Mengejar Cinta Sang Habib

Mengejar Cinta Sang Habib
Bab 18.9


__ADS_3

Umi seketika malu mendengar apa yang dikatakan oleh putrinya. Memang benar apa yang dikatakan oleh Nadira bahwa dari bicara Aira saja kita bisa melihat orang seperti apa Aira di dalam hidupnya. Tapi Umi mempertimbangkan latar belakang keluarga Aira. Lahir dari seorang Ibu tiri bukan tidak mungkin bila kehidupan Aira dipersulit oleh Aish di rumah dulu. Umi bukannya tidak percaya kepada Aish, menurutnya setelah mengenal selama 1 bulan ini dan acap kali setiap bertemu Umi merasa bahwa Aish semakin membaik. Benar, dia membaik sekarang tapi kita tidak tahu dengan kehidupannya di masa lampau. Selain itu Umi juga mendengar dari Bunda Aira tentang perselisihan yang terjadi di antara Aish dan Aira sebelum masuk ke pondok pesantren. Alasan utama Aish dikirim ke pondok pesantren adalah karena Aish tega merecoki Aira dengan sebuah obat-obatan terlarang hingga dilarikan ke rumah sakit.


Betapa kejamnya, keluarga mana yang tidak patah hati melihat anak-anak mereka saling membunuh. Dan Umi juga mengerti betapa sakit hati orang tua Aish melihatnya melakukan tindakan terlarang yang mengancam jiwa Aira. Ini adalah kejahatan jadi sebenarnya mengirim Aish ke pondok pesantren adalah pilihan terbaik.


"Nak, coba mengerti posisi Aira. Hubungannya dengan Aish tidak cukup baik di rumah dan dia hampir saja meregang nyawa karena diberikan obat-obatan terlarang oleh Aish. Umi pikir tidak ada yang salah dari apa yang Aira katakan karena memang itulah situasi yang terjadi di keluarga itu. Kehidupan Aira tidak baik-baik saja." Bella Umi mencoba meluluhkan hati putrinya.


Besar harapan Umi melihat mereka berdua bisa berteman.


"Umi, apa yang dia bicarakan itu tidak wajar. Seperti yang yang dia katakan tadi bahwa dia lahir dari Ibu yang berbeda dan aku pernah mendengar dari seseorang bahwa Aish sudah tidak memiliki Mama lagi. Coba pikirkan baik-baik Umi posisi mana yang akan terinjak-injak di rumah itu. Apakah Aish yang dibesarkan tanpa seorang Ibu atau Aira yang dibesarkan dengan seorang Ibu. Dan aku juga pernah mendengar sebuah teori bahwa jika Ibu tiri masuk ke dalam sebuah keluarga maka Ayah tiri pun akan menyusul. Artinya, seorang Ayah tentu akan lebih condong kepada Ibu tiri dan mengesampingkan anaknya yang lahir dari istri pertama. Dan seorang Ayah akan lebih mengutamakan anak-anak yang lahir dari Ibu tiri tersebut daripada anak yang lahir dari istri pertama. Umi, hal ini sudah lumrah terjadi di masyarakat kita. Jarang sekali seorang Ayah bersikap adil terhadap anak-anaknya yang lahir dari istri yang lain. Umi pikirkanlah baik-baik apa yang kukatakan ini, tidak masuk akal jika Aira hidup menderita di rumah itu sedangkan dia memiliki seorang Ibu yang selalu menemani Ayahnya kemana-mana. Serius, aku lebih percaya jika Aish adalah anak yang dirugikan di rumah itu daripada Aira. Dan satu hal lagi, belum pernah sedikitpun atau sepatah kata pun aku mendengar Aish menyebut-nyebut nama keluarganya apalagi sampai menjelek-jelekkan keluarganya. Tidak hanya itu saja, dia juga tidak pernah menyebut tentang Aira ataupun Ibu tirinya kepada anak-anak di pondok pesantren. Tidak ada yang tahu apa yang dialami di rumah itu dan tidak ada yang tahu bahwa dia memiliki keluarga seperti itu. Sedangkan gadis ini," Nadira tertawa kecil,"Umi baru bertemu kali ini saja dan dia dengan blak-blakan nya menyebut bahwa Aish bukanlah orang yang baik, sungguh menggelikan. Aku belum pernah bertemu dengan manusia seperti ini." Lanjut Nadira sinis sembari menatap terang-terangan seberapa buruk ekspresi Aira sekarang.

