Mengejar Cinta Sang Habib

Mengejar Cinta Sang Habib
Bab 25.5


__ADS_3

Pagi harinya setelah selesai sarapan di kantin, Aish, Dira, dan Gisel duduk sejenak di kamar sebelum berangkat menuju kantor staf pondok pesantren. Semalam Aish langsung kembali ke asrama setelah pulang dari rumah sakit. Awalnya dia ingin mengikuti habib Khalid ke kantor pribadinya. Tapi setelah dipikir-pikir dia memutuskan untuk lebih baik kembali saja ke asrama karena pondok pesantren sedang ramai sekarang membicarakan masalah obat-obatan terlarang yang diminum habib Khalid dan Aira.


Gerak-gerik habib Khalid pasti sedang diawasi oleh banyak orang. Jika habib Khalid terlihat memasuki ruangan yang sama dengan Aish, maka akan ada rumor tambahan lagi dan dapat mencemarkan nama baik sang habib. Aish tak mau itu terjadi. Oleh sebab itu dia dengan enggan berpisah dengan habib Khalid.


Dia kira tidak ada yang berubah dari pondok pesantren kecuali rumor yang beredar. Tapi pagi ini perubahannya terlihat jelas. Entah sejak kapan para santriwati dan santri yang pulang ke rumah kembali ke pondok pesantren. Kantin yang semula sepi kini dipenuhi oleh banyak orang. Meskipun belum terkumpul semuanya, tapi sebagian besar dari mereka telah kembali. Dan yang paling ruwet adalah, kemanapun Aish pergi dia akan selalu diikuti dan di buntuti oleh banyak santriwati. Mereka semua menanyakan hal yang sama. Bertanya apa hubungannya dengan sang habib sampai-sampai dirinya dipeluk dan disentuh. Apakah dia dan sang habib memiliki hubungan darah?


Misalnya seperti hubungan persaudaraan sepupu jauh?


Karena tidak mungkin jadi sentuh bila dirinya belum halal.


Aish sangat pusing. Mana mungkin dia mengakui hubungan intimnya dengan sang habib kepada mereka semua. Sebelum habib Khalid angkat suara, dia tidak akan pernah berbicara.


"Ya Allah, untung aja kita berhasil melarikan diri dari mereka semua." Dira mengunci pintu kamar serapat mungkin setelah teman-teman kamar yang lain masuk ke dalam.

__ADS_1


Teman kamar yang kembali cukup banyak. Dengar-dengar mereka kembali karena ingin mengejar kasus kemarin. Mereka rela mengabaikan hari libur yang masih tinggal beberapa hari lagi demi mendukung habib Khalid. Mereka semua sangat yakin bila masalah ini bukan salah sang habib, melainkan sebuah jebakan.


"Aku enggak expect banyak orang yang balik ke asrama gara-gara masalah ini." Gisel juga sama terkejutnya.


Mereka bertiga kembali barengan dari rumah sakit semalam dan tidak tahu perkembangan pondok saat keluar.


"Jangan heran teman-teman. Kami kembali untuk habib Thalib. Kami akan mendukungnya di persidangan." Seorang teman kamar menjawab nada teguh nan patriotik.


Dulu ada rumor kedekatan Aish dan habib Khalid, tapi mereka tidak terlalu mempercayainya karena saat itu masih ada opsi Nadira. Sekarang banyak saksi yang melihat dengan kedua bola mata sendiri bagaimana habib Khalid membawa Aish ke dalam pelukannya. Bohong jika mereka tidak cemburu dan penasaran ingin tahu sebenarnya apa hubungan Aish dengan habib Khalid?


"Aku..." Semua mata tertuju pada Aish.


Aish meneguk ludahnya gugup, matanya melirik Dira dan Gisel untuk meminta bantuan. Namun sayangnya kedua anak menyebalkan itu berpura-pura tidak melihat kodenya. Mereka berdua tidak kejam, salah Aish sendiri menyembunyikan berita sebesar ini dari mereka berdua.

__ADS_1


"Ini...bukan-"


Tok


Tok


Tok


"Semuanya, ayo keluar. Sidang akan segera dimulai!" Teriakan nyaring seorang gadis langsung menarik perhatian mereka semua.


Tanpa memperdulikan jawaban Aish, mereka semua langsung berebutan keluar dari kamar.


Aish tertegun,"...." Tiba-tiba aku merasa kegugupan ku cukup konyol.

__ADS_1


__ADS_2