Mengejar Cinta Sang Habib

Mengejar Cinta Sang Habib
Bab 23.12


__ADS_3

Habib Khalid diam tidak menjawab. Karena keterdiaman sang habib, Aira merasa bahwa dia masih memiliki peluang. Mungkin dia memiliki hal yang tidak bisa diterima oleh sang habib dan masih bisa diperbaiki.


"Apa... karena aku terlalu pemalu atau aku punya sesuatu yang tidak bisa diterima oleh mu. Katakan saja apa itu, aku berjanji akan memperbaikinya dan memenuhi semua harapan mu."


Habib Khalid menggelengkan kepalanya membantah apa yang dikatakan oleh Aira. Sesungguhnya dia lelah berbicara dengan Aira. Mengapa gadis ini sangat sulit dihadapi?


Mereka baru berbicara beberapa menit tapi sang habib sudah kelelahan menghadapinya. Dia tidak tahu di mana masalahnya sehingga membuat Aira sangat sulit mengerti. Jika gadis yang berdiri di depan sang habib sekarang bukan Aira, maka mereka tidak akan memiliki kepercayaan diri berdiri di depan sang habib dan langsung pergi. Tapi mengapa Aira tidak?


Dia telah kehilangan muka setelah ditolak habis-habisan oleh sang habib. Logikanya dia pasti tidak mau tinggal di sini lagi.


"Kamu tidak bisa merubah apapun karena aku tidak menyukai semua yang berasal dari dirimu. Tidak perlu memperbaikinya, karena kamu tetaplah kamu. Di samping itu kamu telah melakukan sesuatu yang sangat ku benci. Tidak ada jalan untuk merubahnya. Dan jika kamu bertanya apa harapanku kepadamu, maka aku akan menjawabnya secara jujur. Aku berharap bahwa kamu tidak muncul lagi di hadapanku di masa depan nanti. Risih rasanya. Aku merasa sangat terganggu. Puas sekarang? Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Permisi."


Tanpa menunggu reaksi dari Aira, dia langsung pergi menuju ruang tamu. Meninggalkan Aira yang masih membeku di tempat berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh sang habib kepadanya. Dia permalukan, ditolak, dan direndahkan. Dalam waktu sekejap, hatinya dihancurkan sehancur-hancurnya oleh sang habib.

__ADS_1


Inikah rasanya ditolak oleh laki-laki yang kamu cintai dan harapkan dalam tidur-tidur malam?


Beginikah rasanya cinta bertepuk sebelah tangan?


Sakit,


Aira menyentuh dadanya yang sakit. Meremas bajunya untuk melampiaskan rasa sakit yang dirasakan. Sakitnya tidak mau hilang dan membuat Aira tersiksa.


Mengapa sang habib menolaknya?


Dia mendengar dari semua orang yang paham agama, entah itu ustad atau ulama, entah itu guru atau orang yang sekedar lalu lalang, semuanya mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan meninggalkan hamba yang berserah diri kepada-Nya. Allah mencintai mereka dan tidak akan mengecewakan mereka.


Lalu mengapa diriku dikecewakan hari ini? Mengapa Allah tidak mengabulkan doaku dan membalikkan hati sang habib hanya untukku. Selama ini aku sudah berusaha keras untuk mengikuti perintah untuk mengikuti perintah-Mu ya Allah. Aku yang tak mengerti agama memaksakan diri untuk belajar. Aku juga berusaha menjalankan puasa sunnah senin kamis, membiasakan diri untuk menahan mulut agar tidak berucap kasar, dan berbakti kepada orang tua serta guru. Aku telah melakukan semua itu, tapi mengapa Engkau mengecewakanku hari ini ya Allah? Permintaanku tidaklah sulit. Aku berharap dipersatukan dengan habib Thalib, lalu kami bisa menghabiskan sisa hidup bersama-sama sama seperti yang dilakukan oleh kedua orang tua ku. Permintaan ini tidaklah sulit, dan lagi-lagi ini yang membuatku bingung, mengapa Engkau tidak mau mengabulkan doaku ya Allah? Apakah Engkau tidak merasakan betapa hancur dan cemburu hatiku ketika melihat kakakku bersama dengan habib Thalib, sedangkan aku yang berjuang keras tidak bisa melakukan itu? Kakakku selalu melanggar perintah-Mu, durhaka kepada orang tua, dan enggan mematuhi perintah-Mu? Hahaha... Lucunya dia yang tidak melakukan usaha apapun malah Engkau bahagiakan, tapi diriku di sini yang berjuang berakhir tidak mendapatkan apa-apa. Ya Allah aku sangat sedih sekarang... Jika Engkau tidak mau membiarkan aku bersatu dengan habib Thalib, maka aku akan membuat jalan untuk diriku sendiri. Aku terpaksa melakukan ini ya Allah, dan Engkau lah yang memaksa aku di jalan ini. Jika Engkau tidak mengecewakan ku atas doa yang tertolak, maka aku tidak mungkin sampai di jalan ini. Kali ini saja aku mohon jangan menghalangi rencana yang telah ku buat... Aku memohon kepada-Mu ya Allah...Batin Aira berkeluh kesah kepada Sang Maha Kuasa.

__ADS_1


Jika Sang Maha Kuasa tidak mau mengabulkan doanya, maka Aira akan membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Ini adalah dosa besar karena dia menyalahkan Allah dan berburuk sangka kepada Allah, dia tahu namun hatinya tertutupi oleh rasa sakit dan kecemburuan.


Dengan cara apapun. Dia akan mewujudkan mimpinya sendiri.


...*****...


"Kak Khalid?"


Habib Khalid masuk ke dalam ruangan. Aish dan Kakek sudah menyelesaikan pembicaraan mereka. Nampak raut wajah kekasihnya terlihat agak murung. Aish memang merasa sedih ketika mengetahui bahwa Mamanya hengkang dari keluarganya sendiri demi hidup bersama Ayah. Dan yang paling membuatku sangat sedih adalah Ayah tidak menerima cinta Mama dan lebih memilih untuk menyanyikan lagi dengan sahabat Mama. Dia bisa membayangkan bagaimana perasaan Mama di posisi itu. Seberapa dalam putus asa yang dirasakan oleh Mama sampai-sampai dia tidak mempercayai keluarga Ayah dan membuat keputusan untuk menyerahkan Aish kepada orang lain. Dengan kata lain Mama sudah memprediksi jika kehidupan Aish di rumah itu. Di satu sisi Aish merasa bersyukur karena Mama mengambil keputusan yang baik untuknya, tapi di sisi lain dia sangat marah karena Mama dengan bodoh mengorbankan segalanya untuk Ayah.


Padahal hanya rasa sakit yang didapatkan.


"Bagaimana sekarang? Apakah semuanya sudah jelas dan rasa penasaran mu terjawab?" Habib Khalid bertanya kepada Aish.

__ADS_1


Sang habib duduk di samping Kakek dan mulai memijat tangan Kakek.


Pipi Aish langsung menjadi panas. Dia masih mengingat dengan jelas apa yang dikatakan oleh Kakek beberapa saat yang lalu mengenai hubungannya dengan sang habib. Ternyata oh ternyata, mereka telah bertunangan selama 16 tahun lamanya, lebih tepatnya sejak Aish berusia 2 tahun. Ini sangat gila karena tanpa dia tahu Allah sudah menyiapkan laki-laki baik dan perhatian sebagai pendamping hidupnya di masa depan, laki-laki yang akan membantunya berjalan di jalan yang lurus dan diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta'ala.


__ADS_2