__ADS_1


Dada Aira kembang kempis menahan amarah besar di dalam hatinya. Betapa beraninya! Beraninya dia merendahkan martabatnya sebagai seorang gadis di depannya sendiri dan mempertanyakan karakternya sebagai seorang manusia. Aira sangat marah dan dia sangat benci dibanding-bandingkan dengan Aish. Karena dia merasa bahwa dirinya jauh lebih baik daripada Aish. Tapi gadis ini mereka hanya bertemu detik ini saja, Nadira sudah sok-sokan mengecap dirinya sebagai gadis yang tidak baik dan memiliki keluarga yang tidak baik pula. Sungguh, dadanya terbakar amarah. Dia ingin berteriak tapi masih mencoba untuk menahan diri karena orang yang ada di depannya sekarang adalah putri dari pemilik pondok pesantren ini, jembatan yang akan menghubungkannya dengan sang habib.


"Bunda bukan orang jahat dan Ayah juga selalu berlaku adil untuk kami semua di rumah. Ayah dan Bunda selalu mencoba untuk membahagiakan atau memuaskan keinginan kak Aish. Tapi semuanya terlihat serba salah di mata kak Aish." Aira berbicara dengan lemah, membuat pembelaan kecil untuk dirinya sendiri.


Nadira mendelik tidak yakin,"Aku lebih suka komodo bisa terbang daripada mempercayaimu." Ucap Nadira mengolok-olok.


Cklak


Pintu kamarnya dibuka oleh Umi. Nadira mengabaikannya dan berpura-pura sibuk menyiapkan buku pelajaran yang akan dibawa ke sekolah besok.

__ADS_1


"Nadira sayang," Umi duduk di samping Nadira dan menyentuh pundak putrinya itu.


Nadira tidak menjawab dan masih fokus mengumpulkan buku-bukunya.


Melihat kebisuan putrinya, Umi tahu bahwa masalah Aira pasti membuatnya cukup kesal. Menghela nafas panjang, Umi mulai berbicara sendiri.


"Umi tahu bahwa kamu tidak menyukai Aira dan Umi juga bisa mengerti mengapa kamu begitu. Tapi ini adalah satu-satunya cara menjauhkan Aish dari habib Thalib. Bukankah ini yang kamu inginkan selama ini, Nak? Sekarang Umi membantu mu. Umi datangkan Aira ke pondok pesantren ini khusus untuk Aish. Dengan adanya Aira di pondok pesantren maka Aish tidak bisa dekat lagi dengan habib Thalib. Dia pasti akan sangat sibuk mengurus pertikaiannya dengan Aira. Nah, di sanalah kesempatanmu untuk mendekati habib Thalib. Ini adalah peluang untuk mu, Nak." Umi tidak berdaya selain mengatakan apa rencananya membawa Aira ke pondok pesantren dan mengapa dia ingin melihat Nadira berteman dengan Aira.


Sesungguhnya dia sudah melihat kedekatan di antara habib Khalid dan Aish. Dia memiliki kecurigaan sejak habib Khalid merekomendasikan secara langsung Aish masuk pondok pesantren ini, ditambah dengan semua perhatian-perhatian yang habib Khalid tujukan kepada Aish, dia menduga bahwa habib Khalid menyukai Aish. Nah, jika habib Khalid bisa menyukai Aish pada saat yang sama dia masih memiliki tunangan, maka mengapa putrinya juga tidak bisa?

__ADS_1


__ADS_2