
"Kalau mau pesan ya silahkan saja pesan, tidak usah mencari owner segala!!, owner ku itu sedang sibuk, tak mungkin owner ku melayani pembeli Yang banyak omong seperti kalian," Reni sangat kesal kepada Linda. Sehingga ia berbicara seperti tak punya sopan santun.
Lalu mobil Sarah datang dan parkir disebelah mobil mewah milik Bianca. Sarah sangat hafal dengan mobil itu.
Ia turun lalu melepaskan kacamata hitam nya dan menatap lekat mobil mewah itu.
Bukan ia ingin mempunyai mobil seperti itu, namun otak nya memutar kembali memori masalalu nya. Saat ia mengetahui mobil itu yang mengantar Damar pulang dan banyak tanda merah ditubuh nya.
Begitu sakit hati Sarah saat mengingat saat itu, tanpa disadari air matanya jatuh di pipinya yang kemerah-merahan. Sarah pun langsung menyekanya karena ia tak mau ada orang yang melihat nya saat menangis.
Sarah lebih suka saat orang lain melihatnya tersenyum bahagia.
Sarah berjalan menuju tokonya, ia tahu kalau didalam pasti ada Damar dan gundiknya. Dan Sarah sudah menyiapkan hatinya untuk mengahadapi setiap kemungkinan yang pasti akan terjadi.
"Ini dia yang kita cari, pelayan penampilan nya sudah kayak bos nya aja!," julid Linda saat melihat penampilan Sarah saat ini yang sangat berbeda dengan Sarah yang dulu.
Dan Damar Tak melepaskan pandangan nya sedikit pada Sarah. Dan dengan sengaja Sarah melirik tatapan Damar yang ah.. membuat hati Sarah seperti akan luluh.
Tapi oh tidak, Sarah sudah memutuskan untuk tak pernah kembali pada Damar. Karena kesalahan perselingkuhan itu bukan khilaf tapi memang sudah menjadi kebiasaan bagi pelaku nya.
Kalau pun Sarah akan memaafkan Damar dan ia mau kembali pada nya, tak ada jaminan kalau Damar tak akan berselingkuh lagi. Dan Sarah tak mau kalau akan sakit hati lagi.
Maka dari itu Sarah sudah berprinsip kalau laki-laki yang sudah selingkuh dan suka melakukan kekerasan terhadap istri nya. Fix dia akan meninggalkan nya, karena Sarah tak bisa mentolerir dua masalah itu dalam rumah tangga.
"Ada yang saya bantu, Bu?," sapa Sarah dengan sopan karena sudah menjadi profesionalitas kerja.
Sarah memanggil Linda dengan sebutan ibu. Sarah tak berani memanggil Linda dengan mama, karena Sarah takut kejadian kemarin terulang lagi di toko ini.
"Bilang sama owner toko ini. Saya memesan tiga ratus kue dan catering untuk acara besok dirumah saya yang terletak di perumahan elit kota ini," Linda menyombongkan diri pada Sarah. Dengan berbicara sangat keras sehingga karyawan lain dan para pelanggan di toko disini mendengarkan nya.
Tak khayal semua orang memandang Linda, dan itu membuat hati Linda sangat senang. Karena menjadi pusat perhatian.
"Tapi maaf, Bu. Untuk catering kami tidak bisa mendadak. Tapi kalau untuk kue bisa," jawab Sarah memberi penjelasan kepada Linda.
"Tapi tenang saja, kami punya resto yang makanannya recommended banget. Dan saat ini kami kerja sama dengan resto itu. Kalau ibu mau, kami bisa menghubungi resto itu." jawab Sarah.
Damar yang memandang dan mendengar cara Sarah mempresentasikan toko nya dibuat tercengang dengan kefasihan Sarah untuk menggaet pelanggan nya.
"Pantesan toko ini tak pernah sepi, selain memang rasa kue nya benar-benar enak ternyata Sarah begitu pintar berkomunikasi dengan customer nya," ucap Damar dalam hati sambil tersenyum saat melihat Sarah.
