
Calon istrinya?
Kata-kata ini langsung menghantam hatinya. Kepala Aish pusing dan lutut mulai lemas. Semua penantian Aish selama ini dan semua perjuangan untuk menunggu kepulangan habib Khalid apakah sia-sia?
Jika dia sudah menemukan wanita lain sebagai calon istrinya, lantas mengapa dia meminta Aish untuk menunggu?
Meminta Aish untuk giat belajar karena dia menyukai wanita yang pandai. Meminta Aish untuk bersabar dan belajar menahan emosi, karena dia menyukai wanita yang tenang juga penyabar. Meminta Aish.... Bodoh ini merupakan keinginan dirinya sendiri.
Resiko seorang pengejar.
Tapi dia mempercayai habib Khalid. Aish mulai berpikir dengan hati-hati jika dia memang memiliki wanita lain maka dia pasti sudah meminta Aish untuk berhenti mengejarnya, tapi bagaimana jika dia bertemu dengan wanita ini saat pergi ke luar kota?
__ADS_1
Dan alasan kenapa dia menghilang selama waktu ini apakah karena wanita itu?
Jantung Aish berdebar sakit hanya dengan memikirkannya saja. Lalu bagaimana bila itu memang benar?
"Aish jangan pingsan dulu. Ini masih rumor yang kita belum tahu kebenaran pastinya." Gisel mengguncang kedua bahu Aish agar tetap fokus.
"Iya Aish, ini hanya rumor karena kami mendengarnya dari anak-anak di kantin. Lebih baik kita pastikan langsung ke habib Thalib sekarang mumpung dia sedang ada di kantor pondok pesantren." Dira menarik tangan Aish agar mengikutinya pergi.
Dira langsung gregetan begitu mendengar kabar ini. Kakinya sudah gatal ingin pergi ke kantor pondok pesantren dan ingin memastikan sendiri apakah berita itu memang benar atau hanya rumor belaka. Tapi dia ingat bahwa Aish masih berjuang di asrama. Aish sibuk belajar, belajar dan belajar seolah-olah tidak ada hari esok untuk menebusnya. Mempelajari pelajaran sekolah di pondok pesantren itu tidak mudah, sangat sulit karena semuanya serba tulisan Arab. Tapi Aish berhasil dan membuat banyak orang kagum kepadanya hanya dalam waktu 1 bulan. Mereka bertanya apa yang memotivasi Aish hingga memiliki perubahan yang sangat besar.
Sementara Aish bingung, haruskah dia pergi sekarang?
__ADS_1
Bagaimana jika habib Khalid masih sibuk sekarang di kantor?
Dan selain itu dia juga lelah setelah melakukan perjalanan jauh, mungkin dia tidak ingin diganggu dan ingin segera beristirahat. Ada banyak kemungkinan yang membuat Aish ragu, tapi rasa penasaran di dalam hati Aish seolah tak tergoyahkan.
Dia ingin tahu.
Dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Oke, jangan terburu-buru. Tenangkan diri kamu dulu. Kamu kelihatan bingung, Aish. Ingat, semua ini nggak pasti dan bisa aja cuma rumor belaka jadi jangan terlalu terburu-buru." Ucap Gisel berusaha menghibur Aish agar lebih tenang lagi.
Untuk situasi ini kuncinya adalah tenang dan tetap berpikir jernih.
__ADS_1
"Aku nggak apa-apa. Kita pergi sekarang aja." Putus Aish setelah menenangkan dirinya.
Dira dan Gisel langsung mengangguk setuju. Mereka bertiga segera pergi berjalan dengan langkah cepat menuju kantor pondok pesantren yang cukup jauh dari letak asrama mereka. Butuh beberapa menit dan karena sedang dibebani segala macam pikiran, entah mengapa perjalanan menuju ke kantor pondok pesantren terasa lama sekali.