
Melihat kepergian Aish bersama habib Thalib, habib Alamsyah menghela nafas panjang. Dia Lalu mengalihkan mata tuanya menatap laki-laki rentan nan kuyu yang duduk tepat di samping kanannya. Baru saja laki-laki tua ini tersenyum lebar dengan wajah berseri, nama selepas Aish pergi, senyuman yang menghiasi wajah tuanya seketika memudar digantikan dengan raut sendu. Untuk sejenak, Kakek terlihat lebih tua daripada sebelumnya. Guratan warna pucat yang menghiasi wajah tuanya membuktikan bahwa kondisi Kakek telah menurun banyak hanya dalam waktu sehari. Mungkin karena rangsangan dari masalah hari ini membuat Kakek memiliki beban pikiran hingga mengabaikan kondisinya sendiri.
"Kamu terlihat sangat lelah. Tidurlah dik, bila kamu merasa tidak sehat." Habib Alamsyah memberikan saran.
Kakek menggelengkan kepalanya tak berdaya.
__ADS_1
"Aku sangat lelah, habib. Aku sangat lelah dengan keluargaku sendiri. Lelah dengan putraku sendiri dan aku sangat malu kepadamu karena telah membuat kecewa. Jika orang tuaku masih hidup sekarang, mereka mungkin akan sangat marah dan tidak sabar ingin menghukum putraku. Sayang sekali, mereka tidak memiliki kesempatan itu." Bohong bilang Kakek tidak mengatakan kecewa atas apa yang dilakukan oleh Ayah dan keluarganya sendiri kepada Aish.
Tak sampai hati ini menduga bila Aira berani memfitnah Aish. Dia mengira bahwa Aira mungkin sedikit egois karena sudah biasa dimanjakan di rumah, tapi melihatnya sekarang, yang merasa bahwa Aira yang telah keterlaluan dan melewati batas.
Belum lagi melihat reaksi putranya yang selalu diambang kebingungan dan lebih mempercayai Aira, jika bukti itu tidak diperlihatkan maka, mungkin mata putranya mungkin terus tertutup pada kehidupan Aish yang telah lama diabaikan.
__ADS_1
Hari ini mereka membicarakan tentang hubungan habib Thalib dan Aish selanjutnya. Memang benar bahwa mereka telah menikah lima tahun yang lalu, tapi itu pernikahan secara agama dan belum tercatat di negara. Selain itu mereka juga ingin membuat pernikahan terbuka untuk Aish. Anggap saja sebagai hadiah pertemuan keluarga. Jadi mereka sepakat akan menggelar pernikahan satu bulan lagi setelah Aish menyelesaikan ujian nasional di pondok pesantren.
"Aku sangat ingin, sungguh aku sangat ingin. Anggap saja ini adalah keinginan terakhirku di dunia ini." Ucap Kakek dengan senyum di wajahnya.
Habib Alamsyah balas tersenyum,"Kalau begitu jaga tubuhmu hingga hari itu datang."
__ADS_1
Bersambung...
Awalnya hari ini mau update part mereka berdua, tapi waktu gak cukup buat nulis. Jangan marah yah, sekarang hari-hari terakhir puasa. Habiskan waktu buat ibadah dan jangan disia-siakan, udah... komentar jelek dari kalian sebenarnya semakin buat saya malas meladeni. Terima kasih.