Dan Bianca yang melihat Damar, melihat mimik wajah Damar saat melihat Sarah membuat hati Bianca terbakar api cemburu.
Namun Damar yang lupa memperhatikan perempuan nya itu, membuat hati Bianca makin kesal.
"Ya sudah terserah kamu, yang jelas aku mau memesan makanan yang mahal-mahal. Aku tak mau acara nikah anak ku besok malu-maluin. Karena calon menantu ku ini orang kaya raya, jadi aku harus menyiapkan makanan yang mahal." ucap Linda.
Deg
Tiba-tiba hati Sarah berdebar hebat saat mendengar ucapan Linda. Pikiran Sarah pun melayang kemana-mana.
'"Baik Bu, saya jamin masalah rasa ibu tak akan kecewa," ucap Sarah dengan mata berkaca-kaca.
Namun Sarah masih bisa menahan air mata itu agar tak jatuh di depan ketiga orang yang tak punya hati ini.
"Dan satu lagi, kamu yang harus melayani para tamu di acara pernikahan anak ku besok, kalau kamu tidak mau. Aku pastikan kamu akan dipecat dari toko ini. Dan aku jamin kamu akan menjadi gembel!!!," ancam Linda.
Reni sangat geram melihat perbuatan tiga orang yang tak punya hati ini. Ingin sekali ia membuka semua tentang siapa Sarah disini. Namun Sarah selalu melarangnya.
Linda pun memilih beberapa jenis makanan yang ter best seller di resto milik Randy. Walau harga nya lumayan mahal Linda pun tak peduli.
Linda sangat ingin memamerkan kekayaan nya pada Sarah. Namun Sarah biasa saja melihat nya.
__ADS_1
Akhirnya makanan dan kue sudah dipilih dan total harga semua nya dua puluh lima juta.
Deg
Hati Linda deg degan karena saat ini uang yang ia bawa hanya sepuluh juta. Itupun uang yang dipinjam nya dari Bianca tadi. Sedangkan ia tak punya uang sama sekali.
Mau membatalkan beberapa makanan Linda gengsi pada Sarah. Pasti Sarah akan menertawakan nya kalau ia akan membatalkan beberapa makannya.
"Bisa di DP dulu kok, bu. Kalau sekarang ibu tidak bawa uang," ucapan Sarah menjadi tamparan keras buat Linda.
Sarah mengetahui gelagat mantan mertua nya itu, ia bisa membaca mimik wajah yang penuh kecemasan.
Bianca dan Damar pun saling berpandangan, mereka tahu kalau saat ini Linda hanya membawa uang sepuluh juta rupiah.
Damar yang tak mau mama nya malu, akhirnya ia memberi kode pada Bianca. Dan Bianca pun langsung mengerti dengan kode yang diberikan Damar.
"Ma, mama hitung berapa uang cash nya, nanti sisa nya biar Bianca yang transfer," ucap Bianca mendekati Linda dan sesekali melirik ke arah Sarah. Sarah yang menyadari itu cuek cuek saja.
Sesekali Damar juga memandang wajah ayu nan teduh milik Sarah.
"Kamu memang menantu yang baik, sayang. selain cantik kamu sangat bekerja keras jadi kamu punya banyak uang. Kamu istri yang sangat membantu suami, tidak hanya makan, tidur dan menghabiskan uang Damar saja," ucap Linda dengan melirik kearah Sarah. Hati Linda sangat puas setelah mengucap sindiran pedas itu.
Bianca tersenyum mengejek pada Sarah. Tapi Sarah hanya diam saja. Hatinya sudah kebal dengan hinaan, cacian dan sindiran dari mantan mertua nya itu.
Kini tugas Sarah adalah membalas sindiran, cacian dan hinaan itu dengan kesuksesan nya. Saat ini Sarah bekerja keras, dengan cacian, sindiran dan hinaan itu sebagai bahan bakar semangatnya untuk mencapai kesuksesan diatas hinaan dari mertuanya.
