Mengejar Cinta Sang Habib

Mengejar Cinta Sang Habib
Bab 29.8


__ADS_3

"Nak, tanggung jawab orang tuamu terhadap kamu sekarang telah berpindah kepada Khalid, suami kamu. Ridho Allah subhanahu wa ta'ala kini terletak pada ridho suami kamu. Bila Khalid ridho terhadap kamu, maka Allah pun ridho terhadap kamu pula. Dan bila Khalid murka kepadamu, maka Allah tidak akan ridho kepadamu, Nak. Maka dari itu ingatlah ini baik-baik di dalam hatimu. Perlakukan Khalid dengan baik dan berusahalah menjadi istri yang soleha untuknya. Istri yang mendengarkan apa yang dia perintahkan, istri yang menuruti apa yang dia inginkan, istri yang pandai membuatnya tersenyum, istri yang selalu ada dalam duka dan citanya, istri yang bersedia menanggung kesulitan ataupun kemudahan bersamanya, dan menjadi istri yang selalu ada untuknya. Nak..." Memegang erat tangan Aish.


Tanpa sadar bibi mulai terisak haru sebab sang habib kini tidak sendiri lagi karena telah memiliki seorang pendamping hidup. Dan yang paling membuat lega adalah, wanita yang akan bersamanya menghabiskan sisa waktu merupakan wanita yang paling dicintai, Aisha Rumaisha.

__ADS_1


"Ketahuilah bahwa Khalid terbiasa hidup sendiri semenjak kedua orang tuanya pergi. Dia telah tumbuh dewasa sebelum waktunya. Terbiasa melakukan banyak hal sendiri. Dan pada usia yang masih begitu kecil, dia telah mampu menanggung tanggung jawab. Yaitu menjaga kamu di dalam hatinya dan berusaha memupuk kesabaran hingga kamu menjadi milik seutuhnya. Bibi tidak mau berbohong kepadamu bahwa wanita yang menyukai Khalid tak terhitung jumlahnya. Mereka adalah orang-orang yang memiliki latar belakang luar biasa. Di antara semua pilihan, mereka bersedia yang kedua ataupun yang terakhir selama bisa menikah dengan Khalid. Tapi Khalid tidak pernah memasukkan ke hati semua ucapan para pelamar. Godaan begitu besar tapi dia tetap menolak karena di dalam hatinya hanya ada kamu seorang. Oleh sebab itu Aish, tolong perlakukan putraku dengan tulus. Aku mohon jangan pernah buat dia kecewa, sebab dia telah melalui banyak kesulitan untuk mendapatkan dirimu. Aku adalah saksinya betapa tulus perasaan yang dirasakan kepada dirimu. Dalam hal apapun, kami melihat bahwa dia selalu mengutamakan dirimu dalam segala hal. Bila bukan karena perjanjian waktu yang telah disepakati, maka dia pasti telah membawa dirimu kembali ke sini sejak bertahun-tahun yang lalu. Tapi dengan segala kesulitan dia menahan diri hanya untuk tidak mengecewa Mama kamu. Dia mencintai kamu, tapi menghormati kamu. Maka kami mohon padamu, perlakukanlah dia dengan tulus. Dan berilah dia kebahagiaan." Sambil menangis terisak tapi aku mohon dengan kata-kata yang sangat tulus kepada Aish.


Mendengar apa yang dikatakan oleh bibi. Hati Aish bergetar sakit untuk suaminya. Selama ini dia hanya tahu bahwa suaminya dibesarkan oleh keluarga paman. Sisanya dia tidak tahu menahu betapa berat perjuangan suaminya selama ini. Untung saja bibi menceritakan pengalaman yang dialami oleh suaminya, walaupun singkat, itu sudah sangat membantu untuk Aish.

__ADS_1


"Bibi, percayalah kepadaku. Bagiku kak Khalid adalah duniaku, penghuni hatiku. Jika dia menangis maka aku akan menangis pula, jika dia bahagia maka aku akan sangat bahagia. Suamiku adalah tolak ukur kehidupanku, bibi. Seperti yang kukatakan tadi, suka dan duka akan dilalui bersama. Jadi bibi tidak usah khawatir aku membuatnya kecewa ataupun sedih, karena jujur saja, dia adalah sumber rasa sakit sekaligus bahagiaku. Bibi yakinlah, kan ku buat dirinya tertawa dan tersenyum setiap hari, aku janji!"


Bibi tertawa lega mendengar janji kekanak-kanakan Aish. Mukanya yang cantik berpura-pura tampil serius yang sangat menggemaskan. Ah, melihat betapa cantik dan menawan nya Aish, bibi merasa wajar saja habib Khalid tidak bisa berpaling kepada wanita lain. Karena Aish telah melebihi nilai mereka semua di mata sang habib.

__ADS_1


__ADS_2