Mengejar Cinta Sang Habib

Mengejar Cinta Sang Habib
Bab 18.10


__ADS_3

Hanya berjuang sedikit saja maka putrinya pun dapat disukai oleh habib Khalid dan Umi tidak apa-apa bila putrinya dipoligami sebab dia juga sangat menyukai habib Khalid sebagai menantunya.


"Astagfirullah, Umi! Apa yang Umi pikirkan?" Nadira tidak memberikan reaksi yang diinginkan oleh Umi. Bukannya bersukacita, Nadira malah terlihat tidak senang.


"Lupakan tentang habib Thalib, aku sudah melepaskannya karena dia sudah memiliki tunangan! Aku tidak akan gila mengejar-ngejar orang yang sudah memiliki gadis lain di dalam hatinya! Aku juga wanita Umi, sama seperti gadis yang ada di dalam hati habib Thalib aku juga pasti tidak rela melihat orang yang aku suka didekati oleh wanita lain. Dan sejak Abah mengatakan semuanya malam itu, aku perlahan mulai mengikhlaskannya. Aku pikir laki-laki di dunia ini bukan hanya habib Thalib dan aku juga pikir bahwa ada banyak sekali laki-laki yang jauh lebih baik dari habib Thalib, jadi mengapa harus berpatokan kepada habib Thalib saja? Habib Thalib sudah memiliki wanita lain dan masalah selesai. Aku tidak ingin mengejarnya lagi dan aku tidak ingin merasakan sakit hati lagi. Dan Umi harus tahu fakta ini bahwa habib Thalib tidak pernah memandangku sekalipun sejak aku pulang ke pondok pesantren, dia tidak mengakuiku dan dia tidak mau dekat denganku. Bahkan dia sama sekali tidak peduli bahwa aku adalah putri Abah. Di saat orang-orang berebut mencari wajah di depanku karena aku adalah putri Abah, habib Thalib justru menjauhiku. Lalu kenapa harus memaksakan diri Umi? Apa Umi mau melihatku terus tersakiti oleh perasaan bertepuk sebelah tangan ini? Aku menolak ide ini. Aku nggak mau patah hati lagi dan aku nggak mau terlalu berharap kepada seseorang yang sangat enggan melihat wajahku. Jadi Umi berhentilah berpikir bahwa aku harus mengejar habib Thalib lagi. Karena aku tidak akan pernah melakukannya lagi." Nadira melepaskan semua unek-unek di dalam hatinya.


Fakta bahwa dia dijauhi, tidak dipedulikan, dan bahkan tidak dianggap sama sekali oleh sang habib, dia menceritakan semuanya kepada Umi. Dia berharap Umi juga memiliki kesadaran seperti dirinya, menyerah saja sebelum hati terlalu sakit. Toh, laki-laki di dunia ini bukan hanya habib Khalid dan laki-laki yang jauh lebih baik dari habib Khalid tidak terhitung jumlahnya. Hanya perlu bersabar saja dan Allah akan datangkan sendiri laki-laki itu.


"Nadira..." Umi sangat terkejut mendengar pengakuan putrinya.

__ADS_1


"Tunggu Nadira selesai berbicara dulu, aku masih belum cukup bicara." Kata Nadira memotong ucapan Umi tanpa nada kasar sedikitpun.


Kedua tangannya sudah beralih memegang tangan Umi.


"Lalu urusan diantara habib Thalib dan Aish, aku juga tidak mau ikut campur lagi Umi. Jika habib Thalib menyukainya maka itu adalah pilihannya, tapi jika habib Thalib tidak menyukainya maka itu juga resiko Aish karena menyukai habib Thalib. Jadi kita tidak usah ikut campur lagi, Umi, dan jangan menambah beban lagi untuk Aish. Dia tidak pernah hidup rukun dengan Aira dan mendatangkan Aira ke pondok pesantren adalah siksaan baginya. Dan seperti yang Umi inginkan dari mendatangkan Aira di sini, jika habib Thalib benar-benar menyukai Aish maka tidak perduli apakah Aira ada di sini atau tidak ada di sini dia pasti akan mendekati Aish. Kita tidak bisa membatasi atau menghentikan mereka karena sekali lagi kita hanyalah orang luar. Di samping itu Abah pernah berkata bahwa habib Thalib hanya memiliki satu wanita di dalam hatinya dan itu adalah tunangan dari habib Thalib. Mencerna dari apa yang Abah katakan, aku pikir perasaan sang habib kepada wanita itu sangat kuat sehingga dia tidak mau menerima wanita lain lagi dalam hidupnya. Jadi percuma saja menghalangi Aish mendekati habib Thalib, karena orang yang habib Thalib tetap sukai adalah wanita yang selalu ada di dalam hatinya itu. Oleh sebab itu hentikan saja rencana ini dan aku tidak mau terlibat. Aku tidak mau gara-gara kita kehidupan Aish akan menjadi sulit dan aku juga tidak mau gara-gara masalah ini, habib Thalib memiliki kesan yang sangat buruk terhadap Umi." Cinta pernah membuat Nadira menjadi anak kecil yang harus mendapatkan semua yang diinginkannya, tapi karena cinta juga dia belajar menjadi orang dewasa bahwa semua yang diinginkan tidak harus dapat dimiliki.


