi ini seperti biasanya, namun aku sudah bangun lebih awal dari hari-hari sebelumnya.


Rutinitas setiap pagi sudah aku kerjakan, tinggal menunggu mas Damar bangun.


Hari ini aku berangkat sendiri naik taksi online, karena Sinta sedang sibuk. Bos nya Sinta sudah datang dari LN.


Mas Damar pun sudah keluar kamar dengan pakaian kantor nya, dan dia langsung pergi ke meja makan untuk sarapan.


"Sarah, besok aku mewakili pak Anton untuk datang ke acara santunan anak yatim dan kaum dhuafa. Jadi siapkan baju untuk aku pakai besok," ucap mas Damar sambil berjalan ke depan menunju mobil nya.


Deg...


"Mas Damar juga datang di acara itu? mudah-mudahan dia tidak tau kalau aku bekerja sama dengan cafe Bintang Ceria," ucapku dalam hati.

__ADS_1


"I.... iiya, mas.! jawabku salah tingkah, sambil mengikuti langkah mas Damar yang sedang menuju mobilnya.


Aku pun kembali masuk untuk membereskan meja makan, dan mencuci piring.


__ADS_2