Mengejar Cinta Sang Habib

Mengejar Cinta Sang Habib
Bab 29.6


__ADS_3

...وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَا جًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ...


..."Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."...


...(QS. Ar-Rum 30: Ayat 21)...


...******...


Setelah acara akad selesai, Aish langsung dibawa pergi oleh sang habib menuju rumahnya. Rumah yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama sisa hidup.


Di sepanjang jalan menuju ke rumah hati Aish dipenuhi oleh perasaan bahagia dan sedikit gugup. Tangan mereka berdua selalu menyatu, tidak pernah berpisah bahkan sedetik pun. Senyuman manis nan lembut selalu terukir di bibir masing-masing dengan rona merah di wajah.


Habib Khalid merasa kesulitan berpaling dari keindahan wajah istrimu yang memukau. Dia terus saja menatap tanpa berpikir bahwa perilaku terang-terangannya yang galak membuat sang istri jadi salah tingkah. Aish sangat malu dan bingung harus melakukan apa di depan sorot tajam sang suami.

__ADS_1


Sampai akhirnya dia sampai di depan sebuah rumah besar, barulah sang habib menarik pandangannya. Saat turun dari mobil Aish memperhatikan rumah ini dengan tatapan keheranan. Sebab rumahnya memang luas tapi dibuat dengan sederhana. Lalu lihatlah pekarangan di halaman ini. Mereka ditumbuhi banyak bunga dengan lampu-lampu taman yang imut bertebaran dimana-mana. Sekilas Aish tahu bila pemilik rumah adalah pecinta tumbuhan- ah, atau alam mungkin.


"Aish, kemarilah. Bibi akan mengantar kamu ke kamar kalian." Punggung Azira dipegang oleh seseorang.


Dia adalah bibi dari suaminya. Seorang wanita biasa yang diberikan anugerah oleh Allah menikahi seorang habib, yaitu paman dari habib Khalid. Wanita paruh baya ini tidak muda lagi, ada keriput di wajah dan punggung tangan. Tapi meskipun begitu dia masih memiliki sisi bugar yang tak dapat ditutupi oleh usianya. Melihat wajahnya yang tersenyum hangat, Aish bisa membayangkan betapa cantik bibi ketika masih muda. Karena setelah tua pun wajah itu masih bersinar cantik.


"Iya, bi." Aish dengan patuh menurut.


"Bagaimana denganku?" Tanyanya merasa dianiaya.


Bibi terkekeh,"Paman punya urusan lain denganmu." Kata bibi menahan tawa.


"Bi, bagaimana mungkin bibi tega memisahkan kami? Bibi tahu sendirikan kalau pasangan pengantin baru tak terpisahkan?" Sang habib mengeluh namun memasang senyuman di wajahnya.

__ADS_1


Aish jadi semakin malu. Dia menundukkan kepalanya tidak berani melihat ke arah suaminya. Ugh, dia tidak pernah tahu kalau suaminya juga bisa narsis.


"Jangan membuat masalah. Pergi temui paman sebelum dia kesal." Bibi melambaikan tangannya tak perduli dan dengan kejam membawa Aish pergi.


Berjalan masuk ke dalam rumah, bibi memperkenalkan Aish secara singkat bagian-bagian rumah sebelum baik ke lantai dua, yaitu ke kamar pengantin.


Namun saat sedang melewati tangga, Aish tidak sengaja mengintip ke arah jendela kaca dan melihat taman bunga mawar merah yang sedang mekar penuh di bawah cahaya rembulan malam ini.


"Bunga mawar?" Bisiknya takjub.


Bibi mengikuti arah pandang Aish dan langsung tersenyum lebar.


"Ini kebun bunga mawar Khalid yang sengaja ditanam khusus untuk kamu." Kata bibi tiba-tiba mengejutkan Aish.

__ADS_1


__ADS_2