Dengan segera Bianca mentransfer sisa uang yang kurang untuk membayar semua tagihan catering nya.
Denah tersenyum bangga Linda menerima struk pelunasan pembayaran nya.
"Ingat besok kamu yang harus melayani semua tamu-tamu ku," ucap Linda mengingat kan Sarah sekali lagi sebelum ia beranjak pulang.
Lalu mereka bertiga pun membalikkan tubuhnya dan melangkah kearah mobil. Namun Damar menghentikan langkahnya saat selintas melihat anak lelaki yang sedang belajar berjalan memanggil Sarah.
Damar pun segera membalikkan tubuhnya kearah belakang yang sudah ada Kean disamping Sarah.
"Kean?," ucap Damar pelan.
"Apa itu Kean, Sarah?," tanya Damar dengan mata berkaca-kaca.
Sarah hanya menjawab dengan anggukan, tak keluar sepatah kata pun dari mulut Sarah. Karena serasa tercekik tenggorokan nya saat melihat Kean bertemu dengan ayah nya.
"Damar....buruan!!!," teriak Linda suara nya melengking seperti toa masjid.
Damar pun langsung pergi meninggalkan Sarah dan Kean tanpa menyentuh anaknya sama sekali. Padahal di hati nya yang paling dalam, Damar ingin sekali menggendong Kean.
Namun keadaan yang memisahkan nya, bukan keadaan sih tapi lebih tepatnya sikap Damar sendiri yang telah memisahkan dirinya dengan Kean anak semata wayangnya.
Sarah hanya tersenyum pahit saat melihat Damar yang tak pernah tegas. Menurut Sarah, Damar hanya seperti wayang yang ada dalang untuk menjalankan nya.
Saat ini yang menjadi dalang pada hidup Damar adalah linda mama nya sendiri. Ia tak bisa berkutik kalau sudah berurusan dengan Linda.
Sarah pun menyudahi kesedihan nya saat ini, ia harus kembali pada realita yang ada yaitu sekarang sarah bukan lagi siapa-siapa Damar. Dia harus bekerja keras demi masa depan Kean.
Lalu Sarah dan para karyawan nya pun langsung bekerja membuat tiga ratus biji kue untuk pesanan Linda besok.
Sarah pun mulai membuat adonan masing-masing kue. Saat membuat adonan seperti ini Sarah melakukan nya sendiri. Karena semua karyawan nya masih sibuk didepan melayani pelanggan.
Sarah mengaduk adonan itu dengan tatapan kosong, ia masih terngiang-ngiang dengan ucapan mantan mertua nya itu. Kalau besok anaknya akan menikah dengan orang kaya raya.
"Apa secepat itu mas Damar mencari pengganti ku?, kalau bukan mas Damar yang akan menikah, lalu siapa lagi?, apakah Lidya? tapi kalau kata mama calon menantunya itu adalah orang kaya. Aku yakin mas Damar dan Bianca lah yang di maksud," ucap Sarah dalam hati.
__ADS_1
"Bu..Bu.. Bu Sarah?," Mita memanggil Sarah dengan melambai lambai kan tangan nya di depan wajah Sarah.
Seketika Sarah tersadar dari lamunannya.
"Eh ada apa, Mit?," tanya Sarah yang terlihat wajah nya masih kaget karena panggilan dari Mita karyawan nya.
"Itu Bu, adonannya banyak yang jatuh." Mita menunjuk adonan yang tumpah kemeja.
"Ya Allah... ada apa dengan pikiran ku ini," gumam Sarah pelan.
"Biar Mita saja, bu. Yang mengerjakan," Mita pun langsung mengambil alih adonan itu.
Lalu Sarah beranjak membuat adonan kue yang lain. Sebelum nya Sarah berjalan kedepan untuk melihat stok kue didepan. Ternyata kue kue didepan sudah habis dan tak bersisa. Waktu pun juga sudah sore, Sarah menyuruh paman Udin untuk menutup tokonya.
