
"Tidak, meskipun habib Thalib terlihat lemah tapi dia masih bisa berpikir jernih. Artinya habib Thalib memang ingin memeluk gadis itu. Betapa beruntungnya dia..." Seseorang berbicara dengan ragu-ragu.
"Gadis itu terlihat tidak asing."
Seseorang menyahut,"Namanya Aish, pindahan dari kota beberapa bulan lalu. Dia juga pernah dirumorkan dekat dengan habib Thalib. Aku pikir itu semua hanya rumor belaka, tapi melihatnya sekarang... mungkin itu benar?"
Dan banyak sekali kata-kata kejutan dari orang-orang yang ada di dalam ruangan ini. Terutama untuk para santriwati yang mengidolakan habib Khalid. Rasanya campur aduk melihat idola mereka memeluk gadis lain. Mereka tidak menyangka mimpi buruk itu akhirnya datang juga.
"Kak Khalid baik-baik saja?" Habib Khalid sangat berat. Karena lemas dia tidak sengaja menumpahkan beban tubuhnya kepada Aish sehingga membuat Aish kesulitan berdiri.
Tapi Aish berusaha menahan beban tubuh sang kekasih. Dia tahu bila kekasihnya sedang tidak baik-baik saja dan mungkin dipengaruhi oleh obat-obatan. Sebab tubuh yang sedang memeluknya begitu erat saat ini tengah gemetar parah.
"Dengar baik-baik.... Aku tidak pernah menyentuh wanita manapun. Aku tidak pernah berpaling melihat wanita yang lain. Wahai pujaan hatiku.... Bagiku kamu akan selalu menjadi penguasa di dalam hati... Tolong percaya kepadaku." Mengabaikan rasa sakit di tubuhnya, sang habib memaksakan diri untuk mengungkapkan keresahan di dalam hati. Jangan sampai Aish mempercayai apa yang dikatakan oleh Aira. Jangan sampai kekasihnya meragukan isi hati yang selama ini telah dia jaga dengan baik-baik hanya untuk sang kekasih seorang.
"Aku tahu, kak. Aku selalu mempercayai kamu. Kamu tidak akan pernah menyentuh wanita lain. Aku percaya... Sungguh aku sangat mempercayai kamu." Seakan bisa melihat kecemasan di dalam hati sang habib, Aish menganggukkan kepalanya bersungguh-sungguh sambil mengucapkan kata-kata penghiburan kepada sang habib. Oh, sejujurnya ini adalah apa yang ingin dia katakan dan murni dari dalam hatinya. Dia memang selalu mempercayai kekasihnya.
"Berjanjilah untuk tidak meninggalkan ku? Bila kamu pergi meninggalkanku, ketahuilah...aku akan sangat marah." Dalam nafas terputus-putusnya, sang habib menekankan kepada Aish untuk menyingkirkan ide itu dari dalam hati Aish karena sang habib tidak akan pernah membiarkan itu terjadi.
Aish sekali lagi menganggukkan kepalanya sambil menahan isak tangis. Dia sedih melihat keadaan kekasihnya namun pada saat yang sama, dia terharu karena kekasihnya masih memikirkan dirinya dalam kondisi seperti ini.
__ADS_1
"Aku janji, demi Allah aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan kakak..." Bisiknya membuat janji serius kepada sang kekasih.
Ketika mendengar janji serius dari bibir Aish, sang habib tidak membuat masalah lagi dan sedikit tenang.
"Habib Thalib, apa yang sedang terjadi di sini?" Kakek, bibi, dan paman langsung datang menyusul Aish ke sini.
Mereka khawatir terjadi apa-apa kepada habib Khalid dan Aish. Kekhawatiran mereka bertiga semakin menjadi-jadi saat melihat kerumunan di dalam ruangan ini dan teriakan histeris Aira yang tidak ada putus-putusnya.
Hanya saja ini sedikit aneh pikirnya saat melihat Aira terus berteriak jika habib Khalid ingin menyentuhnya sedangkan orang yang dipeluk adalah seorang wanita. Sementara habib Khalid, laki-laki yang difitnah akan menyentuh wanita lain malah sedang memeluk Aish di bawah tatapan kaget semua orang.
