Mengejar Cinta Sang Habib

Mengejar Cinta Sang Habib
Bab 12.9


__ADS_3

Sore harinya kamar mereka tiba-tiba mendapatkan kabar jika ada murid baru di kelas mereka besok. Informasinya, orang yang akan menjadi murid baru adalah Nadira, putri kedua Abah yang kemarin pulang dari Mesir. Seharusnya Nadira masih sekolah di Mesir dan setengah tahun lagi akan lulus, namun karena kepulangannya tiba-tiba ke pondok, pendidikannya di Mesir terpaksa terputus sehingga Nadira harus melanjutkan sekolah di pondok pesantren.


"Alhamdulillah, akhirnya kita bisa sekelas sama dia. Enggak kebayang gimana iri nya kamar yang lain waktu tahu kita satu kelas sama Nadira." Ada pembicaraan dipojok manapun di kamar.


Topik yang mereka bahas pun tidak jauh berbeda.


"Masya Allah, aku senang banget. Tapi Nadira adalah ancaman besar untuk kita soalnya cuma dia Sarifah yang belum bertunangan sini." Kata yang lain mulai khawatir.


Bukan rahasia lagi bila habib atau sayid akan berpasangan dengan sarifah. Perjodohan ini dilakukan untuk menjaga nasab mulia sang Rasulullah Saw agar tidak terputus. Oleh sebab itu banyak santriwati yang merasa gelisah dan cemas karena kabarnya Nadira sampai saat ini masih belum bertunangan. Disaat yang sama habib Khalid pun belum memiliki tunangan dan tidak ada tanda-tanda tertarik kepada seorang wanita. Hal ini menyebabkan para santriwati jadi bertanya-tanya, mungkinkah habib Khalid sedang menunggu Nadira?


"Benar, setelah kak Nasifa bertunangan aku pikir kita tidak punya saingan lagi. Eh, taunya saingan kita jauh lebih berat lagi."

__ADS_1


Umumnya orang tahu bila bersaing dengan seorang sarifah adalah sebuah kebuntuan sebab rata-rata sarifah akan lebih didahulukan daripada orang biasa. Ini sudah bukan rahasia umum lagi sehingga banyak santriwati yang mengagumi sang habib diam-diam menahan pahit.


"Apa yang sedang anak-anak diskusikan? Tumben kok pada sibuk ngobrol. Biasanya mereka jam segini sibuk baca buku di kamar." Bingung Aish bertanya.


Ia, Dira, dan Gisel baru saja kembali dari dalam kamar mandi. Saat masuk ke dalam kamar, mereka bertiga mendengar obrolan beberapa orang tentang Nadira, putri Abah yang baru pulang dari Mesir kemarin. Mereka tidak terlalu jelas apa yang mereka obrolkan karena mereka hanya mendengar suara samar-samar saja.


Mau enggak mau mereka jadi penasaran. Terutama untuk Dira dan Gisel yang akhir-akhir ini suka bergosip. Melihat anak-anak kamar yang biasanya berperilaku baik tiba-tiba suka bergosip, jiwa gosip mereka berdua seketika terpanggil!


Gisel juga tergoda dan ikut mengejar.


Sementara Aish sendiri memilih untuk menunggu hasil kedua sahabatnya.

__ADS_1


Ia meletakkan peralatan mandinya di bawah tempat tidur dan menaruh handuknya di gantungan samping lemari. Badannya sangat segar setelah membersihkan diri di kamar mandi. Jam segini setelah selesai mandi, Aish biasanya akan mengantuk. Ia merebahkan dirinya di atas kasur sambil mencari posisi yang nyaman untuk tidur. Nyaman, otaknya secara alami memutar kenangannya bersama habib Khalid di kota kemarin. Sampai dengan detik ini ia tidak pernah bermimpi bila dirinya memiliki kesempatan bertemu dengan orang tua sang habib. Dan ia bahkan masih sulit mempercayainya jika sang habib secara khusus membawanya ke kota untuk bertemu dengan orang tuanya.


Aish tidak pernah bermimpi. Menurutnya perjalanan kemarin adalah salah satu kenangan manis yang membekas dalam di hatinya.


"Kak Khalid sekarang lagi ngapain, ya-"


"Aish.... Aish, ada berita buruk, Aish!" Dira langsung menyerbu ke atas kasur dan membuat lamunan Aish jadi kacau.


Mengernyit,"Berita buruk apa?"


Bersambung...

__ADS_1


So bad


__ADS_2