
Pagi harinya pondok pesantren di ramaikan oleh para santri dan santriwati yang sengaja datang berlomba-lomba menuju kantor staf pondok pesantren untuk menonton secara langsung sidang kasus yang telah membuat riuh seantero pondok pesantren kemarin. Mereka semua adalah pendukung habib Khalid, datang untuk menuntut keadilan bagi idola mereka. Sebab mereka tidak mau menerima fitnah yang telah merusak nama baik sang habib. Mereka menginginkan keadilan, menuntut agar Aira dihukum seberat mungkin dan mengejar agar masalah ini terungkap siapa dalang dibalik semua ini. Pasalnya mereka tahu bahwa mungkin ada seseorang yang menginginkan hidup sang habib hancur. Bagi mereka semua kejahatan ini tidak mudah untuk dimaafkan.
"Hari ini akan sidang, apakah habib Thalib sudah kembali di rumah sakit?" Di sela-sela keramaian, beberapa santriwati membicarakan kasus ini.
Tiba-tiba saja Abah mengumumkan akan sidang pagi ini dan beberapa orang tidak mengetahui bila sang habib telah kembali atau tidak ke pondok pesantren.
"Habib Thalib dan Aira sudah kembali ke pondok pesantren semalam. Aku dengar dari kak Nasha, kondisi mereka baik-baik saja setelah mendapatkan perawatan dari rumah sakit. Makanya mereka diizinkan pulang tadi malam." Seseorang yang telah mendapatkan kabar langsung dari Nasha menjawab.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan mereka semalam habib Thalib dan Aira kembali ke pondok pesantren dengan rombongan masing-masing.
""Aku juga sudah mendengar kabar ini dan dengar-dengar Aira membawa kedua orang tuanya ke sini. Entah apa yang akan terjadi dan seberapa besar reaksi orang tuanya kalau mengetahui kebenaran masalah ini. Aku harap mereka memberikan keadilan untuk habib Thalib, karena Aira memiliki tujuan yang tidak baik kepada habib Thalib." Seseorang ikut berbicara dengan nada tak puas tenaga jengkel ketika memikirkan apa yang telah Aira lakukan kepada sang habib kemarin.
"Hust, jangan berbicara yang tidak-tidak. Mungkin saja Aira juga dijebak oleh seseorang untuk merusak nama baik habib Thalib?" Seorang gadis yang tinggal di kamar yang sama dengan Aira membuka suara ragu-ragu.
Orang lain memutar bola matanya tak setuju,"Jelas-jelas Aira masuk sendiri ke dalam kamar tempat habib Thalib beristirahat dan Nadira yang menjadi saksi atas kejadian tersebut. Kalau bukan Nadira yang masuk ke dalam kamar itu, maka rusaklah nama baik habib Thalib. Sudah begitu dia berteriak-teriak dengan mengatakan bahwa habib Thalib ingin menyentuhnya, coba katakan kepadaku, apakah Aira tidak memiliki niat jahat kepada habib Thalib?"
__ADS_1
Teman kamar Aira langsung bungkam. Seorang Syarifah yang mengatakannya langsung dan berani bersaksi, maka apalagi yang diragukan?
Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi dan dengan sadar diri menutup mulut lalu mengecilkan keberadaannya. Berharap semua orang tidak mengingat apa yang dia katakan tadi.
"Sudahlah kalian semua, berhentilah berdebat. Daripada berdebat lebih baik kita diam saja menunggu acara sidang dimulai. Pada saat itu keingintahuan kita semua akan terjawab siapa dalang dibalik kasus ini." Seseorang menghentikan pembicaraan mereka karena baik Abah maupun Umi telah memasuki ruang sidang bersama beberapa pembesar pondok pesantren juga staf kepercayaan pondok pesantren.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
MAAF SEMUANYA SAYA TIDAK MENEPATI JANJI LAGI MALAM INI. TIDAK ADA ALASAN YANG SPESIAL, KALAU MEMANG SUDAH WAKTUNYA SAYA PASTI UP BANYAK. SEKALI LAGI SAYA MINTA MAAF 😶