"Malam ini kita lembur ya," ucap Sarah pada semua karyawan nya.
"Iya, Bu," jawab serentak semua karyawan Sarah.
Mereka saling berkerja sama dengan baik, ada yang membersihkan etalase, ada yang ikut proses produksi.
Pembuatan kue untuk pesanan di acara besok pun sudah jadi. Sekarang semua karyawan sudah pulang dan Kean juga sudah tidur pulas.
Sarah pergi kekamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya agar semua capek hilang.
Lalu ia merebahkan tubuhnya disamping Kean yang sudah tertidur pulas.
Sarah mulai mengambil handphone untuk mengetik novel online nya. Biasanya Sarah mengetik novel lewat laptop, namun saat ini karena ia sangat capek ingin meluruskan punggung nya. Ia pun mengetik lewat hp agar bisa mengetik dengan tiduran.
Tak terasa tiga bab sudah di up oleh Sarah, dan ia pun langsung memejamkan matanya.
Ia menyiapkan tenaga dan mental untuk acara besok dirumah Damar. Ia yakin pasti akan ada sesuatu yang sudah direncanakan oleh Linda.
Tapi kalau saat ini Sarah akan menghadapi nya, tak ada Sarah yang lemah seperti dulu.
Sebelum nya ia dan Randy sudah membuat janji untuk langsung bertemu dirumah Damar. Karena untuk catering memakai jasa catering dari cafe Randy.
Adzan subuh sudah berkumandang, Sarah bergegas mengambil air wudhu dan segera melakukan kewajiban nya.
Lalu ia menyiapkan semua keperluan yang akan dibawa kerumah Linda. Ia menyiapkan nya sendiri sebelum para karyawan nya datang.
Saat ini semua karyawan nya sudah datang, dan memindahkan semua kue keatas mobil pick up yang disupiri oleh paman Udin.
Sedangkan dirumah Linda, pagi ini sangat sibuk dengan menyiapkan tempat yang di dekor sangat indah walau hanya di dalam rumah.
Linda tak ingin pernikahan Putri nya wow. Padahal pak Anton hanya meminta pernikahan yang biasa saja tanpa mengundang banyak orang dari luar. Cukup beberapa tetangga didalam komplek.
Namun bukan Linda kalau ia tak pamer pada teman sosialita nya. Mereka harus tau kalau calon menantu nya itu direktur utama sebuah perusahaan besar dikota ini. ya.. walaupun perusahaan nya tak sebesar punya Handoko group.
Tapi tak apalah, yang penting menantunya itu pemilik perusahaan juga.
Setelah semua dekorasi selesai dikerjakan, Lidya yang ditemani Diana teman kuliah nya dulu saat ini sedang di-make up oleh MUA terkenal dikota ini.
Diana yang semalam bertemu dengan Lidya diminta untuk mendampingi nya di acara yang penting itu.
Dan Diana pun menyanggupinya nya, sehingga pagi-pagi ia sudah datang kerumah Lidya untuk menemani Lidya.
Diana sangat bahagia melihat sahabatnya itu akhirnya menikah walau sudah berbadan dua lebih dulu.
Lidya menceritakan semua pada Diana, dan Diana ikut geram pada lelaki itu.
Diana sangat penasaran pada calon suami Lidya, menurut Diana walau hanya nikah dibawah tangan setidaknya lelaki itu sudah mau bertanggung jawab atas kehamilan Lidya.
__ADS_1
Lidya selesai di makeup dan sudah berganti baju, gini giliran Linda yang tak mau kalah. Linda juga minta untuk di-make up. Dia harus lebih cetar karena dia tak mau dianggap miskin oleh teman-teman sosialita nya.
Linda tak ketinggalan juga mengundang Renald, yaitu berondong simpanannya. Renald akan datang bersama Dengan teman-teman sosialita Linda. Karena Renald adalah bagian dari mereka.