Ya, ini adalah manfaat yang didapatkan setelah mengalami kegagalan cinta. Sekalipun perasaannya kepada habib Khalid telah terpupuk selama bertahun-tahun lamanya, jika Allah subhanahu wa ta'ala tidak menghendaki maka semuanya tidak ada artinya. Maka dari itu Nadira mulai mengintropeksi dirinya sendiri dan berbicara dengan dirinya sendiri bahwa sudah saatnya bangun. Mulailah hidup yang lebih baik. Dia masih punya banyak pilihan dan dia juga punya takdir yang sudah Allah gariskan kepadanya. Jika tidak bisa bersama habib Khalid, masih ada sayid Khalif dan habib-habib yang lain.


Ini sia-sia dan Umi tidak ingin melanjutkannya lagi.

__ADS_1


Nadira menghilangkan kepalanya dengan bijaksana,"Dia sudah terlanjur datang ke pondok pesantren jadi kita tidak bisa mengirimnya kembali. Minta maaf saja kepada Aish, atau jika Umi malu coba perlakukan Aish dengan baik. Dan tentang Aira, tempatkan dia di kamar yang cukup jauh dari Aish dan jangan satukan mereka di kelas yang sama di sekolah. Dengan begini setidaknya kita mengurangi masalah untuk Aish. Umi bukannya aku ingin berprasangka buruk terhadap Aira, tapi mendengar apa yang dikatakan tadi saja aku sudah yakin bahwa dia bukanlah orang yang baik. Aku tidak mau berteman dengan orang seperti itu. Dan dengan karakter orang seperti itu, aku tidak heran bila kehidupan Aish di rumahnya tidak cukup bahagia." Nadira masih tetap menekankan bahwa Aira bukanlah gadis yang baik dan dia juga tidak mau berteman dengannya. Nadira sengaja menekankannya agar Umi berpikir lebih jernih lagi tentang Aira.


Dia tidak mau melihat Umi dekat dengan gadis seperti itu.


"Baiklah, Nak. Solusi kamu sangat membantu Umi. Sekarang Umi benar-benar tahu kesalahan ini dan Umi menyesalinya. Harusnya Umi berbicara dulu dengan kamu agar masalah ini tidak terlanjur terjadi. Tapi lihatlah sekarang, Umi mengacau. Tolong jangan beritahu Abah mu tentang masalah ini. Jika dia tahu, Abah pasti akan sangat marah kepada Umi. Umi sungguh tidak mau mengundang murka dari Abah mu." Ucap Umi khawatir penuh akan penyesalan.


Nadira mahalan nafas lembut. Kesalahan ini terjadi juga karena Umi ingin melihatnya bahagia. Jadi Nadira bersedia untuk menyembunyikan masalah ini dari Abah. Sebagai seorang anak, dia juga tidak ingin melihat Abah dan Uminya bertengkar. Dia lebih suka melihat rumah damai seperti biasanya.


"InsyaAllah, Umi. Nadira akan membantu. Asalkan Umi tidak boleh mengulangi kejadian ini lagi dan mendengarkan semua omong kosong Aira itu."

__ADS_1


Umi lega mendengarnya dan dia sangat bersyukur putrinya mau membantu membuka matanya yang telah ditutupi oleh keegoisan. Sekarang dia hanya perlu memperbaikinya dan menjalankan apa yang diperintahkan oleh putrinya. Setelah itu dia akan berusaha bersikap baik kepada Aish, membantunya jika dia membutuhkan bantuan sebagai bentuk kompensasi dari masalah ini.


__ADS_2