Mengejar Cinta Sang Habib

Mengejar Cinta Sang Habib
Bab 23.9


__ADS_3

Tentu saja diberitahu langsung oleh habib Khalid.


Jika Kakek tahu maka, pasti ada cerita di balik semua ini. Tapi mengapa Ayah atau keluarga yang lain tidak tahu apa-apa dan malah mereka berencana untuk menjodohkan Aira kepada habib Khalid. Padahal dia dan habib Khalid telah berhubungan lama, sudah bertahun-tahun lamanya.


"Dia... Dia merupakan laki-laki yang sangat baik. Kak Khalid sering mengirimkan ku barang-barang dan makanan lezat yang tidak bisa dimiliki oleh santriwati lainnya di pondok. Em, sikapnya kepadaku sangat baik tapi ketika berhadapan dengan santriwati yang lain, dia sangat cuek dan acuh tak acuh. Banyak teman-teman kamar yang bilang begitu. Em, dan aku juga sudah mengerti sekarang. Tapi Kakek... Jika Kakek tahu tentang kak Khalid 5 tahun yang lalu lalu mengapa selama ini Kakek diam di depanku dan mengapa Ayah ataupun yang lain di rumah tidak tahu apa-apa. Soalnya kalau mereka tahu, mereka tidak mungkin menjodohkan Aira dengan kak Khalid. Apakah tebakanku benar kalau di rumah hanya Kakek yang tahu?" Tanya Aish ragu-ragu.


Dia sudah sangat penasaran dengan cerita 5 tahun yang lalu. Tapi setiap kali dia membicarakannya dengan habib Khalid, pasti ada saja halangan yang membuat Aish gregetan dan tidak sabar. Untungnya Kakek sekarang datang ke pondok pesantren sehingga dia bisa bertanya tentang masa lalu kepada Kakek.

__ADS_1


"Aish, semua ini berawal dari 16 tahun yang lalu, tepatnya di hari kematian Mama kamu." Setelah sekian lama merenung dan membuat keputusan, Kakek akhirnya berbicara.


Aish langsung terdiam. 16 tahun yang lalu, sang habib pernah mengukir masalahnya kepadanya di malam mereka selesai sholat tahajud. 16 tahun yang lalu dia masih berusia 2 tahun, masih anak-anak dan tidak tahu apa-apa. Jangankan mengerti dunia, berbicara dan berjalan saja dia masih belum terlalu lancar.


"Habib Thalib masih berusia 10 tahun saat membuat perjanjian ini denganku dan Mama kamu. Sesungguhnya alasan kenapa kamu dikirim ke pondok pesantren ini adalah karena permintaan Mama kamu sendiri. Dia bilang ingin kamu keluar dari rumah itu setelah kamu beranjak dewasa, tepatnya memasuki umur 17 tahun. Mama kamu juga mengerti kamu tidak memiliki tempat tinggal di pihak keluarga Mama kamu sehingga dia berharap kamu menetap di pondok pesantren. Pondok pesantren yang mana, habib Thalib yang memutuskan karena dia telah bersumpah kepada Mama kamu untuk menjaga kamu sepenuhnya. Kakek juga tidak bisa berbuat apa-apa pada saat itu. Malahan Kakek berpikir bila Mama kamu mungkin ceroboh karena penyakitnya. Kalau tidak mengapa dia mempercayakan kamu kepada anak laki-laki yang masih berusia 10 tahun? Kakek tidak bisa mempercayainya dan meremehkan perjanjian yang mereka berdua buat. Memang benar bahwa habib Thalib memberikan kamu nama saat kecil, tapi itu adalah sebuah nama, dan bobot yang tidak sebanding dengan sumpah yang dia buat di depan Mama kamu. Kakak tidak tahu harus berbicara apa lagi karena mama kamu bersikeras dengan perjanjian itu. Alhasil, Kakek memanggil sopir dan sekretaris pribadi Kakek sebagai saksi atas perjanjian itu. Hari itu juga kalian bertunangan. Dan di saat yang sama tidak ada yang tahu tentang masalah ini kecuali Kakek, habib Thalib dan mereka berdua. Tidak ada yang tahu bahkan Ayahmu sendiri. Sejujurnya Mama kamu bersedia untuk melibatkan Ayahmu. Tapi putra aku itu memang tidak becus. Dia lebih sibuk mengurusi Ibu tirimu dibandingkan Mama kamu pada saat itu sehingga dia melewatkan perjanjian di antara kami bertiga. Alhasil aku berubah menjadi walimu dan menggantikan posisi Ayahmu. Kau tahu, Nak? Setelah perjanjian itu aku belum pernah melihat habib Thalib lagi. Aku pikir dia tidak akan pernah muncul lagi di hadapanku karena setelah bertahun-tahun dia tidak pernah datang lagi. Tapi dugaanku salah karena 5 tahun yang lalu dia datang ke rumah dengan cincin yang ada di jari kelingking mu saat ini. Lalu selanjutnya... Aku tidak tahu apakah aku harus menceritakannya kepadamu karena itu adalah rahasia habib Thalib. Kakek pikir dia lebih berhak berbicara kepadamu. Tapi satu hal yang harus kamu tahu adalah terakhir kali habib Thalib datang ke rumah, yaitu di hari ulang tahun Aira. Sebenarnya dia datang ke sana bukan mencari Aira, tapi untuk kamu. Dia mengingatkan Kakek agar segera mengirim kamu ke pondok pesantren ini, apapun yang terjadi. Lalu pada akhirnya kamu di sini. Aku tidak terkejut mengetahui bila dia juga ada di sini." Setelah 16 tahun lamanya merahasiakan cerita ini dari Aish, hari ini akhirnya datang juga. Hari di mana dia mengungkapkan semua yang terjadi di tahun itu kepada Aish. Sudah lama dia memendam semua ini dengan mentalitas bahwa suatu hari cucunya akan hidup bahagia. Bahkan Ayah, putra yang selalu dia banggakan tidak tahu apa-apa tentang rahasia ini. Sebab dia sudah lama kecewa.


"Mamaku... Mama sampai membuat keputusan sejauh itu. Jadi selama ini kak Khalid terpaksa dekat denganku? Kalau bukan perjanjian itu, mungkin kak Khalid-"

__ADS_1


"Tidak, Nak. kamu salah paham. Dia tidak melakukannya dengan terpaksa tapi dia melakukannya dengan kemauannya sendiri." Potong Kakek membantah ucapan cucu kesayangannya.


"Maksud Kakek?" Kedua tangan Aish mengepal.


Tersenyum lembut, ada kekaguman di dalam mata Kakek.


"Habib Thalib yang menawarkan diri sendiri kepada Mama kamu. Dia berkata bahwa dia ingin menjaga kamu seumur hidupnya, dan dia juga berkata bahwa dia akan melindungi kamu selama sisa hidupnya. Tidak hanya itu saja, tapi dia juga berjanji kepada Mama kamu bahwa dia akan mengembalikan kamu ke nasab yang seharusnya." Inilah yang dia kagumi dari habib Khalid. Di usia yang masih begitu muda, 10 tahun, tapi dia sudah berani membuat janji yang sangat luar biasa dan bahkan berhasil menepatinya. Selama itu pula udah tidak pernah lupa bahwa Aish akan menjadi pendamping hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2