Mengejar Cinta Sang Habib

Mengejar Cinta Sang Habib
Bab 21.7


__ADS_3

Aish tidak menyangka bahwa sang habib juga memiliki sisi ini. Padahal sisi yang selalu ditampilkan oleh sang habib memiliki kesan bahwa dia adalah laki-laki yang tenang dan berwibawa. Nyatanya sang habib masih manusia dan memiliki beberapa hal konyol di dalam dirinya.


"Aku ..aku..tapi sekarang aku menangis karena bahagia bukan karena sedih. Aku senang mendengar ungkapan kakak tadi. Tidak disangka orang yang aku cintai ternyata memiliki perasaan yang sama kepada diriku. Faktanya aku ini memiliki banyak kekurangan dan kotor dibandingkan dengan diri kakak yang dibesarkan bermandikan ilmu agama. Aku sangat terkejut dan bahagia... Aku tidak bisa mengatakannya dengan kata-kata dan intinya malam ini aku sangat bahagia." Dia berbicara dengan nada malu-malu ditengah tangisan manisnya. Wajah Aish yang cantik tersenyum lembut di bawah pengawasan mata sang habib.


Seperti yang dia katakan bahwa malam ini dia benar-benar bahagia. Dan bahkan tidak bisa menyampaikan dengan kata-kata betapa bahagianya dia malam ini karena baik hati juga fisik seolah memiliki tempat bersandar yang selama ini dia cari. Dia lega bertemu dengan laki-laki yang juga mencintai dirinya, tidak seperti kisah Mamanya yang hidup dengan laki-laki yang tidak pernah menghargai perasaan cintanya.


"Tidak, kamu salah. Sejujurnya aku yang harus merasa lega mendengar kamu mencintaiku. Awalnya hanya suka biasa, aku tidak puas dan selalu merasa bahwa kamu satu hari nanti akan berpaling dariku. Namun sekarang kamu telah berubah mencintaiku, kekhawatiranku telah tersapu bersih. Dan setelah malam ini kamu tidak diizinkan untuk memikirkan laki-laki lain apalagi sampai berniat untuk mengejar laki-laki lain, sungguh, kamu harus percaya bahwa aku adalah laki-laki yang kejam. Bilang saja aku posesif, aku tidak akan marah karena memang beginilah aku. Perasaan cintaku kepadamu tidak main-main, Aish. Aku serius tentang itu dan kamu pun tidak diizinkan untuk bermain-main. Dan kamu tidak boleh mendengarkan apa yang orang lain katakan mengenai tentang diri kita. Meskipun ada darah nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam di dalam diriku, tapi bukan berarti aku adalah orang yang mulia karena kemuliaan adalah milik nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Aku adalah manusia biasa yang memiliki banyak salah dan dosa. Dan tidak ada aturan bahwa orang yang terlahir memiliki nasab seperti diriku harus menikah dengan wanita yang tinggi ilmu agamanya atau memiliki akhlak yang baik sebab hati hanya Allah subhanahu wa ta'ala yang tahu. Buruk di depan bukan berarti buruk di dalam dan baik di depan bukan berarti baik di dalam. Manusia hanya bisa melihat dan menilai tapi hanya Allah subhanahu wa ta'ala yang tahu tentang kebenaran di hati manusia. Begitu pula diriku. Aku tidak memandang kamu baik atau buruk, karena itu adalah tugasku untuk meluruskan dirimu bila kamu buruk dan membimbing kamu lebih dekat dengan-Nya jika kamu adalah orang yang baik. Dan satu hal lagi, sebanyak apapun mereka berbicara itu tidak dapat mengubah fakta bahwa aku nyaman dan bahagia bersama dengan dirimu. Tahukah kamu Aish ayat yang aku baca saat kamu baru-baru datang ke pondok pesantren?"


Aish menganggukkan kepalanya tapi sedetik kemudian menggelengkan kepalanya. Dia masih ingat dengan ayat itu karena ayat itu sangat berkesan untuknya. Tapi dia lupa itu ayat dari surat apa karena sudah terlalu lama.


Terkekeh, habib Khalid mencubit pipi Aish seraya membaca ayat indah nan manis tersebut, surat cinta Sang Maha Romantis kepada para hamba-Nya yang memadu kasih.


وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ


Suara candunya mengalun lembut di dalam pendengaran hingga membuat Aish refleks menutup matanya.


"Artinya," Jempol sang habib mengusap mata terpejam Aish sampai kelopak mata itu terangkat kembali.

__ADS_1


"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." Dengan suara lirih dan berat, habib Khalid membaca arti sepenggal ayat dari surat Ar-Rum ayat 21.


"Aku tidak membutuhkan penilaian orang lain, cukuplah Allah sebagai pembimbing hatiku atas perasaan ini. Lalu apakah kamu mengerti sekarang?" Matanya yang lembut memandangi betapa indah Aish malam ini.


Mata aprikotnya lembab dengan sentuhan menggoda di dalamnya. Lalu pipinya yang merah merona dan bibirnya yang ranum bagaikan sebuah rayuan kepada sang habib. Matanya bersinar aneh dan mata gelap itu, apakah itu hanya perasaan Aish saja?


Entah kenapa dia melihat bila warna bola mata sang habib kian gelap.


"Aku....aku mengerti, kak..."


Bug


Bug


Bug


Mungkinkah...

__ADS_1


Mungkinkah...


Ada banyak sekali kemungkinan di situasi ini. Dan ada banyak sekali contoh kemungkinan yang pernah dia tonton di drama saat situasi ini tengah terjadi. Mungkinkah ada satu kemungkinan yang terjadi di antara mereka selanjutnya?


"Jangan terlalu banyak berpikir. Lanjutkan pekerjaanmu dan kita akan membicarakan banyak hal setelah semuanya selesai." Habib Khalid langsung berdiri dan kembali ke meja kerjanya seolah sedang melarikan diri.


Sementara Aish,"...." Ini sangat memalukan!


Wajahnya langsung menjadi panas! Dia malu dengan pikirannya sendiri dan lebih malu lagi bila sang habib menebak apa yang dia pikirkan.


"Aku-aku... Tidak banyak berpikir! Aku akan bekerja dan jangan ganggu aku!" Aish berpura-pura kesal untuk menutupi rasa malu di hatinya.


Malu, dia kembali menyusun proposal-proposal itu. Sebelumnya dia akan sangat marah dan sedih melihat proposal proposal ini, tapi sekarang dia tidak memiliki reaksi apa-apa. Malah dia merasa bangga dengan dirinya sendiri karena dia mengalahkan semua wanita-wanita ini!


Hahaha....kalian semua kalah! Batinnya bersorak.


Dia sendiri tidak tahu bila penampilan konyolnya sedang diperhatikan oleh sang habib. Menggelengkan kepalanya geli, sang habib diam-diam menghela nafas panjang. Sudah dekat pikirnya, sudah sangat dekat. Sekarang perasaannya sudah diketahui oleh sang pujaan hati, dan langkah selanjutnya dia hanya perlu menunggu sebentar saja.

__ADS_1


Hem. Sebentar.


__ADS_2