
Berita ini juga sampai ke telinga Gisel. Karena berita ini kabar mengenai kedekatannya dengan Danis baru-baru ini segera sirna. Ada yang merasa senang karena itu bukan Gisel, ada pula yang patah hati karena pada akhirnya Danis akan menikah dengan wanita lain. Tapi di atas semua reaksi itu, beberapa orang yang tidak menyukai Gisel benar-benar puas dengan hasil ini. Mereka lega dan sekali lagi mencela Gisel karena tidak mengetahui ketinggian langit. Beraninya seorang wanita biasa menginginkan seorang laki-laki luar biasa seperti Danis.
Perbandingannya bagaikan bumi dan langit, sangat jauh.
"Apa aku bilang sebelumnya. Jadi orang jangan terlalu percaya diri, sekarang setelah jatuhkan rasanya sakit. Lagian siapa suruh mengharapkan seseorang yang tidak bisa digapai, jadinya malu sendiri kan karena itu semua hanya sekedar angan-angan." Entah disengaja atau tidak tapi ketika melihat Gisel keluar dari kamar mandi dengan mata merah, Ayu langsung berbicara.
Kata-katanya tajam dan terkesan mengolok-olok, siapapun yang mendengarnya langsung mengerti kata-kata ini ditujukan kepada siapa. Tentunya siapa lagi kalau bukan Gisel. Bintang yang baru-baru ini sering menjadi bahan pembicaraan karena memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Danis.
Namun kabar mengenai lamaran seorang kyai kepada Danis telah mendorong berbagai rumor di luar. Semua orang meyakini kalau Danis menerima lamaran kyai tersebut. Pasalnya kyai ini adalah pemilik pondok pesantren di luar kota. Menikah dengan putri kyai memiliki masa depan yang sangat cerah. Diduga bila Danis benar-benar menikah dengan putri kyai tersebut, maka dia akan menjadi pemimpin selanjutnya pondok pesantren. Soalnya putri itu adalah satu-satunya harapan pak kyai, selain putri itu, dia tidak memiliki penerus siapapun lagi.
__ADS_1
Gisel menundukkan kepalanya memilih tak memberi komentar apa-apa.
Dia langsung pergi dan masuk ke dalam kamarnya.
Ayu melihat sikap pengecut Gisel yang langsung melarikan diri. Dia sangat bangga kepada dirinya saat ini.
"Hah, langsung kabur." Cela nya serasa di atas angin.
Ayu langsung membuang muka.
__ADS_1
"Aku tidak mencari masalah. Emangnya apa yang telah aku lakukan kepadanya?" Katanya sambil berjalan jauh.
Mana mungkin dia lupa bagaimana Dira mengancamnya hari itu. Gara-gara Dira, dia di kucilkan oleh banyak orang dan bahkan rekan-rekan kerjanya agak menjaga jarak darinya.
Dia sangat kesal dan menyesali semua yang terjadi. Terlebih lagi kata-kata kejam Dira kepadanya, tamparan itu tak akan mungkin dilupakan dengan mudah.
"Pikirkan sendiri apa yang telah kamu lakukan. Awas aja kalau kamu mendapatkan masalah lagi." Ujar temannya mengingatkan.
Melihat Ayu tidak mau mendengarkan dan langsung pergi, dia tidak mengejarnya lagi. Toh, kalaupun terjadi masalah yang akan dirugikan adalah Ayu sendiri. Pokoknya dia sebagai seorang teman telah mengingatkan Ayu sebelumnya namun tidak mau mendengar, maka itu bukan lagi urusannya.
__ADS_1
Bersambung..
Assalamualaikum, semuanya. Maaf saya baru up sekarang karena sempat kurang sehat. Hari ini pun saya nulisnya masih agak...agak. Dan sekedar informasi cerita Dira sudah ada, judulnya Suamiku Brondong (FZ). Jangan lupa mampir dan ramaikan ya, semuanya 😚