"Bibi dan paman, aku membutuhkan bantuan kalian." Lalu dia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku di depan dada.
Melihat Aira yang masih asik berteriak sambil memeluk kaki Nadira, bibi memberikan pandangan penuh makna sebelum mengalihkan pandangannya kembali menatap habib Khalid,"Jangan khawatir. Kami akan mengurusnya untuk kamu." Ucap bibi sambil menepuk mengambil alih ponsel habib Khalid ke tangannya.
"Semua orang yang ada di ruangan ini dapat menjadi saksi.... Tolong...sepertinya aku harus pergi ke rumah sakit..." Sebelum dia bisa menyelesaikan ucapannya, habib Khalid jatuh pingsan. Karena menahan beban sang habib, Aish hampir limbung ke belakang dan akan jatuh jika paman tidak buru-buru menahannya.
"Kak Khalid! Kak Khalid bangun!" Aish panik melihat kekasihnya pingsan.
"Aish tenang. Dia hanya pingsan." Bibi menenangkan Aish agar tidak panik.
__ADS_1
"Benar, Nak. Jangan khawatir, habib Thalib hanya pingsan dan tidak kenapa-kenapa." Kakek menepuk pundak cucu kesayangannya agar tidak terlalu cemas.
"Kita bawa habib Thalib ke rumah sakit." Putus paman.
Kemudian dia melihat Aira yang masih bertingkah gila di depan banyak orang, menghela nafas panjang, "Gadis ini...yah, bawa dia ke rumah sakit juga agar segera mendapatkan perawatan. Keadaannya agak tidak normal." Ucap paman mengarahkan beberapa santriwati untuk mengangkat Aira ke dalam mobil.
Lalu dia bersama beberapa santri membantu habib Khalid masuk ke dalam mobil terpisah. Habib Khalid tidak mau melepaskan tangan Aish walaupun dia sudah jatuh pingsan. Ini semakin membuat orang-orang merasa rumit karena wanita yang berhasil menduduki dan memenangkan hati sang habib ternyata bukan kalangan dari Syarifah, melainkan gadis biasa yang pernah dirumorkan dekat dengan sang habib.
"Kejadian hari ini sangat luar biasa dan mengejutkan. Besok setelah gadis itu keluar dari rumah sakit, dia pasti akan disidang besar-besaran dan kedua orang tuanya akan dipanggil ke sini karena kesalahannya tidak kecil." Beberapa santriwati mulai mengobrol di halaman rumah Umi sambil melihat badan mobil perlahan menghilang dari pandangan semua orang.
"Ini sangat aneh. Apakah gadis itu sedang mabuk?" Orang-orang mau tak mau bertanya saat melihat kondisi Aira tadi.
Aira terlihat seperti orang mabuk, tapi mereka tidak mencium bau alkohol dari tubuhnya.
"Tidak ada bau alkohol dari tubuhnya, jadi kemungkinan besar dia telah mengkonsumsi makanan yang memiliki efek berbahaya untuk tubuh."
Karena mereka tidak mencium bau alkohol dari Aira, mereka beranggapan jika Aira sudah memakan makanan yang berbahaya.
"Apapun itu aku tidak menyukai gadis ini. Dia telah memfitnah habib Thalib, padahal jelas-jelas habib Thalib tidak ada sangkut pautnya. Uh, aku ingin sekali memberinya pelajaran."
__ADS_1
Karena masalah ini terjadi banyak diskusi di rumah Umi, kemudian mulai menyebar ke seluruh pondok pesantren. Dalam waktu yang sangat singkat semua orang mengetahui kejadian ini dan bahkan mereka mulai menelusuri identitas Aira. Gosipnya semakin panas saat identitas Aira dan Aish diangkat kembali. Kini semua orang tahu kalau Aira dan Aish adalah saudara yang terlahir dari Ibu yang berbeda. Mereka bertanya-tanya apakah ini pertempuran diam-diam di antara dua saudara untuk memperebutkan habib Khalid?